Author: Solarhub

  • Dusun Bondan, Daerah yang Berkembang Berkat Sumber Energi Terbarukan

    Dusun Bondan, Daerah yang Berkembang Berkat Sumber Energi Terbarukan

    Menurut data rasio elektrifikasi dari Badan Pusat Statistik atau BPS, 99,28% rumah tangga di Indonesia sudah bisa menikmati listrik. Artinya, masih ada sekitar 500 ribu rumah tangga yang belum memiliki akses terhadap kebutuhan tersebut. 

    Salah satu dusun yang baru saja mendapatkan listrik beberapa waktu terakhir adalah Dusun Bondan yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Lalu, bagaimana kisah mereka dengan adanya sumber energi terbarukan? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Gelap Gulita Sebelum Ada Listrik

    Sebelum bisa menikmati listrik dari sumber energi terbarukan, Dusun Bondan sering merasakan gelapnya malam hari tanpa pencahayaan yang memadai. Sebab, lokasi desa ini cukup terpencil, tepatnya sejauh tujuh kilometer dari desa-desa lainnya di daerah Kampung Laut. 

    Sudah lama Dusun Bondan sulit mendapatkan akses listrik dari PLN karena membutuhkan kabel yang bisa membentang sepanjang tujuh kilometer untuk menjangkau desa ini. Belum lagi, di sepanjang jalan, ada banyak rawa dan hutan mangrove yang mempersulit jalur kabel. Akibatnya, para penduduk dusun hanya bisa mengandalkan lampu pelita yang menggunakan minyak tanah. 

    Minimnya penerangan pada malam hari juga mempersulit anak-anak Dusun Bondan untuk belajar atau mengerjakan PR, dan mereka tidak bisa menonton televisi untuk mengisi waktu. Selain itu, karena Dusun Bondan kekurangan sumber air bersih, para warga harus berjalan melewati Laguna Segara Anakan menuju Nusa Kambangan demi mendapatkan air pada malam hari yang gelap gulita.

    Pertamina Kilang Cilacap Inisiasi Desa Energi Berdikari Cilacap

    Akan tetapi, sejak Pertamina Kilang Cilacap menjalankan inisiatif Desa Energi Berdikari Cilacap, kondisi Dusun Bondan berubah drastis. Untuk mewujudkannya, Pertamina Kilang Cilacap mendirikan sumber energi terbarukan dengan teknologi Hybrid Energy One Pole (HEOP). 

    Sesuai namanya, instalasi energi listrik terbarukan ini memadukan performa kincir angin dan panel surya untuk menerangi Dusun Bondan. Awalnya, pembangkit listrik ini mampu menyalurkan listrik kepada tiga sampai lima rumah di Dusun Bondan. 

    Namun, untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, pertamina Kilang Cilacap membangun sebuah pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH). Pada dasarnya, cara kerja PLTH tidak berbeda jauh dengan teknologi HEOP dari sebelumnya karena masih menggunakan tenaga angin dan cahaya matahari. 

    Bedanya, PLTH mampu menerangi lebih banyak rumah karena kapasitasnya juga lebih besar jika dibandingkan dengan HEOP. Pada tahun 2018, kapasitas PLTH tersebut sebesar 6.000 watt peak (Wp), tetapi angkanya sudah meningkat hingga 16.200 Wp per tahun 2020. Hasilnya, PLTH ini mampu menerangi 78 rumah warga, gedung sekolah, masjid raya, dan tambak perikanan di Dusun Bondan.

    Berkembangnya UMKM Setelah Ada Listrik

    Berkat adanya listrik yang memadai dari sumber energi terbarukan, UMKM di Dusun Bondan juga semakin berkembang hingga lebih kompetitif. Warga dusun yang semula hanya bekerja sebagai nelayan ikan, udang, dan kerang, kini juga bisa memulai bisnis wirausaha di tambak perikanan karena mereka dapat menggunakan peralatan listrik.

    Misalnya, para ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Bondan membentuk kelompok usaha Ibu Mandiri, sebuah wadah UMKM yang bertujuan memberdayakan kemampuan berwirausaha perempuan. Dahulu, ketika Dusun Bondan belum dialiri listrik, para nelayan tidak punya pilihan selain menjual hasil laut sebelum masa panen kepada tengkulak demi menjaga perputaran modal. 

    Namun, melalui kelompok Ibu Mandiri, para warga dusun dapat menyimpan dan mengolah hasil panen di tambak perikanan menjadi berbagai produk pangan. Beberapa di antaranya adalah kerupuk dan sistik yang terbuat dari ikan serta udang. Dengan adanya produk yang lebih beragam, mereka juga bisa menghasilkan lebih banyak uang tanpa harus bergantung pada tengkulak seperti sebelumnya. Bahkan, Ibu Mandiri sudah pernah membuka booth di acara Cilacap Expo 2019 dengan dukungan organisasi Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI).

     

    Sumber energi terbarukan yang bersih sangat diperlukan oleh daerah yang belum terelektrifikasi. Sebab, dengan adanya penerangan dan aliran listrik untuk menggunakan peralatan yang praktis, taraf hidup mereka akan meningkat. Pada saat yang bersamaan, penggunaan listrik terbarukan ini juga akan membantu pelestarian lingkungan dengan mengurangi jejak karbon. 

    Sebagaimana para warga Dusun Bondan, Anda juga bisa menggunakan energi bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, misalnya dengan memasang PLTS Atap. Anda dapat memulai dengan mengetahui kapasitas panel surya yang dibutuhkan terlebih dahulu melalui kalkulator surya SolarHub. Setelah itu, temukan vendor pemasangan PLTS Atap yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://jamtani.or.id/public/programkerja/8/keterlibatan-kelompok-ibu-mandiri-dalam-pameran-produk-cilacap-expo-2019

    https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57766814

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Sejak beberapa tahun terakhir, Provinsi Jawa Tengah terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Energi terbarukan yang dimaksud berupa PLTS Atap, Biogas, Pompa Air Tenaga Surya, PLTMH, dan masih banyak lagi. 

    Total, 13,38% bauran energi di Jawa Tengah berasal dari sumber energi terbarukan tersebut pada tahun 2021 kemarin. Hingga saat ini, proyek-proyek energi terbarukan masih terus dikembangkan dan diinisiasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Lalu, bagaimana progresnya?

    Adakan Kegiatan Berjudul “Jelajah Energi”

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah—melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah—bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform  (IESR) melaksanakan kegiatan Jelajah Energi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, tim Jelajah Energi blusukan menuju ke beberapa daerah di Jawa Tengah untuk mempublikasikan praktik pemanfaatan energi terbarukan. 

    Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa ada banyak lapisan masyarakat yang telah terbantu dengan dibangunnya pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Uniknya, tiap proyek yang dikunjungi oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah tersebut memiliki model partisipasi warga yang berbeda.

    Model partisipasi pertama adalah kolaborasi multi-pihak. Di sini, setiap pihak memiliki kebutuhan serta kemampuannya masing-masing dalam mewujudkan adanya pembangkit listrik energi terbarukan. 

    Kemudian, ada juga kolaborasi pengoperasian fasilitas. Pada model ini, pemerintah atau pihak lainnya membantu pembangunan fasilitas, yang kemudian dioperasikan oleh warga sekitar dengan biaya iuran dari tiap warga. Terakhir, ada kolaborasi gethuk tular, atau pembangunan oleh warga yang terinspirasi dari pembangunan fasilitas sebelumnya.

    Peran Pemerintah dan Masyarakat

    Dari ketiga model partisipasi pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemukan oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah di Lapangan, ketiganya memiliki satu kesamaan: berasaskan pada gotong-royong. 

    Ya, tiap pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah Jawa Tengah ini merupakan usaha kolektif dari pemerintah, warga sekitar, serta pihak-pihak lainnya yang turut membantu. Umumnya, tujuan utama kerja sama ini ada dua, yaitu untuk mengenalkan sumber energi terbarukan, serta memenuhi kebutuhan warga sekitar akan sumber energi yang lebih efektif dan terjangkau. Inilah alasan mengapa seluruh pihak sama-sama diuntungkan dengan pembangunan fasilitas energi terbarukan tersebut.

    Bukan Hanya Dana, Inisiatif dan Kepemimpinan Juga Penting 

    Dalam setiap proyek pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemui tim Jelajah Energi Jawa Tengah, semua berawal dari sebuah inisiasi. Ini bisa datang dari mana saja, baik pemerintah, masyarakat, atau pihak-pihak lainnya. 

    Misalnya saja saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari bagaimana tingginya potensi teknis energi solar di Jawa Tengah. Kemudian, muncullah inisiatif untuk menjalankan program Jateng Solar Province yang dipraktikkan dengan memberi bantuan pemasangan PLTS untuk UMKM di beberapa daerah.

    Oleh karena itu, bisa dibilang kunci utama dari keberhasilan terciptanya beberapa proyek energi terbarukan ini bukan hanya dana semata; melainkan juga inisiatif dari berbagai pihak serta kepemimpinan daerah dan komunitas yang peduli. Kombinasi antara ketiga faktor tersebut terbukti bisa mendorong proses transisi energi yang memang membutuhkan investasi tidak murah serta perawatan secara berkala. 

    Lalu, bagaimana contoh implementasi energi terbarukan yang sudah berhasil terlaksana dengan baik?

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan: PATS di Purworejo 

    Dulu di Desa Krandegan, masyarakat memanfaatkan pompa berbahan bakar diesel untuk melakukan irigasi sawah. Karena pompa tersebut merupakan pompa tua, masyarakat sekitar kesulitan untuk menggunakannya secara efektif. 

    Mendengar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi pompa. Setelah melakukan diskusi, pemerintah memutuskan bahwa mereka akan memasang Pompa Air Tenaga Surya untuk menggantikan pompa diesel tua tersebut.

    Inisiatif tersebut disambut baik oleh warga sekitar Desa Krandegan. Apalagi, mayoritas penduduk yang berjumlah ratusan itu berprofesi sebagai petani. Pompa yang menyalurkan air dari Sungai Dolang ke area sawah ini membuat masyarakat bisa tanam dan panen hingga tiga kali per tahun. Ini karena sebelumnya, masa tanam di musim kemarau sering gagal akibat kurangnya pasokan air.

     

    Bagaimanapun juga, usaha untuk melakukan transisi energi ke energi terbarukan memang merupakan upaya kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang membantu. Itulah mengapa gotong royong sangat diperlukan untuk mewujudkan misi global mengurangi dampak krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu misi global tersebut dengan melakukan pemasangan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat. Anda tidak perlu bingung mencari penyedia layanan tersebut karena ada direktori dari SolarHub yang bisa Anda jadikan acuan.

     

    Referensi:

    https://jatengprov.go.id/publik/jelajah-energi-jateng-kampanyekan-energi-baru-terbarukan/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Pemasangan Panel Surya Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

    Pemasangan Panel Surya Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

    Umumnya, perusahaan-perusahaan besar memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi kembali (give back) kepada masyarakatnya, tak terkecuali PT Pertamina (Persero). Oleh karena itu, Pertamina melalui Pertamina Refinery Unit IV Cilacap atau Pertamina Kilang Cilacap menginisiasi Desa Energi Berdikari Cilacap (DEBC) dengan melakukan pemasangan panel surya.

    Program ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk menyalurkan energi hijau yang terjangkau dan berkelanjutan ke desa terpencil, serta mengenalkan bentuk energi hijau itu sendiri. Lalu, bagaimana jalannya program DEBC tersebut?

    Mengenal Dusun Bondan Sebelum DEBC

    Terletak di daerah Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Dusun Bondan merupakan daerah yang sangat terisolasi. Bahkan, jarak dari dusun ini ke dusun terdekat bisa mencapai tujuh kilometer jauhnya. Karena alasan ini, PLN sulit untuk memberikan akses listrik ke dusun. Apalagi, medan yang perlu dilewati berupa rawa-rawa dan hutan bakau.

    Sebelum program Desa Energi Berdikari Cilacap berjalan, Dusun Bondan sudah pasti gelap gulita saat malam. Untuk penerangan, mereka hanya memanfaatkan lampu dengan bahan bakar minyak tanah. Hiburan seperti televisi pun jelas tidak bisa dinikmati oleh penduduk dusun tersebut. Terparah, penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai petambak harus menjual hasilnya dalam harga murah karena tidak memiliki freezer untuk menyimpan hasil panen yang tidak terolah.

    Awali dengan Hybrid Energy One Pole (HEOP)

    Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pertamina Kilang Cilacap mulai mengembangkan program DEBC dengan membangun pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Untuk Dusun Bondan, energi terbarukan yang dipilih adalah energi surya dan energi angin yang selalu tersedia di daerah ini.

    Akhirnya, Pertamina menerapkan teknologi Hybrid Energy One Pole yang menggabungkan pemasangan panel surya dengan kincir angin dalam satu instalasi. Satu buah instalasi tersebut ternyata berhasil mengalirkan listrik untuk 3-5 rumah. Karena merasa kurang, Pertamina pun memberikan bantuan selanjutnya.

    Dilanjutkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH)

    Setelah dua tahun HEOP berhasil menerangi beberapa rumah di Dusun Bondan, Pertamina kembali untuk memberi bantuan pembangunan pembangkit listrik lagi. Kali ini, metodenya tetap dengan melakukan pemasangan panel surya dan kincir angin dalam satu instalasi. Hanya saja, kapasitas daya listrik yang dihasilkan jadi semakin besar. Teknologi ini dinamakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid atau PLTH. 

    PLTH yang telah dibangun ini terus dikembangkan hingga pada tahun 2020, ia memiliki kekuatan hingga 16200 Watt-peak. Dengan daya sebesar itu, hampir 80 rumah penduduk, sekolah, tambak, dan masjid mendapatkan penerangan yang mumpuni. 

    Biaya tagihan listrik per bulan pun bisa dikatakan murah. Dalam sebulan, iuran yang ditarik pada warga Dusun Bondan hanyalah Rp25 ribu saja. Dengan biaya tersebut, warga bisa menikmati pemakaian daya 500 Watt. Tentu saja, masyarakat juga bisa menambah daya dengan biaya tambahan pula. Salah satu alasan mengapa biayanya bisa murah karena Pertamina tidak mengambil dana tersebut. Iuran yang ditarik dikumpulkan untuk biaya pemeliharaan komponen pembangkit listrik.

    Beri Dampak pada UMKM Tambak Setempat

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebagian besar warga di Dusun Bondan bermata pencaharian sebagai petambak atau nelayan ikan. Hasil panen mereka ini nantinya dijual ke tengkulak atau diolah untuk menjadi makanan. Setelah masuknya listrik lewat HEOP dan PLTH, kegiatan usaha masyarakat tersebut akhirnya terus berkembang.

    Salah satunya buktinya dialami oleh kelompok usaha Ibu Mandiri yang berhasil mengolah hasil panen menjadi produk baru dengan nilai ekonomi tinggi. Wadah ini sendiri beranggotakan para perempuan di Dusun Bondan yang berprofesi mengolah ikan, udang, dan hasil panen lainnya. 

    Hasil olahan dari kelompok usaha Ibu Mandiri ini sangat beragam. Misalnya saja, udang dan ikan diolah untuk menjadi kerupuk dan abon. Kemudian, limbah sisa produksi seperti tulang ikan dan kulit udang akan diolah menjadi terasi atau tepung pakan ikan. Tidak hanya untuk dijual, tentu saja hasil produksi ini juga bisa digunakan kembali untuk kebutuhan warga Dusun Bondan sendiri.

     

    Menurut data dari Pertamina, pemasangan panel surya dan kincir angin di Dusun Bondan ini bisa menurunkan emisi karbon hingga 1,1 ton CO2. Ini karena keseluruhan proses pembangkitan listrik bersumber dari energi bersih tanpa emisi karbon. Total, ada 15 kincir angin dan 24 panel surya yang terpasang di Dusun Bondan. Langkah baik ini dilakukan dengan tujuan yang baik pula, yaitu untuk membantu misi global mengurangi dampak krisis iklim.

    Anda sendiri sebenarnya juga bisa membantu misi ini dengan melakukan pemasangan panel surya berupa PLTS Atap untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Hitung dulu kebutuhan kapasitas panel surya Anda dengan menghitungnya melalui kalkulator surya! Setelah itu, Anda bisa mencari layanan pemasangan panel surya terdekat dengan mencarinya pada direktori SolarHub.

     

     

  • Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Demi mendukung misi global mencapai net zero emission sebelum tahun 2050, seluruh negara menggalakkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari dan industri. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat dan bisnis untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Semua ini dilakukan untuk mengurangi dampak krisis iklim yang masih terus mengancam secara global, termasuk Indonesia.

    Pemerintah Indonesia sendiri juga terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk memproduksi listrik. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Demi membantu UMKM di beberapa daerah di Jawa Tengah, Pemprov Jateng membagikan panel surya untuk memproduksi listrik yang membuat tagihan listrik UMKM tersebut berkurang hingga separuhnya. 

    Memangnya, seberapa besar potensi tenaga surya dari Jawa Tengah?

    Potensi Tenaga Surya di Jawa Tengah

    Menurut laporan dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga provinsi di Indonesia dengan potensi teknis energi surya atap tertinggi. Provinsi satu ini hanya kalah dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang berada di posisi pertama dan kedua.

    Tepatnya, potensi teknis tenaga surya atap di Jawa Tengah berada di angka 32,5-109,6 gigaWatt-peak (gWp). Dengan catatan, potensi teknis ini hanya menghitung potensi tenaga surya berdasarkan data pelanggan PLN untuk bangunan rumah. Artinya, studi ini tidak menghitung potensi teknis tenaga surya pada bangunan komersial seperti gedung perkantoran.

    Melihat besarnya potensi tersebut, tidak heran kalau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha untuk mewujudkan inisiatif Jateng Solar Province. Inisiatif bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan IESR. Hal ini merujuk pada program dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan panel surya dalam pembangkitan listrik. Lalu, bagaimana strategi dari pemerintah Jawa Tengah?

    Strategi Pemerintah Jawa Tengah Mengenai Tenaga Surya

    Komitmen Pemprov Jateng terhadap pengembangan PLTS skala besar bisa terlihat dari strategi yang sudah dijalankan selama ini. Salah satunya, pemerintah daerah telah mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk beberapa program pengembangan dan instalasi PLTS. Beberapa program yang dimaksud adalah PLTS Solar Home System, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, PLTS atap pada bangunan publik, dan masih banyak lagi. 

    Menurut Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Jawa Tengah, sudah ada banyak PLTS yang terbangun di Jawa Tengah. Total, ada 995 kWp PLTS yang sudah terpasang dan akan terus bertambah. Sampai saat ini, beberapa UMKM, pondok pesantren, maupun bangunan lainnya juga sedang dalam proses pelaksanaan transisi energi ke energi terbarukan berupa panel surya.

    Selain memasang PLTS Atap di beberapa bangunan publik atau fasilitas umum lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang merencanakan dibangunnya PLTS terapung. Sesuai namanya, PLTS terapung adalah PLTS yang diletakkan di atas air seperti laut, danau, atau dalam kasus ini, waduk. Setelah bekerja sama dengan IESR, Pemprov Jateng berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi pembangunan PLTS terapung yang memiliki potensi teknis total hingga 723 megaWatt-peak (MWp).

    Pentingnya Peran Sektor Komersial dan Industri

    Untuk mewujudkan Jateng Solar Province, Pemerintah Provinsi Jateng membutuhkan bantuan dari sektor komersial dan industri. Mengapa demikian?

    Saat ini, sektor komersial dan industri sedang menghadapi tantangan untuk segera menerapkan praktik green industry. Maksudnya, sebuah bisnis harus menyeimbangkan antara emisi karbon yang dihasilkan, dengan emisi karbon yang dihilangkan dalam seluruh rantai pasok. Dalam masa transisi menuju zero carbon emission tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis tersebut adalah dengan berinvestasi pada solar farm atau PLTS Atap. 

    Terbukti hingga 2021, 48% dari total kapasitas PLTS yang terpasang ternyata berasal dari sektor komersial dan industri. Tepatnya, ada 4,3 MWp dari keseluruhan 8,8 MWp kapasitas energi dari panel surya yang ada di Jawa Tengah.

    Hasil Efek Domino dari Permintaan Pasar Terhadap Industri Hijau

    Tingginya peran sektor komersial dan industri dalam penggalakan untuk menerapkan energi terbarukan ini merupakan efek domino dari tingginya minat masyarakat terhadap industri hijau. Ya, saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya misi mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050 untuk melawan krisis iklim. Oleh karena itu, mereka menuntut sektor industri untuk melakukan transisi dan menggunakan energi terbarukan. 

    Untuk memenuhi tuntutan tersebut, akhirnya beberapa perusahaan dan bisnis mulai melakukan transisi penggunaan energi terbarukan, tak terkecuali industri di Jawa Tengah. Tidak hanya industri besar, beberapa industri UMKM juga mulai menyadari pentingnya penggunaan panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk melakukan produksi.

     

    Jika Anda juga ingin turut berkontribusi dalam mencapai misi net zero carbon emission sebelum tahun 2050, maka mulailah untuk mendukung industri yang juga peduli akan hal tersebut. Sebagai cara lain, Anda sendiri juga bisa menerapkan penggunaan energi terbarukan dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Kalau Anda tertarik untuk memasang PLTS Atap, mulailah dengan menghitung kapasitas panel surya yang sesuai kebutuhan menggunakan kalkulator surya. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan pelayanan dari penyedia panel surya tepercaya yang bisa ditemukan pada direktori SolarHub di sini.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Untuk membantu UMKM seni ukir di Desa Senenan, Kabupaten Jepara bangkit kembali setelah pandemi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan berupa penyaluran PLTS Atap. Dengan bantuan tersebut, UMKM seni ukir di Desa Senenan berhasil mengurangi tagihan listrik per bulan hingga separuh dari tagihan biasanya. Tentu saja, ini akan sangat membantu usaha-usaha tersebut untuk kembali produktif menghadapi masa pascapandemi. 

    Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah pun menyampaikan pendapatnya mengenai bantuan Pemprov Jateng tersebut kepada para perajin UMKM.

    Ganjar Ingin Agar Produktivitas UMKM Meningkat

    Dalam kunjungannya ke Sentra Ukir Desa Senenan, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa salah satu tujuan diberikannya bantuan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas UMKM. Ini karena sumber listrik yang berasal dari energi terbarukan berupa PLTS dianggap lebih efisien sehingga biayanya lebih terjangkau. Inilah yang dibutuhkan oleh para perajin UMKM agar dapat kembali memulai usahanya setelah kemarin sempat kesulitan saat pandemi Covid-19 melanda.

    Selain itu, pemberian PLTS Atap kepada perajin Desa Senenan juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Mengingat, saat ini seluruh negara di dunia sedang gencar-gencarnya menggalakkan energi alternatif yang minim emisi karbon alias zero carbon emission.

    Ganjar Juga Berharap Bantuan Bisa Diberikan secara Bertahap

    Ganjar Pranowo melanjutkan, pemberian bantuan kepada sentra UMKM Desa Senenan dari Pemprov Jateng tidak berhenti di sini saja. Secara bertahap, pemerintah akan terus membantu UMKM mengenai pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa PLTS Atap tersebut. 

    Di antaranya, pemerintah akan mengajarkan bagaimana cara merawat komponen panel surya agar bisa bertahan lama. Selain itu, Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin penerapan PLTS Atap ini akan diperbanyak, dan tidak terbatas pada industri seni ukir saja.

    Industri Apa Saja yang Bisa Memanfaatkan Energi Terbarukan?

    Menurut Ganjar Pranowo, ada banyak industri rumahan lainnya yang bisa untung dengan memanfaatkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Misalnya saja untuk industri otomotif seperti bengkel. Sebagian besar alat di bengkel pastinya membutuhkan arus listrik agar dapat digunakan. Ini menyebabkan tagihan listrik yang harus dibayarkan oleh bengkel tersebut akan terus membengkak.

    Dengan menggunakan PLTS Atap, bengkel tersebut bisa mengurangi tagihan listrik dalam jumlah besar. Artinya, selisih pembayaran tagihan listrik tersebut bisa diinvestasikan untuk pembelian alat baru atau kebutuhan bengkel lainnya. 

    Selain itu, penggunaan sumber energi terbarukan juga bisa membantu sektor lainnya seperti sektor pendidikan. Misalnya saja, sebuah sekolah yang menggunakan PLTS Atap untuk menghidupkan peralatan elektronik di dalamnya bisa lebih hemat dalam membayar tagihan listrik. Dengan begitu, selisih pembayaran bisa digunakan untuk membeli alat pengajaran terbaru.

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan di Jateng 

    Di Jawa Tengah sendiri, implementasi energi terbarukan sebenarnya sudah digalakkan di beberapa titik. Selain di Desa Senenan Jepara, beberapa PLTS juga telah terpasang untuk membantu warga lokal mendapatkan listrik secara cuma-cuma. Sebut saja PLTS Pompa di Desa Kaliurip, Kabupaten Banyumas. PLTS tersebut mampu mengairi sawah para penduduk sehingga setahun bisa panen hingga tiga kali.

    Tidak hanya dalam bentuk PLTS, implementasi energi terbarukan di Jateng juga dilaksanakan dalam bentuk lainnya. Salah satunya ada PLTMH di Dusun Kali Pondoh, Cilongok. PLTMH sendiri adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Artinya, listrik berasal dari turbin yang digerakkan oleh arus air deras dari pipa utama. PLTMH ini dibangun untuk mengalirkan listrik ke rumah-rumah di Dusun Kali Pondoh, serta membantu usaha mereka untuk membuka kios maupun warung kopi mengingat dusun ini terletak dekat dengan daerah wisata Telaga Pucung.

     

    Tidak hanya di Jawa Tengah, penerapan energi terbarukan ini seharusnya digalakkan ke seluruh Indonesia. Selain untuk meningkatkan produktivitas UMKM pasca-pandemi dan mengalirkan listrik ke daerah terpelosok, pembangkit listrik dengan energi terbarukan juga sesuai dengan misi global untuk mengatasi krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu mengurangi dampak krisis iklim tersebut dengan menerapkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya saja dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Kalau tertarik, Anda bisa menghitung terlebih dahulu kebutuhan kapasitas panel surya dengan menggunakan kalkulator surya. Setelah itu, carilah jasa pemasangan PLTS Atap terdekat dengan Anda melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:
    https://kalkulator.solarhub.id/
    https://solarhub.id/

  • UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    Sebagian dari Anda mungkin telah mengenal Jepara sebagai kota ukir. Hasil karya seni ukir dari Jepara memang memiliki ragam motif yang sangat indah serta berkualitas tinggi. Saking indahnya, tidak jarang karya seni ukir dari Jepara diimpor ke beberapa negara lain, baik di Asia Tenggara maupun Amerika. Jadi, tidak heran kalau sebagian besar UMKM di Jepara menggeluti industri seni ukir ini, termasuk penduduk di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

    Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia kemarin memiliki dampak yang sangat nyata pada industri seni ukir di Desa Senenan ini. Sampai akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turun tangan memberikan bantuan dalam bentuk panel surya. Memangnya, apa yang terjadi?

    Pesanan Sepi, Usaha Terancam Mati

    Akibat pandemi Covid-19 yang terjadi, pesanan karya seni ukir relief yang diterima UMKM jadi berkurang. Dari yang tadinya bisa menjual 2-3 ukiran kayu dengan rentang harga Rp5 juta hingga Rp30 juta per bulannya, saat pandemi bisa saja benar-benar tidak ada pesanan. Ini karena para pembeli umumnya berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri.

    Mulyono, Kepala Desa Senenan, mengungkapkan bahwa semua UMKM yang menggeluti industri seni ukir mengalami masalah tersebut. Mulai dari perajin ukiran relief, ukiran perabotan rumah tangga, hingga ukiran bambu merasakan dampak berkurangnya pesanan tersebut. Beberapa pengusaha juga terpaksa menjual murah ukirannya agar tetap bisa bertahan hidup dan membeli kebutuhan pokok. 

    Saat pandemi tersebut, produksi benar-benar dihentikan karena UMKM tidak mampu untuk membayar karyawan serta tagihan listrik. Apalagi, perajin seni ukir di Desa Senenan telah menggunakan peralatan elektrik seperti bor, gergaji, hingga mesin serut.

    Bantuan dari Pemerintah Jateng Tuai Respons Positif

    Untuk membantu UMKM agar bisa kembali memulai proses produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bantuan dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang pada atap rumah usaha. Pemasangan panel surya tersebut diharapkan dapat membantu warga mengurangi jumlah tagihan listrik yang harus dikeluarkan saat melakukan produksi.

    Terbukti, pemasangan PLTS Atap tersebut benar-benar mengurangi tagihan listrik per bulan bagi tiap UMKM seni ukir di Desa Senenan Jepara. Mulyono bahkan mengungkapkan kalau tagihan listriknya berkurang hingga separuh. Dari yang biasanya mencapai Rp800 ribu per bulan, tagihan listrik usaha Mulyono saat ini berkurang menjadi Rp400 ribu saja. Dengan selisih tersebut, Mulyono bisa menggunakannya untuk membayar gaji karyawan atau keperluan usaha lainnya.

    8 dari 30 Perajin Desa Senenan Punya PLTS Atap 

    Dalam memberikan bantuannya kepada beberapa sentra kerajinan di Desa Senenan, Pemprov Jateng meminta bantuan Koperasi Industri dan Kerajinan (Koprinka) Desa Senenan untuk mengusulkan beberapa nama sentra. Akhirnya, terpilihlah beberapa sentra produksi relief seperti Oval Jati, Bumi Hijau, Carving Art, dan beberapa sentra lainnya. Total, ada delapan sentra yang mendapatkan bantuan panel surya dari 30 sentra yang ada.

    Seluruh UMKM yang mendapatkan bantuan PLTS Atap dari Pemprov Jateng mengaku sangat terbantu dengan adanya panel surya tersebut. Ini karena tagihan listrik mereka per bulan benar-benar berkurang setelah memanfaatkan PLTS Atap tersebut.

    Apa Sistem PLTS Atap yang Digunakan? 

    Sistem PLTS Atap yang diberikan kepada para perajin seni ukir di Desa Senenan ini adalah PLTS Atap on-grid. Apa maksudnya?

    PLTS on-grid adalah sebuah sistem yang dapat menghasilkan listrik dan tersambung dengan jaringan listrik (PLN). Artinya, sistem PLTS tersebut tidak membutuhkan baterai untuk menyimpan kelebihan daya listrik yang dihasilkan. Sebagai gantinya, akan terjadi proses ekspor-impor listrik dengan jaringan listrik PLN. Itulah mengapa PLN juga menyediakan net metering, sebuah alat yang dapat menunjang proses ekspor-impor tersebut.

    Sedangkan untuk kapasitas PLTS, tiap sentra UMKM mendapatkan jumlah yang beragam. Ada yang mendapatkan PLTS dengan kapasitas 2 kWp, ada juga yang sampai 3kWp. Jumlahnya disesuaikan dengan daya listrik yang sebelumnya sudah terpasang dari PLN. 

     

    Penerapan PLTS Atap pada sentra UMKM ukir relief Desa Senenan, Jepara ini bukan hanya dilakukan untuk membantu UMKM melewati sulitnya masa pandemi saja. Hal ini juga menjadi bentuk nyata dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan energi terbarukan dalam rangka melawan dampak krisis iklim. Anda sendiri juga bisa mendukung misi global tersebut dengan memasang panel surya untuk rumah tangga.

    Jadi, apakah Anda tertarik menggunakan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari? Jika iya, Anda bisa menghitung kebutuhan listrik Anda terlebih dahulu dengan kalkulator surya dari SolarHub. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari layanan pemasangan PLTS Atap yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Reference:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Semakin hari, dampak dari krisis iklim semakin terlihat; mulai dari suhu iklim global yang terus naik hingga keanekaragaman hayati yang mulai berkurang. Jika manusia tidak melakukan perubahan kebiasaan secara masif, maka dampak krisis iklim juga akan semakin parah. Tentu saja tidak ada yang berharap hal itu terjadi, bukan?

    Maka dari itu, pemerintah dan organisasi terkait terus menggaungkan pentingnya peralihan dari energi tidak terbarukan ke energi terbarukan—seperti tenaga surya—untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Akan tetapi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya memiliki polemik tersendiri jika dikaitkan dengan keanekaragaman hayati di tempat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, sebenarnya apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati?

    Apa Itu Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati, atau dikenal juga dengan istilah biodiversity, merujuk pada keanekaragaman makhluk hidup di suatu tempat. Berdasarkan tingkatannya, biodiversity sendiri bisa dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ekosistem, tingkat spesies flora dan fauna, hingga yang paling kecil adalah tingkat gen. 

    Agar kehidupan di bumi tetap bisa berjalan dengan seimbang, biodiversity ini wajib untuk dijaga kelestariannya. Jika pada suatu ekosistem terdapat satu spesies makhluk hidup yang berkurang atau bahkan hilang, maka akan menciptakan ketidakseimbangan yang berakibat pada overpopulation spesies tertentu dan musnahnya spesies makhluk hidup lain. Hingga akhirnya, hal tersebut akan memberikan dampak pada kehidupan manusia.

    Lalu, apakah pembangkit listrik tenaga surya berpotensi menghancurkan biodiversity pada suatu daerah?

    Adakah Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Biodiversitas?

    Sekilas, pembangunan solar farm atau pusat pembangkit listrik tenaga surya terlihat tidak membahayakan ekosistem. Ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho!

    Sama seperti pembangunan infrastruktur pada umumnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari bisa mengganggu ekosistem. Apalagi, beberapa pembangkit listrik tersebut dibangun di daerah terpencil yang sebelumnya tidak tersentuh oleh tangan manusia. 

    Akibatnya, beberapa hewan maupun tumbuhan yang tinggal di tempat pembangunan tersebut akan mati atau berpindah ke tempat lain. Tidak hanya pada saat pembangunan, pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya juga bisa berbahaya bagi hewan sekitar. 

    Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya bertipe CSP (Concentrated Solar Power)  yang salah satunya terletak di Ivanpah, California. Singkatnya, CSP bekerja dengan memusatkan energi panas matahari pada satu titik, entah itu pipa air atau menara solar. Panas ini digunakan untuk mendidihkan air, yang kemudian berubah menjadi uap untuk menggerakkan generator. 

    Nah, cahaya yang muncul akibat panas terkonsentrasi itu akan menarik serangga yang memang menyukai cahaya terang, serta burung yang ingin memangsa serangga tersebut. Inilah yang menjadi alasan banyak burung terbunuh di solar farm CSP Ivanpah, California. Total, lebih dari 6000 burung mati setiap tahunnya karena hal tersebut.

    Manfaat Teknologi Tenaga Surya untuk Hewan dan Tumbuhan

    Meskipun memiliki dampak kurang menyenangkan, penggunaan teknologi tenaga surya tetap memberikan dampak positif bagi keanekaragaman hayati.  Contohnya, tentu saja  berkurangnya emisi karbon dalam produksi listrik karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dalam pembuatannya. Dengan begitu, suhu iklim global bisa kembali normal, dan hewan-hewan tidak perlu berpindah ke habitat lain yang suhunya sesuai dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.

    Selain itu, penggunaan PLTS juga bisa menghasilkan kualitas udara yang lebih baik. Itu artinya, baik hewan maupun manusia bisa memiliki life expectancy yang jauh lebih panjang karena dapat menghirup udara yang segar.

    Cara Mengatasi Risiko PLTS pada Keanekaragaman Hayati

    Dampak negatif dari pembangunan dan pengoperasian PLTS terhadap biodiversity ini sebenarnya sangat mungkin untuk diminimalisir. Misalnya saja saat membangun solar farm, pastikan bahwa tim konstruksi telah berkonsultasi dengan organisasi terkait atau pihak berwajib lainnya. Dengan begitu, tim konstruksi bisa menyesuaikan pembangunan panel surya dengan anjuran dari organisasi untuk meminimalisir dampak negatif pada keanekaragaman hayati.

    Lagipula, pembangunan PLTS sebenarnya tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh manusia. Untuk PLTS di kota misalnya, pembangunan panel surya bisa dilakukan di atap atau sisi gedung yang sebelumnya sudah dibangun.

     

    Proses konstruksi pembangkit listrik tenaga surya memang memiliki sejumlah risiko terhadap keanekaragaman hayati. Namun, ada berbagai cara untuk meminimalisir risiko tersebut Selain itu, tenaga surya juga justru membawa lebih banyak manfaat bagi semua makhluk hidup, mulai dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. 

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi untuk ikut mendukung misi global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan bagi kebutuhan sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Tertarik? Hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik Anda dengan kalkulator surya. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari tahu jasa pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/mengintip-dampak-pemanasan-global-di-kebun-raya-cibodas 

    https://iesr.or.id/perubahan-iklim-umat-manusia-menghadapi-ancaman-serius 

    https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/ 

    https://www.vox.com/2021/8/18/22556193/solar-energy-biodiversity-birds-pollinator-land 

    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364032116304622 

    https://oyarenewables.com/resources/environmental-impact-of-solar-energy-on-biodiversity/ 

    https://climatechange.ucdavis.edu/climate/news/can-solar-energy-and-wildlife-coexist 

    https://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/agrivoltaics-solar-panels-agriculture.htm#pt3 

    https://www.audubon.org/news/why-solar-power-good-birds

  • Begini Cara Kerja Kendaraan Listrik dengan Panel Tenaga Surya!

    Begini Cara Kerja Kendaraan Listrik dengan Panel Tenaga Surya!

    Salah satu langkah yang diterapkan oleh berbagai negara di dunia untuk mengurangi emisi karbon hingga 0% adalah dengan menggalakkan penggunaan kendaraan listrik. Untuk menyukseskan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah mengguyurkan insentif kepada masyarakat yang membeli mobil dan motor bertenaga listrik dengan beberapa syarat dan ketentuan.

    Namun, menggunakan kendaraan listrik saja tidak cukup. Ini karena listrik yang digunakan untuk menghidupkan kendaraan tersebut bisa saja bersumber dari energi yang tidak terbarukan, seperti batu bara. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini telah muncul sebuah inovasi yang cukup unik, yaitu mobil bertenaga surya. Ya, kendaraan ini dilengkapi dengan panel tenaga surya yang berfungsi untuk mengumpulkan energi dari sinar matahari. Lalu, bagaimana cara kerjanya?

    Prinsip Dasar Kendaraan Listrik dengan Panel Tenaga Surya

    Kendaraan listrik bertenaga surya memiliki prinsip dasar yang sama dengan penggunaan panel tenaga surya pada umumnya. Beberapa panel surya dengan komponen photovoltaic akan dipasang pada bagian atap dan sisi mobil. Kemudian, sinar matahari yang diserap akan diubah menjadi energi listrik dan disimpan dalam suatu baterai. Nah, baterai inilah yang digunakan sebagai sumber energi penggerak mobil. 

    Hingga saat ini, belum ada mobil bertenaga surya yang diproduksi secara massal. Ini karena baik pabrikan mobil maupun pabrikan panel surya belum menemukan cara menghasilkan energi yang cukup untuk memaksimalkan jarak tempuh mobil. Beberapa pabrikan mobil pun mengakalinya dengan menggunakan sistem hybrid, yang berarti mobil bisa memanfaatkan listrik yang dihasilkan dari panel tenaga surya yang terpasang, atau mengisi daya listrik di charging station.

    Kelebihan Kendaraan Listrik Bertenaga Surya

    Jika kendaraan listrik bertenaga surya ini benar-benar akan terwujud di masa depan, maka akan ada beberapa kelebihan yang bisa dirasakan oleh pengemudi maupun lingkungan sekitar. Apa saja kelebihannya?

    1. Bebas emisi karbon

    Pertama, sudah pasti kendaraan listrik bertenaga surya akan bebas emisi karbon. Ini karena dalam menggerakkan mobil, tidak dibutuhkan adanya proses pembakaran bahan bakar apa pun. Tentu saja, kendaraan listrik bertenaga surya ini juga akan semakin bebas emisi karbon jika pada kemudian hari, ilmuwan bisa menemukan bagaimana cara memproduksi panel tenaga surya dan baterai mobil listrik dengan lebih ramah lingkungan.

    2. Lebih senyap

    Karena mesinnya yang lebih simpel, maka mobil listrik akan terasa jauh lebih senyap jika dibandingkan dengan mobil konvensional yang berbahan bakar bensin maupun diesel. Artinya, mobil listrik bertenaga surya tidak hanya akan mengurangi polusi udara, tapi juga polusi suara lalu lintas.

    3. Hemat biaya perawatan

    Dibandingkan dengan mobil konvensional yang berbahan bakar bensin atau diesel, mobil listrik akan lebih mudah dan lebih hemat untuk dirawat. Hal ini tidak terlepas dari mekanisme mobil listrik yang lebih simpel daripada mobil konvensional, sehingga komponen dalam mobil listrik pun juga lebih sedikit. 

    4. Irit biaya bahan bakar

    Terakhir, tentu saja mobil listrik akan menghemat pengeluaran untuk bahan bakar sehari-hari. Apalagi, jika di masa depan nanti akan ada mobil listrik yang secara penuh mengandalkan tenaga surya saja untuk dapat digunakan dengan jarak tempuh yang jauh. Anda tidak perlu lagi menghabiskan uang untuk membeli bahan bakar fosil atau mampir ke charging station untuk mengisi daya baterai mobil listrik.

    Kapan Kendaraan Bertenaga Surya Mulai Beredar di Pasaran?

    Meskipun secara teori cukup menjanjikan, masih dibutuhkan inovasi dalam dunia otomotif maupun energi surya agar mobil listrik bertenaga surya bisa digunakan secara praktikal. Ini karena terbatasnya jumlah komponen photovoltaic yang bisa ditaruh pada sebuah mobil tanpa membuat mobil jadi terlalu berat. Selain itu, mahalnya panel surya yang tipis dan efektif juga menjadi pertimbangan para pabrikan mobil yang tidak ingin menjual produknya dengan harga terlalu mahal.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir karena teknologi panel tenaga surya hingga saat ini masih terus dikembangkan. Inovasi-inovasi terus dikeluarkan untuk meningkatkan tingkat efektivitas, memperkecil ukuran, dan mempermurah panel surya. 

    Dalam beberapa tahun, bukan tidak mungkin kalau mobil bertenaga surya ini mulai beredar di pasaran Indonesia. Apalagi, mengingat kalau pada tahun 2022 kemarin sebuah start-up otomotif asal California, Aptera, telah mengumumkan akan segera memproduksi massal mobil tenaga surya mereka yang bernama ‘Sol’.

     

    Hingga saat ini, memang belum ada kendaraan listrik bertenaga surya yang telah dipasarkan di Indonesia. Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa berkontribusi untuk mengurangi emisi karbon global. Misalnya, Anda bisa mulai menggunakan sumber energi terbarukan untuk kebutuhan listrik sehari-hari, seperti dengan memasang PLTS Atap di rumah. 

    Selain menghasilkan emisi karbon yang minim, memasang PLTS Atap juga bisa membantu Anda menghemat energi setiap bulannya. Kalau tertarik, Anda bisa mulai dengan menghitung kebutuhan listrik Anda menggunakan kalkulator surya dari SolarHub. Setelah itu, carilah informasi mengenai vendor pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat dengan memanfaatkan direktori yang juga disediakan oleh SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/insentif-cara-dongkrak-adopsi-kendaraan-listrik

    https://iesr.or.id/ievo-2023-meninjau-ekosistem-kendaraan-listrik-indonesia

    https://iesr.or.id/kata-data-beli-kendaraan-listrik-akan-disubsidi-ini-biaya-bbm-yang-bisa-dihemat

    https://interestingengineering.com/transportation/all-you-need-to-know-about-solar-powered-cars

    https://www.carsdirect.com/green-cars/how-does-a-solar-electric-car-work

    https://solarpowernerd.com/benefits-of-solar-energy-cars/

    https://www.theautochannel.com/news/2022/04/18/1131745-everything-you-need-to-know-about-solar-powered-cars.html

    https://solarhub.id/listing-category/perusahaan

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 7 Inovasi Canggih dalam Teknologi Panel Surya

    7 Inovasi Canggih dalam Teknologi Panel Surya

    Percepatan peralihan ke energi terbarukan, termasuk energi surya, sangatlah penting untuk meminimalisir dampak dari krisis iklim secara global. Itulah mengapa pemerintah Indonesia dan negara-negara lainnya terus menggalakkan program yang mengajak masyarakat beralih menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Sayangnya, ada saja hambatan yang menyebabkan penerapan energi terbarukan tersebut tidak bisa dilakukan secara masif. Mulai dari hambatan teknologi, biaya, hingga aksesibilitas.

    Untuk itu, ilmuwan di seluruh dunia terus berinovasi untuk menciptakan panel surya yang lebih efektif, serta mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Memangnya, apa saja inovasi panel surya yang saat ini sedang dikembangkan?

    7 Inovasi Teknologi Panel Surya

    Dari banyaknya inovasi teknologi panel surya yang dicetuskan oleh beberapa tim ilmuwan dari seluruh dunia, berikut adalah tujuh di antaranya yang wajib untuk Anda ketahui:

    1. Panel surya kristal perovskite

    Umumnya, untuk menangkap sinar matahari, sebuah panel surya menggunakan bahan yang berasal dari polysilicon murni. Sayangnya, bahan ini hanya dapat menyerap sekitar 34% dari sinar matahari tersebut. Oleh karena itu, ilmuwan terus mengembangkan penggunaan bahan lainnya untuk menyerap sinar matahari yang tidak terserap oleh polysilicon. 

    Saat ini, opsi yang sedang dikembangkan adalah material berbahan dasar dari kristal perovskite. Jika digunakan bersamaan dengan material yang berbahan silikon, perovskite dapat meningkatkan penyerapan sinar matahari yang diubah menjadi energi listrik. Namun, masalah terbesar dari perkembangan material satu ini adalah daya tahannya yang belum teruji.

    2. Solar window

    Solar window adalah sebuah teknologi yang cara kerjanya sama seperti panel surya biasa. Hanya saja, panel surya yang digunakan menjadi solar window bersifat transparan alias tembus pandang. Oleh karena itu, panel surya solar window bisa dipasang sebagai pengganti jendela, tidak harus di pasang di solar farm, atau atap suatu bangunan.

    3. Solar paint

    Tidak hanya dikembangkan untuk meningkatkan tingkat efektivitas panel surya silikon, saat ini kristal perovskite juga sedang dikembangkan untuk menjadi solar paint. Sesuai namanya, solar paint adalah sebuah cat yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Namun, hingga saat ini produk yang telah dikeluarkan masih berupa prototype saja.

    4. Lapisan film surya tipis

    Saat ini, beberapa kelompok ilmuwan di seluruh dunia juga sedang mengembangkan panel surya dengan ketebalan setipis mungkin. Tujuannya agar panel surya menjadi sumber energi yang lebih portable serta lebih mudah diimplementasikan untuk kebutuhan sehari-hari.

    5. Panel spektrum inframerah

    Umumnya, panel surya menyerap cahaya matahari yang gelombangnya termasuk ke dalam visible light atau cahaya tampak. Artinya, ada jenis gelombang lainnya yang tidak terserap oleh panel surya konvensional. Untuk itu, ilmuwan mengembangkan penggunaan vanadium dan titanium yang dapat menangkap gelombang cahaya matahari yang termasuk pada cahaya inframerah.

    6. Peternakan tenaga surya terapung

    Umumnya, sebuah solar farm atau peternakan tenaga surya membutuhkan lahan yang sangat luas. Tentunya ini menjadi masalah bagi daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Oleh karena itu, saat ini ada beberapa daerah yang menerapkan peternakan tenaga surya terapung. Salah satunya bisa Anda temukan di Dezhou Dingzhuang, Shandong, Cina.

    7. Panel surya aktif 24 jam

    Siapa bilang panel surya hanya bisa menghasilkan energi listrik saat langit cerah? Beberapa ilmuwan telah mengembangkan solusi agar sebuah panel surya dapat menghasilkan energi listrik selama 24 jam dalam cuaca apa pun, termasuk ketika turun hujan maupun saat malam hari.

    Agar panel surya bisa bekerja pada malam hari, ilmuwan memanfaatkan perbedaan suhu antara panel surya yang mendingin saat malam tiba, dengan udara sekitar yang masih hangat. Nantinya, panas dari udara ini akan bergerak melewati thermoelectric generator. Nah, alat inilah yang bisa mengubah kalor yang lewat menjadi sebuah energi listrik.

    Sedangkan untuk mengatasi panel surya yang tidak bisa menghasilkan listrik saat hujan tiba, sekelompok ilmuwan dari Cina memiliki solusi yang cukup unik. Mereka menempelkan lapisan triboelectric nanogenerator (TENG) pada permukaan panel surya konvensional. Dengan alat tersebut, gesekan yang dihasilkan antara tetesan air hujan dengan permukaan panel surya dapat berubah menjadi energi listrik.

     

    Selain beberapa inovasi tersebut, hingga saat ini masih banyak inovasi lainnya yang terus bermunculan mengenai perkembangan panel surya. Hal ini tentu saja sejalan dengan tujuan global untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan agar dampak krisis iklim bisa berkurang. Anda sendiri juga bisa membantu usaha global ini dengan menerapkan penggunaan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

    Tertarik menggunakan PLTS Atap untuk rumah tangga? Hitung dulu kebutuhan Anda dengan kalkulator surya dari SolarHub, ya! Setelah itu, barulah Anda dapat mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/memacu-pemanfaatan-energi-surya-di-indonesia

    https://iesr.or.id/menyediakan-pembiayaan-terjangkau-untuk-transisi-energi

    https://www.weforum.org/agenda/2022/05/solar-panels-work-in-dark/

    https://interestingengineering.com/innovation/solar-panels-new-materials-cheaper-better

    https://solartechadvisers.com/innovations-in-solar-energy/#1-new-innovations-in-solar-energy-

    https://solarhub.id/listing-category/perusahaan

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    Saat mendengar kata “energi terbarukan”, apa yang terlintas di pikiran Anda? Mungkin salah satu yang muncul adalah energi dari sinar matahari. Jenis energi yang mudah diperoleh dari alam ini memang lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon. Akan tetapi, sebenarnya wujud energi ramah lingkungan sangat beragam. Ini dia beberapa jenis energi terbarukan yang telah digunakan di berbagai wilayah Jawa Tengah!

    1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

    Salah satu jenis energi terbarukan yang sumbernya sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon sedikit pun adalah matahari. Manfaatnya kini bahkan telah dirasakan oleh penduduk Desa Kaliurip, Banjarnegara yang kegiatan sehari-harinya ada di persawahan. Mereka menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk mengairi sawah agar tidak terdampak kemarau panjang.

    Pengaplikasian PLTS di Desa Kaliurip dilakukan dengan cara memasangnya di lahan warga. Perangkat PLTS atap dan pompa air yang berguna untuk aktivitas pertanian difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian setempat, lalu warga di daerah tersebut menyumbangkan lahannya untuk pemasangan PLTS.

    2. Biogas

    Selain matahari, sumber energi berikutnya yang bisa dimanfaatkan untuk menyokong aktivitas rumah tangga adalah biogas. Menurut Kompas.com, biogas bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Sumber energi satu ini diperoleh dari penguraian bahan organik yang berada di lingkungan kedap oksigen.

    Hal ini persis seperti Desa Samirono di Semarang yang telah memanfaatkan biogas dari kotoran sapi untuk aktivitas rumah tangganya. Setiap penduduk di desa ini bahkan sudah bisa mandiri dengan menghasilkan biogas dari hewan ternaknya sendiri. Berbekal enam kubik kotoran sapi, mereka bisa menyalakan kompor selama kurang lebih enam jam per harinya.

    3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

    Berikutnya, ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang telah dilakukan di pelosok Banyumas. PLTMH sendiri merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air, baik bersumber dari waduk, air terjun, dan lainnya. Meski sama-sama menggunakan sumber daya air, tapi PLTMH cenderung menghasilkan daya yang lebih kecil daripada PLTA.

    Namun, PLTMH menjadi salah satu pembangkit listrik yang potensinya bisa dioptimalkan di Indonesia. Sebab, ada banyak sekali aliran air yang bisa dimanfaatkan. Satu PLTMH sendiri mampu menghasilkan energi sebesar 500 kW yang cukup untuk memasok energi bagi aktivitas rumah tangga.

    4. Refuse-derived Fuel

    Sumber energi alternatif selanjutnya adalah refuse-derived fuel yang dihasilkan dengan cara mengolah sampah untuk menghasilkan bahan bakar. Energi terbarukan ini bisa menggantikan bahan bakar fosil yang punya dampak lebih berbahaya bagi lingkungan dengan adanya jejak karbon.

    Implementasi refused-derived fuel juga sudah dilaksanakan di Cilacap, tepatnya di TPA Jeruklegi, yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh PT Solusi Bangun Indonesia. Dengan pemanfaatan energi dari olahan sampah padat ini, mereka bisa menggantikan batubara sebagai bahan bakar pembuatan semen.

    5. Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang telah dirasakan langsung oleh penduduk Cilacap, Jawa Tengah. Setelah memiliki HEOP (Hybrid Energy One Pole), Pertamina kembali memberikan bantuan berupa PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida) yang hasil dayanya lebih besar.

    PLTH bekerja dengan menggabungkan sumber energi matahari dan angin untuk menyuplai listrik ke rumah-rumah dan bangunan pemerintah setempat. Besaran daya yang diproduksinya adalah mencapai 6.000 Watt peak (Wp) per 2018 dan terus meningkat hingga 16.200 Wp. Kini, sebanyak 78 rumah penduduk, sekolah, masjid, dan tambak telah memiliki penerangan yang baik.

    6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

    Energi terbarukan seperti panas bumi juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif dari bahan bakar fosil yang lebih tidak ramah lingkungan. Meski begitu, bukan berarti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tidak menghasilkan emisi sama sekali. Akan tetapi, emisi karbon dioksida yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan batubara, diesel, dan minyak bumi. Masa operasionalnya juga lebih lama dan bisa mencapai 30 tahun penggunaan. Inilah yang membuat Dieng mulai memanfaatkan PLTP untuk keperluan sehari-hari.

    Manfaat energi terbarukan rasanya sudah bisa jelas Anda rasakan. Dengan emisi karbon yang lebih rendah, sumber energi ini bisa jadi langkah konkret untuk memelihara kelestarian bumi. Salah satu langkah kecil yang dapat Anda lakukan dari sekarang adalah dengan pemasangan PLTS atap di rumah.

    Supaya lebih memahami prinsip dasar PLTS atap, Anda bisa menyimak pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang inovasi tersebut di sini. Lalu, Anda bisa langsung menghitung kapasitas dan jumlah panel yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan listrik di rumah dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/23/195605669/apa-itu-biogas

    https://rimbakita.com/mikrohidro/

    https://www.carboncollective.co/sustainable-investing/refuse-derived-fuel-rdf

    https://www.budayajawa.id/beberapa-manfaat-penggunaan-pltp-di-indonesia/

    https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122611-T%2025909-Analisis%20dampak-Literatur.pdf

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id