Category: Headline

  • 6 Tips Mencari Jasa Pemasangan Panel Surya yang Tepat untuk Anda

    6 Tips Mencari Jasa Pemasangan Panel Surya yang Tepat untuk Anda

    Apabila Anda sudah mantap mau memasang PLTS Atap atau panel surya untuk bangunan, memilih kualitas produk yang baik saja belum cukup; Anda juga perlu mencari penyedia jasa pemasangan yang tepat. Jika tidak, bisa-bisa malah panel surya tidak bekerja dengan maksimal, atau biaya yang diberikan penyedia jasa lebih mahal daripada pasaran. Lalu, bagaimana cara mencari jasa pemasangan panel surya yang tepat?

    6 Tips Mencari Jasa Pemasangan Panel Surya

    Mulai dari mempelajari track record hingga memanfaatkan direktori penyedia jasa solar panel, berikut hal-hal penting yang sebaiknya Anda lakukan untuk mendapatkan jasa terbaik pemasangan panel surya.

    1. Cek track record atau portofolio perusahaan tersebut

    Cek track record perusahaan pemasang panel surya melalui portofolio mereka. Jika portofolio tidak tersedia pada website, Anda bisa meminta langsung kepada mereka. Dari portofolio inilah Anda dapat mengecek proyek-proyek yang pernah dikerjakan perusahaan, tingkat kompleksitas dan skala proyeknya. Semakin banyak proyek yang pernah mereka kerjakan, tentu semakin baik karena hal tersebut membuktikan bahwa mereka begitu tepercaya.

    2. Pastikan bahwa mereka memberikan harga yang jelas

    Selain track record, penawaran harga juga tak kalah penting untuk Anda cek. Kumpulkan penawaran dari 3-4 perusahaan agar Anda bisa membandingkan harga dan fasilitas yang akan Anda dapatkan. Umumnya, perusahaan pemasang panel surya akan meminta untuk langsung mendatangi lokasi properti Anda agar bisa menghitung harga. Nah, pada saat inilah Anda dapat bertanya apa pun untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

    Sebagai informasi, beberapa pemasangan panel surya membutuhkan konstruksi tambahan pada atap bangunan—tergantung dari kebutuhan dan kondisi properti. Kalau memang butuh pengerjaan konstruksi tambahan, tanyakan apakah quotation penawaran dari perusahaan sudah mencakup hal tersebut.

    3. Cari tahu lisensi yang dimiliki perusahaan

    Pemasangan panel surya tentu tidak boleh dilakukan sembarangan. Perusahaan harus mematuhi peraturan dari pemerintah sekaligus memenuhi standar kualitas. Selain mengecek hal tersebut dari track record, perusahaan, Anda juga bisa menanyakan lisensi yang mereka miliki. 

    Pastikan bahwa perusahaan pilihan Anda sudah mendapatkan lisensi SBUJK EBT dan SIUJPTL. Jika suatu perusahaan memiliki kedua lisensi tersebut, artinya ia telah diakui pemerintah sebagai penyedia panel surya yang tepercaya di Indonesia.

    4. Cari tahu juga merek panel surya yang digunakan

    Saat berkonsultasi dengan penyedia jasa pemasangan panel surya, tanyakan merek solar panel yang mereka gunakan. Sebaiknya, pilihlah penyedia yang menggunakan merek panel surya ternama. Merek dengan reputasi baik idealnya memiliki performa yang oke pula sehingga lebih tahan lama. Beberapa contoh merek panel surya ternama adalah JA Solar, Jinko Solar, Trina Solar, Canadian Solar, Risen Energy, dan Hanwha QCells.

    5. Jangan lupakan garansi

    Garansi juga menjadi hal yang tak kalah penting untuk Anda cek saat mencari jasa pemasangan panel surya. Saat berdiskusi tentang quotation penawaran dengan perusahaan, tanyakan apakah harga tersebut sudah termasuk garansi. Jika iya, pastikan lagi apakah garansi tersebut berlaku selama periode pemakaian panel surya (umumnya 25 tahun).

    Sebaiknya, carilah perusahaan yang memberikan penawaran Total Cost of Ownership (TOC). Artinya, penawaran tersebut telah mencakup keseluruhan produk dan layanan, termasuk inspeksi lokasi, biaya panel surya, jasa pemasangan, pemeliharaan setelah pemasangan, dan garansi sampai 25 tahun. Dengan begini, seharusnya tak ada lagi hidden cost yang membuat Anda harus mengeluarkan uang tambahan.

    6. Gunakan direktori dari SolarHub

    Mencari jasa pemasangan panel surya memang gampang-gampang susah. Banyaknya perusahaan memang memberi Anda beragam pilihan, tapi di sisi lain juga membuat bingung. Agar proses pencarian jadi lebih mudah, Anda bisa menggunakan direktori dari SolarHub. 

    Anda hanya perlu membuka website SolarHub atau klik di sini, lalu di halaman utama ada kolom untuk mencari perusahaan panel surya atau jasa pemasangnya. Pilih juga kota tempat tinggal Anda saat ini, lalu klik “Pindai”. Setelah itu, halaman akan menampilkan perusahaan panel surya atau jasa pemasang yang paling dekat dengan Anda. 

     

    Jika memang sudah berniat untuk memasang PLTS Atap untuk rumah atau properti lainnya, mencari jasa pemasangan panel surya yang tepat sangat penting Anda lakukan. Dengan begitu, panel surya yang dipasang bisa tahan lama dan memberikan performa optimal. 

    Agar lebih pas dengan kebutuhan, hitung dulu kebutuhan panel surya Anda menggunakan kalkulator SolarHub. Setelah itu, baru Anda bisa menggunakan direktori SolarHub untuk menemukan jasa pemasangan solar panel yang tepat. Bersama SolarHub, pemasangan panel surya jadi lebih mudah dan praktis!

     

    Referensi:

    https://kumparan.com/solar-kita/lakukan-5-hal-ini-sebelum-memilih-penyedia-sistem-panel-surya-1wvDmnwSh0J/4

    https://panelsuryajakarta.com/memilih-jasa-pemasangan-panel-surya-pastikan-penuhi-kriteria-ini/

    https://kelistrikan.com/jasa-pemasangan-solar-panel/

    https://theplaceboston.com/tips-memilih-jasa-pemasangan-solar-panel-yang-terpercaya/

    https://sedayu.com/2021/11/26/cara-memilih-penyedia-solar-panel-yang-tepat/

    https://www.builder.id/rekomendasi-merek-panel-surya/

  • Mau Pasang PLTS Atap? Cari Tahu Harga Panel Surya Dulu, Yuk!

    Mau Pasang PLTS Atap? Cari Tahu Harga Panel Surya Dulu, Yuk!

    Dengan mengandalkan sinar matahari sebagai sumber energi, panel surya dapat membantu mengurangi tagihan listrik sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan. Plus, properti yang telah dipasangi panel surya pun bakal memiliki nilai jual yang lebih tinggi. 

    Agar bisa merasakan seluruh manfaat tersebut, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan pemasangan panel surya dalam bentuk PLTS Atap untuk kebutuhan rumah tangga. Biar ada gambaran budget, yuk, simak harga panel surya ini!

    9 Harga Panel Surya dan Spesifikasinya yang Bisa Anda Pilih

    Pemasangan panel surya tidaklah sulit karena sudah ada banyak brand yang menyediakannya. Tiap brand tentu menawarkan produk dan harga panel surya yang berbeda. Berikut perkiraan nominalnya:

    1. Panel Surya 100 Wp Sun Asia

    Hadir dengan ukuran 1000 x 670 x 30 mm dan bobot 8 kg, panel surya 100 Wp Sun Asia dapat memproduksi daya listrik maksimum 100 Watt dengan arus maksimum 5,62 A dan tegangan maksimum 17,8 V. 

    Ketika arus nol, panel yang terbuat dari bahan polycrystalline ini akan mengalirkan tegangan 21,8 V. Sedangkan saat tegangannya nol, ia akan dilalui arus mencapai 6,05 A. Memiliki tingkat efisiensi 16,93%, panel surya 100 Wp Sun Asia bisa Anda dapatkan dengan harga sekitar Rp525.000 hingga Rp530.000.

    2. ICA Solar Panel

    Mirip seperti panel surya 100 Wp Sun Asia, produk ICA Solar Panel juga umumnya terbuat dari polycrystalline sehingga luas permukaannya lebih besar daripada tipe monocrystalline. Walau begitu, kedua tipe tersebut mampu memproduksi daya listrik yang sama.

    Produk ICA Solar Panel bisa Anda temukan dalam berbagai kapasitas Watt Peak sehingga harganya pun berbeda-beda. Misalnya untuk panel surya 100 Wp bertipe polycrystalline, harganya sekitar Rp1,5 juta. Sementara itu, harga panel surya 200 Wp untuk tipe serupa adalah sekitar Rp2,4 juta.

    3. Panel Surya 330 Wp Maysun Solar

    Panel surya satu ini bertipe monocrystalline dan dijual dengan harga sekitar Rp2,37 juta. Salah satu keunggulan dari panel surya 330 Wp Maysun Solar adalah performanya yang luar biasa walaupun kondisi di luar sedang rendah cahaya. Tak hanya itu, produk ini juga dirancang dengan desain multi-busbar yang dapat meminimalisir risiko retakan mikro sel pada permukaan panel surya. 

    4. Panel Surya 100 Wp 12 V Solana

    Dilengkapi dengan teknologi antikarat, panel surya 100 Wp 12 V Solana memiliki ketahanan yang baik, bahkan di tengah cuaca ekstrem sekalipun. Produk satu ini berukuran 1000 x 670 x 30 mm dan memiliki bobot 7,2 kg, dengan kemampuan produksi daya listrik mencapai 100 W dan 17,8 V. Jika tertarik memasang panel surya 100 Wp 12 V Solana, Anda perlu menyiapkan budget mulai dari Rp820.000.

    5. Panel Surya 100 Wp Solarland

    Mirip seperti panel surya 330 Wp Maysun Solar, produk panel surya 100 Wp dari Solarland juga termasuk jenis monocrystalline. Memiliki ukuran 119,5 x 54,1 x 3 cm, produk satu ini hadir dalam bentuk persegi panjang yang ramping. Sementara itu, harga panel surya 100 Wp Solarland adalah sekitar Rp1,6 juta, dengan kemampuan produksi daya listrik mencapai 100 W dan 17,2 V.

    6. Panel Surya 100 Wp Kenika

    Dengan menyiapkan budget sekitar Rp610.000 sampai Rp740.000, Anda sudah bisa mendapatkan panel surya 100 Wp Kenika berbahan polycrystalline. Ukuran dimensinya adalan 1040 x 670 x 35 mm dengan bobot kurang-lebih 8,5 kg.

    Panel surya 100 Wp dari Kenika mampu mencapai daya tertinggi 100 Watt, dengan arus maksimal 5,56 A dan tegangan maksimal 18 V. Ketika arusnya nol, panel surya akan menciptakan tegangan hingga 22,5 V. Sementara ketika tegangannya yang nol, arus listriknya bisa mencapai 6,0 A.

    7. JA Solar Panel

    Berdiri sejak 2005, JA dikenal sebagai salah satu brand panel surya berkualitas tinggi. Bahkan, mereka telah mendistribusikan produk-produk panel surya ke lebih dari 120 negara di dunia. 

    Terkait harga produk, nominalnya cukup beragam mengingat banyaknya jenis produk JA Solar Panel yang tersedia. Misalnya, JA Solar Panel dengan kapasitas 545 Wp dibanderol dengan harga sekitar Rp4-6 jutaan.

    8. EELIC SOP-IMONO 50W

    Harga panel surya satu ini adalah sekitar Rp2 jutaan. Dengan harga tersebut, kamu tidak hanya mendapatkan panel surya, tapi juga power inverter dan charger controller. Berukuran 67 x 54 x 2,5 cm dengan bobot 4,3 kg, panel surya EELIC SOP-IMONO 50W mampu mencapai daya maksimal 50 Watt dengan arus maksimal mencapai 2,90 A dan tegangan maksimal sebesar 17,30 V.

    9. Panel Surya 550Wp LONG

    Panel surya bertipe monocrystalline ini dilengkapi dengan teknologi modul canggih sehingga mampu memberikan ketahanan jangka panjang. Karena itu, umumnya panel surya 500 Wp LONG digunakan untuk mendukung sistem pembangkit listrik daratan (ground power plants) atau proyek-proyek terdistribusi. Anda bisa mendapatkan panel surya dari LONG ini dengan harga sekitar Rp3,3 jutaan.

     

    Bergantung dari brand dan kapasitas produksi listrik, harga panel surya berkisar antara ratusan ribu hingga Rp6 jutaan. Angka tersebut dapat menjadi investasi yang baik karena dengan pemasangan panel surya, biaya listrik jadi lebih murah sekaligus memberikan nilai tambahan bagi properti, terutama jika Anda hendak menjual atau menyewakannya.

    Jadi, panel surya mana yang akan Anda pasang untuk properti Anda? Jika masih ingin mencari jasa pemasangan panel surya untuk PLTS Atap, Anda bisa menggunakan direktori SolarHub. Selain itu, gunakan kalkulator SolarHub untuk memastikan PLTS Atap yang Anda pasang sesuai dengan kebutuhan listrik sehari-hari. Beralih ke PLTS Atap jadi lebih mudah dengan SolarHub!

     

    Referensi:

    https://news.indotrading.com/5-merek-solar-panel-terbaik-yang-hemat-energi-dan-ramah-di-kantong/

    https://pasangpanelsurya.com/harga-panel-surya-100wp/

    https://berita.99.co/rekomendasi-harga-panel-surya-terbaru/

    https://www.warungenergi.com/product-category/panel-surya/

    https://listrikindonesia.com/daftar_harga_panel_surya_terbaru_lengkap_dengan_merek_ukuran_dan_type_10513.htm

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

  • Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

    Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

    Meskipun PLN telah bekerja keras untuk memastikan pasokan listrik aman di Indonesia, sayangnya pasokan tersebut terkadang masih kurang menjangkau para penduduk di wilayah terpelosok atau 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Beberapa daerah tersebut kemungkinan belum pernah mencicipi aliran listrik dari negara sehingga membutuhkan alternatif lain.

    Banyak cara yang telah dilakukan oleh negara maupun organisasi lainnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah-wilayah tersebut. Salah satu solusi yang sudah diterapkan di beberapa tempat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida atau PLTH yang memanfaatkan energi terbarukan. Apa itu?

    Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid?

    Sesuai dengan namanya, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida adalah alat yang memadukan dua atau lebih sumber energi pembangkit listrik. PLTH ini biasanya diterapkan di beberapa daerah terpelosok dengan memanfaatkan renewable energy (energi terbarukan). Tujuannya antara lain supaya dapat mengoptimalkan produksi energi listrik dari berbagai macam sumber sekaligus.

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida bisa memadukan energi baru maupun terbarukan seperti angin dan matahari. Selain bisa menampung jumlah pasokan energi yang lebih banyak, dua atau lebih sumber juga bisa saling menutupi kelemahan satu sama lain. Misalnya, ketika cuaca sedang relatif mendung, pembangkit listrik bertenaga lain bisa dimaksimalkan, begitu pula sebaliknya.

    Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid

    Namun, sebelum masuk ke prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH), pahami dulu bahwa sistem pembangkit listrik ini tidak terbatas pada renewable energy saja. Sehingga, Anda bisa memadukan antara cahaya matahari sekaligus aliran listrik dari PLN sebagai cadangan bila sumber energi yang pertama sedang kurang maksimal. Bahkan, Anda juga bisa memasukkan baterai ke dalamnya agar dapat menyimpan energi cadangan untuk dipakai pada saat-saat tertentu.

    Contohnya, pada siang hari energi listrik bisa dihasilkan dari panel surya yang menangkap sumber energi dari sinar matahari. Kemudian, pada saat matahari sudah terbenam, Anda tetap bisa menikmati listrik yang energi lebihnya telah tersimpan di dalam baterai. Lalu, pada malam hari Anda bisa memanfaatkan aliran listrik dari PLN atau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA).

    Lantas, bagaimana cara Anda menetapkan kombinasi pembangkit listrik ini? Anda bisa terlebih dahulu mengenali potensi di wilayah Anda. Misalnya, jika Anda tinggal di daerah yang panas, mungkin panel surya bisa menjadi pilihan tepat. Paduannya dapat Anda sesuaikan dengan potensi berikutnya yang terdapat di sana, bisa saja berupa angin, air, uap, bahkan memadukannya dengan aliran listrik dari PLN sekalipun.

    Contoh PLTH Energi Terbarukan di Indonesia

    Selain karena sulitnya distribusi listrik berbahan bakar fosil ke daerah-daerah terpencil, krisis iklim juga semakin mengurangi pasokan bahan bakar tersebut. Guna menanggulangi hal itu sekaligus memperkecil sampah karbon dioksida (CO2) di udara akibat pembakaran yang terjadi, PLTH menjadi solusi cemerlang karena sumbernya tak terbatas dan tak menghasilkan emisi tertentu. Berikut adalah contoh daerah yang telah mengaplikasikan PLTH.

    1. PLTH Pandansimo

    PLTH Pandansimo menjadi salah satu stasiun terbesar yang terdapat di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di daerah ini terdapat setidaknya 40 turbin angin dengan kapasitas masing-masing 1 kW dan dua rangkaian panel surya berkapasitas 15 kW.

    Pembangkit listrik yang berada di kawasan Pantai Pandansimo tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari menghasilkan 1.000 balok es per hari, memompa sumur, sampai menerangi pertokoan di sekitar pantai.

    1. PLTH di Dusun Bondan, Cilacap

    Dusun Bondan di Cilacap juga beruntung karena telah memiliki PLTH yang memadukan sinar matahari dan angin sehingga para warga setempat bisa membangkitkan kembali geliat ekonomi. Kini masyarakat di dusun tersebut bisa mengolah hasil tambak menjadi produk dengan nilai lebih tinggi. Jadi, hasil tambak yang tak bisa dijual secara fresh tak terbuang sia-sia.

    Selain itu, lebih dari 78 rumah warga, sekolah, tempat beribadah, hingga tambak juga telah mendapatkan penerangan yang baik dari PLTH Pertamina Kilang Cilacap ini. Iuran yang perlu dibayarkan warga pun tergolong murah, yakni sebesar Rp25 ribu saja untuk pemakaian daya 500 watt. Dana tersebut nantinya akan dipakai kembali untuk pemeliharaan alat-alat PLTH.

     

    Jika Anda juga ingin mendukung penggunaan energi terbarukan, caranya tidak harus menggunakan PLTH, kok. Ada juga solusi pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan, yaitu PLTS Atap yang bisa Anda pilih.

    Mari cari tahu lebih banyak mengenai vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari wilayah Anda dengan klik link di sini! Perkirakan juga kapasitas panel surya dan biaya yang Anda butuhkan dengan memanfaatkan kalkulator surya SolarHub!

     

    Referensi:

    https://ftmm.unair.ac.id/dosen-teknik-elektro-rancang-pengontrol-pengisian-baterai-untuk-sistem-unit-pembangkit-listrik-tenaga-hibrid/

    https://www.smartcityindo.com/2021/05/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html

    https://ulyadays.com/pembangkit-listrik-tenaga-hybird/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Bagaimana Leonardo DiCaprio Menjadi Aktivis Energi Terbarukan?

    Bagaimana Leonardo DiCaprio Menjadi Aktivis Energi Terbarukan?

    Siapa yang tidak kenal dengan Leonardo DiCaprio? Aktor kawakan pemenang piala Oscar ini telah memainkan berbagai macam film fenomenal yang kerap menghiasi layar lebar serta festival film internasional. Namun, di balik semuanya, ternyata aktor kelahiran Los Angeles ini juga seorang environmentalist! Ia aktif mendukung gerakan melawan krisis iklim dan terus menyuarakan hal tersebut melalui berbagai platform miliknya. Apa saja yang telah dilakukan Leonardo DiCaprio sebagai aktivis lingkungan?

    5 Tindakan DiCaprio untuk Melawan Krisis Iklim

    Sebelum beranjak ke tindakan konkret apa saja yang sudah dilakukan Leonardo DiCaprio untuk lingkungan, pahami dulu bahwa ia telah memulai semuanya sejak usia 24 tahun. Kini dirinya hampir menginjak 49 tahun dan itu artinya ia telah menyuarakan tentang krisis iklim ini 25 tahun. Mari lihat apa saja yang ia lakukan untuk bumi!

    1. Membangun Leonardo DiCaprio Foundation

    Persis setelah film legendaris berjudul Titanic mengangkat namanya di industri perfilman dunia, di saat itulah ia mendirikan Leonardo DiCaprio Foundation yang bertujuan untuk melindungi bumi. Ketika itu ia masih berusia 24 tahun, tetapi telah memiliki misi untuk mengharmonisasikan antara humanisme dan alam.

    Kini yayasan yang dibangunnya itu telah mendukung lebih dari 35 proyek konservasi di seluruh dunia dengan tujuan menjaga ekosistem dan melindungi spesies-spesies langka. Semuanya berawal dari Leonardo DiCaprio kecil yang tersentuh ketika menonton film dokumenter tentang perusakan hutan hujan.

    1. Berinvestasi pada perusahaan yang sustainable

    Bukan hanya terang-terangan mendirikan yayasan yang bergerak di ranah lingkungan hidup, Leonardo DiCaprio juga memperhatikan kepada siapa dirinya menanamkan modal investasi. Selama puluhan tahun terakhir, dirinya terbukti hanya mempercayakan dananya pada perusahaan-perusahaan yang memedulikan tentang sustainability.

    Sebagai contoh, lawan main Kate Winslet di film Titanic ini berinvestasi pada Beyond Meat, Califia Farms, Hippeas, dan lainnya. Lalu, belum lama ini, tepatnya sekitar tahun 2021, ia memutuskan untuk bergabung bersama keluarga Perfect Day sebagai Sustainability & Health Advisory Council. Perfect Day adalah tech startup penghasil es krim non-hewani pertama di dunia.

    1. Menggunakan berbagai platform untuk meningkatkan awareness

    Wujud nyata tindakan Leonardo DiCaprio peduli terhadap krisis iklim pun selalu ia suarakan di berbagai kesempatan. Tak hanya memenuhi platform media sosialnya dengan banyak unggahan seputar lingkungan, ia juga menggunakan momen langsung ketika dirinya menerima piala Oscar untuk pidato soal hal ini.

    Tahun 2016 Leonardo DiCaprio menerima piala Oscar atas filmnya yang bertajuk The Revenant. Ketika harus menyampaikan pidato di podium, dirinya pun membuka isu akan lingkungan dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Momen tersebut tentunya bertepatan, mengingat film buatan Alejandro González Iñárritu itu memang mengungkapkan keindahan alam yang luar biasa.

    Pungkasan pidatonya yang menarik pada perhelatan malam tersebut mengatakan, “I thank you all for this amazing award tonight. Let us not take this planet for granted, I do not take this night for granted.”

    1. Mendukung pembuatan film dokumenter lingkungan

    Sebagai sineas, Leonardo DiCaprio tentu saja mengangkat krisis iklim ini lewat medium film, baik itu film pendek maupun panjang. Beberapa judul yang menyertakan namanya dalam proses produksi, antara lain Cowspiracy: The 11th Hour (2007), Virunga (2014), The Sustainability Secret (2014), Before the Flood (2016), And We Go Green (2019), Ice on Fire (2019), serta The Loneliest Whale: The Search for 52 (2021).

    1. Menjadi pendukung penggunaan energi surya

    Peran Leonardo DiCaprio dalam memerangi krisis iklim juga tampak pada komitmennya mendukung penggunaan energi surya sebagai sumber listrik berkelanjutan. Aksi konkretnya adalah dengan menjadi investor di Kingo, perusahaan panel surya off-grid yang mempunyai visi untuk mengalirkan listrik ke daerah-daerah kurang terjamah, misalnya Pegunungan Guatemala.

    Tak hanya menanamkan modalnya di sana, aktor berprestasi ini juga bergabung ke dalam dewan penasihat yang kemudian turut menaikkan angka pengguna. Terbukti, setelah tiga tahun berjalan, Kingo berhasil menembus angka 600.000 pengguna (dari hanya 500) di berbagai pedesaan. Sekali lagi, perusahaan ini tidak menuntut biaya sepeser pun.

     

    Bagaimana, peran Leonardo DiCaprio sebagai environmentalist tak perlu diragukan lagi, bukan? Jika Anda ingin mengikuti jejak sang aktor untuk memerangi krisis iklim, mulailah dengan memasang PLTS Atap seperti yang dilakukan DiCaprio saat mendukung Kingo.

    Mari hitung kebutuhan panel surya di hunian Anda dengan memanfaatkan fitur kalkulator surya SolarHub. Kemudian, temukan vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari daerah Anda dengan mengunjungi laman ini!

     

    Referensi:

    https://togetherband.org/blogs/news/leonardo-dicaprio-environment

    https://vegnews.com/vegan-news/celebrities/leonardo-dicaprio-save-the-planet

    https://www.livekindly.com/how-leonardo-dicaprio-saving-planet/

    https://www.livekindly.com/how-leonardo-dicaprio-saving-planet/

    https://www.people4ocean.com/blogs/blog/how-leonardo-dicaprio-became-a-leading-climate-activist

    https://mashable.com/article/leonardo-dicaprio-kingo-solar-energy

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 6 Drone Canggih yang Menggunakan Tenaga Surya

    6 Drone Canggih yang Menggunakan Tenaga Surya

    Penggunaan drone akhir-akhir ini makin populer untuk mengambil gambar dari sudut yang tak terjangkau kamera biasa. Namun, fungsinya ternyata tidak hanya untuk konten di media sosial saja. Drone juga berguna untuk berbagai hal, misalnya survei lokasi pembangunan dan pengawasan keamanan. Seiring dengan meningkatnya popularitas drone, banyak orang yang kemudian mempertanyakan, apakah ada drone yang ramah lingkungan. Anda bisa menyimak lebih lanjut tentang berbagai drone canggih yang beroperasi dengan tenaga surya di bawah ini!

    • Sunflower UAV

    Drone pertama yang ramah lingkungan berasal dari brand Sunflower Labs, yakni The Bee. Keunggulan dari UAV (Unmanned Aerial Vehicle) ini adalah dapat menangkap video beresolusi tinggi, bisa landing dengan sempurna ke tempat tujuan, dan mengisi daya secara otomatis. Kapasitas baterainya juga cukup besar, mencapai 4000 mAh dan sehingga membuat drone ini bisa diterbangkan selama 15 menit dengan masa istirahat 5 menit. Jangkauannya juga bisa sejauh 600 meter dari posisi controller dan tahan terhadap hembusan angin hingga 20 km/jam.

    • Alta Devices Solar Drone

    Perangkat drone berikutnya yang tak boleh ketinggalan untuk Anda coba adalah Alta Devices Solar Drone. Sebenarnya, teknologi ini sudah digagas sejak 2008 dan produk pertamanya berhasil diluncurkan pada 2010. Kemudian, seiring bertambahnya waktu, mereka pun tak henti-hentinya berinovasi supaya dapat terus menciptakan produk yang ringan dengan efisiensi energi mutakhir.

    Salah satu produk terbarunya adalah Alta Devices Solar Drone Gen4 yang kabarnya telah mengalami penurunan berat hingga 30 persen dari versi sebelumnya. Meski ringan, tapi efisiensi tenaga yang ditawarkan oleh drone ramah lingkungan ini tidak main-main. Anda bisa menerbangkan drone ini hingga delapan jam dari durasi normalnya yang hanya dua jam. Itu semua berkat peranan panel surya dalam perangkat ini.

    • Skyfront Perimeter 4

    Tak kalah hebat dari dua pilihan sebelumnya, Skyfront Perimeter 4 juga hadir dengan konsep yang menawan. Drone ini menawarkan performa yang tidak panas ketika dioperasikan dan durasi pengoperasiannya bisa mencapai 4 jam 54 menit dengan ketahanan terhadap angin mencapai 25 km/jam. Dengan begitu, artinya drone ini tidak membutuhkan pengisian daya yang terlalu sering. Sehingga, Anda bisa menghemat energi sekaligus mengurangi risiko krisis alam akibat aktivitas charging yang menggunakan listrik berbahan bakar batu bara. 

    • Silent Falcon UAS

    Drone selanjutnya yang pengoperasiannya memanfaatkan tenaga surya adalah Silent Falcon. Perangkat yang dikembangkan oleh Silent Falcon UAS Technologies ini pertama kali diperkenalkan ke publik tahun 2012. Lalu, penerbangan pertamanya dilakukan pada 2014.

    Kelebihan dari drone ini adalah mudah untuk dioperasikan, dipindahkan, dan tak membutuhkan banyak biaya dari segi perawatan. Meski begitu, beratnya cenderung lebih jika dibandingkan dua merek sebelumnya karena drone ini berkisar di 11 kilogram, bergantung konfigurasi sayapnya.

    • PowerEgg X

    PowerEgg X adalah merek drone bertenaga surya yang menawarkan performance spesial bagi penggunanya. Tak sekadar bisa mengambil gambar dari jarak sekitar 5 kilometer, perangkat ini juga memungkinkan pengguna untuk tetap mengoperasikannya meski cuaca sedang hujan. Bahkan, hasil gambarnya pun sudah beresolusi 4K!

    Kelebihan lainnya adalah drone ini bisa terbang sambil mengisi daya dengan memanfaatkan sinar matahari yang ada. Sehingga, masa pakainya bisa lebih lama. Untuk penerbangan normal sendiri, drone ini bisa bertahan sampai 30 menit dengan batas toleransi kecepatan angin mencapai 29 sampai 30 km/jam.

    • DJI Mavic Air 2

    Drone terakhir yang layak untuk Anda pertimbangkan saat sedang mencari perangkat ramah lingkungan adalah DJI Mavic Air 2. Sama seperti pilihan sebelumnya, drone ini tak hanya bisa berfungsi sebagai UAV, melainkan juga bisa dikonfigurasi bentuknya sehingga berwujud seperti handycam biasa.

    Daya pakainya sendiri cukup lama, yakni 240 menit, dengan waktu terbang mencapai 34 menit. Resolusi video yang dihasilkan sudah memenuhi kualifikasi 4K dan kapasitas fotonya adalah 48 MP. Fitur-fitur lainnya yang mengesankan dari perangkat ini adalah adanya HDR, smart photo, hingga deteksi wajah sehingga Anda tak perlu takut luput dari kamera.

    Untuk Anda yang memiliki hobi fotografi atau videografi, drone tenaga surya bisa menjadi investasi jangka panjang yang ideal. Walaupun drone tenaga surya tersebut belum tersedia di Indonesia sampai saat ini, Anda tetap bisa menjalankan gaya hidup ramah lingkungan dengan beralih ke sumber energi terbarukan yang bisa penuhi kebutuhan rumah tangga.

    Caranya, Anda dapat memasang PLTS Atap yang nantinya bisa mengubah sumber energi matahari menjadi energi listrik bagi rumah Anda. Mari hitung perkiraan kapasitas panel surya yang Anda butuhkan dengan memanfaatkan kalkulator surya SolarHub. Lalu, kunjungi laman SolarHub untuk mencari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda. Selamat mencoba!

     

    Referensi:

    https://sunflower-labs.com/specs

    https://www.commercialuavnews.com/infrastructure/alta-devices-solar-solution-drones

    https://skyfront.com/perimeter-4/

    https://www.homelandsecurity-technology.com/projects/silent-falcon-small-unmanned-aircraft-system/

    https://www.powervision.me/en/product/powereggx/

    https://www.dji.com/id/mavic-air-2

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Sejarah Perkembangan Panel Tenaga Surya dari Tahun ke Tahun

    Sejarah Perkembangan Panel Tenaga Surya dari Tahun ke Tahun

    Saat ini, salah satu sumber energi terbarukan yang paling banyak digunakan adalah tenaga surya. Bahkan, tidak sedikit jumlah hunian pribadi yang memanfaatkan panel tenaga surya rumah tangga atau PLTS Atap untuk kebutuhan listrik pribadi. Memangnya, bagaimana awalnya teknologi ini bisa berkembang hingga sekarang?

    Berawal dari Ditemukannya Efek Photovoltaic

    Bicara tentang panel tenaga surya, sebenarnya teknologi ini bukanlah hal yang benar-benar baru sebab kehadirannya telah ada sejak 1839. Saat itu Alexandre Edmond Bacquerel melakukan penelitian tentang pemanfaatan cahaya matahari menjadi energi. Akan tetapi, percobaan Bacquerel belum memberikan hasil memuaskan, bahkan sampai akhir hayatnya tiba.

    Perjuangan Alexandre Edmond Bacquerel lalu diteruskan oleh Willoughby Smith yang akhirnya menemukan salah satu elemen photovoltaic, yakni selenium. Penemuan ini berhasil memunculkan harapan baru bahwa sinar matahari benar-benar bisa menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan.

    Selenium dan Panel Tenaga Surya Pertama

    Tidak berhenti pada Alexandre Edmond Bacquerel dan Willoughby Smith saja, beberapa peneliti lainnya juga turut andil dalam mengembangkan panel tenaga surya ini. Sebut saja William Grylls Adam dan Richard Evans Day (muridnya) yang mendemonstrasikan bagaimana selenium yang terkena cahaya matahari bisa menghasilkan energi listrik, meski jumlahnya masih sangat sedikit kala itu.

    Penemuan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Charles Frits yang menciptakan panel surya berbahan selenium dengan balutan sedikit emas. Sayangnya, temuan Frits hanya bisa menghasilkan energi listrik dengan efisiensi kurang dari 1%. Itu berarti bahwa alat yang ia hasilkan belum bisa dipakai atau diaplikasikan dalam skala yang lebih luas.

    Teknologi Panel Surya Akhirnya Dipatenkan

    Kendala tentang efisiensi panel surya yang masih menghalangi penemuan oleh tokoh-tokoh sebelumnya kemudian berakhir pada Russel Ohl. Sekitar tahun 1941 dirinya berhasil menciptakan panel tenaga surya dengan tambahan bahan silikon sebagai semikonduktor. Bahan tersebut terbukti bisa menghasilkan energi listrik dari cahaya matahari secara lebih efisien.

    Penemuan Russel Ohl ini sekaligus menjadi momen pematenan panel surya. Hingga kini, model panel tenaga surya itulah yang kita kenal. Alasannya tidak lain karena efisiensinya cukup baik untuk menangkap dan menyimpan sinar matahari kemudian mengubahnya menjadi energi listrik yang bisa digunakan sehari-hari.

    Biaya yang Dibutuhkan Semakin Berkurang

    Selain Russel Ohl, masih ada beberapa tokoh pengembang panel surya berikutnya, misalnya Calvin Souther Fuller, Daryl Chapin, hingga Gerald Pearson. Namun, teknologi ciptaan mereka bahkan masih bisa dikatakan terlalu mahal untuk diaplikasikan oleh masyarakat pada saat itu. Sampai akhirnya Universitas Delaware menginisiasi pembuatan Solar One.

    Solar One temuan para peneliti dari Universitas Delaware ini kemudian memikat perhatian banyak pihak di Amerika Serikat. Pasalnya, panel surya bukan lagi berbentuk seperti bangunan, melainkan bisa diimplementasikan di atas atap rumah-rumah sehingga semakin hemat biaya dan ruang. 

    Bersamaan dengan hal itu, sekitar tahun 1970-an, seorang bernama Dr. Elliot Berman dari Amerika berhasil membuat harga panel surya yang awalnya 100 USD per watt menjadi 20 USD saja. Inilah yang melatarbelakangi kemunculan industri-industri PLTS Atap sampai sekarang sebab nilainya sudah terjangkau dan dinilai menjadi jawaban atas krisis iklim yang melanda dunia.

    Panel Surya di Masa Sekarang

    Penemuan dan pengembangan panel surya tak pernah berhenti sedikit pun. Bahkan, kini sudah dikenal berbagai inovasi dari panel tenaga surya yang bisa Anda temukan bukan hanya di atap-atap rumah, melainkan juga di kendaraan bermotor maupun di perangkat elektronik seperti drone.

    Di tengah kondisi krisis iklim yang kian mengancam, potensi tenaga surya yang bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik tentunya terlihat begitu menarik. Belum lagi, perkembangan sentiasa dilakukan supaya dapat menciptakan produk yang efisien dan tetap terjangkau.

    Ternyata, PLTS sudah mulai dikembangkan sejak lama, ya! Bahkan, hingga saat ini teknologi panel tenaga surya masih terus dikembangkan agar biaya pemasangannya bisa lebih terjangkau dan listrik yang dihasilkan lebih efisien.

    Nah, jika Anda jadi tertarik untuk memasang PLTS Atap di rumah, cari saja jasa pemasangan terdekat dari wilayah Anda melalui website SolarHub! Anda juga bisa menghitung kapasitas panel surya dengan kalkulator surya SolarHub. Mari cintai bumi dengan gunakan PLTS Atap!

     

    Referensi:

    https://jasatirtaenergi.co.id/2022/03/08/matahari-di-sepanjang-sejarah-panel-surya/

    https://solarwarrior.co.id/blog/detail.php?id=Kapan%20Panel%20Surya%20Ditemukan?%20%E2%80%93%20Photovoltaic%20serta%20Perkembangannya

    https://www.kompasiana.com/fauzaniqbal/59f254e728d54e5a79130fe2/sejarah-dan-perkembangan-teknologi-panel-surya?page=2&page_images=1

    https://m.icasolar.com/support/blog/sejarah-energi-surya

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Solar Window: Teknologi Panel Surya Masa Depan?

    Solar Window: Teknologi Panel Surya Masa Depan?

    Isu krisis iklim atau yang lebih dikenal sebagai global warming sudah semakin gawat seiring bertambahnya tahun. Hal itu ternyata juga beriringan dengan inovasi panel surya yang kian banyak dikembangkan oleh ilmuwan di berbagai negara. Salah satu inovasinya adalah solar window, sebuah jendela yang juga bisa berfungsi sebagai panel surya. Lalu, bagaimana perkembangan teknologi tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini!

    Sejarah Perkembangan Solar Windows

    Meski mungkin saja istilah panel surya dan solar window baru terdengar beberapa tahun belakangan, sebenarnya keberadaannya telah ada sejak 1980-an. Saat itu, jendela-jendela yang juga berfungsi sebagai penangkap energi matahari kemudian dilapisi dengan amorphous silicon, salah satu bahan yang mirip dengan pelapis panel surya di atap-atap rumah. Namun, karena bahannya sangat tipis, solar windows dengan bahan tersebut ternyata kurang efisien dalam menghasilkan energi listrik.

    Seiring bertambahnya tahun, jenis bahan pelapis photovoltaic pun berkembang dan menyajikan berbagai pilihan potensial untuk solar window. Meski begitu, beberapa di antaranya juga ada yang kurang stabil, sulit untuk diproduksi, atau sekadar tidak efisien dari segi penyerapan energi seperti yang terjadi pada amorphous silicon. Hingga akhirnya hadirlah perovskit yang sangat tipis dan efisien dalam memproduksi listrik.

    Bagaimana Cara Kerja Jendela Panel Surya?

    Sama halnya seperti panel surya yang kita ketahui menempel di atas atap-atap perumahan, solar window juga bekerja dengan cara serupa. Jendela panel surya ini menangkap sinar matahari, menyimpan, dan mengubahnya menjadi energi listrik yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

    Akan tetapi, solar window bisa bekerja dengan lebih menguntungkan karena Anda tidak harus memasang black solar panel di atas atap. Meski begitu, pemasangan jendela panel surya sampai saat ini belum bisa ditujukan untuk perumahan biasa. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kerja sama sebentar lagi akan terjadi antara perusahaan dengan produsen kaca untuk hunian.

    Keuntungan dari Jendela Panel Surya

    Sebagai alternatif dari black solar panel yang umumnya dipasang di atap-atap rumah, apa yang ditawarkan oleh jendela panel surya ini sehingga memiliki nilai lebih bagi pengguna? Faktor utama yang penting untuk diingat adalah Anda jadi tak perlu memasang lapisan tebal tersendiri di bagian rumah atau kantor, melainkan cukup melapisi kaca jendela Anda dengan bahan khusus yang dapat berfungsi sebagai panel surya. Bahan khusus tersebut adalah kaca photovoltaic yang dapat menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

    Selain bisa menyimpan energi tersebut untuk digunakan di lain waktu, jendela panel surya juga dapat mengurangi kadar ultraviolet yang masuk ke dalam hunian. Bahkan, Anda juga akan memiliki suhu ruangan yang lebih dingin daripada biasanya, risiko silau berkurang, privasi meningkat karena terdapat lapisan yang mengaburkan pandangan, biaya instalasinya lebih murah, dan yang jelas Anda turut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tanpa perlu berkorban dari segi kenyamanan. Menarik, bukan?

    Bagaimana Perkembangannya Saat Ini?

    Karena ini masih tergolong inovasi baru, solar window kemungkinan besar belum memasuki pasar Indonesia. Akan tetapi, Ubiquitous Energy selaku perusahaan yang berfokus di produksi jendela panel surya mengatakan bahwa mereka akan membangun gedung pencakar langit sebagai produsen energi listrik terbarukan yang cukup potensial. Bahkan, salah satu perusahaan asal California pun ingin mewujudkan hal serupa per 2024 nanti.

    Tak berhenti di Amerika, Eropa juga membuka diri terhadap teknologi canggih berupa solar window ini. Perusahaan asal Belanda, Physee, mengaku sedang memasang sekitar 15.000 smart windows di berbagai perusahaan yang dapat memangkas 30% biaya listrik. Lalu, salah satu sekolah di Denmark juga telah menerapkan 12.000 solar windows di seluruh bangunannya sehingga bisa menghasilkan energi listrik mencapai separuh dari total kebutuhan.

    Melihat penjelasan mengenai jendela panel surya tersebut, semoga teknologi ini bisa segera diterapkan di berbagai tempat dengan biaya yang terjangkau dan instalasi yang mudah. Sebelum waktu itu tiba, Anda sendiri sudah bisa mulai memanfaatkan energi terbarukan dengan memasang PLTS Atap untuk kebutuhan listrik rumah tangga Anda.

    Dengan kalkulator surya SolarHub, Anda bisa menghitung kebutuhan kapasitas panel surya untuk hunian maupun gedung perkantoran. Setelah mengetahui daya yang tepat untuk memenuhi kebutuhan Anda, masuklah ke laman SolarHub untuk mencari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat di sekitar Anda.

     

     

  • Tenaga Surya dan Pasokan Air Bersih, Apa Kaitannya?

    Tenaga Surya dan Pasokan Air Bersih, Apa Kaitannya?

    Menurut UNICEF, lebih dari dua miliar penduduk dunia kekurangan pasokan dan akses air bersih. Krisis iklim yang disebut sebagai global warming telah membuat suhu bumi memanas dan ketinggian air laut semakin meningkat akibat mencairnya gunung-gunung es. Di sisi lain, ketersediaan air bersih semakin berkurang.

    Karena itu, teknologi penjernih air sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu penerapan teknologi yang ramah lingkungan adalah proses desalinasi dengan listrik tenaga surya. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Apa Itu Desalinasi?

    Desalinasi adalah alat yang dipakai untuk mengubah air laut menjadi air bersih yang layak dipakai dan dikonsumsi. Bagaimana bisa? Alat ini bekerja dengan cara memanaskan air supaya menghasilkan uap, kemudian harapannya uap tersebut dapat dipisahkan. Hasil akhirnya, Anda bisa memperoleh air tawar karena garam laut telah terpisah pada proses sebelumnya.

    Akan tetapi, proses desalinasi ini tidak mengharuskan air dalam keadaan mendidih 100 persen sebab ada beberapa alat yang dapat memisahkan air dengan garam laut meski suhunya tidak terlalu tinggi. Meski begitu, menghasilkan air tawar yang layak guna dari air laut membutuhkan proses cukup lama. Maka dari itu, tidak heran bila akhirnya muncul inovasi berupa teknologi desalinasi surya.

    Perkembangan Teknologi Desalinasi Surya

    Karena teknologi desalinasi diciptakan sebagai alat yang merespon kelanjutan krisis alam atau global warming, sudah semestinya bila alat ini tidak membahayakan lingkungan sekitar. Maka, desalinasi surya kemudian menjadi pilihan terbaik yang patut dicoba. Terlebih lagi, pada 2025 kemungkinan 50 persen penduduk dunia akan tinggal di daerah yang mengalami kelangkaan air.

    Desalinasi tenaga surya adalah alat yang kini sedang dikembangkan terus oleh tim Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari Amerika bersama Shanghai Jiao Tong University di Cina supaya bisa menghasilkan perangkat penghasil fresh water yang ekonomis. Kini alat tersebut sudah bisa dibeli hanya dengan 4 USD saja sehingga setiap rumah tangga bisa menggunakannya.

    Di sisi lain, sejumlah negara juga sudah mulai menginstalasi teknologi desalinasi surya berkapasitas besar, contohnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel. Namun, alat yang dipasang di berbagai negara tersebut dijalankan dengan berbagai macam sumber energi. Hal itu tentunya mendorong para peneliti untuk menemukan sumber energi dengan tingkat efisiensi tertinggi.

    3 Kelebihan Desalinasi dengan Tenaga Surya

    Mengingat global warming yang semakin mengancam seiring bertambahnya tahun, desalinasi menjadi alat yang harus dimiliki oleh setiap keluarga. Berikut adalah kelebihan yang dapat Anda rasakan.

    1. Hemat biaya

    Meningkatnya suhu bumi tentu menyebabkan bencana di beberapa sisi. Akan tetapi, hal ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi desalinasi itu sendiri. Dengan memanfaatkan teriknya sinar matahari yang gratis, otomatis biaya pengoperasian desalinasi cenderung rendah. Bahkan, seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap keluarga bisa mendapatkan perangkat ini hanya dengan mengeluarkan dana sebesar 4 USD saja.

    1. Tidak merusak lingkungan

    Kelebihan berikutnya adalah desalinasi tenaga surya ini tidak merusak lingkungan. Karena bahan bakarnya adalah berasal dari sinar matahari, perangkat desalinasi ini tentunya tidak menghasilkan emisi karbon yang dapat merusak lingkungan. Dengan begitu, upaya mengatasi masalah lingkungan tidak akan menimbulkan masalah baru lainnya.

    1. Menghasilkan banyak air bersih

    Kekurangan pasokan air bersih memang sangat mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari, tapi tidak setelah mengaplikasikan teknologi desalinasi tenaga surya. Pasalnya, perangkat ini bisa memproduksi air bersih dalam jumlah banyak, apalagi jika unit yang dipasang juga cukup besar seperti yang diimplementasikan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel. Pas sebagai solusi sustainable living.

     

    Krisis iklim nyatanya bisa membawa kita ke isu selanjutnya, yakni krisis air bersih. Namun, kini sudah ada teknologi desalinasi tenaga surya yang bisa ubah air laut menjadi air tawar tanpa menghasilkan emisi karbon sama sekali.

    Untuk mendukung penerapan sumber energi terbarukan dalam skala yang lebih luas, Anda bisa mulai dengan memasang PLTS Atap di rumah. Yuk, hitung kapasitas panel surya yang cocok untuk kebutuhan rumah tangga Anda di sini! Jangan lupa juga untuk cari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat di SolarHub!

     

    Referensi:

    https://www.unicef.org/wash/water-scarcity

    https://solartechadvisor.com/solar-desalination/

    https://thesolarlabs.com/ros/solar-powered-desalination-water-sustainability/

    https://news.mit.edu/2022/solar-desalination-system-inexpensive-0214

    https://earth.org/solar-powered-desalination/

    https://www.science.org/content/article/new-solar-technology-could-produce-clean-drinking-water-millions-need

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Mengenal Solar Cooking, Tren Memasak dengan Panel Surya

    Mengenal Solar Cooking, Tren Memasak dengan Panel Surya

    Penerapan teknologi panel surya kini sudah sangat beragam, mulai dari charging station untuk kendaraan listrik hingga pembangkit listrik tenaga surya mandiri untuk kebutuhan rumah tangga. Salah satu tren penggunaan tenaga surya untuk rumah tangga yang sedang populer belakangan ini adalah solar cooking. Bagaimanakah konsep dasarnya dan apa saja manfaatnya?

    Apa Itu Solar Cooking?

    Penggunaan energi matahari sebagai sumber listrik memang sudah dikenal cukup lama. Tapi, tahukah Anda bahwa kini ada yang disebut sebagai solar cooking? Solar cooking adalah teknik memanfaatkan energi surya sebagai pengganti bahan bakar minyak untuk memasak. Jadi, Anda bisa membuat berbagai jenis makanan berbekal sinar matahari saja. Bagaimana caranya?

    Cara Kerja Solar Cooking

    Memasak menggunakan sumber energi surya bukan berarti Anda harus mengeluarkan panci atau teflon dan membuat telur mata sapi di bawah teriknya sinar matahari. Solar cooking memerlukan peralatan yang lebih kompleks lagi dari itu. Sehingga, sinar matahari dapat disimpan untuk memastikan masakan Anda matang sampai proses terakhir.

    4 Jenis Perangkat untuk Solar Cooking

    Nah, perangkat solar cooking itu pun sudah tersedia dalam berbagai jenis. Berikut adalah empat contohnya yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan.

    1. Box cooker

    Perangkat solar cooking yang pertama adalah box cooker. Sesuai namanya, alat ini berbentuk kotak dengan kaca dan piringan hitam di baliknya untuk menjaga panas supaya tetap tersimpan di dalam. Jika matahari sedang terik-teriknya, box cooker ini bisa menghasilkan suhu hingga 150 derajat Celcius. Tertarik untuk masak dengan alat ini?

    1. Parabolic cooker

    Ketika Anda sedang camping atau naik gunung, kompor dan gas biasanya jadi perlengkapan yang dibawa untuk memenuhi kebutuhan pangan. Namun, daripada membawa kompor gas yang dapat berdampak pada risiko krisis iklim, alangkah baiknya bila Anda mulai mengenal parabolic cooker.

    Alat ini bentuknya seperti antena parabola dengan permukaan yang mengkilap untuk menangkap energi matahari tersebut dan mengubahnya supaya bisa mematangkan masakan. Pemakaian alat ini cukup mudah dan panasnya bisa mencapai 300 derajat Celcius.

    1. Solar panel cooker

    Ada lagi perangkat solar cooking yang disebut solar panel cooker. Dibandingkan dua alat sebelumnya, tools ini memang lebih mudah dan tak bisa dipakai untuk menggoreng. Akan tetapi, Anda tetap bisa memasak sup atau memanggang sesuatu. Cukup gunakan panci berwarna gelap agar suhu panasnya dapat terjaga dengan baik di dalam.

    1. Tabung vakum

    Terakhir, ada tabung vakum yakni alat memasak berbentuk seperti tabung yang di dalamnya terdapat ruang untuk menempatkan bahan masakan Anda. Lapisannya yang terbuat dari kaca membuat alat ini tak akan kehilangan sumber panas, apalagi ketika Anda memasukkan bahan makanan ke dalam tabung.

    3 Kelebihan Memasak dengan Panel Surya

    Memasak dengan panel surya adalah pilihan yang baik karena Anda bisa memaksimalkan potensi alam sekaligus mengurangi risiko krisis alam. Berikut tiga kelebihan lainnya yang membuat Anda akan makin yakin beralih ke solar cooking.

    1. Lebih aman dan praktis

    Alasan pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat memasak adalah segi keamanannya. Dengan menggunakan solar cooking, Anda tak perlu takut terpapar api atau tegangan listrik secara langsung. Selain itu, Anda juga tidak harus mencari kayu bakar atau membeli tabung gas terlebih dahulu.

    1. Bisa digunakan di mana saja selama ada sinar matahari

    Memasak dengan gas atau api mudahnya dilakukan di rumah atau tempat yang stabil. Akan tetapi, berbeda dengan solar cooking yang memungkinkan dibawa ke mana pun. Jadi, Anda bisa tetap produktif meski berada di gunung, di tempat camping, di lokasi evakuasi, hingga di lokasi-lokasi yang melarang penggunaan api.

    1. Tidak menghasilkan asap

    Salah satu kekurangan saat memasak menggunakan kayu bakar dan kompor jadul adalah asapnya yang mengepul begitu pekat. Namun, hal ini bisa dihindari bila Anda memilih alat solar cooking. Dengan begitu, tidak perlu khawatir sekeliling Anda terganggu atau bau pakaian menjadi kurang fresh setelah memasak.

     

    Solar cooking merupakan inovasi panel surya yang canggih di segi masak-memasak. Tidak hanya memasak, Anda juga bisa menggunakan panel surya untuk berbagai aktivitas keseharian di rumah dengan memasang PLTS Atap.

    Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengestimasi kapasitas panel surya dengan kalkulator surya. Lalu, carilah vendor instalasi PLTS Atap terdekat di kota mereka melalui SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.advnture.com/features/solar-cooking

    https://solarpower.guide/cooking-with-solar-energy

    https://www.thervgeeks.com/cooking-with-solar/#are-there-different-types-of-solar-cookers

    https://www.lgcypower.com/cooking-using-solar-power/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Peranan Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Peranan Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Berdasarkan hasil penemuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 95% dari total 3.207 bencana alam yang tercatat di Indonesia pada tahun 2022 disebabkan oleh cuaca ekstrem, di antaranya banjir dan tanah longsor. Saat peristiwa itu terjadi, tentunya para korban yang terdampak bencana alam sangat membutuhkan berbagai macam bantuan, mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, tempat tinggal sementara, sampai tenaga listrik.

    Terkadang bencana alam memang bisa memutus aliran listrik. Itulah yang membuat listrik tenaga surya memiliki peranan penting dalam proses recovery pasca bencana. Lantas, seperti apakah contoh penggunaannya? Berikut penjelasannya beserta kelebihan menggunakan panel tenaga surya saat bencana alam terjadi!

    3 Teknologi Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Hilangnya akses ke aliran listrik memang menyulitkan manusia dalam beraktivitas. Itulah mengapa teknologi listrik tenaga surya diperlukan karena adanya tiga manfaat berikut.

    1. Penjernih air tenaga surya

    Kebutuhan dasar manusia itu salah satunya adalah air. Namun, mengingat para korban bencana sedang berada di tempat evakuasi, mendapatkan air bersih mungkin tak semudah ketika mereka di rumah. Itulah mengapa pemasok energi listrik tenaga surya untuk menghasilkan air bersih sangat diperlukan.

    1. Generator listrik cadangan

    Bencana alam yang terjadi di daerah tertentu kadang berdampak hingga ke daerah tetangga. Beberapa rumah hingga bangunan publik pastinya perlu pasokan listrik cadangan supaya bisa tetap menjalankan aktivitasnya. Hal ini bisa tersedia apabila ada panel surya yang mampu menyimpan tenaga dari sinar matahari untuk dipakai pada saat-saat genting.

    1. Pompa air dengan panel tenaga surya

    Kebutuhan air bersih tak hanya untuk aktivitas makan dan minum, melainkan juga mandi. Dengan memanfaatkan teknologi listrik tenaga surya, urusan air jadi mudah karena ini bisa dialirkan ke bagian pompa air. Sehingga, para korban bencana bisa melakukan kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK) meski tengah dievakuasi.

    Kelebihan Panel Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Teknologi listrik tenaga surya memang banyak berguna saat bencana alam melanda. Di samping itu, masih ada banyak kelebihan yang membuat panel surya ini benar-benar worth it.

    1. Mudah diangkut ke mana pun

    Bencana alam bisa terjadi di mana saja dan tempat-tempat tersebut belum tentu mudah dijangkau. Akan tetapi, panel surya yang modern sudah bisa digulung seperti karpet sehingga mempermudah proses perpindahannya ke berbagai lokasi.

    1. Kokoh dan tahan lama

    Kelebihan lainnya dari teknologi listrik tenaga surya adalah daya tahannya yang teruji. Dibandingkan dengan pemasok listrik sumber energi lainnya, panel surya memiliki ketahan mencapai 25 tahun lebih dengan masa pakai baterai hingga 5 tahun. Perawatannya pun simpel karena tak perlu mengganti oli dan perangkat lainnya secara rutin.

    1. Dapat disesuaikan dengan kondisi

    Selain mudah dibawa ke berbagai tempat, panel surya juga mudah disesuaikan di berbagai kondisi. Ingin melakukan pemasangan di atap atau di tanah? Semuanya bisa! Baterainya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tegangannya pun bisa diatur karena ada pengontrol di dalamnya.

    1. Lebih ramah lingkungan dan senyap

    Satu lagi kelebihan teknologi listrik tenaga surya yang dirasakan adalah lebih ramah lingkungan dan senyap. Karena memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi listrik, pastinya alat ini tidak menghasilkan karbon dioksida ke udara. Selain itu, panel surya juga tidak mengeluarkan suara berdengung yang dapat mengganggu kenyamanan para korban bencana di tempat evakuasi.

     

    Sudah paham bagaimana pentingnya teknologi listrik tenaga surya untuk bencana alam? Meski kesannya bencana alam terjadi begitu saja, tapi nyatanya bencana alam banyak yang dipicu oleh krisis iklim. Maka dari itu, untuk meminimalkan krisis iklim atau yang lebih dikenal dengan global warming, Anda dapat mulai beralih ke sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, misalnya PLTS Atap.

    Jika Anda tertarik dengan pemasangan PLTS Atap, jangan lupa untuk lakukan kalkulasi kebutuhan kapasitas panel surya dengan memanfaatkan kalkulator di sini. Lalu, temukan vendor instalasi sistem PLTS Atap terdekat melalui SolarHub. Mari kita bersama menjaga bumi dari kerusakan lingkungan!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/aktivitasmu-menyumbang-pemanasan-global-bagaimana-bisa

    https://www.weforum.org/agenda/2018/05/how-solar-power-is-impacting-natural-disaster-relief

    https://www.watsonschargingstations.com/blog/2023/february/the-role-of-solar-power-in-disaster-relief-and-e/

    https://thesolarlabs.com/ros/the-role-of-solar-energy-in-disaster-relief-and-emergency-power/

    https://www.greenmatters.com/renewables/2018/05/08/1ciiuh/solar-power-relief

    https://supergreensolutions.com/how-solar-power-helps-with-disaster-resilience/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/