Social Media

Monday, June 17, 2024

Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

Meskipun PLN telah bekerja keras untuk memastikan pasokan listrik aman di Indonesia, sayangnya pasokan tersebut terkadang masih kurang menjangkau para penduduk di wilayah terpelosok atau 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Beberapa daerah tersebut kemungkinan belum pernah mencicipi aliran listrik dari negara sehingga membutuhkan alternatif lain.

Banyak cara yang telah dilakukan oleh negara maupun organisasi lainnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah-wilayah tersebut. Salah satu solusi yang sudah diterapkan di beberapa tempat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida atau PLTH yang memanfaatkan energi terbarukan. Apa itu?

Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid?

Sesuai dengan namanya, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida adalah alat yang memadukan dua atau lebih sumber energi pembangkit listrik. PLTH ini biasanya diterapkan di beberapa daerah terpelosok dengan memanfaatkan renewable energy (energi terbarukan). Tujuannya antara lain supaya dapat mengoptimalkan produksi energi listrik dari berbagai macam sumber sekaligus.

Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida bisa memadukan energi baru maupun terbarukan seperti angin dan matahari. Selain bisa menampung jumlah pasokan energi yang lebih banyak, dua atau lebih sumber juga bisa saling menutupi kelemahan satu sama lain. Misalnya, ketika cuaca sedang relatif mendung, pembangkit listrik bertenaga lain bisa dimaksimalkan, begitu pula sebaliknya.

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid

Namun, sebelum masuk ke prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH), pahami dulu bahwa sistem pembangkit listrik ini tidak terbatas pada renewable energy saja. Sehingga, Anda bisa memadukan antara cahaya matahari sekaligus aliran listrik dari PLN sebagai cadangan bila sumber energi yang pertama sedang kurang maksimal. Bahkan, Anda juga bisa memasukkan baterai ke dalamnya agar dapat menyimpan energi cadangan untuk dipakai pada saat-saat tertentu.

Contohnya, pada siang hari energi listrik bisa dihasilkan dari panel surya yang menangkap sumber energi dari sinar matahari. Kemudian, pada saat matahari sudah terbenam, Anda tetap bisa menikmati listrik yang energi lebihnya telah tersimpan di dalam baterai. Lalu, pada malam hari Anda bisa memanfaatkan aliran listrik dari PLN atau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA).

Lantas, bagaimana cara Anda menetapkan kombinasi pembangkit listrik ini? Anda bisa terlebih dahulu mengenali potensi di wilayah Anda. Misalnya, jika Anda tinggal di daerah yang panas, mungkin panel surya bisa menjadi pilihan tepat. Paduannya dapat Anda sesuaikan dengan potensi berikutnya yang terdapat di sana, bisa saja berupa angin, air, uap, bahkan memadukannya dengan aliran listrik dari PLN sekalipun.

Contoh PLTH Energi Terbarukan di Indonesia

Selain karena sulitnya distribusi listrik berbahan bakar fosil ke daerah-daerah terpencil, krisis iklim juga semakin mengurangi pasokan bahan bakar tersebut. Guna menanggulangi hal itu sekaligus memperkecil sampah karbon dioksida (CO2) di udara akibat pembakaran yang terjadi, PLTH menjadi solusi cemerlang karena sumbernya tak terbatas dan tak menghasilkan emisi tertentu. Berikut adalah contoh daerah yang telah mengaplikasikan PLTH.

  1. PLTH Pandansimo

PLTH Pandansimo menjadi salah satu stasiun terbesar yang terdapat di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di daerah ini terdapat setidaknya 40 turbin angin dengan kapasitas masing-masing 1 kW dan dua rangkaian panel surya berkapasitas 15 kW.

Pembangkit listrik yang berada di kawasan Pantai Pandansimo tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari menghasilkan 1.000 balok es per hari, memompa sumur, sampai menerangi pertokoan di sekitar pantai.

  1. PLTH di Dusun Bondan, Cilacap

Dusun Bondan di Cilacap juga beruntung karena telah memiliki PLTH yang memadukan sinar matahari dan angin sehingga para warga setempat bisa membangkitkan kembali geliat ekonomi. Kini masyarakat di dusun tersebut bisa mengolah hasil tambak menjadi produk dengan nilai lebih tinggi. Jadi, hasil tambak yang tak bisa dijual secara fresh tak terbuang sia-sia.

Selain itu, lebih dari 78 rumah warga, sekolah, tempat beribadah, hingga tambak juga telah mendapatkan penerangan yang baik dari PLTH Pertamina Kilang Cilacap ini. Iuran yang perlu dibayarkan warga pun tergolong murah, yakni sebesar Rp25 ribu saja untuk pemakaian daya 500 watt. Dana tersebut nantinya akan dipakai kembali untuk pemeliharaan alat-alat PLTH.

 

Jika Anda juga ingin mendukung penggunaan energi terbarukan, caranya tidak harus menggunakan PLTH, kok. Ada juga solusi pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan, yaitu PLTS Atap yang bisa Anda pilih.

Mari cari tahu lebih banyak mengenai vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari wilayah Anda dengan klik link di sini! Perkirakan juga kapasitas panel surya dan biaya yang Anda butuhkan dengan memanfaatkan kalkulator surya SolarHub!

 

Referensi:

https://ftmm.unair.ac.id/dosen-teknik-elektro-rancang-pengontrol-pengisian-baterai-untuk-sistem-unit-pembangkit-listrik-tenaga-hibrid/

https://www.smartcityindo.com/2021/05/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html

https://ulyadays.com/pembangkit-listrik-tenaga-hybird/

https://kalkulator.solarhub.id/

https://solarhub.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *