Tag: plts atap

  • Kisah Panen Petani Desa Kaliurip dengan Pompa Tenaga Surya

    Kisah Panen Petani Desa Kaliurip dengan Pompa Tenaga Surya

    Menurut hasil riset sekelompok peneliti dari Peking University yang diterbitkan di jurnal Nature Food, cuaca ekstrem akibat krisis iklim berisiko menurunkan hasil produksi padi sebanyak 8,1%. Maka dari itu, peralihan ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan sangat penting untuk menangkal berbagai dampak buruk akibat gagal panen. Di sisi lain, ada desa yang kini sudah beralih ke solusi agrikultur dengan energi terbarukan berupa pompa tenaga surya, yaitu Desa Kaliurip. Seperti apakah kisah mereka? Simak selengkapnya di bawah ini!

    Panen Hanya Setahun Sekali

    Sebelum mengenal teknologi pompa air tenaga surya, para petani di Desa Kaliurip, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas hanya bisa melakukan aksi panen sekali dalam setahun. Alasannya tentu saja karena musim kemarau panjang yang mengakibatkan petak-petak sawah mereka tidak teraliri air dengan baik. Kondisi tersebut mengakibatkan kondisi tanah tidak layak ditanami, khususnya padi. Maka dari itu, setelah memanen padi-padi, biasanya para petani di desa setempat akan menggantikannya dengan palawija yang hasilnya pun tak seberapa.

    Padahal, kondisi persawahan di Desa Kaliurip itu sangat dekat dengan Sungai Tajum. Bahkan, aliran sungai ini membentang sepanjang 65 km, mengitari tujuh kecamatan di kabupaten ini. Akan tetapi, karena posisinya yang berada 10 meter di bawah permukaan tanah, membuat para petani di desa ini memerlukan biaya dan usaha ekstra untuk memompanya ke atas. Mereka pun sempat membuat kincir air, meskipun pada akhirnya kincir tersebut rusak akibat arus sungai yang terlalu deras.

    Pompa Air Bertenaga Diesel Menjadi Andalan

    Setelah kincir air yang dibangun sendiri dengan gotong royong bersama warga setempat, para petani di Desa Kaliurip kemudian menggunakan pompa air bertenaga diesel. Mereka menyewa dengan biaya Rp25 ribu per jam. Sementara itu, ukuran sawah seluas 700 meter persegi biasanya akan membutuhkan pengairan kurang lebih selama 4 jam. Sehingga, dapat dikatakan bahwa mereka harus mengeluarkan minimal Rp100 ribu.

    Selain boros dari segi biaya, pompa air bertenaga diesel ini juga tak ramah lingkungan. Sebab, bahan bakarnya dapat meningkatkan produksi karbon dioksida (CO2) di udara sehingga memicu krisis iklim atau yang disebut sebagai global warming. Pada akhirnya, peningkatan kadar CO2 dapat memengaruhi perubahan iklim yang akan merugikan para petani itu sendiri.

    Pompa Tenaga Surya, Solusi Ramah Lingkungan untuk Tingkatkan Frekuensi Panen

    Setelah kincir angin swadaya itu rusak, para petani di Desa Kaliurip kemudian mengajukan permohonan ke pemerintah kabupaten setempat untuk menginstalasi pompa air yang digerakkan oleh tenaga surya. Pada 2018 pompa air bertenaga surya pun berhasil terpasang dengan memanfaatkan dana APBD dari Dinas Pertanian.

    Pemasangan pompa air yang digerakkan oleh panel surya ini pun mengubah kebiasaan panen warga yang awalnya hanya sekali setahun menjadi tiga kali dalam setahun. Para petani di salah satu desa di Banyumas ini bisa dua kali panen padi dan sekali panen palawija dalam satu tahun berkat aliran air yang meluas ke 20 hektare sawah.

    Bukan hanya jangkauannya yang meluas ke petak-petak sawah di desa tersebut, pompa air tenaga surya juga menuntut biaya yang lebih sedikit dari para penggunanya. Salah satu petani di wilayah tersebut mengatakan bahwa mereka hanya diminta membayar dengan 10 kilogram gabah setiap panen. Harga gabah per kilonya adalah Rp4 ribu. Itu artinya mereka hanya perlu menganggarkan dana sebesar Rp40 ribu saja untuk pengairan sawah mulai dari masa persiapan hingga panen.

    Potensi PATS untuk Masa Depan Desa Kaliurip

    Memang, pompa air tenaga surya mereka saat ini sudah bisa mengairi 20 hektare sawah. Akan tetapi, tetap ada tantangan tersendiri yang masih perlu dihadapi oleh warga Desa Kaliurip. Pasalnya, pompa air ini pastinya kurang maksimal ketika matahari tidak bersinar cukup terik. Solusi yang kemungkinan perlu dikembangkan adalah dibangunnya bak penampungan air.

    Bak penampungan air itu nantinya bisa membuat pengairan dua kali lebih luas dibandingkan sebelumnya. Sehingga, para petani tak perlu khawatir bila memerlukan aliran air pada malam hari atau ketika cuaca sedang mendung.

     

    Tenaga surya untuk agrikultur yang lebih sustainable dan ramah lingkungan tentunya sangat penting, terlebih di zaman yang sudah makin krisis iklim seperti sekarang ini. Anda bisa memulai langkah pertama yang lebih sederhana untuk beralih ke green lifestyle, yaitu dengan melakukan pemasangan PLTS Atap di rumah.

    Melalui PLTS Atap, Anda bisa membuat swadaya energi listrik yang dampaknya dapat memperlambat krisis iklim atau yang lebih dikenal sebagai global warming. Untuk mengetahui seluk-beluk PLTS Atap, kunjungi laman FAQ SolarHub. Lalu, lakukan perhitungan kebutuhan kapasitas panel surya di kalkulator surya dan cari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat lewat direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/infografis/tenaga-matahari-airi-sawah

    https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/05/09/produksi-padi-dunia-terancam-perubahan-iklim

    https://www.mongabay.co.id/2022/07/26/menuju-provinsi-surya-dari-petani-sampai-industri-mulai-pakai-energi-matahari-di-jateng/

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Bagaimana Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti Rumah dan Gedung?

    Bagaimana Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti Rumah dan Gedung?

    Anda pasti sudah tahu bagaimana pembangkit listrik tenaga surya sangat bermanfaat bagi lingkungan. Dengan teknologi ini, Anda bisa mengurangi emisi karbon yang biasanya dihasilkan dari sumber energi listrik lainnya yang tidak terbarukan. Ternyata selain itu, panel surya memiliki beragam manfaat lainnya bagi orang-orang yang menggunakannya.

    Misalnya saja saat Anda memasang panel surya di atap rumah atau dikenal dengan sebutan PLTS Atap, maka nilai jual dari properti tersebut juga ikut bertambah. Bagaimana bisa, memangnya?

    3 Alasan Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti

    Ada beberapa alasan mengapa nilai jual suatu properti seperti rumah tinggal bisa naik jika dilengkapi dengan panel tenaga surya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya:

    1. Lebih hemat biaya listrik

    Dengan memasang PLTS atap pada rumah, tentu saja tagihan listrik dari rumah tersebut akan jauh lebih murah dibandingkan dengan rumah yang sepenuhnya mengandalkan listrik PLN. Apalagi, pembeli rumah tidak perlu memikirkan biaya instalasi dari panel surya tersebut karena semuanya sudah terpasang. Jadi, mereka hanya perlu merawat PLTS atap agar tetap efisien dalam menghasilkan listrik dan tahan lama. 

    Jika pembeli rumah tersebut bisa merawat PLTS atap dengan baik, sistem ini bisa terus digunakan hingga 25 tahun. Bayangkan saja berapa banyak tagihan yang bisa dihemat selama puluhan tahun tersebut. 

    2. Permintaan panel surya semakin meningkat

    Belakangan ini, semakin banyak artis dan influencer lokal maupun internasional yang  menggemborkan beragam keuntungan menggunakan panel tenaga surya untuk rumah tangga. Hal ini membuat permintaan akan rumah dengan PLTS atap pun semakin meningkat. 

    Bahkan, tren perumahan premium baru yang menerapkan konsep modern living dan mengintegrasikan teknologi tenaga surya sudah diminati banyak orang. Salah satunya adalah rumah dengan panel surya yang bisa menghasilkan listrik untuk keperluan sehari-hari.

    3. Kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan

    Tren PLTS atap untuk rumah modern ini juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudah banyak orang yang menyadari dampak buruk dari krisis iklim yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kualitas hidup mereka. Ini dibuktikan dengan semakin maraknya proyek atau gerakan mencintai lingkungan dalam berbagai bentuk dan media. 

    Tidak hanya mengenai sumber energi yang digunakan untuk sehari-hari, kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan ini membuat mereka juga mulai memperhatikan produk yang dikonsumsi. Beberapa brand yang berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan emisi karbon dalam produksinya mulai dilirik oleh sebagian konsumen. 

    Walaupun harga produk atau jasanya sedikit lebih mahal, mereka akan tetap memilih produk dengan emisi karbon yang lebih rendah.

    Penggunaan Panel Surya di Indonesia Saat Ini

    Dalam Persetujuan Paris, sebagian besar negara di dunia memutuskan untuk mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050. Salah satu negara tersebut adalah Indonesia, yang mulai membuat roadmap-nya sendiri dalam mencapai target tersebut. Salah satu usaha dekarbonisasi yang didorong oleh pemerintah Indonesia adalah penggunaan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Jalan ini dipilih karena menurut IESR, besarnya potensi energi surya di Indonesia berkisar antara 3.396 hingga 19.385 Giga Watt Peak, lebih tinggi daripada estimasi nasional yang sebesar 207 Giga Watt saja.

    Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM mulai membuat target pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap atau PLTS atap. Rencananya, 900 megawatt PLTS atap diharapkan terpasang pada 2023, 1.800 megawatt pada 2024, dan 3.600 megawatt pada tahun 2025 nanti. Untuk mencapainya, pemerintah telah menjalankan berbagai macam program, salah satunya pemasangan PLTS atap gratis untuk UMKM di beberapa daerah.

     

    Jadi, siapkah Anda untuk meningkatkan nilai jual properti Anda dan membantu pemerintah mencapai target Persetujuan Paris? Jika iya, yuk, segera rencanakan pemasangan PLTS atap! Anda harus ingat bahwa penggunaan PLTS atap untuk rumah tangga ini tidak hanya meningkatkan nilai jual properti, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memotong tagihan listrik bulanan! 

    Untuk mulai menggunakan PLTS atap, Anda cukup mencari tahu kebutuhan listrik rumah tangga Anda terlebih dahulu, dan mencari tahu berapa kapasitas panel surya yang cocok. Agar tidak bingung, gunakan saja kalkulator surya SolarHub! Kemudian, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk menemukan layanan pemasangan panel surya yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

    https://www.forbes.com/home-improvement/solar/does-solar-increase-home-value/#how_does_solar_increase_home_value_section

    https://www.architecturaldigest.com/reviews/home-improvement/do-solar-panels-increase-home-value#

    https://www.kompas.com/properti/read/2022/05/31/110000921/pasang-solar-panel-bisa-tingkatkan-nilai-properti-anda?page=all

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 7 Contoh Pemanfaatan Tenaga Surya dalam Kehidupan Sehari-hari

    7 Contoh Pemanfaatan Tenaga Surya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Saat ini, pemerintah terus mendorong penggunaan sumber energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti yang dikutip oleh IESR, semua ini dilakukan untuk mengejar target tahun 2025 nanti, yaitu penerapan energi terbarukan di Indonesia harus mencapai angka 23%. 

    Salah satu program yang terus digalakkan adalah penggunaan tenaga surya untuk rumah tangga dalam berbagai macam bentuk. Memangnya, tenaga dari matahari ini bisa digunakan untuk apa saja?

    7 Pemanfaatan Tenaga Surya untuk Sehari-hari

    Dalam konteks rumah tangga, Anda bisa menggunakan tenaga surya untuk memenuhi beragam kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

    1. Sumber listrik

    Pertama, tenaga surya bisa digunakan sebagai sumber listrik rumah tangga dengan mengintegrasikan panel surya atap, atau lebih dikenal dengan PLTS atap. Dengan sistem ini, Anda bisa memanfaatkan listrik yang lebih ramah lingkungan karena berasal dari energi terbarukan, serta dengan harga yang lebih terjangkau. Saat rumah Anda dilengkapi dengan PLTS atap, maka ini juga bisa dijadikan sebagai investasi karena nilai properti Anda akan naik. 

    2. Pemanas air

    Saat ini, pemanas air bertenaga solar atau solar water heater sedang populer. Alat berupa tangki yang dipasang di atap rumah ini bisa memanaskan air hanya dengan menggunakan panas dari matahari. Kemudian, air dari tangki tersebut nantinya bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan sehari-hari, misalnya untuk mandi, mencuci baju, dan memasak.

    3. Kipas ventilasi

    Umumnya, kipas ventilasi berfungsi membuang udara panas dari suatu ruangan, sehingga beban pendingin ruangan jadi lebih ringan. Dengan begitu, energi yang dibutuhkan untuk menyalakan pendingin ruangan tersebut jadi lebih sedikit. 

    Agar penggunaan energi jadi lebih hemat, ada kipas ventilasi yang sepenuhnya beroperasi dengan energi terbarukan dari matahari. Artinya, kipas ventilasi jenis ini tidak memerlukan pasokan listrik konvensional karena sudah memiliki panel surya berukuran kecil yang cukup untuk menghidupkan motornya.

    4. Penghangat kolam renang

    Beberapa orang ingin bersantai dengan berenang di air hangat. Jika Anda memiliki kolam renang pribadi di rumah, Anda bisa menghangatkan air kolam renang tanpa menggunakan listrik sama sekali, lho! Caranya, Anda cukup membeli solar blanket, sebuah “selimut”yang dapat menyerap panas matahari dengan sangat baik dan menyalurkannya ke kolam renang. Solar blanket ini juga bekerja secara pasif, sehingga Anda tidak perlu merakit apapun untuk menggunakannya.

    5. Lampu outdoor

    Di jalanan, Anda pasti sering menemukan lampu penerangan yang menggunakan tenaga surya untuk menghidupkannya. Selain lampu penerangan jalan, saat ini ada banyak lampu taman atau lampu teras yang juga bisa dinyalakan hanya dengan memanfaatkan tenaga surya. Jadi, lampu tersebut tidak perlu disambungkan ke listrik rumah agar bisa hidup.

    6. Memasak

    Bagi Anda yang gemar berkemah, membeli sebuah solar cooker bisa jadi adalah sebuah investasi yang tepat. Dengan alat ini, Anda tak perlu lagi susah menyalakan api untuk memanaskan atau memasak makanan. Cukup masukkan makanan ke solar cooker, dan tunggu sesuai dengan instruksinya. Tidak hanya mudah, metode memasak ini juga lebih ramah lingkungan daripada saat Anda menggunakan kompor kemah yang menggunakan gas atau bahan bakar lainnya.

    7. Charger baterai

    Untuk mengisi daya baterai gadget, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan tenaga surya dari solar panel. Apalagi, saat ini ada banyak panel surya portable yang bisa digunakan di mana-mana selama ada sinar matahari. Teknologi ini akan sangat berguna saat Anda sedang berkemah, atau hiking di tempat yang tidak terjangkau listrik.

     

    Ternyata, manfaat tenaga surya untuk sehari-hari sangat banyak, kan? Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda menerapkan salah satu atau semua teknologi tenaga surya di atas. Misalnya, Anda bisa memasang PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah. Nah, kalau Anda bingung mencari vendor yang bisa membantu pemasangan tenaga surya untuk rumah Anda, cari saja di direktori SolarHub!

    Dengan direktori SolarHub, Anda bisa mencari penyedia jasa pemasangan PLTS atap terpercaya dan terdekat dengan lokasi tempat tinggal. Anda pun tidak perlu bingung lagi harus mencari informasi ke mana. Jadi, yuk, pasang panel surya untuk rumah Anda dari sekarang!

     

    Referensi:

    https://freedomsolarpower.com/blog/51-uses-of-solar-energy#

    https://www.thespruce.com/top-solar-energy-uses-1152263

    https://www.rikurenergy.com/15-common-residential-uses-of-solar-power-in-your-homes/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • PLTS Atap: Sumber Energi Terbarukan yang Bantu Pengrajin Ukir Pangkas Biaya

    PLTS Atap: Sumber Energi Terbarukan yang Bantu Pengrajin Ukir Pangkas Biaya

    Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sumber energi terbarukan seperti PLTS atap memiliki berbagai macam manfaat. Selain manfaat di bidang lingkungan karena bisa menjadi pembangkit listrik energi terbarukan, pengguna PLTS atap juga mendapatkan manfaat dari segi perekonomian. Contohnya adalah seperti yang dirasakan langsung oleh pengrajin ukir relief di Jepara. Yuk, simak kisah selengkapnya di sini!

    Efek Pandemi terhadap Para Pengrajin Ukir

    Kota Jepara memang dikenal sebagai kota ukir. Jadi, tidak heran kalau di sini, Anda bisa menemukan berbagai macam UMKM yang bergerak di bidang seni tersebut. Salah satunya adalah para warga yang bertempat tinggal di Desa Senenan, Tahunan, Jepara. Di sini, mayoritas dari mereka bekerja sebagai pengrajin ukir relief. Biasanya, dalam sebulan mereka bisa mengerjakan dan menjual 2-3 ukiran relief kayu seharga 5 sampai 20 juta rupiah per karya. 

    Pelanggan mereka sendiri adalah para pencinta seni serta turis dari luar kota, atau bahkan luar negeri. Beberapa pembeli ukiran kayu Jepara ini bahkan berasal dari Jepang, Iran, hingga Amerika Serikat. Sebab, ukiran kayu dari Jepara memiliki nilai estetik yang tinggi serta kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Jadi, ukiran ini cocok untuk dijadikan koleksi atau dekorasi untuk suatu ruangan di dalam rumah.

    Namun, masalah tiba saat pandemi Covid-19 kemarin melanda. Pesanan ukiran dari para pencinta seni maupun turis berkurang drastis. Bahkan, para pengrajin terpaksa menjual murah beberapa ukirannya agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Akhirnya, beberapa UMKM memutuskan untuk menghentikan produksi karena tidak mampu membayar karyawan maupun tagihan listrik. Maklum, beberapa alat ukir membutuhkan listrik agar dapat digunakan.

    Bantuan Berupa PLTS Atap dari Pemerintah

    Melihat hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak tinggal diam. Bekerja sama dengan Koperasi Industri dan Kerajinan Desa Senenan, pemerintah memberi bantuan dalam bentuk pemasangan PLTS atap untuk kebutuhan listrik produksi ukir kayu. Jika ditotal, ada delapan orang yang rumahnya telah memiliki PLTS sebesar 2 kWp dengan sistem on-grid PLN. Dengan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan, diharapkan pemilik UMKM bisa menghemat pengeluaran per bulannya.

    Terbukti, bantuan tersebut bisa mengurangi beban tagihan listrik UMKM di Desa Senenan. Salah satu orang yang mendapatkan manfaat dari PLTS atap tersebut adalah Mulyono. Ia mengatakan, awalnya ia harus membayar Rp800 ribu per bulan untuk tagihan listrik. Setelah menggunakan teknologi tersebut, biaya listriknya terpotong menjadi separuhnya, yaitu Rp400 ribu. 

    Tentu saja, ini sangat membantu Mulyono dalam menghemat biaya produksi. Uang yang biasanya digunakan untuk membayar tagihan listrik tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Terus Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

    Sumbangan PLTS atap untuk UMKM di Desa Senenan ini merupakan salah satu program dari Pemerintah Jawa Tengah untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan, terutama dalam bentuk PLTS. Apalagi, pemerintah Indonesia sendiri memiliki target untuk mencapai kapasitas listrik PLTS atap sebanyak 3,6 gigawatt sebelum tahun 2025 nanti.

    Tidak berhenti di sini, program pengintegrasian sumber energi terbarukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari juga akan dilakukan di berbagai lokasi lainnya di Jawa Tengah. Rencananya, beberapa industri yang akan disasar adalah industri garmen, industri otomotif dan spare part, serta industri rumahan lainnya. Dengan demikian, masyarakat jadi lebih mengenal dan terbiasa dengan teknologi yang memanfaatkan sumber energi terbarukan.

     

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Tengah ini merupakan salah satu perwujudan dari misi nasional untuk memperluas bauran energi terbarukan. Anda sendiri juga bisa membantu pemenuhan target tersebut dengan memasang PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. 

    Nah, untuk Anda yang bingung mencari jasa intalasi pemasangan panel surya, cari saja dengan direktori SolarHub. Lewat direktori tersebut, Anda bisa menemukan layanan pemasangan panel surya yang terpercaya, serta dekat dengan lokasi rumah Anda.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    Home

  • 7 Rekomendasi Jasa Pemasangan Solar Panel Rumah

    7 Rekomendasi Jasa Pemasangan Solar Panel Rumah

    Saat ini, sudah semakin banyak rumah tangga yang sadar akan pentingnya pemasangan solar panel rumah atau PLTS Atap. Bahkan, jasa pemasangan PLTS pun juga semakin beragam. Oleh karena itu, Anda wajib mencari penyedia jasa yang tidak hanya tepercaya, tapi juga berpengalaman di bidangnya. Kalau sedang bingung, berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa Anda pertimbangkan.

    7 Rekomendasi Jasa Pemasangan Solar Panel Rumah

    Untuk menghemat waktu, Anda dapat memulai pencarian vendor instalasi PLTS Atap rumah yang kredibel melalui daftar ini.

    Sun Energy

    Sun Energy merupakan salah satu perusahaan lokal terkemuka yang menawarkan jasa pemasangan panel surya on grid, off grid, dan hybrid untuk lebih dari 25 lokasi di Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 2016, Sun Energy sudah memiliki portofolio yang cukup beragam, sebab mereka telah memasang PLTS Atap di pusat perbelanjaan komersial QBIG, gedung kampus Itera, kantor Djarum Group, dan berbagai pabrik merek ternama. Selain itu, mereka juga menerima pemasangan solar panel rumah.

    Inecosolar

    Untuk Anda yang tinggal di Bali dan ingin memasang solar panel rumah, Anda bisa mengandalkan Inecosolar. Sebagai anak perusahaan dari salah satu  bisnis teknologi energi bersih terbesar di Malaysia, Inecosolar telah memasang berbagai jenis panel surya untuk tempat penginapan, rumah, dan unit bisnis di berbagai wilayah Pulau Bali dan Sumbawa. Setiap proyek mereka menggunakan panel surya dengan teknologi dan desain dari Australia, sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

    Solardex

    Sama seperti kedua perusahaan sebelumnya, Solardex adalah vendor lokal yang juga menawarkan jasa pemasangan solar panel rumah dan gedung komersial. Perusahaan yang berbasis di Semarang ini menawarkan layanan terintegrasi yang memanfaatkan kecanggihan AI, serta panel surya canggih dengan teknologi terbaru dari Jerman dan Korea Selatan. Namun, harga yang ditawarkan Solardex tetap terjangkau, terlebih dengan penggratisan biaya instalasi PLTS Atap. 

    Solarquest

    Jika Anda berdomisili di wilayah Jabodetabek, Anda punya banyak pilihan vendor instalasi solar panel rumah, dan salah satunya adalah Solarquest. Perusahaan ini sudah menangani banyak proyek pemasangan PLTS Atap untuk kompleks permukiman di Jakarta dan Tangerang serta berbagai pabrik di Pulau Jawa. Layanan pemasangan dari Solarquest sudah mencakup semua komponen yang diperlukan untuk menggunakan tenaga surya, mulai dari panel hingga baterai, sehingga lebih mudah bagi Anda.

    Adyasolar

    Adyasolar termasuk salah satu perusahaan jasa instalasi solar panel rumah yang patut Anda pertimbangkan, sebab vendor ini telah memiliki tiga sertifikat ISO, yaitu ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, serta ISO 18001:2008. Dengan demikian, jaminan kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, Adyasolar juga menawarkan pemasangan PLTS Atap dengan kapasitas yang sangat beragam, mulai dari 900 VA hingga 23.000 VA untuk berbagai kebutuhan Anda.

    ATW Solar

    Dengan ATW Solar, Anda bisa melakukan konsultasi tentang kapasitas sistem PLTS Atap rumah yang dibutuhkan, memesan semua komponen yang dibutuhkan, dan bahkan menjadwalkan instalasi secara online. Praktis sekali, bukan? Selain menawarkan masa garansi yang panjang dan kemudahan servis, setiap sistem PLTS Atap vendor lokal ini juga sudah terintegrasi dengan aplikasi khusus di smartphone untuk mempermudah pengawasan dari mana saja.

    Eternal

    Kalau Anda mencari perusahaan penyedia jasa pemasangan PLTS Atap yang berpengalaman soal kompleks hunian, Eternal adalah jawabannya. Perusahaan ini telah menjalankan proyek instalasi solar panel rumah untuk kompleks perumahan Ketintang dan cluster hijau milik Ciputra Group di Surabaya. Anda juga dapat memercayai Eternal karena setiap produk mereka sudah bersertifikasi, dan layanan mereka telah mencakup survei langsung di lokasi serta kustomisasi desain sistem PLTS Atap untuk rumah Anda.

     

    Selain ketujuh penyedia jasa yang sudah disebutkan, masih ada banyak penyedia jasa pemasangan solar panel rumah yang bisa Anda temukan di Solarhub. Jika Anda tertarik memulai gaya hidup ramah lingkungan, mulailah dengan menghitung kapasitas PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga Anda dengan kalkulator surya SolarHub. 

    Kalau sudah, Anda bisa langsung menemukan vendor instalasi PLTS Atap di sekitar lokasi Anda dengan mudah melalui direktori SolarHub. Yuk, selamatkan lingkungan bersama-sama dengan beralih ke sumber energi terbarukan dari sekarang!

  • Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Sejak beberapa tahun terakhir, Provinsi Jawa Tengah terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Energi terbarukan yang dimaksud berupa PLTS Atap, Biogas, Pompa Air Tenaga Surya, PLTMH, dan masih banyak lagi. 

    Total, 13,38% bauran energi di Jawa Tengah berasal dari sumber energi terbarukan tersebut pada tahun 2021 kemarin. Hingga saat ini, proyek-proyek energi terbarukan masih terus dikembangkan dan diinisiasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Lalu, bagaimana progresnya?

    Adakan Kegiatan Berjudul “Jelajah Energi”

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah—melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah—bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform  (IESR) melaksanakan kegiatan Jelajah Energi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, tim Jelajah Energi blusukan menuju ke beberapa daerah di Jawa Tengah untuk mempublikasikan praktik pemanfaatan energi terbarukan. 

    Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa ada banyak lapisan masyarakat yang telah terbantu dengan dibangunnya pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Uniknya, tiap proyek yang dikunjungi oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah tersebut memiliki model partisipasi warga yang berbeda.

    Model partisipasi pertama adalah kolaborasi multi-pihak. Di sini, setiap pihak memiliki kebutuhan serta kemampuannya masing-masing dalam mewujudkan adanya pembangkit listrik energi terbarukan. 

    Kemudian, ada juga kolaborasi pengoperasian fasilitas. Pada model ini, pemerintah atau pihak lainnya membantu pembangunan fasilitas, yang kemudian dioperasikan oleh warga sekitar dengan biaya iuran dari tiap warga. Terakhir, ada kolaborasi gethuk tular, atau pembangunan oleh warga yang terinspirasi dari pembangunan fasilitas sebelumnya.

    Peran Pemerintah dan Masyarakat

    Dari ketiga model partisipasi pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemukan oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah di Lapangan, ketiganya memiliki satu kesamaan: berasaskan pada gotong-royong. 

    Ya, tiap pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah Jawa Tengah ini merupakan usaha kolektif dari pemerintah, warga sekitar, serta pihak-pihak lainnya yang turut membantu. Umumnya, tujuan utama kerja sama ini ada dua, yaitu untuk mengenalkan sumber energi terbarukan, serta memenuhi kebutuhan warga sekitar akan sumber energi yang lebih efektif dan terjangkau. Inilah alasan mengapa seluruh pihak sama-sama diuntungkan dengan pembangunan fasilitas energi terbarukan tersebut.

    Bukan Hanya Dana, Inisiatif dan Kepemimpinan Juga Penting 

    Dalam setiap proyek pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemui tim Jelajah Energi Jawa Tengah, semua berawal dari sebuah inisiasi. Ini bisa datang dari mana saja, baik pemerintah, masyarakat, atau pihak-pihak lainnya. 

    Misalnya saja saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari bagaimana tingginya potensi teknis energi solar di Jawa Tengah. Kemudian, muncullah inisiatif untuk menjalankan program Jateng Solar Province yang dipraktikkan dengan memberi bantuan pemasangan PLTS untuk UMKM di beberapa daerah.

    Oleh karena itu, bisa dibilang kunci utama dari keberhasilan terciptanya beberapa proyek energi terbarukan ini bukan hanya dana semata; melainkan juga inisiatif dari berbagai pihak serta kepemimpinan daerah dan komunitas yang peduli. Kombinasi antara ketiga faktor tersebut terbukti bisa mendorong proses transisi energi yang memang membutuhkan investasi tidak murah serta perawatan secara berkala. 

    Lalu, bagaimana contoh implementasi energi terbarukan yang sudah berhasil terlaksana dengan baik?

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan: PATS di Purworejo 

    Dulu di Desa Krandegan, masyarakat memanfaatkan pompa berbahan bakar diesel untuk melakukan irigasi sawah. Karena pompa tersebut merupakan pompa tua, masyarakat sekitar kesulitan untuk menggunakannya secara efektif. 

    Mendengar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi pompa. Setelah melakukan diskusi, pemerintah memutuskan bahwa mereka akan memasang Pompa Air Tenaga Surya untuk menggantikan pompa diesel tua tersebut.

    Inisiatif tersebut disambut baik oleh warga sekitar Desa Krandegan. Apalagi, mayoritas penduduk yang berjumlah ratusan itu berprofesi sebagai petani. Pompa yang menyalurkan air dari Sungai Dolang ke area sawah ini membuat masyarakat bisa tanam dan panen hingga tiga kali per tahun. Ini karena sebelumnya, masa tanam di musim kemarau sering gagal akibat kurangnya pasokan air.

     

    Bagaimanapun juga, usaha untuk melakukan transisi energi ke energi terbarukan memang merupakan upaya kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang membantu. Itulah mengapa gotong royong sangat diperlukan untuk mewujudkan misi global mengurangi dampak krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu misi global tersebut dengan melakukan pemasangan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat. Anda tidak perlu bingung mencari penyedia layanan tersebut karena ada direktori dari SolarHub yang bisa Anda jadikan acuan.

     

    Referensi:

    https://jatengprov.go.id/publik/jelajah-energi-jateng-kampanyekan-energi-baru-terbarukan/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Demi mendukung misi global mencapai net zero emission sebelum tahun 2050, seluruh negara menggalakkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari dan industri. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat dan bisnis untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Semua ini dilakukan untuk mengurangi dampak krisis iklim yang masih terus mengancam secara global, termasuk Indonesia.

    Pemerintah Indonesia sendiri juga terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk memproduksi listrik. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Demi membantu UMKM di beberapa daerah di Jawa Tengah, Pemprov Jateng membagikan panel surya untuk memproduksi listrik yang membuat tagihan listrik UMKM tersebut berkurang hingga separuhnya. 

    Memangnya, seberapa besar potensi tenaga surya dari Jawa Tengah?

    Potensi Tenaga Surya di Jawa Tengah

    Menurut laporan dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga provinsi di Indonesia dengan potensi teknis energi surya atap tertinggi. Provinsi satu ini hanya kalah dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang berada di posisi pertama dan kedua.

    Tepatnya, potensi teknis tenaga surya atap di Jawa Tengah berada di angka 32,5-109,6 gigaWatt-peak (gWp). Dengan catatan, potensi teknis ini hanya menghitung potensi tenaga surya berdasarkan data pelanggan PLN untuk bangunan rumah. Artinya, studi ini tidak menghitung potensi teknis tenaga surya pada bangunan komersial seperti gedung perkantoran.

    Melihat besarnya potensi tersebut, tidak heran kalau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha untuk mewujudkan inisiatif Jateng Solar Province. Inisiatif bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan IESR. Hal ini merujuk pada program dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan panel surya dalam pembangkitan listrik. Lalu, bagaimana strategi dari pemerintah Jawa Tengah?

    Strategi Pemerintah Jawa Tengah Mengenai Tenaga Surya

    Komitmen Pemprov Jateng terhadap pengembangan PLTS skala besar bisa terlihat dari strategi yang sudah dijalankan selama ini. Salah satunya, pemerintah daerah telah mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk beberapa program pengembangan dan instalasi PLTS. Beberapa program yang dimaksud adalah PLTS Solar Home System, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, PLTS atap pada bangunan publik, dan masih banyak lagi. 

    Menurut Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Jawa Tengah, sudah ada banyak PLTS yang terbangun di Jawa Tengah. Total, ada 995 kWp PLTS yang sudah terpasang dan akan terus bertambah. Sampai saat ini, beberapa UMKM, pondok pesantren, maupun bangunan lainnya juga sedang dalam proses pelaksanaan transisi energi ke energi terbarukan berupa panel surya.

    Selain memasang PLTS Atap di beberapa bangunan publik atau fasilitas umum lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang merencanakan dibangunnya PLTS terapung. Sesuai namanya, PLTS terapung adalah PLTS yang diletakkan di atas air seperti laut, danau, atau dalam kasus ini, waduk. Setelah bekerja sama dengan IESR, Pemprov Jateng berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi pembangunan PLTS terapung yang memiliki potensi teknis total hingga 723 megaWatt-peak (MWp).

    Pentingnya Peran Sektor Komersial dan Industri

    Untuk mewujudkan Jateng Solar Province, Pemerintah Provinsi Jateng membutuhkan bantuan dari sektor komersial dan industri. Mengapa demikian?

    Saat ini, sektor komersial dan industri sedang menghadapi tantangan untuk segera menerapkan praktik green industry. Maksudnya, sebuah bisnis harus menyeimbangkan antara emisi karbon yang dihasilkan, dengan emisi karbon yang dihilangkan dalam seluruh rantai pasok. Dalam masa transisi menuju zero carbon emission tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis tersebut adalah dengan berinvestasi pada solar farm atau PLTS Atap. 

    Terbukti hingga 2021, 48% dari total kapasitas PLTS yang terpasang ternyata berasal dari sektor komersial dan industri. Tepatnya, ada 4,3 MWp dari keseluruhan 8,8 MWp kapasitas energi dari panel surya yang ada di Jawa Tengah.

    Hasil Efek Domino dari Permintaan Pasar Terhadap Industri Hijau

    Tingginya peran sektor komersial dan industri dalam penggalakan untuk menerapkan energi terbarukan ini merupakan efek domino dari tingginya minat masyarakat terhadap industri hijau. Ya, saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya misi mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050 untuk melawan krisis iklim. Oleh karena itu, mereka menuntut sektor industri untuk melakukan transisi dan menggunakan energi terbarukan. 

    Untuk memenuhi tuntutan tersebut, akhirnya beberapa perusahaan dan bisnis mulai melakukan transisi penggunaan energi terbarukan, tak terkecuali industri di Jawa Tengah. Tidak hanya industri besar, beberapa industri UMKM juga mulai menyadari pentingnya penggunaan panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk melakukan produksi.

     

    Jika Anda juga ingin turut berkontribusi dalam mencapai misi net zero carbon emission sebelum tahun 2050, maka mulailah untuk mendukung industri yang juga peduli akan hal tersebut. Sebagai cara lain, Anda sendiri juga bisa menerapkan penggunaan energi terbarukan dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Kalau Anda tertarik untuk memasang PLTS Atap, mulailah dengan menghitung kapasitas panel surya yang sesuai kebutuhan menggunakan kalkulator surya. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan pelayanan dari penyedia panel surya tepercaya yang bisa ditemukan pada direktori SolarHub di sini.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Untuk membantu UMKM seni ukir di Desa Senenan, Kabupaten Jepara bangkit kembali setelah pandemi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan berupa penyaluran PLTS Atap. Dengan bantuan tersebut, UMKM seni ukir di Desa Senenan berhasil mengurangi tagihan listrik per bulan hingga separuh dari tagihan biasanya. Tentu saja, ini akan sangat membantu usaha-usaha tersebut untuk kembali produktif menghadapi masa pascapandemi. 

    Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah pun menyampaikan pendapatnya mengenai bantuan Pemprov Jateng tersebut kepada para perajin UMKM.

    Ganjar Ingin Agar Produktivitas UMKM Meningkat

    Dalam kunjungannya ke Sentra Ukir Desa Senenan, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa salah satu tujuan diberikannya bantuan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas UMKM. Ini karena sumber listrik yang berasal dari energi terbarukan berupa PLTS dianggap lebih efisien sehingga biayanya lebih terjangkau. Inilah yang dibutuhkan oleh para perajin UMKM agar dapat kembali memulai usahanya setelah kemarin sempat kesulitan saat pandemi Covid-19 melanda.

    Selain itu, pemberian PLTS Atap kepada perajin Desa Senenan juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Mengingat, saat ini seluruh negara di dunia sedang gencar-gencarnya menggalakkan energi alternatif yang minim emisi karbon alias zero carbon emission.

    Ganjar Juga Berharap Bantuan Bisa Diberikan secara Bertahap

    Ganjar Pranowo melanjutkan, pemberian bantuan kepada sentra UMKM Desa Senenan dari Pemprov Jateng tidak berhenti di sini saja. Secara bertahap, pemerintah akan terus membantu UMKM mengenai pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa PLTS Atap tersebut. 

    Di antaranya, pemerintah akan mengajarkan bagaimana cara merawat komponen panel surya agar bisa bertahan lama. Selain itu, Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin penerapan PLTS Atap ini akan diperbanyak, dan tidak terbatas pada industri seni ukir saja.

    Industri Apa Saja yang Bisa Memanfaatkan Energi Terbarukan?

    Menurut Ganjar Pranowo, ada banyak industri rumahan lainnya yang bisa untung dengan memanfaatkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Misalnya saja untuk industri otomotif seperti bengkel. Sebagian besar alat di bengkel pastinya membutuhkan arus listrik agar dapat digunakan. Ini menyebabkan tagihan listrik yang harus dibayarkan oleh bengkel tersebut akan terus membengkak.

    Dengan menggunakan PLTS Atap, bengkel tersebut bisa mengurangi tagihan listrik dalam jumlah besar. Artinya, selisih pembayaran tagihan listrik tersebut bisa diinvestasikan untuk pembelian alat baru atau kebutuhan bengkel lainnya. 

    Selain itu, penggunaan sumber energi terbarukan juga bisa membantu sektor lainnya seperti sektor pendidikan. Misalnya saja, sebuah sekolah yang menggunakan PLTS Atap untuk menghidupkan peralatan elektronik di dalamnya bisa lebih hemat dalam membayar tagihan listrik. Dengan begitu, selisih pembayaran bisa digunakan untuk membeli alat pengajaran terbaru.

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan di Jateng 

    Di Jawa Tengah sendiri, implementasi energi terbarukan sebenarnya sudah digalakkan di beberapa titik. Selain di Desa Senenan Jepara, beberapa PLTS juga telah terpasang untuk membantu warga lokal mendapatkan listrik secara cuma-cuma. Sebut saja PLTS Pompa di Desa Kaliurip, Kabupaten Banyumas. PLTS tersebut mampu mengairi sawah para penduduk sehingga setahun bisa panen hingga tiga kali.

    Tidak hanya dalam bentuk PLTS, implementasi energi terbarukan di Jateng juga dilaksanakan dalam bentuk lainnya. Salah satunya ada PLTMH di Dusun Kali Pondoh, Cilongok. PLTMH sendiri adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Artinya, listrik berasal dari turbin yang digerakkan oleh arus air deras dari pipa utama. PLTMH ini dibangun untuk mengalirkan listrik ke rumah-rumah di Dusun Kali Pondoh, serta membantu usaha mereka untuk membuka kios maupun warung kopi mengingat dusun ini terletak dekat dengan daerah wisata Telaga Pucung.

     

    Tidak hanya di Jawa Tengah, penerapan energi terbarukan ini seharusnya digalakkan ke seluruh Indonesia. Selain untuk meningkatkan produktivitas UMKM pasca-pandemi dan mengalirkan listrik ke daerah terpelosok, pembangkit listrik dengan energi terbarukan juga sesuai dengan misi global untuk mengatasi krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu mengurangi dampak krisis iklim tersebut dengan menerapkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya saja dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Kalau tertarik, Anda bisa menghitung terlebih dahulu kebutuhan kapasitas panel surya dengan menggunakan kalkulator surya. Setelah itu, carilah jasa pemasangan PLTS Atap terdekat dengan Anda melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:
    https://kalkulator.solarhub.id/
    https://solarhub.id/

  • UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    Sebagian dari Anda mungkin telah mengenal Jepara sebagai kota ukir. Hasil karya seni ukir dari Jepara memang memiliki ragam motif yang sangat indah serta berkualitas tinggi. Saking indahnya, tidak jarang karya seni ukir dari Jepara diimpor ke beberapa negara lain, baik di Asia Tenggara maupun Amerika. Jadi, tidak heran kalau sebagian besar UMKM di Jepara menggeluti industri seni ukir ini, termasuk penduduk di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

    Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia kemarin memiliki dampak yang sangat nyata pada industri seni ukir di Desa Senenan ini. Sampai akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turun tangan memberikan bantuan dalam bentuk panel surya. Memangnya, apa yang terjadi?

    Pesanan Sepi, Usaha Terancam Mati

    Akibat pandemi Covid-19 yang terjadi, pesanan karya seni ukir relief yang diterima UMKM jadi berkurang. Dari yang tadinya bisa menjual 2-3 ukiran kayu dengan rentang harga Rp5 juta hingga Rp30 juta per bulannya, saat pandemi bisa saja benar-benar tidak ada pesanan. Ini karena para pembeli umumnya berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri.

    Mulyono, Kepala Desa Senenan, mengungkapkan bahwa semua UMKM yang menggeluti industri seni ukir mengalami masalah tersebut. Mulai dari perajin ukiran relief, ukiran perabotan rumah tangga, hingga ukiran bambu merasakan dampak berkurangnya pesanan tersebut. Beberapa pengusaha juga terpaksa menjual murah ukirannya agar tetap bisa bertahan hidup dan membeli kebutuhan pokok. 

    Saat pandemi tersebut, produksi benar-benar dihentikan karena UMKM tidak mampu untuk membayar karyawan serta tagihan listrik. Apalagi, perajin seni ukir di Desa Senenan telah menggunakan peralatan elektrik seperti bor, gergaji, hingga mesin serut.

    Bantuan dari Pemerintah Jateng Tuai Respons Positif

    Untuk membantu UMKM agar bisa kembali memulai proses produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bantuan dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang pada atap rumah usaha. Pemasangan panel surya tersebut diharapkan dapat membantu warga mengurangi jumlah tagihan listrik yang harus dikeluarkan saat melakukan produksi.

    Terbukti, pemasangan PLTS Atap tersebut benar-benar mengurangi tagihan listrik per bulan bagi tiap UMKM seni ukir di Desa Senenan Jepara. Mulyono bahkan mengungkapkan kalau tagihan listriknya berkurang hingga separuh. Dari yang biasanya mencapai Rp800 ribu per bulan, tagihan listrik usaha Mulyono saat ini berkurang menjadi Rp400 ribu saja. Dengan selisih tersebut, Mulyono bisa menggunakannya untuk membayar gaji karyawan atau keperluan usaha lainnya.

    8 dari 30 Perajin Desa Senenan Punya PLTS Atap 

    Dalam memberikan bantuannya kepada beberapa sentra kerajinan di Desa Senenan, Pemprov Jateng meminta bantuan Koperasi Industri dan Kerajinan (Koprinka) Desa Senenan untuk mengusulkan beberapa nama sentra. Akhirnya, terpilihlah beberapa sentra produksi relief seperti Oval Jati, Bumi Hijau, Carving Art, dan beberapa sentra lainnya. Total, ada delapan sentra yang mendapatkan bantuan panel surya dari 30 sentra yang ada.

    Seluruh UMKM yang mendapatkan bantuan PLTS Atap dari Pemprov Jateng mengaku sangat terbantu dengan adanya panel surya tersebut. Ini karena tagihan listrik mereka per bulan benar-benar berkurang setelah memanfaatkan PLTS Atap tersebut.

    Apa Sistem PLTS Atap yang Digunakan? 

    Sistem PLTS Atap yang diberikan kepada para perajin seni ukir di Desa Senenan ini adalah PLTS Atap on-grid. Apa maksudnya?

    PLTS on-grid adalah sebuah sistem yang dapat menghasilkan listrik dan tersambung dengan jaringan listrik (PLN). Artinya, sistem PLTS tersebut tidak membutuhkan baterai untuk menyimpan kelebihan daya listrik yang dihasilkan. Sebagai gantinya, akan terjadi proses ekspor-impor listrik dengan jaringan listrik PLN. Itulah mengapa PLN juga menyediakan net metering, sebuah alat yang dapat menunjang proses ekspor-impor tersebut.

    Sedangkan untuk kapasitas PLTS, tiap sentra UMKM mendapatkan jumlah yang beragam. Ada yang mendapatkan PLTS dengan kapasitas 2 kWp, ada juga yang sampai 3kWp. Jumlahnya disesuaikan dengan daya listrik yang sebelumnya sudah terpasang dari PLN. 

     

    Penerapan PLTS Atap pada sentra UMKM ukir relief Desa Senenan, Jepara ini bukan hanya dilakukan untuk membantu UMKM melewati sulitnya masa pandemi saja. Hal ini juga menjadi bentuk nyata dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan energi terbarukan dalam rangka melawan dampak krisis iklim. Anda sendiri juga bisa mendukung misi global tersebut dengan memasang panel surya untuk rumah tangga.

    Jadi, apakah Anda tertarik menggunakan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari? Jika iya, Anda bisa menghitung kebutuhan listrik Anda terlebih dahulu dengan kalkulator surya dari SolarHub. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari layanan pemasangan PLTS Atap yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Reference:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Semakin hari, dampak dari krisis iklim semakin terlihat; mulai dari suhu iklim global yang terus naik hingga keanekaragaman hayati yang mulai berkurang. Jika manusia tidak melakukan perubahan kebiasaan secara masif, maka dampak krisis iklim juga akan semakin parah. Tentu saja tidak ada yang berharap hal itu terjadi, bukan?

    Maka dari itu, pemerintah dan organisasi terkait terus menggaungkan pentingnya peralihan dari energi tidak terbarukan ke energi terbarukan—seperti tenaga surya—untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Akan tetapi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya memiliki polemik tersendiri jika dikaitkan dengan keanekaragaman hayati di tempat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, sebenarnya apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati?

    Apa Itu Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati, atau dikenal juga dengan istilah biodiversity, merujuk pada keanekaragaman makhluk hidup di suatu tempat. Berdasarkan tingkatannya, biodiversity sendiri bisa dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ekosistem, tingkat spesies flora dan fauna, hingga yang paling kecil adalah tingkat gen. 

    Agar kehidupan di bumi tetap bisa berjalan dengan seimbang, biodiversity ini wajib untuk dijaga kelestariannya. Jika pada suatu ekosistem terdapat satu spesies makhluk hidup yang berkurang atau bahkan hilang, maka akan menciptakan ketidakseimbangan yang berakibat pada overpopulation spesies tertentu dan musnahnya spesies makhluk hidup lain. Hingga akhirnya, hal tersebut akan memberikan dampak pada kehidupan manusia.

    Lalu, apakah pembangkit listrik tenaga surya berpotensi menghancurkan biodiversity pada suatu daerah?

    Adakah Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Biodiversitas?

    Sekilas, pembangunan solar farm atau pusat pembangkit listrik tenaga surya terlihat tidak membahayakan ekosistem. Ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho!

    Sama seperti pembangunan infrastruktur pada umumnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari bisa mengganggu ekosistem. Apalagi, beberapa pembangkit listrik tersebut dibangun di daerah terpencil yang sebelumnya tidak tersentuh oleh tangan manusia. 

    Akibatnya, beberapa hewan maupun tumbuhan yang tinggal di tempat pembangunan tersebut akan mati atau berpindah ke tempat lain. Tidak hanya pada saat pembangunan, pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya juga bisa berbahaya bagi hewan sekitar. 

    Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya bertipe CSP (Concentrated Solar Power)  yang salah satunya terletak di Ivanpah, California. Singkatnya, CSP bekerja dengan memusatkan energi panas matahari pada satu titik, entah itu pipa air atau menara solar. Panas ini digunakan untuk mendidihkan air, yang kemudian berubah menjadi uap untuk menggerakkan generator. 

    Nah, cahaya yang muncul akibat panas terkonsentrasi itu akan menarik serangga yang memang menyukai cahaya terang, serta burung yang ingin memangsa serangga tersebut. Inilah yang menjadi alasan banyak burung terbunuh di solar farm CSP Ivanpah, California. Total, lebih dari 6000 burung mati setiap tahunnya karena hal tersebut.

    Manfaat Teknologi Tenaga Surya untuk Hewan dan Tumbuhan

    Meskipun memiliki dampak kurang menyenangkan, penggunaan teknologi tenaga surya tetap memberikan dampak positif bagi keanekaragaman hayati.  Contohnya, tentu saja  berkurangnya emisi karbon dalam produksi listrik karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dalam pembuatannya. Dengan begitu, suhu iklim global bisa kembali normal, dan hewan-hewan tidak perlu berpindah ke habitat lain yang suhunya sesuai dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.

    Selain itu, penggunaan PLTS juga bisa menghasilkan kualitas udara yang lebih baik. Itu artinya, baik hewan maupun manusia bisa memiliki life expectancy yang jauh lebih panjang karena dapat menghirup udara yang segar.

    Cara Mengatasi Risiko PLTS pada Keanekaragaman Hayati

    Dampak negatif dari pembangunan dan pengoperasian PLTS terhadap biodiversity ini sebenarnya sangat mungkin untuk diminimalisir. Misalnya saja saat membangun solar farm, pastikan bahwa tim konstruksi telah berkonsultasi dengan organisasi terkait atau pihak berwajib lainnya. Dengan begitu, tim konstruksi bisa menyesuaikan pembangunan panel surya dengan anjuran dari organisasi untuk meminimalisir dampak negatif pada keanekaragaman hayati.

    Lagipula, pembangunan PLTS sebenarnya tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh manusia. Untuk PLTS di kota misalnya, pembangunan panel surya bisa dilakukan di atap atau sisi gedung yang sebelumnya sudah dibangun.

     

    Proses konstruksi pembangkit listrik tenaga surya memang memiliki sejumlah risiko terhadap keanekaragaman hayati. Namun, ada berbagai cara untuk meminimalisir risiko tersebut Selain itu, tenaga surya juga justru membawa lebih banyak manfaat bagi semua makhluk hidup, mulai dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. 

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi untuk ikut mendukung misi global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan bagi kebutuhan sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Tertarik? Hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik Anda dengan kalkulator surya. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari tahu jasa pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/mengintip-dampak-pemanasan-global-di-kebun-raya-cibodas 

    https://iesr.or.id/perubahan-iklim-umat-manusia-menghadapi-ancaman-serius 

    https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/ 

    https://www.vox.com/2021/8/18/22556193/solar-energy-biodiversity-birds-pollinator-land 

    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364032116304622 

    https://oyarenewables.com/resources/environmental-impact-of-solar-energy-on-biodiversity/ 

    https://climatechange.ucdavis.edu/climate/news/can-solar-energy-and-wildlife-coexist 

    https://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/agrivoltaics-solar-panels-agriculture.htm#pt3 

    https://www.audubon.org/news/why-solar-power-good-birds