Tag: tenaga surya

  • 6 Drone Canggih yang Menggunakan Tenaga Surya

    6 Drone Canggih yang Menggunakan Tenaga Surya

    Penggunaan drone akhir-akhir ini makin populer untuk mengambil gambar dari sudut yang tak terjangkau kamera biasa. Namun, fungsinya ternyata tidak hanya untuk konten di media sosial saja. Drone juga berguna untuk berbagai hal, misalnya survei lokasi pembangunan dan pengawasan keamanan. Seiring dengan meningkatnya popularitas drone, banyak orang yang kemudian mempertanyakan, apakah ada drone yang ramah lingkungan. Anda bisa menyimak lebih lanjut tentang berbagai drone canggih yang beroperasi dengan tenaga surya di bawah ini!

    • Sunflower UAV

    Drone pertama yang ramah lingkungan berasal dari brand Sunflower Labs, yakni The Bee. Keunggulan dari UAV (Unmanned Aerial Vehicle) ini adalah dapat menangkap video beresolusi tinggi, bisa landing dengan sempurna ke tempat tujuan, dan mengisi daya secara otomatis. Kapasitas baterainya juga cukup besar, mencapai 4000 mAh dan sehingga membuat drone ini bisa diterbangkan selama 15 menit dengan masa istirahat 5 menit. Jangkauannya juga bisa sejauh 600 meter dari posisi controller dan tahan terhadap hembusan angin hingga 20 km/jam.

    • Alta Devices Solar Drone

    Perangkat drone berikutnya yang tak boleh ketinggalan untuk Anda coba adalah Alta Devices Solar Drone. Sebenarnya, teknologi ini sudah digagas sejak 2008 dan produk pertamanya berhasil diluncurkan pada 2010. Kemudian, seiring bertambahnya waktu, mereka pun tak henti-hentinya berinovasi supaya dapat terus menciptakan produk yang ringan dengan efisiensi energi mutakhir.

    Salah satu produk terbarunya adalah Alta Devices Solar Drone Gen4 yang kabarnya telah mengalami penurunan berat hingga 30 persen dari versi sebelumnya. Meski ringan, tapi efisiensi tenaga yang ditawarkan oleh drone ramah lingkungan ini tidak main-main. Anda bisa menerbangkan drone ini hingga delapan jam dari durasi normalnya yang hanya dua jam. Itu semua berkat peranan panel surya dalam perangkat ini.

    • Skyfront Perimeter 4

    Tak kalah hebat dari dua pilihan sebelumnya, Skyfront Perimeter 4 juga hadir dengan konsep yang menawan. Drone ini menawarkan performa yang tidak panas ketika dioperasikan dan durasi pengoperasiannya bisa mencapai 4 jam 54 menit dengan ketahanan terhadap angin mencapai 25 km/jam. Dengan begitu, artinya drone ini tidak membutuhkan pengisian daya yang terlalu sering. Sehingga, Anda bisa menghemat energi sekaligus mengurangi risiko krisis alam akibat aktivitas charging yang menggunakan listrik berbahan bakar batu bara. 

    • Silent Falcon UAS

    Drone selanjutnya yang pengoperasiannya memanfaatkan tenaga surya adalah Silent Falcon. Perangkat yang dikembangkan oleh Silent Falcon UAS Technologies ini pertama kali diperkenalkan ke publik tahun 2012. Lalu, penerbangan pertamanya dilakukan pada 2014.

    Kelebihan dari drone ini adalah mudah untuk dioperasikan, dipindahkan, dan tak membutuhkan banyak biaya dari segi perawatan. Meski begitu, beratnya cenderung lebih jika dibandingkan dua merek sebelumnya karena drone ini berkisar di 11 kilogram, bergantung konfigurasi sayapnya.

    • PowerEgg X

    PowerEgg X adalah merek drone bertenaga surya yang menawarkan performance spesial bagi penggunanya. Tak sekadar bisa mengambil gambar dari jarak sekitar 5 kilometer, perangkat ini juga memungkinkan pengguna untuk tetap mengoperasikannya meski cuaca sedang hujan. Bahkan, hasil gambarnya pun sudah beresolusi 4K!

    Kelebihan lainnya adalah drone ini bisa terbang sambil mengisi daya dengan memanfaatkan sinar matahari yang ada. Sehingga, masa pakainya bisa lebih lama. Untuk penerbangan normal sendiri, drone ini bisa bertahan sampai 30 menit dengan batas toleransi kecepatan angin mencapai 29 sampai 30 km/jam.

    • DJI Mavic Air 2

    Drone terakhir yang layak untuk Anda pertimbangkan saat sedang mencari perangkat ramah lingkungan adalah DJI Mavic Air 2. Sama seperti pilihan sebelumnya, drone ini tak hanya bisa berfungsi sebagai UAV, melainkan juga bisa dikonfigurasi bentuknya sehingga berwujud seperti handycam biasa.

    Daya pakainya sendiri cukup lama, yakni 240 menit, dengan waktu terbang mencapai 34 menit. Resolusi video yang dihasilkan sudah memenuhi kualifikasi 4K dan kapasitas fotonya adalah 48 MP. Fitur-fitur lainnya yang mengesankan dari perangkat ini adalah adanya HDR, smart photo, hingga deteksi wajah sehingga Anda tak perlu takut luput dari kamera.

    Untuk Anda yang memiliki hobi fotografi atau videografi, drone tenaga surya bisa menjadi investasi jangka panjang yang ideal. Walaupun drone tenaga surya tersebut belum tersedia di Indonesia sampai saat ini, Anda tetap bisa menjalankan gaya hidup ramah lingkungan dengan beralih ke sumber energi terbarukan yang bisa penuhi kebutuhan rumah tangga.

    Caranya, Anda dapat memasang PLTS Atap yang nantinya bisa mengubah sumber energi matahari menjadi energi listrik bagi rumah Anda. Mari hitung perkiraan kapasitas panel surya yang Anda butuhkan dengan memanfaatkan kalkulator surya SolarHub. Lalu, kunjungi laman SolarHub untuk mencari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda. Selamat mencoba!

     

    Referensi:

    https://sunflower-labs.com/specs

    https://www.commercialuavnews.com/infrastructure/alta-devices-solar-solution-drones

    https://skyfront.com/perimeter-4/

    https://www.homelandsecurity-technology.com/projects/silent-falcon-small-unmanned-aircraft-system/

    https://www.powervision.me/en/product/powereggx/

    https://www.dji.com/id/mavic-air-2

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Tenaga Surya dan Pasokan Air Bersih, Apa Kaitannya?

    Tenaga Surya dan Pasokan Air Bersih, Apa Kaitannya?

    Menurut UNICEF, lebih dari dua miliar penduduk dunia kekurangan pasokan dan akses air bersih. Krisis iklim yang disebut sebagai global warming telah membuat suhu bumi memanas dan ketinggian air laut semakin meningkat akibat mencairnya gunung-gunung es. Di sisi lain, ketersediaan air bersih semakin berkurang.

    Karena itu, teknologi penjernih air sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu penerapan teknologi yang ramah lingkungan adalah proses desalinasi dengan listrik tenaga surya. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Apa Itu Desalinasi?

    Desalinasi adalah alat yang dipakai untuk mengubah air laut menjadi air bersih yang layak dipakai dan dikonsumsi. Bagaimana bisa? Alat ini bekerja dengan cara memanaskan air supaya menghasilkan uap, kemudian harapannya uap tersebut dapat dipisahkan. Hasil akhirnya, Anda bisa memperoleh air tawar karena garam laut telah terpisah pada proses sebelumnya.

    Akan tetapi, proses desalinasi ini tidak mengharuskan air dalam keadaan mendidih 100 persen sebab ada beberapa alat yang dapat memisahkan air dengan garam laut meski suhunya tidak terlalu tinggi. Meski begitu, menghasilkan air tawar yang layak guna dari air laut membutuhkan proses cukup lama. Maka dari itu, tidak heran bila akhirnya muncul inovasi berupa teknologi desalinasi surya.

    Perkembangan Teknologi Desalinasi Surya

    Karena teknologi desalinasi diciptakan sebagai alat yang merespon kelanjutan krisis alam atau global warming, sudah semestinya bila alat ini tidak membahayakan lingkungan sekitar. Maka, desalinasi surya kemudian menjadi pilihan terbaik yang patut dicoba. Terlebih lagi, pada 2025 kemungkinan 50 persen penduduk dunia akan tinggal di daerah yang mengalami kelangkaan air.

    Desalinasi tenaga surya adalah alat yang kini sedang dikembangkan terus oleh tim Massachusetts Institute of Technology (MIT) dari Amerika bersama Shanghai Jiao Tong University di Cina supaya bisa menghasilkan perangkat penghasil fresh water yang ekonomis. Kini alat tersebut sudah bisa dibeli hanya dengan 4 USD saja sehingga setiap rumah tangga bisa menggunakannya.

    Di sisi lain, sejumlah negara juga sudah mulai menginstalasi teknologi desalinasi surya berkapasitas besar, contohnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel. Namun, alat yang dipasang di berbagai negara tersebut dijalankan dengan berbagai macam sumber energi. Hal itu tentunya mendorong para peneliti untuk menemukan sumber energi dengan tingkat efisiensi tertinggi.

    3 Kelebihan Desalinasi dengan Tenaga Surya

    Mengingat global warming yang semakin mengancam seiring bertambahnya tahun, desalinasi menjadi alat yang harus dimiliki oleh setiap keluarga. Berikut adalah kelebihan yang dapat Anda rasakan.

    1. Hemat biaya

    Meningkatnya suhu bumi tentu menyebabkan bencana di beberapa sisi. Akan tetapi, hal ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi desalinasi itu sendiri. Dengan memanfaatkan teriknya sinar matahari yang gratis, otomatis biaya pengoperasian desalinasi cenderung rendah. Bahkan, seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap keluarga bisa mendapatkan perangkat ini hanya dengan mengeluarkan dana sebesar 4 USD saja.

    1. Tidak merusak lingkungan

    Kelebihan berikutnya adalah desalinasi tenaga surya ini tidak merusak lingkungan. Karena bahan bakarnya adalah berasal dari sinar matahari, perangkat desalinasi ini tentunya tidak menghasilkan emisi karbon yang dapat merusak lingkungan. Dengan begitu, upaya mengatasi masalah lingkungan tidak akan menimbulkan masalah baru lainnya.

    1. Menghasilkan banyak air bersih

    Kekurangan pasokan air bersih memang sangat mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari, tapi tidak setelah mengaplikasikan teknologi desalinasi tenaga surya. Pasalnya, perangkat ini bisa memproduksi air bersih dalam jumlah banyak, apalagi jika unit yang dipasang juga cukup besar seperti yang diimplementasikan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Israel. Pas sebagai solusi sustainable living.

     

    Krisis iklim nyatanya bisa membawa kita ke isu selanjutnya, yakni krisis air bersih. Namun, kini sudah ada teknologi desalinasi tenaga surya yang bisa ubah air laut menjadi air tawar tanpa menghasilkan emisi karbon sama sekali.

    Untuk mendukung penerapan sumber energi terbarukan dalam skala yang lebih luas, Anda bisa mulai dengan memasang PLTS Atap di rumah. Yuk, hitung kapasitas panel surya yang cocok untuk kebutuhan rumah tangga Anda di sini! Jangan lupa juga untuk cari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat di SolarHub!

     

    Referensi:

    https://www.unicef.org/wash/water-scarcity

    https://solartechadvisor.com/solar-desalination/

    https://thesolarlabs.com/ros/solar-powered-desalination-water-sustainability/

    https://news.mit.edu/2022/solar-desalination-system-inexpensive-0214

    https://earth.org/solar-powered-desalination/

    https://www.science.org/content/article/new-solar-technology-could-produce-clean-drinking-water-millions-need

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Mengenal Solar Cooking, Tren Memasak dengan Panel Surya

    Mengenal Solar Cooking, Tren Memasak dengan Panel Surya

    Penerapan teknologi panel surya kini sudah sangat beragam, mulai dari charging station untuk kendaraan listrik hingga pembangkit listrik tenaga surya mandiri untuk kebutuhan rumah tangga. Salah satu tren penggunaan tenaga surya untuk rumah tangga yang sedang populer belakangan ini adalah solar cooking. Bagaimanakah konsep dasarnya dan apa saja manfaatnya?

    Apa Itu Solar Cooking?

    Penggunaan energi matahari sebagai sumber listrik memang sudah dikenal cukup lama. Tapi, tahukah Anda bahwa kini ada yang disebut sebagai solar cooking? Solar cooking adalah teknik memanfaatkan energi surya sebagai pengganti bahan bakar minyak untuk memasak. Jadi, Anda bisa membuat berbagai jenis makanan berbekal sinar matahari saja. Bagaimana caranya?

    Cara Kerja Solar Cooking

    Memasak menggunakan sumber energi surya bukan berarti Anda harus mengeluarkan panci atau teflon dan membuat telur mata sapi di bawah teriknya sinar matahari. Solar cooking memerlukan peralatan yang lebih kompleks lagi dari itu. Sehingga, sinar matahari dapat disimpan untuk memastikan masakan Anda matang sampai proses terakhir.

    4 Jenis Perangkat untuk Solar Cooking

    Nah, perangkat solar cooking itu pun sudah tersedia dalam berbagai jenis. Berikut adalah empat contohnya yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan.

    1. Box cooker

    Perangkat solar cooking yang pertama adalah box cooker. Sesuai namanya, alat ini berbentuk kotak dengan kaca dan piringan hitam di baliknya untuk menjaga panas supaya tetap tersimpan di dalam. Jika matahari sedang terik-teriknya, box cooker ini bisa menghasilkan suhu hingga 150 derajat Celcius. Tertarik untuk masak dengan alat ini?

    1. Parabolic cooker

    Ketika Anda sedang camping atau naik gunung, kompor dan gas biasanya jadi perlengkapan yang dibawa untuk memenuhi kebutuhan pangan. Namun, daripada membawa kompor gas yang dapat berdampak pada risiko krisis iklim, alangkah baiknya bila Anda mulai mengenal parabolic cooker.

    Alat ini bentuknya seperti antena parabola dengan permukaan yang mengkilap untuk menangkap energi matahari tersebut dan mengubahnya supaya bisa mematangkan masakan. Pemakaian alat ini cukup mudah dan panasnya bisa mencapai 300 derajat Celcius.

    1. Solar panel cooker

    Ada lagi perangkat solar cooking yang disebut solar panel cooker. Dibandingkan dua alat sebelumnya, tools ini memang lebih mudah dan tak bisa dipakai untuk menggoreng. Akan tetapi, Anda tetap bisa memasak sup atau memanggang sesuatu. Cukup gunakan panci berwarna gelap agar suhu panasnya dapat terjaga dengan baik di dalam.

    1. Tabung vakum

    Terakhir, ada tabung vakum yakni alat memasak berbentuk seperti tabung yang di dalamnya terdapat ruang untuk menempatkan bahan masakan Anda. Lapisannya yang terbuat dari kaca membuat alat ini tak akan kehilangan sumber panas, apalagi ketika Anda memasukkan bahan makanan ke dalam tabung.

    3 Kelebihan Memasak dengan Panel Surya

    Memasak dengan panel surya adalah pilihan yang baik karena Anda bisa memaksimalkan potensi alam sekaligus mengurangi risiko krisis alam. Berikut tiga kelebihan lainnya yang membuat Anda akan makin yakin beralih ke solar cooking.

    1. Lebih aman dan praktis

    Alasan pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat memasak adalah segi keamanannya. Dengan menggunakan solar cooking, Anda tak perlu takut terpapar api atau tegangan listrik secara langsung. Selain itu, Anda juga tidak harus mencari kayu bakar atau membeli tabung gas terlebih dahulu.

    1. Bisa digunakan di mana saja selama ada sinar matahari

    Memasak dengan gas atau api mudahnya dilakukan di rumah atau tempat yang stabil. Akan tetapi, berbeda dengan solar cooking yang memungkinkan dibawa ke mana pun. Jadi, Anda bisa tetap produktif meski berada di gunung, di tempat camping, di lokasi evakuasi, hingga di lokasi-lokasi yang melarang penggunaan api.

    1. Tidak menghasilkan asap

    Salah satu kekurangan saat memasak menggunakan kayu bakar dan kompor jadul adalah asapnya yang mengepul begitu pekat. Namun, hal ini bisa dihindari bila Anda memilih alat solar cooking. Dengan begitu, tidak perlu khawatir sekeliling Anda terganggu atau bau pakaian menjadi kurang fresh setelah memasak.

     

    Solar cooking merupakan inovasi panel surya yang canggih di segi masak-memasak. Tidak hanya memasak, Anda juga bisa menggunakan panel surya untuk berbagai aktivitas keseharian di rumah dengan memasang PLTS Atap.

    Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengestimasi kapasitas panel surya dengan kalkulator surya. Lalu, carilah vendor instalasi PLTS Atap terdekat di kota mereka melalui SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.advnture.com/features/solar-cooking

    https://solarpower.guide/cooking-with-solar-energy

    https://www.thervgeeks.com/cooking-with-solar/#are-there-different-types-of-solar-cookers

    https://www.lgcypower.com/cooking-using-solar-power/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Kisah Panen Petani Desa Kaliurip dengan Pompa Tenaga Surya

    Kisah Panen Petani Desa Kaliurip dengan Pompa Tenaga Surya

    Menurut hasil riset sekelompok peneliti dari Peking University yang diterbitkan di jurnal Nature Food, cuaca ekstrem akibat krisis iklim berisiko menurunkan hasil produksi padi sebanyak 8,1%. Maka dari itu, peralihan ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan sangat penting untuk menangkal berbagai dampak buruk akibat gagal panen. Di sisi lain, ada desa yang kini sudah beralih ke solusi agrikultur dengan energi terbarukan berupa pompa tenaga surya, yaitu Desa Kaliurip. Seperti apakah kisah mereka? Simak selengkapnya di bawah ini!

    Panen Hanya Setahun Sekali

    Sebelum mengenal teknologi pompa air tenaga surya, para petani di Desa Kaliurip, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas hanya bisa melakukan aksi panen sekali dalam setahun. Alasannya tentu saja karena musim kemarau panjang yang mengakibatkan petak-petak sawah mereka tidak teraliri air dengan baik. Kondisi tersebut mengakibatkan kondisi tanah tidak layak ditanami, khususnya padi. Maka dari itu, setelah memanen padi-padi, biasanya para petani di desa setempat akan menggantikannya dengan palawija yang hasilnya pun tak seberapa.

    Padahal, kondisi persawahan di Desa Kaliurip itu sangat dekat dengan Sungai Tajum. Bahkan, aliran sungai ini membentang sepanjang 65 km, mengitari tujuh kecamatan di kabupaten ini. Akan tetapi, karena posisinya yang berada 10 meter di bawah permukaan tanah, membuat para petani di desa ini memerlukan biaya dan usaha ekstra untuk memompanya ke atas. Mereka pun sempat membuat kincir air, meskipun pada akhirnya kincir tersebut rusak akibat arus sungai yang terlalu deras.

    Pompa Air Bertenaga Diesel Menjadi Andalan

    Setelah kincir air yang dibangun sendiri dengan gotong royong bersama warga setempat, para petani di Desa Kaliurip kemudian menggunakan pompa air bertenaga diesel. Mereka menyewa dengan biaya Rp25 ribu per jam. Sementara itu, ukuran sawah seluas 700 meter persegi biasanya akan membutuhkan pengairan kurang lebih selama 4 jam. Sehingga, dapat dikatakan bahwa mereka harus mengeluarkan minimal Rp100 ribu.

    Selain boros dari segi biaya, pompa air bertenaga diesel ini juga tak ramah lingkungan. Sebab, bahan bakarnya dapat meningkatkan produksi karbon dioksida (CO2) di udara sehingga memicu krisis iklim atau yang disebut sebagai global warming. Pada akhirnya, peningkatan kadar CO2 dapat memengaruhi perubahan iklim yang akan merugikan para petani itu sendiri.

    Pompa Tenaga Surya, Solusi Ramah Lingkungan untuk Tingkatkan Frekuensi Panen

    Setelah kincir angin swadaya itu rusak, para petani di Desa Kaliurip kemudian mengajukan permohonan ke pemerintah kabupaten setempat untuk menginstalasi pompa air yang digerakkan oleh tenaga surya. Pada 2018 pompa air bertenaga surya pun berhasil terpasang dengan memanfaatkan dana APBD dari Dinas Pertanian.

    Pemasangan pompa air yang digerakkan oleh panel surya ini pun mengubah kebiasaan panen warga yang awalnya hanya sekali setahun menjadi tiga kali dalam setahun. Para petani di salah satu desa di Banyumas ini bisa dua kali panen padi dan sekali panen palawija dalam satu tahun berkat aliran air yang meluas ke 20 hektare sawah.

    Bukan hanya jangkauannya yang meluas ke petak-petak sawah di desa tersebut, pompa air tenaga surya juga menuntut biaya yang lebih sedikit dari para penggunanya. Salah satu petani di wilayah tersebut mengatakan bahwa mereka hanya diminta membayar dengan 10 kilogram gabah setiap panen. Harga gabah per kilonya adalah Rp4 ribu. Itu artinya mereka hanya perlu menganggarkan dana sebesar Rp40 ribu saja untuk pengairan sawah mulai dari masa persiapan hingga panen.

    Potensi PATS untuk Masa Depan Desa Kaliurip

    Memang, pompa air tenaga surya mereka saat ini sudah bisa mengairi 20 hektare sawah. Akan tetapi, tetap ada tantangan tersendiri yang masih perlu dihadapi oleh warga Desa Kaliurip. Pasalnya, pompa air ini pastinya kurang maksimal ketika matahari tidak bersinar cukup terik. Solusi yang kemungkinan perlu dikembangkan adalah dibangunnya bak penampungan air.

    Bak penampungan air itu nantinya bisa membuat pengairan dua kali lebih luas dibandingkan sebelumnya. Sehingga, para petani tak perlu khawatir bila memerlukan aliran air pada malam hari atau ketika cuaca sedang mendung.

     

    Tenaga surya untuk agrikultur yang lebih sustainable dan ramah lingkungan tentunya sangat penting, terlebih di zaman yang sudah makin krisis iklim seperti sekarang ini. Anda bisa memulai langkah pertama yang lebih sederhana untuk beralih ke green lifestyle, yaitu dengan melakukan pemasangan PLTS Atap di rumah.

    Melalui PLTS Atap, Anda bisa membuat swadaya energi listrik yang dampaknya dapat memperlambat krisis iklim atau yang lebih dikenal sebagai global warming. Untuk mengetahui seluk-beluk PLTS Atap, kunjungi laman FAQ SolarHub. Lalu, lakukan perhitungan kebutuhan kapasitas panel surya di kalkulator surya dan cari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat lewat direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/infografis/tenaga-matahari-airi-sawah

    https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/05/09/produksi-padi-dunia-terancam-perubahan-iklim

    https://www.mongabay.co.id/2022/07/26/menuju-provinsi-surya-dari-petani-sampai-industri-mulai-pakai-energi-matahari-di-jateng/

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Bagaimana Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti Rumah dan Gedung?

    Bagaimana Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti Rumah dan Gedung?

    Anda pasti sudah tahu bagaimana pembangkit listrik tenaga surya sangat bermanfaat bagi lingkungan. Dengan teknologi ini, Anda bisa mengurangi emisi karbon yang biasanya dihasilkan dari sumber energi listrik lainnya yang tidak terbarukan. Ternyata selain itu, panel surya memiliki beragam manfaat lainnya bagi orang-orang yang menggunakannya.

    Misalnya saja saat Anda memasang panel surya di atap rumah atau dikenal dengan sebutan PLTS Atap, maka nilai jual dari properti tersebut juga ikut bertambah. Bagaimana bisa, memangnya?

    3 Alasan Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti

    Ada beberapa alasan mengapa nilai jual suatu properti seperti rumah tinggal bisa naik jika dilengkapi dengan panel tenaga surya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya:

    1. Lebih hemat biaya listrik

    Dengan memasang PLTS atap pada rumah, tentu saja tagihan listrik dari rumah tersebut akan jauh lebih murah dibandingkan dengan rumah yang sepenuhnya mengandalkan listrik PLN. Apalagi, pembeli rumah tidak perlu memikirkan biaya instalasi dari panel surya tersebut karena semuanya sudah terpasang. Jadi, mereka hanya perlu merawat PLTS atap agar tetap efisien dalam menghasilkan listrik dan tahan lama. 

    Jika pembeli rumah tersebut bisa merawat PLTS atap dengan baik, sistem ini bisa terus digunakan hingga 25 tahun. Bayangkan saja berapa banyak tagihan yang bisa dihemat selama puluhan tahun tersebut. 

    2. Permintaan panel surya semakin meningkat

    Belakangan ini, semakin banyak artis dan influencer lokal maupun internasional yang  menggemborkan beragam keuntungan menggunakan panel tenaga surya untuk rumah tangga. Hal ini membuat permintaan akan rumah dengan PLTS atap pun semakin meningkat. 

    Bahkan, tren perumahan premium baru yang menerapkan konsep modern living dan mengintegrasikan teknologi tenaga surya sudah diminati banyak orang. Salah satunya adalah rumah dengan panel surya yang bisa menghasilkan listrik untuk keperluan sehari-hari.

    3. Kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan

    Tren PLTS atap untuk rumah modern ini juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudah banyak orang yang menyadari dampak buruk dari krisis iklim yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kualitas hidup mereka. Ini dibuktikan dengan semakin maraknya proyek atau gerakan mencintai lingkungan dalam berbagai bentuk dan media. 

    Tidak hanya mengenai sumber energi yang digunakan untuk sehari-hari, kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan ini membuat mereka juga mulai memperhatikan produk yang dikonsumsi. Beberapa brand yang berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan emisi karbon dalam produksinya mulai dilirik oleh sebagian konsumen. 

    Walaupun harga produk atau jasanya sedikit lebih mahal, mereka akan tetap memilih produk dengan emisi karbon yang lebih rendah.

    Penggunaan Panel Surya di Indonesia Saat Ini

    Dalam Persetujuan Paris, sebagian besar negara di dunia memutuskan untuk mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050. Salah satu negara tersebut adalah Indonesia, yang mulai membuat roadmap-nya sendiri dalam mencapai target tersebut. Salah satu usaha dekarbonisasi yang didorong oleh pemerintah Indonesia adalah penggunaan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Jalan ini dipilih karena menurut IESR, besarnya potensi energi surya di Indonesia berkisar antara 3.396 hingga 19.385 Giga Watt Peak, lebih tinggi daripada estimasi nasional yang sebesar 207 Giga Watt saja.

    Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM mulai membuat target pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap atau PLTS atap. Rencananya, 900 megawatt PLTS atap diharapkan terpasang pada 2023, 1.800 megawatt pada 2024, dan 3.600 megawatt pada tahun 2025 nanti. Untuk mencapainya, pemerintah telah menjalankan berbagai macam program, salah satunya pemasangan PLTS atap gratis untuk UMKM di beberapa daerah.

     

    Jadi, siapkah Anda untuk meningkatkan nilai jual properti Anda dan membantu pemerintah mencapai target Persetujuan Paris? Jika iya, yuk, segera rencanakan pemasangan PLTS atap! Anda harus ingat bahwa penggunaan PLTS atap untuk rumah tangga ini tidak hanya meningkatkan nilai jual properti, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memotong tagihan listrik bulanan! 

    Untuk mulai menggunakan PLTS atap, Anda cukup mencari tahu kebutuhan listrik rumah tangga Anda terlebih dahulu, dan mencari tahu berapa kapasitas panel surya yang cocok. Agar tidak bingung, gunakan saja kalkulator surya SolarHub! Kemudian, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk menemukan layanan pemasangan panel surya yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

    https://www.forbes.com/home-improvement/solar/does-solar-increase-home-value/#how_does_solar_increase_home_value_section

    https://www.architecturaldigest.com/reviews/home-improvement/do-solar-panels-increase-home-value#

    https://www.kompas.com/properti/read/2022/05/31/110000921/pasang-solar-panel-bisa-tingkatkan-nilai-properti-anda?page=all

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 7 Contoh Pemanfaatan Tenaga Surya dalam Kehidupan Sehari-hari

    7 Contoh Pemanfaatan Tenaga Surya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Saat ini, pemerintah terus mendorong penggunaan sumber energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti yang dikutip oleh IESR, semua ini dilakukan untuk mengejar target tahun 2025 nanti, yaitu penerapan energi terbarukan di Indonesia harus mencapai angka 23%. 

    Salah satu program yang terus digalakkan adalah penggunaan tenaga surya untuk rumah tangga dalam berbagai macam bentuk. Memangnya, tenaga dari matahari ini bisa digunakan untuk apa saja?

    7 Pemanfaatan Tenaga Surya untuk Sehari-hari

    Dalam konteks rumah tangga, Anda bisa menggunakan tenaga surya untuk memenuhi beragam kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

    1. Sumber listrik

    Pertama, tenaga surya bisa digunakan sebagai sumber listrik rumah tangga dengan mengintegrasikan panel surya atap, atau lebih dikenal dengan PLTS atap. Dengan sistem ini, Anda bisa memanfaatkan listrik yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari energi terbarukan, serta dengan harga yang lebih terjangkau. Saat rumah Anda dilengkapi dengan PLTS atap, maka ini juga bisa dijadikan sebagai investasi karena nilai properti Anda akan naik. 

    2. Pemanas air

    Saat ini, pemanas air bertenaga solar atau solar water heater sedang populer. Alat berupa tangki yang dipasang di atap rumah ini bisa memanaskan air hanya dengan menggunakan panas dari matahari. Kemudian, air dari tangki tersebut nantinya bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk mandi, mencuci baju, dan memasak.

    3. Kipas ventilasi

    Umumnya, kipas ventilasi berfungsi membuang udara panas dari suatu ruangan, sehingga beban pendingin ruangan jadi lebih ringan. Dengan begitu, energi yang dibutuhkan untuk menyalakan pendingin ruangan tersebut jadi lebih sedikit. 

    Agar penggunaan energi jadi lebih hemat, ada kipas ventilasi yang sepenuhnya beroperasi dengan energi terbarukan dari matahari. Artinya, kipas ventilasi jenis ini tidak memerlukan pasokan listrik konvensional karena sudah memiliki panel surya berukuran kecil yang cukup untuk menghidupkan motornya.

    4. Penghangat kolam renang

    Beberapa orang ingin bersantai dengan berenang di air hangat. Jika Anda memiliki kolam renang pribadi di rumah, Anda bisa menghangatkan air kolam renang tanpa menggunakan listrik sama sekali, lho! Caranya, Anda cukup membeli solar blanket, sebuah “selimut”yang dapat menyerap panas matahari dengan sangat baik dan menyalurkannya ke kolam renang. Solar blanket ini juga bekerja secara pasif, sehingga Anda tidak perlu merakit apapun untuk menggunakannya.

    5. Lampu outdoor

    Di jalanan, Anda pasti sering menemukan lampu penerangan yang menggunakan tenaga surya untuk menghidupkannya. Selain lampu penerangan jalan, saat ini ada banyak lampu taman atau lampu teras yang juga bisa dinyalakan hanya dengan memanfaatkan tenaga surya. Jadi, lampu tersebut tidak perlu disambungkan ke listrik rumah agar bisa hidup.

    6. Memasak

    Bagi Anda yang gemar berkemah, membeli sebuah solar cooker bisa jadi adalah sebuah investasi yang tepat. Dengan alat ini, Anda tak perlu lagi susah menyalakan api untuk memanaskan atau memasak makanan. Cukup masukkan makanan ke solar cooker, dan tunggu sesuai dengan instruksinya. Tidak hanya mudah, metode memasak ini juga lebih ramah lingkungan daripada saat Anda menggunakan kompor kemah yang menggunakan gas atau bahan bakar lainnya.

    7. Charger baterai

    Untuk mengisi daya baterai gadget, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan tenaga surya dari solar panel. Apalagi, saat ini ada banyak panel surya portable yang bisa digunakan di mana-mana selama ada sinar matahari. Teknologi ini akan sangat berguna saat Anda sedang berkemah, atau hiking di tempat yang tidak terjangkau listrik.

     

    Ternyata, manfaat tenaga surya untuk sehari-hari sangat banyak, kan? Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda menerapkan salah satu atau semua teknologi tenaga surya di atas. Misalnya, Anda bisa memasang PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Nah, kalau Anda bingung mencari vendor yang bisa membantu pemasangan tenaga surya untuk rumah Anda, cari saja di direktori SolarHub!

    Dengan direktori SolarHub, Anda bisa mencari penyedia jasa pemasangan PLTS atap terpercaya dan terdekat dengan lokasi tempat tinggal. Anda pun tidak perlu bingung lagi harus mencari informasi ke mana. Jadi, yuk, pasang panel surya untuk rumah Anda dari sekarang!

     

    Referensi:

    https://freedomsolarpower.com/blog/51-uses-of-solar-energy#

    https://www.thespruce.com/top-solar-energy-uses-1152263

    https://www.rikurenergy.com/15-common-residential-uses-of-solar-power-in-your-homes/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Konser Hemat Energi, Coldplay Gunakan Panel Surya untuk Tekan Emisi Karbon

    Konser Hemat Energi, Coldplay Gunakan Panel Surya untuk Tekan Emisi Karbon

    Pada tahun 2019 lalu, Coldplay sempat mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengadakan tur lagi karena banyaknya emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu konser. Keputusan ini diambil karena Coldplay memang dikenal sebagai band yang sering mengampanyekan gerakan cinta lingkungan. Apalagi, menurut suatu studi, konser di Britania Raya dapat menghasilkan sekitar 405 ribu ton emisi gas rumah kaca setiap tahunnya.

    Akhirnya, pada tahun 2022, Coldplay mengumumkan sebuah tur dunia bertajuk “Music of the Spheres World Tour”. Salah satu negara tujuan dari tur ini adalah Indonesia, yang akan mereka kunjungi pada bulan November 2023 nanti. 

    Tur ini berbeda dari biasanya karena Coldplay akan menerapkan berbagai macam cara untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh konser tersebut hingga 50% lebih sedikit dari biasa, salah satunya dengan panel surya. Memang, cara apa saja yang dilakukan oleh Coldplay untuk mengurangi emisi karbon dari suatu konser?

    Panel Surya di Area Konser

    Cara pertama yang akan dilakukan oleh Coldplay adalah dengan menggunakan PLTS untuk membangkitkan energi yang digunakan saat konser. Jenis PLTS yang akan digunakan ini adalah panel surya tipe solar tiles. Panel surya ini memiliki bentuk seperti panel atap rumah, sehingga lebih ringkas dan bisa dipasang tanpa penyangga tambahan. Tipe ini dipilih karena proses bongkar pasangnya yang mempermudah perpindahan dari venue satu ke venue berikutnya.

    Energi Kinetik dari Fans

    Berikutnya, konser Coldplay juga akan menerapkan penggunaan teknologi yang bisa merubah energi kinetik menjadi energi listrik. Teknologi yang disebut “Kinetic Floors” ini akan dipasang di beberapa area konser, sehingga loncatan atau dansa dari penonton bisa diubah menjadi energi listrik. Tidak berhenti di sini, Coldplay juga akan menyediakan beberapa sepeda statis yang bisa dicoba oleh fans. Nantinya, energi kinetik dari sepeda ini juga akan diubah menjadi energi listrik.

    Kolaborasi dengan BMW

    Dari banyaknya sumber energi yang akan digunakan, di manakah energi ini akan disimpan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Coldplay telah bekerja sama dengan BMW untuk menciptakan baterai rechargeable khusus untuk event besar, dan bisa diisi ulang menggunakan beragam energi terbarukan. 

    Selain dengan sumber energi kinetik dan panel surya, sumber energi lainnya yang akan digunakan untuk mengisi ulang baterai ini adalah biosolar dari minyak bekas. Baterai ini sendiri merupakan baterai bekas dari mobil BMW i3 yang didaur ulang. Artinya, pembuatan baterai ini pun bisa dibilang ramah lingkungan.

    Material Daur Ulang untuk Panggung, Gelang Penonton, dan Stage Effect

    Tidak hanya dari sumber energi, Coldplay juga menggunakan beragam bahan ramah lingkungan untuk komponen konser lainnya. Misalnya dalam membangun panggung, Coldplay akan menggunakan bahan-bahan yang proses pembuatannya tidak menghasilkan terlalu banyak emisi karbon. Mereka juga menggunakan besi daur ulang sebagai komponen utama kerangka panggung.

    Lalu, Coldplay akan membagikan gelang LED plant-based kepada para penontonnya. Nantinya, penonton dianjurkan untuk mengembalikan gelang tersebut kepada panitia supaya bisa dibersihkan dan diisi kembali dayanya untuk konser Coldplay berikutnya. 

    Terakhir, stage effect yang akan digunakan oleh Coldplay pun juga akan dibuat se-ramah lingkungan mungkin. Misalnya untuk sistem confetti, bahan yang digunakan adalah bahan biodegradable dan tidak beracun. Pyrotechnics yang akan digunakan pun juga dibuat dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan bahan kimia yang berbahaya.

    Menyumbang Kepada Organisasi Pencinta Lingkungan

    Seberapa keras usaha pengurangan emisi karbon yang dilakukan oleh Coldplay, emisi tersebut tetap tidak bisa sepenuhnya dihindari. Chris Martin dkk. pun menyadari hal tersebut, sehingga mereka memutuskan untuk menyumbangkan sebagian penghasilan konser tersebut untuk “mengganti” emisi karbon yang muncul dari sana. Beberapa organisasi nirlaba di bidang lingkungan yang akan menerima donasi tersebut adalah ClientEarth, The Ocean Cleanup, dan One Tree Planted.

     

    Tindakan dari Coldplay ini cukup inspiratif, kan? Mereka berani untuk mempertanggungjawabkan “ulah” mereka dengan berbagai macam cara demi melestarikan lingkungan. Anda sendiri juga bisa meniru hal tersebut, lho, misalnya dengan memasang PLTS atap untuk kebutuhan listrik rumah tangga! Namun, sebelum itu, ketahui dulu kebutuhan panel surya untuk rumah tangga Anda melalui kalkulator surya SolarHub, ya! Kemudian, kunjungi direktori SolarHub untuk menemukan layanan pemasangan panel surya terdekat.

     

    Referensi:

    https://sustainability.coldplay.com/

    https://kumparan.com/widya-ayu-salsabila/ada-plts-di-konser-coldplay-1xXE35ucqLK/4

    https://www.globalcitizen.org/en/content/coldplay-eco-friendly-world-tour-2022/

    https://www.linkedin.com/pulse/news-coldplay-takes-solar-panels-them-during-concerts-de-kuijer/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Semakin hari, dampak dari krisis iklim semakin terlihat; mulai dari suhu iklim global yang terus naik hingga keanekaragaman hayati yang mulai berkurang. Jika manusia tidak melakukan perubahan kebiasaan secara masif, maka dampak krisis iklim juga akan semakin parah. Tentu saja tidak ada yang berharap hal itu terjadi, bukan?

    Maka dari itu, pemerintah dan organisasi terkait terus menggaungkan pentingnya peralihan dari energi tidak terbarukan ke energi terbarukan—seperti tenaga surya—untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Akan tetapi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya memiliki polemik tersendiri jika dikaitkan dengan keanekaragaman hayati di tempat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, sebenarnya apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati?

    Apa Itu Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati, atau dikenal juga dengan istilah biodiversity, merujuk pada keanekaragaman makhluk hidup di suatu tempat. Berdasarkan tingkatannya, biodiversity sendiri bisa dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ekosistem, tingkat spesies flora dan fauna, hingga yang paling kecil adalah tingkat gen. 

    Agar kehidupan di bumi tetap bisa berjalan dengan seimbang, biodiversity ini wajib untuk dijaga kelestariannya. Jika pada suatu ekosistem terdapat satu spesies makhluk hidup yang berkurang atau bahkan hilang, maka akan menciptakan ketidakseimbangan yang berakibat pada overpopulation spesies tertentu dan musnahnya spesies makhluk hidup lain. Hingga akhirnya, hal tersebut akan memberikan dampak pada kehidupan manusia.

    Lalu, apakah pembangkit listrik tenaga surya berpotensi menghancurkan biodiversity pada suatu daerah?

    Adakah Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Biodiversitas?

    Sekilas, pembangunan solar farm atau pusat pembangkit listrik tenaga surya terlihat tidak membahayakan ekosistem. Ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho!

    Sama seperti pembangunan infrastruktur pada umumnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari bisa mengganggu ekosistem. Apalagi, beberapa pembangkit listrik tersebut dibangun di daerah terpencil yang sebelumnya tidak tersentuh oleh tangan manusia. 

    Akibatnya, beberapa hewan maupun tumbuhan yang tinggal di tempat pembangunan tersebut akan mati atau berpindah ke tempat lain. Tidak hanya pada saat pembangunan, pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya juga bisa berbahaya bagi hewan sekitar. 

    Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya bertipe CSP (Concentrated Solar Power)  yang salah satunya terletak di Ivanpah, California. Singkatnya, CSP bekerja dengan memusatkan energi panas matahari pada satu titik, entah itu pipa air atau menara solar. Panas ini digunakan untuk mendidihkan air, yang kemudian berubah menjadi uap untuk menggerakkan generator. 

    Nah, cahaya yang muncul akibat panas terkonsentrasi itu akan menarik serangga yang memang menyukai cahaya terang, serta burung yang ingin memangsa serangga tersebut. Inilah yang menjadi alasan banyak burung terbunuh di solar farm CSP Ivanpah, California. Total, lebih dari 6000 burung mati setiap tahunnya karena hal tersebut.

    Manfaat Teknologi Tenaga Surya untuk Hewan dan Tumbuhan

    Meskipun memiliki dampak kurang menyenangkan, penggunaan teknologi tenaga surya tetap memberikan dampak positif bagi keanekaragaman hayati.  Contohnya, tentu saja  berkurangnya emisi karbon dalam produksi listrik karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dalam pembuatannya. Dengan begitu, suhu iklim global bisa kembali normal, dan hewan-hewan tidak perlu berpindah ke habitat lain yang suhunya sesuai dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.

    Selain itu, penggunaan PLTS juga bisa menghasilkan kualitas udara yang lebih baik. Itu artinya, baik hewan maupun manusia bisa memiliki life expectancy yang jauh lebih panjang karena dapat menghirup udara yang segar.

    Cara Mengatasi Risiko PLTS pada Keanekaragaman Hayati

    Dampak negatif dari pembangunan dan pengoperasian PLTS terhadap biodiversity ini sebenarnya sangat mungkin untuk diminimalisir. Misalnya saja saat membangun solar farm, pastikan bahwa tim konstruksi telah berkonsultasi dengan organisasi terkait atau pihak berwajib lainnya. Dengan begitu, tim konstruksi bisa menyesuaikan pembangunan panel surya dengan anjuran dari organisasi untuk meminimalisir dampak negatif pada keanekaragaman hayati.

    Lagipula, pembangunan PLTS sebenarnya tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh manusia. Untuk PLTS di kota misalnya, pembangunan panel surya bisa dilakukan di atap atau sisi gedung yang sebelumnya sudah dibangun.

     

    Proses konstruksi pembangkit listrik tenaga surya memang memiliki sejumlah risiko terhadap keanekaragaman hayati. Namun, ada berbagai cara untuk meminimalisir risiko tersebut Selain itu, tenaga surya juga justru membawa lebih banyak manfaat bagi semua makhluk hidup, mulai dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. 

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi untuk ikut mendukung misi global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan bagi kebutuhan sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Tertarik? Hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik Anda dengan kalkulator surya. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari tahu jasa pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/mengintip-dampak-pemanasan-global-di-kebun-raya-cibodas 

    https://iesr.or.id/perubahan-iklim-umat-manusia-menghadapi-ancaman-serius 

    https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/ 

    https://www.vox.com/2021/8/18/22556193/solar-energy-biodiversity-birds-pollinator-land 

    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364032116304622 

    https://oyarenewables.com/resources/environmental-impact-of-solar-energy-on-biodiversity/ 

    https://climatechange.ucdavis.edu/climate/news/can-solar-energy-and-wildlife-coexist 

    https://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/agrivoltaics-solar-panels-agriculture.htm#pt3 

    https://www.audubon.org/news/why-solar-power-good-birds

  • 6 Merek Fashion yang Beralih ke Tenaga Surya

    6 Merek Fashion yang Beralih ke Tenaga Surya

    Menurut sebuah penelitian, ditemukan bahwa fashion merupakan salah satu industri yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Alasannya, industri ini menjadi sumber dari 10% total emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia. Tidak berhenti di situ, industri fashion juga diketahui sebagai konsumen utama persediaan air dunia.

    Oleh karena itu, beberapa brand fashion mulai berkomitmen untuk menerapkan solusi ramah lingkungan dengan cara mereka masing-masing. Tidak hanya menerapkan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dalam operasionalnya, beberapa brand juga memiliki cara unik mereka masing-masing. 

    Brand Fashion yang Telah Menggunakan Tenaga Surya

    Hampir seluruh brand besar telah sadar akan pentingnya penggunaan energi terbarukan, termasuk di antaranya adalah brand-brand fashion. Bahkan, beberapa brand ini memiliki cara unik untuk mendorong penggunaan tenaga surya, baik dalam proses produksi maupun pada keseharian konsumen mereka. Memangnya, brand apa saja yang telah menggunakan tenaga surya?

    1. H&M

    Brand fashion pertama yang menjunjung tinggi sustainability adalah H&M, sebuah brand asal Swedia. Untuk menunjukkannya, H&M telah bekerja sama dengan GIZ, sebuah agensi pengembangan berkelanjutan asal Jerman. Bersama dengan GIZ, H&M mendukung pemasangan panel tenaga surya di beberapa supplier mereka. Sejauh ini, mereka telah membantu instalasi panel surya pada supplier mereka yang berlokasi di China dan India.

    2. Ralph Lauren

    Berikutnya, ada Ralph Lauren yang dikenal sebagai brand fashion pria asal Amerika Serikat. Pada 2019 lalu, Ralph Lauren menyatakan bergabung dengan kampanye dari The Climate Group yang diberi nama RE100. Melalui kampanye tersebut, The Climate Group akan membantu anggotanya untuk mencapai 100% penggunaan listrik dari sumber energi terbarukan sebelum tahun 2050.

    Ralph Lauren sendiri memiliki target akan mencapai angka 100% pada tahun 2025. Rencananya, brand satu ini akan melakukan power purchase agreement dengan beragam proyek tenaga surya lokal di Amerika Utara. CEO dari brand ini, Patrice Louvet, menyatakan bahwa target tersebut menunjukkan bahwa Ralph Lauren sangat mendukung usaha perlawanan terhadap krisis iklim.

    3. Pauline van Dongen

    Jika brand fashion sebelumnya melakukan power purchase agreement untuk memenuhi kewajiban menjaga sustainability, hal yang berbeda dilakukan oleh Pauline van Dongen. Brand asal Belanda ini justru menggabungkan fashion dengan teknologi untuk menciptakan pakaian yang bisa juga berfungsi sebagai panel surya.

    Nantinya, energi yang terkumpul dalam pakaian bernama Wearable Solar ini bisa digunakan untuk mengisi daya smartphone atau gadget lainnya. Tidak hanya fungsional, desain dari pakaian ini juga terlihat keren dengan gaya avant-garde.

    4. Noon Solar

    Ternyata, usaha menyatukan fashion dengan teknologi tenaga surya bukanlah hal baru. Bahkan, konsep ini sudah dilakukan sejak tahun 2003 oleh Noon Solar. Bedanya, Noon Solar menggabungkan teknologi tenaga surya dengan handbag. Dengan energi yang dikumpulkan tersebut, pengguna tas bisa mengisi daya alat elektronik mereka. 

    Sayangnya, Noon Solar telah berhenti beroperasi sejak 2010 lalu. Namun, Marianne Fairbanks, salah satu pendiri perusahaan tersebut, hingga kini masih berusaha untuk mengembangkan solar textile yang lebih efisien.

    5. Tommy Hilfiger

    Brand fashion berikutnya yang berusaha menyatukan antara produk fashion dengan teknologi tenaga surya adalah Tommy Hilfiger. Untuk mewujudkan hal tersebut, Tommy Hilfiger bekerja sama dengan sebuah startup bernama Pvilion. Startup ini sendiri sejak awal memang berencana untuk dapat mengintegrasikan panel surya dalam beragam produk sehari-hari. 

    Bersama dengan Tommy Hilfiger, Pvilion telah menciptakan beberapa produk fashion yang dilengkapi dengan panel surya. Salah satunya adalah sebuah jaket unisex yang dilengkapi dengan beberapa panel surya di bagian punggungnya. Di dalamnya, Anda bisa menemukan baterai tersembunyi dan colokan USB untuk mengisi daya gadget Anda.

    6. Silvr Lining

    Terakhir, ada brand Silvr Lining yang mengeluarkan koleksi urban sportswear dengan nama GO Collection. Keunikan dari koleksi ini adalah terintegrasinya panel surya di seluruh pakaian dalam koleksi tersebut. Jadi, Anda bisa menemukan rompi, jaket, hingga celana kargo yang dilengkapi dengan panel surya untuk mengisi daya gadget Anda. Bahkan, panel surya tersebut dapat dengan mudah dilepas agar pemilik bisa mencucinya dengan aman.

     

    Jika Anda peduli dengan perlawanan terhadap krisis iklim, tentu saja tidak ada salahnya apabila Anda mulai memilih menggunakan brand-brand yang memiliki ideologi sama. Tidak berhenti di situ, Anda juga bisa menerapkan usaha menjaga lingkungan tersebut dalam kehidupan Anda sehari-hari. Misalnya saja dengan memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Agar Anda tidak bingung, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memutuskan memasang PLTS Atap adalah mengetahui kebutuhan energi Anda. Untuk itu, Anda bisa menggunakan kalkulator surya dari SolarHub agar perhitungan makin mudah.

    Setelah itu, barulah Anda bisa mencari perusahaan penyedia panel tenaga surya terdekat dari lokasi Anda melalui direktori SolarHub. Yuk, mulai memakai panel surya untuk kebutuhan sehari-hari!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/penurunan-emisi-karbon-melalui-pengembangan-energi-terbarukan-butuh-kolaborasi-semua-pihak

    https://iesr.or.id/aktivitasmu-menyumbang-pemanasan-global-bagaimana-bisa

    https://iesr.or.id/plts-jawab-kebutuhan-industri-dan-komersial-untuk-sediakan-produk-hijau

    https://kalkulator.solarhub.id

    https://solarhub.id

    https://www.weforum.org/agenda/2020/01/fashion-industry-carbon-unsustainable-environment-pollution/

    https://www.voguebusiness.com/sustainability/inside-fashions-switch-to-green-electricity

    https://www.theguardian.com/sustainable-business/sustainable-fashion-blog/fashion-technology-renewable-energy-solar-charge-smartphone

    https://www.smithsonianmag.com/innovation/chemist-designer-team-up-to-weave-solar-panels-into-fabric-180960431/

    https://www.designnews.com/startup-brings-solar-power-urban-fashion

    https://www.whowhatwear.com/solar-powered-clothing

    https://earthtechling.com/2011/11/solar-powered-fashion-meets-high-design/

  • Benarkah Tenaga Surya Bisa Gantikan Bahan Bakar Fosil Sepenuhnya?

    Benarkah Tenaga Surya Bisa Gantikan Bahan Bakar Fosil Sepenuhnya?

    Akhir-akhir ini, mulai banyak kampanye tentang penggunaan sumber energi terbarukan untuk mengganti bahan bakar fosil, misalnya saja dengan menggunakan tenaga surya. Sebab, berdasarkan data dari BloombergNEF dalam IESR, energi terbarukan dari cahaya matahari dan angin merupakan yang paling ekonomis bagi ⅔ populasi dunia. Memangnya, apa kelebihan tenaga surya dibanding bahan bakar fosil?

    Kelebihan tenaga surya dibandingkan bahan bakar fosil

    Dalam hal ini, konteks tenaga surya yang digunakan adalah untuk PLTS Atap. Ternyata, pemanfaatan tenaga surya ini punya beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

    1. Tersedia melimpah

    Bahan bakar fosil tentunya memiliki jumlah ketersediaan yang terbatas jika dibandingkan energi terbarukan. Matahari, angin, dan air adalah tiga contoh energi terbarukan yang keberadaannya melimpah dan bersifat renewable (dapat diperbaharui). Kemungkinan punah atau menipisnya sumber energi terbarukan juga masih jauh dari jangkauan manusia.

    2. Menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah

    Kelebihan tenaga surya yang berikutnya adalah emisinya jauh lebih rendah daripada bahan bakar fosil. Bahkan, dalam proses menghasilkan energi, tenaga surya tak menghasilkan emisi apa pun yang berakibat pada naiknya suhu permukaan bumi. Sehingga, risiko krisis iklim pun dapat diminimalisir.

    3. Lebih ramah di kantong

    Selain ketersediaan yang melimpah dan emisinya lebih rendah, tenaga surya juga lebih ramah kantong. Sebab, Anda tidak perlu membayar energi yang berasal dari cahaya matahari. Akan tetapi, Anda mungkin membutuhkan pemasangan PLTS Atap di awal yang sifatnya modular dan customizable. Sehingga, penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan listrik dan kemampuan investasi Anda terhadap energi terbarukan ini.

    4. Accessible

    Jika bahan bakar fosil mesti dihasilkan dan didistribusikan oleh perusahaan-perusahaan tertentu, tenaga surya yang menjadi sumber energi terbarukan bisa Anda nikmati secara langsung di rumah Anda. Pemasangan PLTS Atap yang memanfaatkan sinar matahari tidak membutuhkan lahan baru sehingga lebih mudah dipasang, diaplikasikan, dan diakses oleh pemiliknya.

    5. Legal

    Keuntungan lain dari pemanfaatan tenaga surya sebagai pengganti bahan bakar fosil adalah legalitasnya yang sudah diakui oleh PLN. Sehingga, Anda dapat memasang panel surya on-grid maupun off-grid sesuai kebutuhan. Hal ini turut didukung oleh fakta bahwa pemerintah Indonesia sendiri memiliki target penggunaan panel surya hingga 3,6 GW pada 2025 mendatang. 

    Rencana pemerintah Indonesia mengenai listrik tenaga surya

    Seperti yang disebutkan di atas, rencana pemerintah Indonesia akan pemanfaatan energi terbarukan berupa PLTS Atap tampaknya cukup serius dengan berbagai goals untuk beberapa tahun mendatang. Semisal untuk tahun 2025, pemerintah menargetkan angka 3,6 GW berdasarkan IESR dan 5,3 GW pada 2030 berdasarkan CNBC Indonesia.

    Bahkan, ada rencana jangka panjang yang telah disampaikan oleh PLN terkait PLTU Batu Bara. Dalam draf RUPTL yang baru, tertulis rencana nol emisi pada 2060 atau lebih cepat. Untuk mendukung hal tersebut, harapannya PLTU Batu Bara sudah bisa dipensiunkan pada 2056 agar dapat memberikan ruang lebih bagi energi terbarukan.

    Jadi, bisakah tenaga surya gantikan bahan bakar fosil?

    Melihat target pemerintah Indonesia yang cukup ambisius untuk tahun 2060 mendatang, artinya peralihan bahan bakar fosil ke tenaga surya ini mungkin dicapai meski dalam waktu yang cukup lama. Butuh kesadaran dan pengaplikasian secara makro agar target zero emission bisa tercapai. Untuk itu, Anda bisa turut ambil bagian dengan menggunakan PLTS Atap guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa menggantikan bahan bakar fosil dengan tenaga surya itu tidak mustahil untuk dilakukan. Selain itu, hal ini juga akan lebih bermanfaat karena tidak berdampak buruk bagi lingkungan berkat bahan bakunya yang berasal dari sumber ramah lingkungan.

    Nah, jika Anda juga tertarik beralih ke sumber energi terbarukan untuk menyelamatkan dunia dari dampak buruk perubahan iklim, lakukan pemasangan PLTS Atap segera! Anda bisa mencari penyedia jasa pemasangan PLTS terdekat lewat website resmi SolarHub! Let’s make the world a better place!

     

    Referensi:

     

    https://iesr.or.id/en/annual-report

    https://iesr.or.id/mengejar-dan-menjaga-momentum-kenaikan-energi-surya

    https://iesr.or.id/apakah-rencana-indonesia-dalam-melepas-pltu-batubara-cukup-ambisius

    https://iesr.or.id/dukungan-regulasi-kunci-akselerasi-energi-surya

    https://iesr.or.id/download/apa-kata-mereka-testimoni-pengguna-plts-atap-di-jawa-tengah

    https://www.solopos.com/kekurangan-listrik-energi-fosil-dibanding-listrik-dari-panel-surya-1411372

    https://synteksolar.co.id/5-fakta-energi-fosil-vs-terbarukan/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20210218180119-4-224450/cuma-dari-plts-emisi-karbon-bisa-turun-8-juta-ton-di-2030

    https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/09/02/2952/indonesia.kaya.energi.surya.pemanfaatan.listrik.tenaga.surya.oleh.masyarakat.tidak.boleh.ditunda

    https://solarkita.com/blog/bisakah-energi-surya-menggantikan-energi-fosil-sepenuhnya