Category: Lingkungan

Aspek kelestarian lingkungan hidup dari penggunaan energi surya serta perbandingannya dengan energi fosil yang kotor.

  • Jarang Diketahui: PLTS Atap Tetap Bisa Menghasilkan Listrik Saat Mendung!

    Jarang Diketahui: PLTS Atap Tetap Bisa Menghasilkan Listrik Saat Mendung!

    Siapa sangka, meski langit gelap dan matahari tertutup awan tebal, panel surya tetap bisa bekerja? Banyak orang masih yakin PLTS atap hanya berfungsi maksimal saat matahari bersinar terik, padahal faktanya teknologi ini jauh lebih “tangguh” dari yang dibayangkan.

    Panel surya tidak hanya bergantung pada cahaya matahari langsung, tetapi juga mampu menangkap cahaya tersebar (diffuse light) yang memantul melalui awan. Solar Energy Industries Association menjelaskan bahwa panel tetap menghasilkan listrik bahkan ketika cahaya terhalang sebagian atau hanya berupa pantulan. 

    Meski begitu, kamu perlu tahu bahwa produksi listrik pada kondisi mendung memang turun dibandingkan hari cerah. Output panel dapat turun sekitar 10–25% ketika cuaca mendung. Penurunan ini wajar karena intensitas cahaya berkurang, tetapi sistem tidak pernah benar-benar “mati”. 

    Fenomena ini terjadi karena matahari memancarkan dua bentuk cahaya: cahaya langsung dan cahaya tersebar. Awan memang menghalangi cahaya langsung, tetapi cahaya tersebar tetap menembus atmosfer, dan panel surya masih bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan energi. 

    Kabar baiknya, teknologi panel surya modern kini semakin sensitif terhadap cahaya rendah. Sistem fotovoltaik tetap dapat bekerja “tanpa pelukan langsung dari sinar matahari”, alias tetap aktif menggunakan cahaya tersebar. 

    Selain itu, beberapa penelitian dan studi lapangan menunjukkan bahwa PLTS tetap bisa menghasilkan energi walau intensitas cahaya hanya sebagian kecil dari kondisi cerah. Ini sebabnya negara seperti Jerman yang cuacanya lebih banyak mendung dibandingkan cerah tetap menjadi salah satu pemimpin energi surya dunia. Hal ini menegaskan bahwa performa panel surya tidak hanya ditentukan oleh “seberapa panas” sebuah daerah, tetapi oleh total sinar matahari sepanjang tahun.

    Jadi, apakah benar PLTS atap tetap menghasilkan listrik saat mendung? Ya, benar. Produksinya lebih rendah, tetapi sistem tetap berfungsi. Ini membuktikan bahwa cuaca mendung bukan alasan kuat untuk meragukan performa PLTS atap di rumah.

    Pada akhirnya, cuaca bukan penentu utama apakah PLTS atap layak atau tidak. Yang terpenting adalah seberapa besar energi yang dapat dihasilkan secara konsisten sepanjang tahun. Jadi, jangan biarkan awan mendung menghalangimu memahami potensi besar energi surya karena faktanya, panel surya tetap bekerja meski langit sedang tidak bersahabat.

  • Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

    Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

    Meskipun PLN telah bekerja keras untuk memastikan pasokan listrik aman di Indonesia, sayangnya pasokan tersebut terkadang masih kurang menjangkau para penduduk di wilayah terpelosok atau 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Beberapa daerah tersebut kemungkinan belum pernah mencicipi aliran listrik dari negara sehingga membutuhkan alternatif lain.

    Banyak cara yang telah dilakukan oleh negara maupun organisasi lainnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah-wilayah tersebut. Salah satu solusi yang sudah diterapkan di beberapa tempat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida atau PLTH yang memanfaatkan energi terbarukan. Apa itu?

    Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid?

    Sesuai dengan namanya, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida adalah alat yang memadukan dua atau lebih sumber energi pembangkit listrik. PLTH ini biasanya diterapkan di beberapa daerah terpelosok dengan memanfaatkan renewable energy (energi terbarukan). Tujuannya antara lain supaya dapat mengoptimalkan produksi energi listrik dari berbagai macam sumber sekaligus.

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida bisa memadukan energi baru maupun terbarukan seperti angin dan matahari. Selain bisa menampung jumlah pasokan energi yang lebih banyak, dua atau lebih sumber juga bisa saling menutupi kelemahan satu sama lain. Misalnya, ketika cuaca sedang relatif mendung, pembangkit listrik bertenaga lain bisa dimaksimalkan, begitu pula sebaliknya.

    Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid

    Namun, sebelum masuk ke prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH), pahami dulu bahwa sistem pembangkit listrik ini tidak terbatas pada renewable energy saja. Sehingga, Anda bisa memadukan antara cahaya matahari sekaligus aliran listrik dari PLN sebagai cadangan bila sumber energi yang pertama sedang kurang maksimal. Bahkan, Anda juga bisa memasukkan baterai ke dalamnya agar dapat menyimpan energi cadangan untuk dipakai pada saat-saat tertentu.

    Contohnya, pada siang hari energi listrik bisa dihasilkan dari panel surya yang menangkap sumber energi dari sinar matahari. Kemudian, pada saat matahari sudah terbenam, Anda tetap bisa menikmati listrik yang energi lebihnya telah tersimpan di dalam baterai. Lalu, pada malam hari Anda bisa memanfaatkan aliran listrik dari PLN atau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA).

    Lantas, bagaimana cara Anda menetapkan kombinasi pembangkit listrik ini? Anda bisa terlebih dahulu mengenali potensi di wilayah Anda. Misalnya, jika Anda tinggal di daerah yang panas, mungkin panel surya bisa menjadi pilihan tepat. Paduannya dapat Anda sesuaikan dengan potensi berikutnya yang terdapat di sana, bisa saja berupa angin, air, uap, bahkan memadukannya dengan aliran listrik dari PLN sekalipun.

    Contoh PLTH Energi Terbarukan di Indonesia

    Selain karena sulitnya distribusi listrik berbahan bakar fosil ke daerah-daerah terpencil, krisis iklim juga semakin mengurangi pasokan bahan bakar tersebut. Guna menanggulangi hal itu sekaligus memperkecil sampah karbon dioksida (CO2) di udara akibat pembakaran yang terjadi, PLTH menjadi solusi cemerlang karena sumbernya tak terbatas dan tak menghasilkan emisi tertentu. Berikut adalah contoh daerah yang telah mengaplikasikan PLTH.

    1. PLTH Pandansimo

    PLTH Pandansimo menjadi salah satu stasiun terbesar yang terdapat di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di daerah ini terdapat setidaknya 40 turbin angin dengan kapasitas masing-masing 1 kW dan dua rangkaian panel surya berkapasitas 15 kW.

    Pembangkit listrik yang berada di kawasan Pantai Pandansimo tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari menghasilkan 1.000 balok es per hari, memompa sumur, sampai menerangi pertokoan di sekitar pantai.

    1. PLTH di Dusun Bondan, Cilacap

    Dusun Bondan di Cilacap juga beruntung karena telah memiliki PLTH yang memadukan sinar matahari dan angin sehingga para warga setempat bisa membangkitkan kembali geliat ekonomi. Kini masyarakat di dusun tersebut bisa mengolah hasil tambak menjadi produk dengan nilai lebih tinggi. Jadi, hasil tambak yang tak bisa dijual secara fresh tak terbuang sia-sia.

    Selain itu, lebih dari 78 rumah warga, sekolah, tempat beribadah, hingga tambak juga telah mendapatkan penerangan yang baik dari PLTH Pertamina Kilang Cilacap ini. Iuran yang perlu dibayarkan warga pun tergolong murah, yakni sebesar Rp25 ribu saja untuk pemakaian daya 500 watt. Dana tersebut nantinya akan dipakai kembali untuk pemeliharaan alat-alat PLTH.

     

    Jika Anda juga ingin mendukung penggunaan energi terbarukan, caranya tidak harus menggunakan PLTH, kok. Ada juga solusi pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan, yaitu PLTS Atap yang bisa Anda pilih.

    Mari cari tahu lebih banyak mengenai vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari wilayah Anda dengan klik link di sini! Perkirakan juga kapasitas panel surya dan biaya yang Anda butuhkan dengan memanfaatkan kalkulator surya SolarHub!

     

    Referensi:

    https://ftmm.unair.ac.id/dosen-teknik-elektro-rancang-pengontrol-pengisian-baterai-untuk-sistem-unit-pembangkit-listrik-tenaga-hibrid/

    https://www.smartcityindo.com/2021/05/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html

    https://ulyadays.com/pembangkit-listrik-tenaga-hybird/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Tenaga Surya dan Pasokan Air Bersih, Apa Kaitannya?

    Tenaga Surya dan Pasokan Air Bersih, Apa Kaitannya?

    Menurut UNICEF, lebih dari dua miliar penduduk dunia kekurangan pasokan dan akses air bersih. Krisis iklim yang disebut sebagai global warming telah membuat suhu bumi memanas dan ketinggian air laut semakin meningkat akibat mencairnya gunung-gunung es. Di sisi lain, ketersediaan air bersih semakin berkurang.

    Karena itu, teknologi penjernih air sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu penerapan teknologi yang ramah lingkungan adalah proses desalinasi dengan listrik tenaga surya. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Apa Itu Desalinasi?

    Desalinasi adalah alat yang dipakai untuk mengubah air laut menjadi air bersih yang layak dipakai dan dikonsumsi. Bagaimana bisa? Alat ini bekerja dengan cara memanaskan air supaya menghasilkan uap, kemudian harapannya uap tersebut dapat dipisahkan. Hasil akhirnya, Anda bisa memperoleh air tawar karena garam laut telah terpisah pada proses sebelumnya.

    Akan tetapi, proses desalinasi ini tidak mengharuskan air dalam keadaan mendidih 100 persen sebab ada beberapa alat yang dapat memisahkan air dengan garam laut meski suhunya tidak terlalu tinggi. Meski begitu, menghasilkan air tawar yang layak guna dari air laut membutuhkan proses cukup lama. Maka dari itu, tidak heran bila akhirnya muncul inovasi berupa teknologi desalinasi surya.

    Perkembangan Teknologi Desalinasi Surya

    Karena teknologi desalinasi diciptakan sebagai alat yang merespon kelanjutan krisis alam atau global warming, sudah semestinya bila alat ini tidak membahayakan lingkungan sekitar. Maka, desalinasi surya kemudian menjadi pilihan terbaik yang patut dicoba. Terlebih lagi, pada 2025 kemungkinan 50 persen penduduk dunia akan tinggal di daerah yang mengalami kelangkaan air.

    Desalinasi tenaga surya adalah alat yang kini sedang dikembangkan terus oleh tim Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari Amerika bersama Shanghai Jiao Tong University di Cina supaya bisa menghasilkan perangkat penghasil fresh water yang ekonomis. Kini alat tersebut sudah bisa dibeli hanya dengan 4 USD saja sehingga setiap rumah tangga bisa menggunakannya.

    Di sisi lain, sejumlah negara juga sudah mulai menginstalasi teknologi desalinasi surya berkapasitas besar, contohnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel. Namun, alat yang dipasang di berbagai negara tersebut dijalankan dengan berbagai macam sumber energi. Hal itu tentunya mendorong para peneliti untuk menemukan sumber energi dengan tingkat efisiensi tertinggi.

    3 Kelebihan Desalinasi dengan Tenaga Surya

    Mengingat global warming yang semakin mengancam seiring bertambahnya tahun, desalinasi menjadi alat yang harus dimiliki oleh setiap keluarga. Berikut adalah kelebihan yang dapat Anda rasakan.

    1. Hemat biaya

    Meningkatnya suhu bumi tentu menyebabkan bencana di beberapa sisi. Akan tetapi, hal ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi desalinasi itu sendiri. Dengan memanfaatkan teriknya sinar matahari yang gratis, otomatis biaya pengoperasian desalinasi cenderung rendah. Bahkan, seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap keluarga bisa mendapatkan perangkat ini hanya dengan mengeluarkan dana sebesar 4 USD saja.

    1. Tidak merusak lingkungan

    Kelebihan berikutnya adalah desalinasi tenaga surya ini tidak merusak lingkungan. Karena bahan bakarnya adalah berasal dari sinar matahari, perangkat desalinasi ini tentunya tidak menghasilkan emisi karbon yang dapat merusak lingkungan. Dengan begitu, upaya mengatasi masalah lingkungan tidak akan menimbulkan masalah baru lainnya.

    1. Menghasilkan banyak air bersih

    Kekurangan pasokan air bersih memang sangat mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari, tapi tidak setelah mengaplikasikan teknologi desalinasi tenaga surya. Pasalnya, perangkat ini bisa memproduksi air bersih dalam jumlah banyak, apalagi jika unit yang dipasang juga cukup besar seperti yang diimplementasikan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel. Pas sebagai solusi sustainable living.

     

    Krisis iklim nyatanya bisa membawa kita ke isu selanjutnya, yakni krisis air bersih. Namun, kini sudah ada teknologi desalinasi tenaga surya yang bisa ubah air laut menjadi air tawar tanpa menghasilkan emisi karbon sama sekali.

    Untuk mendukung penerapan sumber energi terbarukan dalam skala yang lebih luas, Anda bisa mulai dengan memasang PLTS Atap di rumah. Yuk, hitung kapasitas panel surya yang cocok untuk kebutuhan rumah tangga Anda di sini! Jangan lupa juga untuk cari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat di SolarHub!

     

    Referensi:

    https://www.unicef.org/wash/water-scarcity

    https://solartechadvisor.com/solar-desalination/

    https://thesolarlabs.com/ros/solar-powered-desalination-water-sustainability/

    https://news.mit.edu/2022/solar-desalination-system-inexpensive-0214

    https://earth.org/solar-powered-desalination/

    https://www.science.org/content/article/new-solar-technology-could-produce-clean-drinking-water-millions-need

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Hitung Jejak Karbon Individu dengan Kalkulator Jejak Karbon!

    Hitung Jejak Karbon Individu dengan Kalkulator Jejak Karbon!

    Menurut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, jejak karbon per kapita Indonesia hanya sekitar 2,3 ton per tahun. Angka tersebut merupakan salah satu yang terendah di antara negara-negara G20 lainnya. 

    Meski begitu, bukan berarti Anda tidak perlu berbuat apa-apa. Usaha untuk mengurangi jejak karbon individu masih harus dilakukan demi melawan krisis iklim yang masih terus terjadi. Memangnya, faktor apa saja yang memengaruhi jejak karbon individu?

    Faktor Utama yang Memengaruhi Jejak Karbon

    Jika Anda ingin mengetahui faktor apa saja yang dapat berdampak pada jejak karbon untuk menguranginya, simak bagian ini untuk menemukan jawabannya.

    1. Konsumsi makanan dan minuman

    Proses produksi bahan baku hewani bisa memengaruhi jejak karbon. Sebab, hewan ternak yang akan dijadikan bahan pangan membutuhkan banyak air agar tetap sehat, sehingga kualitas daging atau produk olahan lainnya lebih terjaga. Padahal, makin banyak air yang dikonsumsi, emisi karbonnya juga makin besar. Belum lagi, volume karbondioksida dari proses ekspor impor produk hewani, terutama untuk perjalanan jarak jauh, juga meningkatkan emisi karbon.

    2. Transportasi

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, perjalanan dengan kendaraan pribadi menghasilkan lebih banyak jejak karbon jika dibandingkan dengan kendaraan umum. Sebab, kendaraan bermotor menghabiskan lebih banyak bahan bakar, terutama saat harus lama berdiam di tengah kemacetan. Selain itu, produksi motor dan mobil konvensional menghabiskan banyak bahan yang sulit didaur ulang, beberapa di antaranya besi dan plastik.

    3. Kebutuhan energi rumah tangga

    Peralatan elektronik seperti AC, kulkas, televisi, dan rice cooker memang meningkatkan kemudahan serta kenyamanan. Akan tetapi, operasionalnya membutuhkan tenaga listrik dari batu bara atau fosil, sehingga emisi karbonnya lebih tinggi. Namun, emisi karbon tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan listrik karena banyaknya volume air yang dihabiskan setiap hari juga turut menyumbang jejak karbon.

    Menghitung Jejak Karbon Individu dengan Kalkulator Jejak Karbon

    Setelah mengetahui berbagai faktor yang berkontribusi bagi jejak karbon, mungkin saja Anda ingin mempelajari besaran emisi karbon yang dihasilkan secara spesifik. Namun, Anda tidak  perlu menghitung banyaknya karbon dioksida dari gaya hidup sehari-hari secara manual, sebab Anda bisa menggunakan kalkulator khusus emisi karbon.

    Bagaimana cara kerjanya? Anda akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan tentang moda transportasi yang paling sering digunakan dan jarak perjalanan harian Anda. Selain itu, Anda juga harus menjawab pertanyaan mengenai banyaknya peralatan listrik yang digunakan di rumah dan apakah semuanya sudah menggunakan teknologi efisiensi energi. Kemudian, Anda akan ditanya tentang apa saja produk hewani yang dikonsumsi dan seberapa sering.

    Anda dapat menemukan berbagai website khusus untuk kalkulator jejak karbon di internet. Namun, jika Anda lebih memilih kuis berbahasa Indonesia, Anda dapat mencoba kalkulator dari IESR, yaitu Jejak Karbonku.

    Mengapa Jejak Karbon Harus Dikurangi?

    Krisis iklim yang disebut sebagai “global warming” dan diakibatkan oleh terlalu banyak jejak karbon membawa sejumlah dampak buruk bagi kehidupan. Apa saja contohnya?

    Dari segi kesehatan, risiko infeksi saluran pernapasan akibat polusi udara dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh air kotor akan meningkat. Kemudian, keanekaragaman hayati akan berkurang, sebab flora dan fauna yang ada di bumi bisa kehilangan tempat tinggal karena cuaca ekstrem, sehingga mereka tidak bisa bertahan hidup di wilayah lain. 

    Sementara itu, meningkatnya suhu bumi juga mengakibatkan lebih banyak gagal panen karena kekeringan, dan lebih parahnya lagi, frekuensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akan meningkat.

    Untuk mencegah semua dampak tersebut, kenaikan suhu bumi tidak boleh melebihi 1,5 derajat Celcius, sehingga tercetuslah Paris Agreement. Sederhananya, perjanjian yang bersifat mengikat ini mengharuskan semua negara di dunia untuk berkomitmen pada upaya pengurangan jejak karbon demi menekan peningkatan suhu bumi. Salah satu fokus utamanya adalah pendanaan solusi transportasi ramah lingkungan dan sumber energi terbarukan bagi semua lapisan masyarakat.

     

    Pengurangan emisi karbon harus dimulai dari diri sendiri, misalnya dengan naik transportasi umum, tidak mengebut saat berkendara, menghemat air, dan mengutamakan produk nabati lokal. Selain itu, Anda juga bisa beralih ke sumber tenaga listrik yang ramah lingkungan dengan memasang PLTS Atap di rumah. 

    Namun, sebelum itu, pastikan Anda menghitung kapasitas panel surya yang diperlukan terlebih dahulu dengan menggunakan kalkulator surya. Jika sudah, Anda bisa mulai mencari vendor instalasi PLTS Atap terdekat di lokasi tempat tinggal Anda melalui direktori SolarHub. Bersama-sama, mari terapkan green lifestyle demi mengurangi jejak karbon dan menyelamatkan bumi!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/jejakkarbonku-id-fasilitasi-kontribusi-individu-untuk-kurangi-emisi

    https://ppsdmaparatur.esdm.go.id/berita/jejak-karbon-dalam-kehidupan

    https://jejakkarbonku.id/

    https://carboncredits.com/what-is-your-carbon-footprint-and-how-to-reduce-it/

    https://mediaindonesia.com/ekonomi/536055/diantara-negara-g20-emisi-karbon-per-kapita-indonesia-terendah-setelah-brazil-dan-india

    https://energyeducation.ca/encyclopedia/CO2_footprint

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

     

  • Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Semakin hari, dampak dari krisis iklim semakin terlihat; mulai dari suhu iklim global yang terus naik hingga keanekaragaman hayati yang mulai berkurang. Jika manusia tidak melakukan perubahan kebiasaan secara masif, maka dampak krisis iklim juga akan semakin parah. Tentu saja tidak ada yang berharap hal itu terjadi, bukan?

    Maka dari itu, pemerintah dan organisasi terkait terus menggaungkan pentingnya peralihan dari energi tidak terbarukan ke energi terbarukan—seperti tenaga surya—untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Akan tetapi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya memiliki polemik tersendiri jika dikaitkan dengan keanekaragaman hayati di tempat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, sebenarnya apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati?

    Apa Itu Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati, atau dikenal juga dengan istilah biodiversity, merujuk pada keanekaragaman makhluk hidup di suatu tempat. Berdasarkan tingkatannya, biodiversity sendiri bisa dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ekosistem, tingkat spesies flora dan fauna, hingga yang paling kecil adalah tingkat gen. 

    Agar kehidupan di bumi tetap bisa berjalan dengan seimbang, biodiversity ini wajib untuk dijaga kelestariannya. Jika pada suatu ekosistem terdapat satu spesies makhluk hidup yang berkurang atau bahkan hilang, maka akan menciptakan ketidakseimbangan yang berakibat pada overpopulation spesies tertentu dan musnahnya spesies makhluk hidup lain. Hingga akhirnya, hal tersebut akan memberikan dampak pada kehidupan manusia.

    Lalu, apakah pembangkit listrik tenaga surya berpotensi menghancurkan biodiversity pada suatu daerah?

    Adakah Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Biodiversitas?

    Sekilas, pembangunan solar farm atau pusat pembangkit listrik tenaga surya terlihat tidak membahayakan ekosistem. Ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho!

    Sama seperti pembangunan infrastruktur pada umumnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari bisa mengganggu ekosistem. Apalagi, beberapa pembangkit listrik tersebut dibangun di daerah terpencil yang sebelumnya tidak tersentuh oleh tangan manusia. 

    Akibatnya, beberapa hewan maupun tumbuhan yang tinggal di tempat pembangunan tersebut akan mati atau berpindah ke tempat lain. Tidak hanya pada saat pembangunan, pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya juga bisa berbahaya bagi hewan sekitar. 

    Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya bertipe CSP (Concentrated Solar Power)  yang salah satunya terletak di Ivanpah, California. Singkatnya, CSP bekerja dengan memusatkan energi panas matahari pada satu titik, entah itu pipa air atau menara solar. Panas ini digunakan untuk mendidihkan air, yang kemudian berubah menjadi uap untuk menggerakkan generator. 

    Nah, cahaya yang muncul akibat panas terkonsentrasi itu akan menarik serangga yang memang menyukai cahaya terang, serta burung yang ingin memangsa serangga tersebut. Inilah yang menjadi alasan banyak burung terbunuh di solar farm CSP Ivanpah, California. Total, lebih dari 6000 burung mati setiap tahunnya karena hal tersebut.

    Manfaat Teknologi Tenaga Surya untuk Hewan dan Tumbuhan

    Meskipun memiliki dampak kurang menyenangkan, penggunaan teknologi tenaga surya tetap memberikan dampak positif bagi keanekaragaman hayati.  Contohnya, tentu saja  berkurangnya emisi karbon dalam produksi listrik karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dalam pembuatannya. Dengan begitu, suhu iklim global bisa kembali normal, dan hewan-hewan tidak perlu berpindah ke habitat lain yang suhunya sesuai dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.

    Selain itu, penggunaan PLTS juga bisa menghasilkan kualitas udara yang lebih baik. Itu artinya, baik hewan maupun manusia bisa memiliki life expectancy yang jauh lebih panjang karena dapat menghirup udara yang segar.

    Cara Mengatasi Risiko PLTS pada Keanekaragaman Hayati

    Dampak negatif dari pembangunan dan pengoperasian PLTS terhadap biodiversity ini sebenarnya sangat mungkin untuk diminimalisir. Misalnya saja saat membangun solar farm, pastikan bahwa tim konstruksi telah berkonsultasi dengan organisasi terkait atau pihak berwajib lainnya. Dengan begitu, tim konstruksi bisa menyesuaikan pembangunan panel surya dengan anjuran dari organisasi untuk meminimalisir dampak negatif pada keanekaragaman hayati.

    Lagipula, pembangunan PLTS sebenarnya tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh manusia. Untuk PLTS di kota misalnya, pembangunan panel surya bisa dilakukan di atap atau sisi gedung yang sebelumnya sudah dibangun.

     

    Proses konstruksi pembangkit listrik tenaga surya memang memiliki sejumlah risiko terhadap keanekaragaman hayati. Namun, ada berbagai cara untuk meminimalisir risiko tersebut Selain itu, tenaga surya juga justru membawa lebih banyak manfaat bagi semua makhluk hidup, mulai dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. 

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi untuk ikut mendukung misi global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan bagi kebutuhan sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Tertarik? Hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik Anda dengan kalkulator surya. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari tahu jasa pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/mengintip-dampak-pemanasan-global-di-kebun-raya-cibodas 

    https://iesr.or.id/perubahan-iklim-umat-manusia-menghadapi-ancaman-serius 

    https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/ 

    https://www.vox.com/2021/8/18/22556193/solar-energy-biodiversity-birds-pollinator-land 

    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364032116304622 

    https://oyarenewables.com/resources/environmental-impact-of-solar-energy-on-biodiversity/ 

    https://climatechange.ucdavis.edu/climate/news/can-solar-energy-and-wildlife-coexist 

    https://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/agrivoltaics-solar-panels-agriculture.htm#pt3 

    https://www.audubon.org/news/why-solar-power-good-birds

  • 5 Artis yang Menjadi Aktivis untuk Melawan Perubahan Iklim Global

    5 Artis yang Menjadi Aktivis untuk Melawan Perubahan Iklim Global

    Perubahan iklim global menjadi ancaman yang nyata pada sepuluh tahun terakhir. Tingginya tingkat emisi karbon membuat suhu permukaan bumi jadi naik dan menyebabkan berbagai bencana alam yang mengancam keselamatan hidup manusia maupun makhluk hidup lainnya.

    Maka dari itu, tidak heran kalau banyak orang yang mulai mengampanyekan aksi untuk mencintai lingkungan dan mengurangi dampak krisis iklim, termasuk di kalangan para selebritas. Memangnya, siapa saja artis tanah air dan dunia yang jadi aktivis lingkungan?

    5 Artis yang jadi aktivis lingkungan

    Melihat perubahan iklim global yang semakin mengancam, lima nama artis di bawah ini aktif menyerukan pesan untuk lebih cinta lingkungan. Siapa saja? Ada juga yang berasal dari selebritas Indonesia, lho!

    1. Leonardo DiCaprio

    Salah satu nama selebritas dunia yang telah berkecimpung di isu lingkungan adalah Leonardo DiCaprio. Aktor Hollywood yang namanya melambung setelah berperan sebagai Jack di film Titanic ini ternyata juga sudah merambah ke ranah produser. Ia banyak menyuarakan keresahannya akan perubahan iklim global lewat karya-karyanya, termasuk The 11th Hour yang menjadi film dokumenter tentang krisis iklim paling menghasilkan (40 juta USD).

    Di samping itu, sepak terjang Leonardo DiCaprio di ranah lingkungan juga sudah lama ditekuninya. Ia bahkan telah mendirikan yayasan Leonardo DiCaprio Foundation sejak tahun 1998. Yayasan tersebut berfokus pada krisis iklim serta pemulihan ekosistem dan perlindungan spesies yang terancam punah. Sumbangsih yayasan tersebut antara lain membantu melindungi populasi harimau liar di Nepal dengan total bantuan mencapai 1 miliar USD serta mendanai berbagai proyek lebih dari 50 negara di dunia.

    2. Ben Affleck

    Berikutnya, aktor yang juga turut aktif menyuarakan perubahan iklim global adalah Ben Affleck. Aksinya terhadap lingkungan bahkan membuat dirinya memperoleh penghargaan Environment Media Award pada 2013 lalu. Gerakan yang dilakukan oleh pemeran film Batman vs Superman: Dawn of Justice ini antara lain menyuarakan gaya hidup ramah lingkungan dan menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran akan lingkungan.

    3. Nadine Chandrawinata

    Aktivis lingkungan yang kerap menyuarakan aksi peduli lingkungan bukan saja datang dari kalangan selebritas internasional. Di Indonesia sendiri ada Nadine Chandrawinata yang mengaku telah memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan sejak dirinya masih muda. Dinyatakan sebagai Putri Indonesia tahun 2005 membuat Nadine memiliki keinginan yang makin besar untuk bergerak di ranah tersebut.

    Ia lalu mendirikan Sea Soldier, sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus pada isu lingkungan, khususnya laut, pada 2015 lalu. Hingga kini, Sea Soldier telah tersebar di 15 kota seluruh Indonesia dan anggotanya mencapai 3.000 orang. Program-program yang digagas oleh organisasi ini antara lain adalah aksi bersih-bersih pantai, pemberhentian sirkus lumba-lumba, sampai mengurangi penggunaan sedotan plastik.

    4. Hamish Daud

    Aktivis lingkungan yang juga datang dari kalangan artis dalam negeri adalah Hamish Daud. Berprofesi sebagai aktor, ia ternyata tak membatasi langkahnya untuk turut memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya di laut. Hamish Daud lantas mendirikan Yayasan Indonesia Ocean Pride yang berfokus pada sampah plastik di laut sekaligus menjaga ekosistemnya agar berkelanjutan.

    Untuk mendukung visi yayasannya, ia telah melakukan berbagai program. Mulai dari sustainable living, daur ulang sampah plastik, pengenalan akan mikroplastik, sampai bekerja sama dengan PBB untuk menyuarakan isu sampah plastik dan pelestarian ekosistem laut pun sudah pernah dilakukan olehnya.

    5. Nadya Hutagalung

    Nadya Hutagalung adalah seorang model, presenter, dan aktris yang juga sadar akan pentingnya isu lingkungan. Ia aktif menyuarakan tentang pelestarian lingkungan dan pentingnya menjaga keseimbangan bumi di berbagai kesempatan seminar maupun acara sejenis. Ia juga tergabung dalam Environment Goodwill Ambassador yang berfokus pada perlindungan hewan langka di Indonesia. Bahkan, Nadya Hutagalung pernah ditunjuk sebagai Duta WWF Elephant Warrior dan Global Earth Hour.

    Bagaimana kita bisa membantu?

    Menjadi seseorang yang peduli terhadap perubahan iklim global tidak harus dimulai dengan berprofesi sebagai artis. Anda juga bisa membantu menekan dampak krisis iklim dengan mulai beralih ke PLTS Atap yang menggunakan sumber energi terbarukan. Panel surya ini nantinya dapat menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi sumber listrik di rumah Anda. Dengan mengambil langkah sederhana ini, Anda sudah berperan dalam mengurangi tingginya emisi karbon di dunia.

    Itulah lima nama artis yang aktif menyuarakan isu lingkungan dan mempunyai aksi nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim global. Anda juga bisa melakukan hal serupa dengan beralih ke pemasangan PLTS Atap. Supaya bisa menemukan penyedia jasa pemasangan panel surya yang tepat dan dekat dengan lokasi Anda, dapatkan informasi lengkapnya di website SolarHub!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/dukungan-sektor-finansial-untuk-transisi-energi-di-sektor-rumah-tangga

    https://www.volunteerfdip.org/environmental-celebrity-activists-inspiring-the-world-to-volunteer-with-climate-action-to-stop-climate-change

    https://thinkconscious.id/6-aktivis-lingkungan-indonesia-yang-inspiratif/

    https://id.theasianparent.com/artis-yang-jadi-aktivis

    https://www.sehatq.com/artikel/cara-mencegah-pemanasan-global-yang-bisa-anda-lakukan

    Photo credit: Wikimedia Commons

  • Mengenal Emisi Karbon Penyebab Perubahan Iklim dan Cara Menguranginya

    Mengenal Emisi Karbon Penyebab Perubahan Iklim dan Cara Menguranginya

    Pada tahun 2021 kemarin, Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara yang menghasilkan emisi karbon kumulatif terbanyak menurut Carbon Brief. Hal ini tidak terlepas dari emisi karbon yang dihasilkan oleh para big polluters atau penghasil emisi karbon terbesar seperti industri energi.

    Jika melihat data dari IESR pada 2019, di luar sektor hutan dan penggunaan lahan (FOLU), sektor energi menjadi polluter yang menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar (45,7%). Di sisi lain, sektor pembangkitan listrik menyebabkan emisi GRK sebanyak 35%, lalu sektor transportasi dan industri masing-masing menyumbang sebesar 27%. 

    Apa itu emisi karbon?

    Emisi karbon adalah sebuah peristiwa ketika ada perpindahan gas berbahan dasar karbon, misalnya karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (N2O), dan gas metana (CH4), ke lapisan atmosfer bumi. Hal ini kemudian memicu naiknya suhu permukaan bumi yang juga berkaitan erat dengan fenomena perubahan iklim. Peristiwa perpindahan karbon ini akhirnya diperparah dengan adanya emisi gas rumah kaca yang berasal dari karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitroksida (N2O), serta gas fluorinasi.

    Dampak tingginya emisi karbon

    Melihat banyaknya perpindahan gas yang ditimbulkan dari peristiwa emisi karbon, tentunya dampak yang dibawa bagi lingkungan pun tak main-main. Berikut tiga di antaranya:

    1. Di bidang kesehatan

    Bukan saja memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan, tingginya tingkat emisi karbon ternyata juga berdampak kurang baik bagi industri kesehatan. Pasalnya, perubahan iklim yang terjadi akibat naiknya suhu permukaan bumi dapat memicu timbulnya berbagai penyakit baru dengan penularan yang lebih cepat melalui medium air, hewan pengerat, serta makanan. Di samping itu, masalah serius pada pernapasan, kardiovaskular, dan kanker mungkin juga makin diperparah akibat kualitas udara yang makin memburuk.

    2. Di bidang lingkungan

    Tingginya emisi karbon yang memicu naiknya suhu permukaan bumi juga membawa sederet bencana bagi lingkungan. Contohnya, potensi kebakaran hutan akan lebih tinggi dan satwa yang berdiam di dalamnya akan mengalami kesulitan, bahkan stres, akibat situasi yang tidak menentu ini.

    Suhu permukaan bumi yang meningkat juga dapat membuat lapisan es atau gletser di kutub berkurang. Akibatnya, permukaan air laut naik dan mengakibatkan tingginya potensi banjir di wilayah pesisir pantai. Pernyataan ini lantas didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh tim Kompas di seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) Indonesia pada periode 2013-2022 lalu.

    Penelitian tersebut mengungkap fakta bahwa 893 DAS di Indonesia menunjukkan tren longsor dan banjir yang meningkat selama 10 tahun terakhir. Peningkatan risiko bencana ini tak lain dilatarbelakangi oleh fenomena alih fungsi lahan menjadi bangunan di sekitar daerah aliran sungai tersebut.

    3. Di bidang ekonomi

    Bidang ekonomi juga tak luput mendapatkan dampak buruk dari tingginya tingkat emisi karbon yang terjadi. Sebagai contoh, negara Amerika Serikat memiliki biaya penanganan bencana kumulatif sebesar 17,7 miliar USD per tahun dalam rentang waktu 1980 sampai 2019. Akan tetapi, jika dihitung dari 2017 sampai 2019, biaya tersebut mencapai 153,5 miliar USD per tahunnya.

    Cara mengurangi emisi karbon

    Melihat berbagai dampak buruk yang disebabkan oleh naiknya suhu permukaan bumi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi tingginya tingkat emisi karbon.

    1. Lebih hemat dalam menggunakan energi

    Cara mengurangi emisi karbon yang paling mudah dan bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah menghemat penggunaan energi. Mulailah dengan mematikan barang-barang elektronik yang sedang tidak digunakan, matikan keran air saat sedang mencuci tangan atau sikat gigi, dan belilah perangkat elektronik yang lebih hemat energi. Bahkan, mengurangi screen time juga dapat lebih menghemat penggunaan energi.

    2. Kurangi penggunaan bahan bakar fosil

    Cara kedua adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Semisal jarak yang Anda tempuh kurang dari 2 km, Anda bisa memilih berjalan kaki atau menggunakan sepeda saja. Kemudian, untuk jarak tempuh yang cukup jauh, transportasi umum juga bisa menjadi pilihan yang sangat pas.

    3. Dukung kampanye peduli lingkungan

    Jika keluarga Anda sudah menerapkan cara-cara pengurangan emisi karbon, ajak orang sekitar dengan mendukung kampanye peduli lingkungan. Langkahnya bisa Anda mulai dengan bergabung ke komunitas terkait atau menggalakkannya di media sosial Anda sendiri. Dengan begitu, harapannya orang akan lebih aware lagi akan isu ini. Akhirnya, lebih banyak orang yang melakukan upaya serupa untuk mengurangi dampak kenaikan suhu permukaan bumi.

    4. Beralih ke sumber energi terbarukan

    Terakhir, Anda bisa mulai beralih ke sumber energi terbarukan untuk mengurangi dampak buruk dari tingginya emisi karbon. Salah satu energi ramah lingkungan yang cocok untuk dipakai di Indonesia adalah PLTS Atap. Dengan memanfaatkan energi sinar matahari, PLTS Atap bisa membantu Anda mengurangi penggunaan energi listrik yang bersumber dari karbon.

    Mengurangi emisi karbon tentunya menjadi hal penting yang harus mulai dilakukan secara bertahap dari sekarang. Pasalnya, perubahan iklim yang diakibatkan oleh tingginya emisi karbon bisa makin parah pada tahun 2100 jika hal ini diabaikan. Bahkan, 115 pulau kecil di Indonesia terancam tenggelam berdasarkan riset yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan menggunakan PLTS Atap. Untuk informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS Atap, Anda bisa cek direktori SolarHub di website solarhub.id. Ayo, lakukan perubahan untuk atasi perubahan iklim di dunia!

  • Perbedaan Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan, Apa Contohnya?

    Kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada pangan, sandang, dan papan. Untuk menunjang kemudahan beraktivitas, energi memiliki peranan yang sangat penting sebab tanpa adanya energi, Anda tidak dapat menggunakan hampir semua peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Energi sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu energi terbarukan dan tak terbarukan. Apa saja perbedaan dan contohnya? Mari kita simak bersama-sama.

    Apa itu energi terbarukan?

    Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia secara alami, sehingga Anda dapat menggunakannya secara terus-menerus tanpa perlu mengkhawatirkan dampaknya bagi lingkungan. 

    Perbedaan lainnya dari energi terbarukan dan tak terbarukan terletak pada proses perolehannya. Dengan energi terbarukan, Anda bisa mendapatkan pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari langsung dari alam, dan sumber energi ini tidak akan pernah habis jika dikelola dengan baik. 

    Beberapa contoh energi terbarukan yang paling populer adalah energi dari angin, air, ombak laut, dan panas bumi (geothermal). Pemanfaatan energi angin memerlukan turbin khusus yang dipasang di daratan atau permukaan air. 

    Sementara itu, energi dari air diperoleh dengan menampung air dalam reservoir atau memanfaatkan pergerakan arus sungai yang mengalir. Terakhir, energi dari bioenergi dan laut membutuhkan alat khusus untuk mengekstrak panas dari interior bumi atau laut, serta menghasilkan listrik dari pergerakan ombak.

    Panel surya, salah satu contoh energi terbarukan

    Selain energi air, angin, laut, dan geothermal, salah satu contoh energi terbarukan yang populer di berbagai kalangan adalah energi surya. Energi surya termasuk dalam kategori energi terbarukan karena mampu menghasilkan listrik dari sinar matahari, sebuah sumber energi yang tidak terbatas. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Pada dasarnya, panel surya mengandung dua unsur silikon yang telah dipadukan dengan sedikit boron dan fosfor untuk menciptakan karakteristik semikonduktor. Nah, dengan sifat semikonduktor inilah panel surya mampu menangkap partikel terkecil dari sinar matahari, yaitu foton. 

    Silikon yang mengandung boron atau semikondutor tipe-n akan menarik elektron bebas. Lalu, kelebihan elektron tersebut akan melewati lembaran kosong antara kedua lapisan panel surya untuk menuju bagian silikon dengan fosfor. Akhirnya, aliran listrik yang dihasilkan dari pergerakan elektron ini akan disimpan dalam baterai khusus untuk digunakan kapan saja.

    Apa itu energi tak terbarukan?

    Secara garis besar, energi tak terbarukan memiliki sebuah kesamaan dengan energi terbarukan, yaitu dapat diperoleh dari alam. Namun, satu hal yang paling membedakan energi terbarukan dan tak terbarukan adalah durasi pembentukannya dan metode perolehannya. Berkebalikan dari energi terbarukan, energi tak terbarukan adalah sumber energi yang membutuhkan proses selama jutaan tahun di bumi, sehingga pasokannya pun terbatas.

    Pasokan yang terbatas berarti jika energi tersebut terus digunakan, jumlahnya akan terus menyusut. Padahal, pengisian ulangnya memerlukan waktu yang sangat lama, terlebih dengan pengaruh eksternal dari kondisi geologi dan lingkungan yang fluktuatif.

    Contoh energi terbarukan yang paling sering digunakan dalam keseharian adalah batu bara, minyak bumi dari fosil, serta gas bumi. Karena ketiga sumber energi ini terkandung di dalam bumi, alat khusus pun diperlukan untuk mengekstraknya.

    Dampak energi tak terbarukan terhadap lingkungan

    Perlu diingat bahwa proses ekstraksi energi tak terbarukan menghasilkan jejak karbon dioksida yang berpotensi mencemari lingkungan. Mengapa? Sebab, gas karbon dioksida dari produksi dan penggunaan minyak bumi atau bahan bakar fosil mencakup ⅔ dari total emisi secara global, terutama jika digabungkan dengan gas rumah kaca. 

    Nah, karbon dioksida dan gas rumah kaca mampu memerangkap suhu panas di atmosfer, sehingga suhu bumi akan terasa lebih panas. Peningkatan suhu inilah yang menyebabkan krisis iklim yang dikenal dengan istilah “global warming.” 

    Krisis iklim tersebut membawa sejumlah dampak buruk bagi lingkungan maupun kesejahteraan hidup, di antaranya gagal panen, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat suhu udara yang terlalu panas. 

    Namun, dampak negatif dari energi tak terbarukan tidak hanya terbatas pada emisi karbon berlebih, sebab risiko minyak tumpah dapat mengurangi pasokan air bersih dengan meningkatnya keasaman air. Lalu, polusi udara yang dihasilkan dari proses produksinya juga berpotensi menimbulkan hujan asam.

    Demikian informasi penting seputar perbedaan energi terbarukan dan tak terbarukan. Nah, untuk mengurangi dampak buruk energi tak terbarukan terhadap lingkungan, mari bersama-sama mulai beralih ke energi terbarukan, salah satunya bisa dengan cara memasang PLTS Atap. Anda dapat menemukan penyedia PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda melalui SolarHub. 

    Direktori SolarHub mencakup banyak perusahaan penyedia listrik tenaga surya di berbagai provinsi dan bahkan pulau. Selain itu, Anda akan menemukan detail kontak serta ulasan pengguna untuk setiap perusahaan. Tertarik beralih ke energi terbarukan? Kunjungi website SolarHub untuk mengetahui informasi penyedia PLTS Atap terdekat dengan Anda!

     

    Referensi:

    https://solarhub.id

    https://internasional.kompas.com/read/2021/11/22/132333870/perbedaan-energi-terbarukan-dan-energi-tak-terbarukan?page=all

    https://www.suara.com/tekno/2021/03/09/133452/energi-terbarukan-dan-tidak-terbarukan-beserta-contohnya

    https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/222545969/energi-terbarukan-prinsip-kerja-panel-surya?page=all

  • Pakai Listrik Tenaga Surya, Mari Sama-sama Kurangi Dampak Krisis Iklim!

    Belakangan ini, banyak media yang menggaungkan bahwa dunia sedang mengalami krisis iklim atau biasa dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Namun, apa itu krisis iklim? Pada dasarnya, fenomena tersebut membuat suhu bumi meningkat sehingga udara terasa lebih panas. 

    Krisis iklim dapat merugikan lingkungan maupun kualitas hidup karena dengan iklim yang lebih panas, volume air laut akan meningkat dan pertumbuhan tanaman sebagai sumber makanan juga akan terganggu. Akan tetapi, pemakaian listrik tenaga surya dapat menekan dampak dari kondisi krisis iklim. Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama-sama di artikel ini.

    Bagaimana kondisi krisis iklim terkini? 

    Para ahli iklim memperkirakan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat setidaknya sebesar 1,2 derajat Celcius pada tahun 2023 ini. Hal ini berbeda dari informasi pada tahun 2016 hingga 2022. Bagaimana bisa? Menurut NASA, suhu bumi sempat mencapai rata-rata yang wajar karena fenomena La Nina, atau pendinginan permukaan air laut di Samudra Pasifik, bertahan lebih lama. 

    Akan tetapi, Gavin Schmidt selaku kepala Goddard Institute of Space Studies dari NASA menyatakan bahwa ada kemungkinan justru fenomena La Nina akan digantikan dengan El Nino yang meningkatkan suhu permukaan samudra. Jika itu terjadi, suhu bumi bisa bertambah panas pada akhir tahun 2023 hingga tahun 2024. 

    Sementara itu, Persetujuan Paris (Paris Agreement) mencoba membatasi peningkatan suhu bumi agar tidak melewati 1,5 derajat Celcius karena jika lebih dari itu, akan terjadi fenomena cuaca ekstrem dan meningkatnya frekuensi bencana alam yang membahayakan kehidupan.

    Tekan dampak krisis iklim dengan listrik tenaga surya

    Tidak hanya fenomena El Nino, salah satu penyebab krisis iklim yang paling signifikan adalah tingginya tingkat penggunaan energi fosil. Para ahli prediksi iklim dari NASA dan Met Office pun juga menyetujui bahwa peningkatan suhu permukaan bumi akan semakin tinggi seiring dengan banyaknya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) global yang terperangkap hingga membuat iklim lebih panas. 

    Sayangnya, energi fosil digunakan untuk banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya pasokan listrik. Padahal, berdasarkan informasi dari EPA, energi fosil memiliki jejak karbon yang cukup besar, yaitu 820 ton, karena 65% dari karbon dioksida di bumi berasal dari sana. Maka dari itu, dengan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik tenaga surya, Anda dapat menekan efek negatif krisis iklim.

    Sumber energi terbarukan, lebih ramah lingkungan 

    Listrik tenaga surya lebih ramah lingkungan karena sumbernya berasal dari energi terbarukan, yakni sinar matahari. Hal ini pun didukung oleh penelitian dari Our World in Data yang menunjukkan bahwa emisi karbon tenaga surya hanya sebesar 5 ton. Oleh sebab itulah semakin banyak negara yang beralih ke sumber energi terbarukan.

    Secara teori pun, peralihan ke listrik tenaga surya di Indonesia juga tidak sulit karena menurut publikasi IESR, potensi energi terbarukan Indonesia berkisar antara 3.396 GWp hingga 19.385 GWp. Sayangnya, pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,2 GWp atau di bawah 1% dari total kapasitas yang ada. 

    Untuk mendukung transisi ke energi terbarukan, pemerintah pun telah memprakarsai banyak program insentif, salah satunya melalui peningkatan ekspor listrik tenaga surya ke PLN sebesar 100% setelah Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang PLTS Atap direvisi.

    Langkah awal yang sebaiknya diambil

    Nah, bagaimanakah Anda bisa memulai peralihan ke energi surya untuk kehidupan sehari-hari dan mencegah dampak krisis iklim? Caranya sangat mudah, yaitu cukup dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

    Pertama, karena bentuk pemanfaatan energi surya cukup banyak, alangkah baiknya jika Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang listrik tenaga surya. Setelah mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Anda bisa mulai memperhitungkan kebutuhan listrik dan dana pemasangan panel tenaga surya untuk rumah tangga berdasarkan penggunaan selama ini.

    Peningkatan suhu bumi dari krisis iklim berpotensi merugikan kenyamanan dan kesehatan Anda. Untuk menangkal efek negatif tersebut, tenaga listrik surya dapat membantu dengan emisi karbon yang jauh lebih kecil daripada bahan bakar fosil, serta sumbernya yang terbarukan. 

    Tidak perlu cemas, Anda juga bisa berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan dari krisis iklim dengan pemasangan panel tenaga surya. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa. Sebelum memasang panel tenaga surya, dapatkan informasi seputar PLTS Atap melalui publikasi IESR. Terakhir, jangan lupa simulasikan penghitungan kebutuhan PLTS Atap untuk rumah Anda dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://pertaminapower.com/pembangkit-listrik-tenaga-surya

    https://www.axios.com/2023/01/14/global-warming-accelerates-2023

    https://dunia.rmol.id/read/2022/12/20/557676/peneliti-iklim-sebut-2023-akan-jadi-tahun-terpanas-bumi

    https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/09/02/2952/indonesia.kaya.energi.surya.pemanfaatan.listrik.tenaga.surya.oleh.masyarakat.tidak.boleh.ditunda

    https://ourworldindata.org/safest-sources-of-energy