Tag: plts atap

  • 7 Inovasi Canggih dalam Teknologi Panel Surya

    7 Inovasi Canggih dalam Teknologi Panel Surya

    Percepatan peralihan ke energi terbarukan, termasuk energi surya, sangatlah penting untuk meminimalisir dampak dari krisis iklim secara global. Itulah mengapa pemerintah Indonesia dan negara-negara lainnya terus menggalakkan program yang mengajak masyarakat beralih menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Sayangnya, ada saja hambatan yang menyebabkan penerapan energi terbarukan tersebut tidak bisa dilakukan secara masif. Mulai dari hambatan teknologi, biaya, hingga aksesibilitas.

    Untuk itu, ilmuwan di seluruh dunia terus berinovasi untuk menciptakan panel surya yang lebih efektif, serta mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Memangnya, apa saja inovasi panel surya yang saat ini sedang dikembangkan?

    7 Inovasi Teknologi Panel Surya

    Dari banyaknya inovasi teknologi panel surya yang dicetuskan oleh beberapa tim ilmuwan dari seluruh dunia, berikut adalah tujuh di antaranya yang wajib untuk Anda ketahui:

    1. Panel surya kristal perovskite

    Umumnya, untuk menangkap sinar matahari, sebuah panel surya menggunakan bahan yang berasal dari polysilicon murni. Sayangnya, bahan ini hanya dapat menyerap sekitar 34% dari sinar matahari tersebut. Oleh karena itu, ilmuwan terus mengembangkan penggunaan bahan lainnya untuk menyerap sinar matahari yang tidak terserap oleh polysilicon. 

    Saat ini, opsi yang sedang dikembangkan adalah material berbahan dasar dari kristal perovskite. Jika digunakan bersamaan dengan material yang berbahan silikon, perovskite dapat meningkatkan penyerapan sinar matahari yang diubah menjadi energi listrik. Namun, masalah terbesar dari perkembangan material satu ini adalah daya tahannya yang belum teruji.

    2. Solar window

    Solar window adalah sebuah teknologi yang cara kerjanya sama seperti panel surya biasa. Hanya saja, panel surya yang digunakan menjadi solar window bersifat transparan alias tembus pandang. Oleh karena itu, panel surya solar window bisa dipasang sebagai pengganti jendela, tidak harus di pasang di solar farm, atau atap suatu bangunan.

    3. Solar paint

    Tidak hanya dikembangkan untuk meningkatkan tingkat efektivitas panel surya silikon, saat ini kristal perovskite juga sedang dikembangkan untuk menjadi solar paint. Sesuai namanya, solar paint adalah sebuah cat yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Namun, hingga saat ini produk yang telah dikeluarkan masih berupa prototype saja.

    4. Lapisan film surya tipis

    Saat ini, beberapa kelompok ilmuwan di seluruh dunia juga sedang mengembangkan panel surya dengan ketebalan setipis mungkin. Tujuannya agar panel surya menjadi sumber energi yang lebih portable serta lebih mudah diimplementasikan untuk kebutuhan sehari-hari.

    5. Panel spektrum inframerah

    Umumnya, panel surya menyerap cahaya matahari yang gelombangnya termasuk ke dalam visible light atau cahaya tampak. Artinya, ada jenis gelombang lainnya yang tidak terserap oleh panel surya konvensional. Untuk itu, ilmuwan mengembangkan penggunaan vanadium dan titanium yang dapat menangkap gelombang cahaya matahari yang termasuk pada cahaya inframerah.

    6. Peternakan tenaga surya terapung

    Umumnya, sebuah solar farm atau peternakan tenaga surya membutuhkan lahan yang sangat luas. Tentunya ini menjadi masalah bagi daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Oleh karena itu, saat ini ada beberapa daerah yang menerapkan peternakan tenaga surya terapung. Salah satunya bisa Anda temukan di Dezhou Dingzhuang, Shandong, Cina.

    7. Panel surya aktif 24 jam

    Siapa bilang panel surya hanya bisa menghasilkan energi listrik saat langit cerah? Beberapa ilmuwan telah mengembangkan solusi agar sebuah panel surya dapat menghasilkan energi listrik selama 24 jam dalam cuaca apa pun, termasuk ketika turun hujan maupun saat malam hari.

    Agar panel surya bisa bekerja pada malam hari, ilmuwan memanfaatkan perbedaan suhu antara panel surya yang mendingin saat malam tiba, dengan udara sekitar yang masih hangat. Nantinya, panas dari udara ini akan bergerak melewati thermoelectric generator. Nah, alat inilah yang bisa mengubah kalor yang lewat menjadi sebuah energi listrik.

    Sedangkan untuk mengatasi panel surya yang tidak bisa menghasilkan listrik saat hujan tiba, sekelompok ilmuwan dari Cina memiliki solusi yang cukup unik. Mereka menempelkan lapisan triboelectric nanogenerator (TENG) pada permukaan panel surya konvensional. Dengan alat tersebut, gesekan yang dihasilkan antara tetesan air hujan dengan permukaan panel surya dapat berubah menjadi energi listrik.

     

    Selain beberapa inovasi tersebut, hingga saat ini masih banyak inovasi lainnya yang terus bermunculan mengenai perkembangan panel surya. Hal ini tentu saja sejalan dengan tujuan global untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan agar dampak krisis iklim bisa berkurang. Anda sendiri juga bisa membantu usaha global ini dengan menerapkan penggunaan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

    Tertarik menggunakan PLTS Atap untuk rumah tangga? Hitung dulu kebutuhan Anda dengan kalkulator surya dari SolarHub, ya! Setelah itu, barulah Anda dapat mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/memacu-pemanfaatan-energi-surya-di-indonesia

    https://iesr.or.id/menyediakan-pembiayaan-terjangkau-untuk-transisi-energi

    https://www.weforum.org/agenda/2022/05/solar-panels-work-in-dark/

    https://interestingengineering.com/innovation/solar-panels-new-materials-cheaper-better

    https://solartechadvisers.com/innovations-in-solar-energy/#1-new-innovations-in-solar-energy-

    https://solarhub.id/listing-category/perusahaan

    https://kalkulator.solarhub.id

  • Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Untuk mendukung jumlah instalasi PLTS di area residensial demi mempercepat pencapaian target nol emisi, pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan sejumlah peraturan mengenai sistem ekspor impor listrik tenaga surya. Akan tetapi, belum lama ini, kebijakan tersebut telah dihapus karena berbagai alasan. Apa alasannya? Lantas, bagaimana penghapusan kebijakan tersebut memengaruhi penerapan energi terbarukan di Indonesia?

    Sistem Ekspor Impor Listrik ke PLN Sebelumnya

    Kebijakan ekspor impor listrik ke PLN diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Kebijakan ini pada dasarnya mengatur tentang bagaimana sistem ekspor impor listrik dari PLTS Atap ke PLN.

    Dalam perilisan awalnya, sistem ekspor impor listrik disebutkan pada pasal 6 ayat 1. Di peraturan ini, dijelaskan bahwa energi listrik yang diekspor dari PLTS Atap akan dihitung sesuai nilai kWh pada meter kWh Ekspor-Impor, lalu dikali 100% (seratus persen). Aturan inilah yang akan dihapus dalam revisi Permen 26/2021 menjadi tidak ada ekspor setelah sebelumnya sempat mengalami pembatasan.

    Mengapa Kebijakan Ekspor Listrik Tenaga Surya Dihapus?

    Penghapusan kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pada awal tahun 2022 lalu, PLN mengalami krisis kelebihan pasokan listrik. Sejumlah faktor yang menyebabkan di antaranya adalah pandemi dan resesi global. Hal ini belum termasuk megaproyek PLTU batubara pada tahun 2015 yang baru beroperasi 47% pada tahun yang sama.

    PLN sendiri sudah menolak pelaksanaan Permen ESDM No. 26/2021 sejak diundangkan pada Agustus 2021 lalu. Penolakan ini berimbas pada realisasi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atap yang hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas utama.

    Perkiraan Ahli tentang Dampak dari Perubahan Kebijakan

    Pembatasan pemanfaatan PLTS Atap ini membawa dampak yang cukup signifikan. Hal ini bisa membuat minat masyarakat akan pemasangan PLTS Atap, khususnya dari pasar residensial, cenderung turun. Menanggapi hal ini, AESI dan IESR merekomendasikan agar sistem net-metering tetap berlaku, khususnya untuk pelanggan residensial.

    Menurut kedua organisasi tersebut, penurunan minat pemasangan PLTS Atap di tingkat residensial akan berdampak besar pada lapangan kerja hijau, khususnya para pelaku usaha instalasi PLTS skala kecil. Peluang teknisi dan pemasang dengan segmen pasar rumah tangga untuk bersaing di ranah PLTS Atap akan semakin kecil. Dikhawatirkan pertumbuhan dan peluang usaha hijau ini menjadi terhambat.

    Pentingnya Peranan Regulasi Pemerintah untuk Mendukung Energi Terbarukan

    Tidak bisa dimungkiri, diperlukan adanya campur tangan pemerintah, khususnya dalam hal regulasi kebijakan, agar cita-cita bangsa dengan Net Zero Emission dapat tercapai sesegera mungkin. Revisi kebijakan di atas tentu akan sangat memukul pertumbuhan pengguna PLTS Atap karena dianggap kurang menguntungkan.

    Jadi, Apakah Pemasangan PLTS Atap Masih Menguntungkan?

    Bagi PLN, peraturan ekspor listrik tenaga surya dari PLTS Atap dianggap sebagai penambah beban. Meski kebijakan ekspor impor listrik ke PLN telah dihapus, Anda tetap dapat diuntungkan dengan adanya pemasangan PLTS Atap karena harga perangkatnya perlahan akan semakin terjangkau dari tahun ke tahun. Harga instalasi PLTS Atap masih tetap bisa tertutup dengan penghematan biaya listrik dalam beberapa tahun ke depan.

     

    Bagi Anda yang sedang atau ingin memasang PLTS Atap, tidak perlu khawatir dengan revisi kebijakan ekspor impor listrik tenaga surya ke PLN ini. Sebab, PLTS Atap masih tetap bisa menghasilkan imbal balik yang bagus dari segi penghematan biaya sekaligus pelestarian lingkungan.

    Peraturan mengenai PLTS Atap akan selalu berkembang dinamis meski saat ini terbentur pada fasilitas dan sejumlah kepentingan lainnya. Meski begitu, Anda masih berhak mendapatkan update perkembangan dan penerapan kebijakan energi terbarukan dengan membaca berbagai publikasi IESR tentang PLTS Atap. Dengan mengenali sistem dan keberadaannya, Anda dapat mulai mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap terdekat di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/kelebihan-pasokan-listrik-pln-perlu-evaluasi-megaproyek-35-gw

    https://iesr.or.id/tag/aturan-penghambat-plts-atap 

    https://iesr.or.id/pustaka/indonesia-energy-transition-outlook-ieto-2023 

    https://iesr.or.id/teknologi-plts-semakin-maju-dan-murah-menjadi-pendorong-pemanfaatan-energi-surya-indonesia 

    https://iesr.or.id/indonesia-butuh-tingkatkan-instalasi-energi-terbarukan-hingga-10-kali-lipat-untuk-capai-net-zero-emissions 

    https://iesr.or.id/dukungan-regulasi-kunci-akselerasi-energi-surya 

    https://solarhub.id/publikasi 

    https://solarhub.id/ 

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20230310083708-4-420504/fix-aturan-ekspor-listrik-plts-atap-ke-pln-dihapus 

    https://www.suara.com/bisnis/2022/06/06/213844/kebijakan-pln-membatasi-plts-atap-dinilai-tidak-menarik-dari-sisi-keekonomian 

  • Begini Cara Ekspor Impor Energi Listrik ke PLN dengan Pasang Panel Surya!

    Pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia karena tingginya sumber energi matahari di sini. Sebagai negara tropis yang berlokasi di garis khatulistiwa, potensi pemanfaatan energi cahaya matahari sebagai sumber listrik di Indonesia sangatlah besar. 

    Menurut data dari IESR, potensi teknis dari panel surya untuk rumah tangga Indonesia berkisar antara 194 hingga 655 GigaWatt Peak (GWp) untuk 34 provinsi. Apalagi, sekarang pemerintah sudah memiliki sejumlah inisiatif untuk mendorong penerapan teknologi tersebut, salah satunya ekspor impor energi listrik. Apa saja keuntungannya?

    Mengenal 3 jenis sistem PLTS

    Saat ingin memasang panel surya, Anda harus memilih salah satu dari tiga jenis sistem PLTS yang tersedia, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. Ketiga tipe PLTS tersebut memiliki cara kerja serta kelebihan yang berbeda-beda untuk kebutuhan Anda. Pertama, sistem on grid memerlukan panel surya yang terhubung dengan jaringan listrik sentral, atau PLN dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, penggunaannya lebih disarankan untuk perkotaan besar. 

    Kemudian, ada PLTS off grid yang cocok untuk wilayah terpencil atau belum memiliki akses listrik yang cukup stabil. Pasalnya, jenis PLTS ini memiliki baterai yang terhubung dengan panel surya. Jadi, Anda akan memiliki pasokan listrik cadangan pada malam hari atau hari mendung. 

    Terakhir, ada sistem PLTS hybrid yang menggabungkan pasokan listrik sentral dari PLTS on grid dan baterai cadangan dari PLTS off grid untuk operasionalnya. Karena lebih fleksibel, Anda dapat memasang PLTS tersebut di mana saja.

    Ekspor energi listrik berlebih ke PLN

    Saat Anda memiliki sumber energi listrik berlebih dari panel surya, Anda bisa melakukan ekspor impor dengan PLN. Bagaimana bisa? Sistem ekspor impor ini berdasar pada Peraturan Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 yang mengatur Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen Perusahaan Listrik Negara.

    Namun, undang-undang tersebut sudah diperbarui, sehingga terbitlah Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Menurut isi peraturan terbaru yang telah disebutkan, energi listrik yang diekspor ke PLN dikalkulasi berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dan dikali 100% Persentase tersebut berbeda dengan angka dalam Permen 49/2018, yaitu 65%.

    Cara ekspor impor energi listrik dengan PLN

    Mekanisme ekspor impor energi listrik dengan PLN relatif sederhana, sebab Anda hanya membutuhkan sistem PLTS Atap dan memenuhi persyaratan EXIM.

    Namun sebelum itu, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur untuk memasang PLTS Atap serta pengukur daya yang diperlukan. Prosedur tersebut mencakup permohonan kepada kantor PLN setempat, proses evaluasi dan verifikasi permohonan dalam 15 hari kerja oleh PLN, dan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah selesai memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Setelah memiliki semua perangkat yang diperlukan, meteran EXIM akan mengukur konsumsi daya di rumah Anda. Pada siang hari, total kelebihan listrik dari tenaga surya akan diekspor ke PLN. Jadi, pelanggan hanya perlu membayar tagihan listrik hasil pengurangan dari pemakaian konsumsi energi saat ini dengan akumulasi energi surya yang dikirimkan ke PLN.

    Yuk, pasang PLTS sekarang!

    Sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, PLTS jelas memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan. Beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah emisi karbon yang lebih kecil dan bebas polusi, sehingga Anda tidak perlu takut mencemari alam saat menjalani kegiatan sehari-hari.

    Jika Anda ingin melanjutkan niat baik ini, Anda bisa menghitung kapasitas dan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan konsumsi energi sehari-hari. Agar pemasangan PLTS Atap Anda lebih praktis dan efisien, Anda dapat mengunjungi halaman kalkulator surya SolarHub untuk memperoleh rincian yang disarankan.

     

    Dengan memasang panel surya, Anda dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan menghemat tagihan listrik secara bersamaan. Teknologi sumber listrik terbarukan yang sedemikian rupa sangat pas untuk diterapkan di Indonesia, sebab pasokan cahaya mataharinya sangat terbantu oleh letaknya di garis khatulistiwa. 

    Apabila Anda sudah siap untuk beralih ke listrik tenaga surya, tidak perlu ragu-ragu lagi. Yuk, temukan informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS di lokasi Anda dengan mengunjungi website resmi SolarHub!

     

    Referensi:

    https://p3tkebt.esdm.go.id/esmart/artikel

    https://pasangpanelsurya.com/pengertian-plts/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20181129104526-4-44210/mau-pasang-panel-surya-begini-cara-jual-beli-listrik-ke-pln

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220209124657-4-314046/warga-bisa-jual-listrik-100-ke-pln-kapasitas-plts-naik-2x

    https://solarhub.id

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

  • Tak Hanya Kaya Vitamin D, Sinar Matahari Juga Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif!

    Selain berfungsi sebagai salah satu sumber energi alternatif yang aman untuk lingkungan, matahari juga punya banyak manfaat untuk kesehatan fisik serta mental. Memangnya, apa saja kegunaan matahari dalam kehidupan sehari-hari di samping menerangi lingkungan sekitar dengan alami? Mari kita pelajari bagaimana sinar matahari dapat menguntungkan kehidupan kita dan ekosistem alam di bawah ini.

    Sumber energi listrik

    Karena energi tak terbarukan berpotensi mencemari lingkungan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan energi jangka panjang, sinar matahari memiliki peranan penting sebagai sumber energi alternatif. 

    Dengan adanya PLTS Atap yang memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti sinar matahari, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari tanpa mencemari lingkungan. Pasalnya, berbeda dengan listrik dari energi tak terbarukan, produksi listrik tenaga surya tidak menghasilkan emisi karbon yang besar. 

    Apakah Anda tertarik memanfaatkan pasokan listrik dari tenaga surya? Anda bisa mencari lebih banyak informasi tentang PLTS Atap di daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan atau FAQ pada website resmi SolarHub.

    Kaya akan vitamin D

    Peran sinar matahari tidak terbatas pada sumber energi alternatif saja. Mengapa? Karena cahaya matahari mengandung banyak vitamin D yang bertahan lebih lama pada tubuh jika dibandingkan dengan kandungan dalam suplemen makanan atau bahan baku masakan.

    Perlu diingat bahwa untuk menjaga kekokohan tulang dalam jangka waktu panjang, asupan sinar matahari harian yang disarankan adalah 600 International Unit (IU) untuk orang dewasa. Nah, Anda dapat mencukupi kebutuhan vitamin D dengan berjemur di luar ruangan pada pagi hari selama 10 hingga 20 menit setiap hari. 

    Dengan demikian, Anda akan mampu menjaga kelancaran proses kognitif pada kegiatan sehari-hari, serta terhindarkan dari risiko tulang dan gigi keropos.

    Meningkatkan kualitas tidur

    Kualitas tidur Anda sangat ditentukan oleh kinerja circadian rhythm pada tubuh. Apa itu? Sederhananya, circadian rhythm atau ritme sirkadian merupakan proses biologis yang mengatur kapan tubuh Anda bisa beraktivitas dan harus beristirahat. Salah satu faktor yang memengaruhi performa circadian rhythm adalah paparan terhadap cahaya eksternal, terutama cahaya matahari.

    Selama matahari masih bersinar, sel tubuh kita akan mengirimkan pesan kepada otak untuk memproduksi hormon yang meningkatkan kewaspadaan. Sebaliknya, saat matahari sudah terbenam, tubuh akan memproduksi hormon melatonin yang akan membuat Anda mengantuk dan tidur lebih nyenyak. Jadi, cahaya matahari merupakan sumber energi alternatif yang juga dapat membuat kualitas tidur lebih baik.

    Membantu meningkatkan mood

    Tidak hanya meningkatkan kualitas tidur dan menjadi sumber energi alternatif, sinar matahari juga membawa pengaruh baik bagi suasana hati Anda. Mengapa? Cahaya matahari yang ditangkap oleh sel iPRGC atau reseptor cahaya pada retina mata dapat menjangkau area tertentu pada otak, yaitu sistem limbik. 

    Area tersebut berperan dalam mengatur kondisi emosional Anda, sehingga jika terpapar oleh sinar matahari, produksi hormon yang membuat suasana hati lebih baik juga akan meningkat. Oleh sebab itu, dengan asupan sinar matahari yang mencukupi setiap harinya, Anda dapat menurunkan risiko mengalami gangguan pada kesehatan mental.

    Sumber cahaya alami

    Salah satu fungsi terpenting dari matahari adalah sumber penerangan alami. Matahari memang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, tetapi pada saat yang bersamaan, cahaya matahari juga dapat menghemat penggunaan listrik. 

    Pada siang hari, Anda tidak perlu menyalakan lampu karena cahaya dari luar sudah cukup untuk menerangi rumah Anda. Hal ini dapat membantu Anda menekan konsumsi energi listrik, dan pada akhirnya, tagihan listrik bulanan Anda akan lebih murah.

    Berguna bagi makhluk hidup lain

    Manfaat cahaya matahari tidak hanya terasa bagi manusia. Di samping berperan sebagai sumber energi alternatif dan penunjang kesehatan untuk Anda, hewan dan tumbuhan juga akan diuntungkan dengan sinar matahari. Bagaimana bisa? 

    Dengan adanya cahaya matahari, berbagai spesies hewan bisa menghangatkan tubuh mereka. Fungsi ini sangatlah penting untuk hewan berdarah dingin yang tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka sendiri, seperti reptil. Jadi, mereka harus mengandalkan matahari. 

    Selain itu, tumbuhan juga membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan oksigen dan sumber makanan bagi mereka sendiri serta spesies makhluk hidup lainnya.

     

    Bagaimana, Anda sudah memahami betapa bergunanya cahaya matahari untuk diri sendiri sekaligus ekosistem alam? Kabar baiknya, Anda juga bisa memperoleh pasokan listrik yang tidak kunjung habis, sekaligus menikmati manfaat sinar matahari sebagai sumber energi alternatif terbarukan dengan memasang PLTS Atap. 

    Jika Anda sudah mengetahui serba-serbi PLTS Atap dan memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan dengan kalkulator surya, Anda bisa langsung mencari vendor penyedia PLTS melalui direktori SolarHub.

  • Perbedaan Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan, Apa Contohnya?

    Kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada pangan, sandang, dan papan. Untuk menunjang kemudahan beraktivitas, energi memiliki peranan yang sangat penting sebab tanpa adanya energi, Anda tidak dapat menggunakan hampir semua peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Energi sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu energi terbarukan dan tak terbarukan. Apa saja perbedaan dan contohnya? Mari kita simak bersama-sama.

    Apa itu energi terbarukan?

    Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia secara alami, sehingga Anda dapat menggunakannya secara terus-menerus tanpa perlu mengkhawatirkan dampaknya bagi lingkungan. 

    Perbedaan lainnya dari energi terbarukan dan tak terbarukan terletak pada proses perolehannya. Dengan energi terbarukan, Anda bisa mendapatkan pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari langsung dari alam, dan sumber energi ini tidak akan pernah habis jika dikelola dengan baik. 

    Beberapa contoh energi terbarukan yang paling populer adalah energi dari angin, air, ombak laut, dan panas bumi (geothermal). Pemanfaatan energi angin memerlukan turbin khusus yang dipasang di daratan atau permukaan air. 

    Sementara itu, energi dari air diperoleh dengan menampung air dalam reservoir atau memanfaatkan pergerakan arus sungai yang mengalir. Terakhir, energi dari bioenergi dan laut membutuhkan alat khusus untuk mengekstrak panas dari interior bumi atau laut, serta menghasilkan listrik dari pergerakan ombak.

    Panel surya, salah satu contoh energi terbarukan

    Selain energi air, angin, laut, dan geothermal, salah satu contoh energi terbarukan yang populer di berbagai kalangan adalah energi surya. Energi surya termasuk dalam kategori energi terbarukan karena mampu menghasilkan listrik dari sinar matahari, sebuah sumber energi yang tidak terbatas. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Pada dasarnya, panel surya mengandung dua unsur silikon yang telah dipadukan dengan sedikit boron dan fosfor untuk menciptakan karakteristik semikonduktor. Nah, dengan sifat semikonduktor inilah panel surya mampu menangkap partikel terkecil dari sinar matahari, yaitu foton. 

    Silikon yang mengandung boron atau semikondutor tipe-n akan menarik elektron bebas. Lalu, kelebihan elektron tersebut akan melewati lembaran kosong antara kedua lapisan panel surya untuk menuju bagian silikon dengan fosfor. Akhirnya, aliran listrik yang dihasilkan dari pergerakan elektron ini akan disimpan dalam baterai khusus untuk digunakan kapan saja.

    Apa itu energi tak terbarukan?

    Secara garis besar, energi tak terbarukan memiliki sebuah kesamaan dengan energi terbarukan, yaitu dapat diperoleh dari alam. Namun, satu hal yang paling membedakan energi terbarukan dan tak terbarukan adalah durasi pembentukannya dan metode perolehannya. Berkebalikan dari energi terbarukan, energi tak terbarukan adalah sumber energi yang membutuhkan proses selama jutaan tahun di bumi, sehingga pasokannya pun terbatas.

    Pasokan yang terbatas berarti jika energi tersebut terus digunakan, jumlahnya akan terus menyusut. Padahal, pengisian ulangnya memerlukan waktu yang sangat lama, terlebih dengan pengaruh eksternal dari kondisi geologi dan lingkungan yang fluktuatif.

    Contoh energi terbarukan yang paling sering digunakan dalam keseharian adalah batu bara, minyak bumi dari fosil, serta gas bumi. Karena ketiga sumber energi ini terkandung di dalam bumi, alat khusus pun diperlukan untuk mengekstraknya.

    Dampak energi tak terbarukan terhadap lingkungan

    Perlu diingat bahwa proses ekstraksi energi tak terbarukan menghasilkan jejak karbon dioksida yang berpotensi mencemari lingkungan. Mengapa? Sebab, gas karbon dioksida dari produksi dan penggunaan minyak bumi atau bahan bakar fosil mencakup ⅔ dari total emisi secara global, terutama jika digabungkan dengan gas rumah kaca. 

    Nah, karbon dioksida dan gas rumah kaca mampu memerangkap suhu panas di atmosfer, sehingga suhu bumi akan terasa lebih panas. Peningkatan suhu inilah yang menyebabkan krisis iklim yang dikenal dengan istilah “global warming.” 

    Krisis iklim tersebut membawa sejumlah dampak buruk bagi lingkungan maupun kesejahteraan hidup, di antaranya gagal panen, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat suhu udara yang terlalu panas. 

    Namun, dampak negatif dari energi tak terbarukan tidak hanya terbatas pada emisi karbon berlebih, sebab risiko minyak tumpah dapat mengurangi pasokan air bersih dengan meningkatnya keasaman air. Lalu, polusi udara yang dihasilkan dari proses produksinya juga berpotensi menimbulkan hujan asam.

    Demikian informasi penting seputar perbedaan energi terbarukan dan tak terbarukan. Nah, untuk mengurangi dampak buruk energi tak terbarukan terhadap lingkungan, mari bersama-sama mulai beralih ke energi terbarukan, salah satunya bisa dengan cara memasang PLTS Atap. Anda dapat menemukan penyedia PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda melalui SolarHub. 

    Direktori SolarHub mencakup banyak perusahaan penyedia listrik tenaga surya di berbagai provinsi dan bahkan pulau. Selain itu, Anda akan menemukan detail kontak serta ulasan pengguna untuk setiap perusahaan. Tertarik beralih ke energi terbarukan? Kunjungi website SolarHub untuk mengetahui informasi penyedia PLTS Atap terdekat dengan Anda!

     

    Referensi:

    https://solarhub.id

    https://internasional.kompas.com/read/2021/11/22/132333870/perbedaan-energi-terbarukan-dan-energi-tak-terbarukan?page=all

    https://www.suara.com/tekno/2021/03/09/133452/energi-terbarukan-dan-tidak-terbarukan-beserta-contohnya

    https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/222545969/energi-terbarukan-prinsip-kerja-panel-surya?page=all

  • Pakai Listrik Tenaga Surya, Mari Sama-sama Kurangi Dampak Krisis Iklim!

    Belakangan ini, banyak media yang menggaungkan bahwa dunia sedang mengalami krisis iklim atau biasa dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Namun, apa itu krisis iklim? Pada dasarnya, fenomena tersebut membuat suhu bumi meningkat sehingga udara terasa lebih panas. 

    Krisis iklim dapat merugikan lingkungan maupun kualitas hidup karena dengan iklim yang lebih panas, volume air laut akan meningkat dan pertumbuhan tanaman sebagai sumber makanan juga akan terganggu. Akan tetapi, pemakaian listrik tenaga surya dapat menekan dampak dari kondisi krisis iklim. Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama-sama di artikel ini.

    Bagaimana kondisi krisis iklim terkini? 

    Para ahli iklim memperkirakan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat setidaknya sebesar 1,2 derajat Celcius pada tahun 2023 ini. Hal ini berbeda dari informasi pada tahun 2016 hingga 2022. Bagaimana bisa? Menurut NASA, suhu bumi sempat mencapai rata-rata yang wajar karena fenomena La Nina, atau pendinginan permukaan air laut di Samudra Pasifik, bertahan lebih lama. 

    Akan tetapi, Gavin Schmidt selaku kepala Goddard Institute of Space Studies dari NASA menyatakan bahwa ada kemungkinan justru fenomena La Nina akan digantikan dengan El Nino yang meningkatkan suhu permukaan samudra. Jika itu terjadi, suhu bumi bisa bertambah panas pada akhir tahun 2023 hingga tahun 2024. 

    Sementara itu, Persetujuan Paris (Paris Agreement) mencoba membatasi peningkatan suhu bumi agar tidak melewati 1,5 derajat Celcius karena jika lebih dari itu, akan terjadi fenomena cuaca ekstrem dan meningkatnya frekuensi bencana alam yang membahayakan kehidupan.

    Tekan dampak krisis iklim dengan listrik tenaga surya

    Tidak hanya fenomena El Nino, salah satu penyebab krisis iklim yang paling signifikan adalah tingginya tingkat penggunaan energi fosil. Para ahli prediksi iklim dari NASA dan Met Office pun juga menyetujui bahwa peningkatan suhu permukaan bumi akan semakin tinggi seiring dengan banyaknya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) global yang terperangkap hingga membuat iklim lebih panas. 

    Sayangnya, energi fosil digunakan untuk banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya pasokan listrik. Padahal, berdasarkan informasi dari EPA, energi fosil memiliki jejak karbon yang cukup besar, yaitu 820 ton, karena 65% dari karbon dioksida di bumi berasal dari sana. Maka dari itu, dengan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik tenaga surya, Anda dapat menekan efek negatif krisis iklim.

    Sumber energi terbarukan, lebih ramah lingkungan 

    Listrik tenaga surya lebih ramah lingkungan karena sumbernya berasal dari energi terbarukan, yakni sinar matahari. Hal ini pun didukung oleh penelitian dari Our World in Data yang menunjukkan bahwa emisi karbon tenaga surya hanya sebesar 5 ton. Oleh sebab itulah semakin banyak negara yang beralih ke sumber energi terbarukan.

    Secara teori pun, peralihan ke listrik tenaga surya di Indonesia juga tidak sulit karena menurut publikasi IESR, potensi energi terbarukan Indonesia berkisar antara 3.396 GWp hingga 19.385 GWp. Sayangnya, pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,2 GWp atau di bawah 1% dari total kapasitas yang ada. 

    Untuk mendukung transisi ke energi terbarukan, pemerintah pun telah memprakarsai banyak program insentif, salah satunya melalui peningkatan ekspor listrik tenaga surya ke PLN sebesar 100% setelah Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang PLTS Atap direvisi.

    Langkah awal yang sebaiknya diambil

    Nah, bagaimanakah Anda bisa memulai peralihan ke energi surya untuk kehidupan sehari-hari dan mencegah dampak krisis iklim? Caranya sangat mudah, yaitu cukup dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

    Pertama, karena bentuk pemanfaatan energi surya cukup banyak, alangkah baiknya jika Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang listrik tenaga surya. Setelah mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Anda bisa mulai memperhitungkan kebutuhan listrik dan dana pemasangan panel tenaga surya untuk rumah tangga berdasarkan penggunaan selama ini.

    Peningkatan suhu bumi dari krisis iklim berpotensi merugikan kenyamanan dan kesehatan Anda. Untuk menangkal efek negatif tersebut, tenaga listrik surya dapat membantu dengan emisi karbon yang jauh lebih kecil daripada bahan bakar fosil, serta sumbernya yang terbarukan. 

    Tidak perlu cemas, Anda juga bisa berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan dari krisis iklim dengan pemasangan panel tenaga surya. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa. Sebelum memasang panel tenaga surya, dapatkan informasi seputar PLTS Atap melalui publikasi IESR. Terakhir, jangan lupa simulasikan penghitungan kebutuhan PLTS Atap untuk rumah Anda dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://pertaminapower.com/pembangkit-listrik-tenaga-surya

    https://www.axios.com/2023/01/14/global-warming-accelerates-2023

    https://dunia.rmol.id/read/2022/12/20/557676/peneliti-iklim-sebut-2023-akan-jadi-tahun-terpanas-bumi

    https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/09/02/2952/indonesia.kaya.energi.surya.pemanfaatan.listrik.tenaga.surya.oleh.masyarakat.tidak.boleh.ditunda

    https://ourworldindata.org/safest-sources-of-energy

  • 5 Pemanfaatan Tenaga Surya untuk Kehidupan Sehari-hari

    Menurut data dari Institute for Essential Services Reform (IESR), pengguna PLTS Atap di Indonesia mencapai angka 5.848 pada 2022 lalu. Jumlah tersebut meningkat daripada tahun 2021, yaitu sebanyak 4.794 pengguna. 

    Sayangnya, bagi banyak orang, tenaga surya masih menjadi suatu hal yang asing. Padahal, sebetulnya pemanfaatan tenaga surya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yang tentunya bisa kita rasakan sendiri penggunaannya. Berikut lima contoh penggunaan tenaga surya dalam aktivitas keseharian.

    Sumber energi untuk penggunaan alat elektronik

    Pemanfaatan tenaga surya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah pasokan listrik untuk menyalakan alat elektronik. Tidak dapat dimungkiri bahwa rutinitas rumah tangga memerlukan peralatan elektronik seperti lemari es, blender, pendingin ruangan, komputer, dan sebagainya. 

    Apabila ditotal, besaran daya yang diperlukan untuk bisa menggunakan semua alat elektronik tersebut cukup signifikan. Kemudian, apabila Anda mengandalkan alat pemanas air yang memerlukan listrik, tidak menutup kemungkinan tagihan bulanan Anda akan meningkat. 

    Itulah kenapa keberadaan tenaga surya sangatlah berguna untuk menjaga kemudahan dan kenyamanan di rumah dengan hemat energi. Dengan demikian, Anda dapat menggunakan alat elektronik yang dimiliki tanpa perlu mengkhawatirkan tagihan yang membengkak.

    Mengaktifkan penerangan

    Tidak hanya untuk mendukung penggunaan alat elektronik dalam konteks rumah tangga, pemanfaatan tenaga surya juga sangat berguna untuk penerangan di dalam maupun luar rumah. 

    Misalnya, ketika cuaca sedang mendung dan tidak ada pencahayaan alami yang masuk ke rumah, Anda dapat menyalakan lampu dengan tenaga surya cadangan dari baterai. Lalu, dengan adanya lampu jalanan umum yang menggunakan listrik tenaga surya, keamanan warga kota pada malam hari jadi lebih terjamin dan biaya tagihan listrik pun dapat ditekan. 

    Selain untuk perkotaan besar, tenaga surya sangatlah diperlukan untuk wilayah terpencil yang belum mendapatkan akses listrik stabil dan memadai. Sebagai alternatif, mereka dapat mengandalkan pasokan listrik dari pembangkit tenaga surya.

    Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya

    Contoh pemanfaatan tenaga surya berikutnya yang sedang populer belakangan ini adalah stasiun pengisian baterai listrik dari energi terbarukan. Mengapa demikian? Dalam rangka mengurangi emisi karbon secara global dari kendaraan bermotor, para pemimpin dunia telah mendorong penggunaan kendaraan listrik di negara masing-masing. Nah, inisiatif ini juga berlaku di Indonesia.

    Untuk mendukung transisi ke kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan, pemerintah telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif. Beberapa di antaranya adalah subsidi pembelian mobil atau motor listrik, serta pembangunan fasilitas umum untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik di berbagai lokasi strategis. 

    Nah, stasiun pengisian baterai ini menggunakan tenaga surya sebagai pasokan energi untuk mendukung penggunaan energi terbarukan yang bersih demi pelestarian lingkungan.

    PV Cold Storage

    Indonesia memiliki potensi perikanan yang tidak dapat dianggap remeh. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2021, jumlah hasil produksi perikanan laut yang dijual secara nasional hampir mencapai 870 ribu ton. 

    Walaupun emisi karbon untuk produksi serta penyimpanan hasil perikanan berkisar antara 6 hingga 18 kilogram per 100 gram protein, suhu dingin sangatlah penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk perikanan. Namun, ada solusi penyimpanan yang lebih ramah lingkungan, yakni pemanfaatan tenaga surya untuk sistem pendinginan atau photovoltaic cold storage. 

    Dengan baterai yang dapat menyimpan listrik dari hasil konversi sinar matahari melalui sel surya, teknologi ini mampu mengatur suhu dari 0 sampai -150 derajat Celcius dengan lebih efisien.

    Agrivoltaic

    Produksi makanan dari laut bukanlah satu-satunya penyumbang jejak karbon yang signifikan. Proses agrikultur juga turut meningkatkan emisi gas rumah kaca karena banyaknya air yang diperlukan untuk menyiram tumbuhan, penggunaan pestisida, serta karbon dioksida dari proses penanaman. Oleh sebab itu, agrivoltaic atau sistem agrikultur dengan pemanfaatan tenaga surya hadir untuk mengurangi emisi karbon dalam skala besar.

    Bagaimanakah cara kerjanya? Rangkaian sel surya photovoltaic akan menaungi sekelompok tumbuhan untuk menjaga kelembapan tanahnya, terutama di tengah cuaca yang tidak stabil. Di sisi lain, tumbuhan juga mendukung efektivitas panel surya melalui proses evapotranspirasi, atau penguapan air dari lahan ke atmosfer.

    Dari berbagai contoh yang sudah disebutkan, pemanfaatan tenaga surya bukanlah sesuatu yang jauh dan asing. Justru sebaliknya, penggunaan energi terbarukan adalah hal yang berkaitan sangat erat dengan kehidupan sehari-hari dan bahkan bisa mendukung kelancarannya. 

    Anda dapat merasakan sendiri manfaat dari tenaga surya dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Supaya pemasangan atap panel surya lebih efisien, perkaya pengetahuan Anda dengan membaca FAQ dan publikasi IESR yang membahas serba-serbi PLTS Atap di website resmi SolarHub sebelum beralih ke listrik tenaga surya.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kumparan.com/gigih-wijaya/5-aplikasi-penggunaan-panel-surya-di-kehidupan-sehari-hari-1xcu5cQZSlE/full

    https://sunenergy.id/blog/contoh-pemanfaatan-energi-alternatif-tenaga-surya/

    https://sedayu.com/2021/11/30/5-kegunaan-energi-surya-sehari-hari/

    https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/mayoritas-pengguna-panel-surya-atap-di-indonesia-dari-perumahan

    https://ourworldindata.org/carbon-footprint-food-methane

  • 7 Seleb Internasional yang Sudah Lakukan Pemasangan Panel Surya

    Biasanya, gaya hidup selebritas identik dengan hal-hal mewah. Namun, ada juga beberapa tokoh terkenal yang mencurahkan kekayaan mereka untuk melestarikan lingkungan, salah satunya dengan melakukan pemasangan panel surya. Lantas, siapa saja seleb yang sudah beralih ke energi terbarukan? Simak daftar di bawah ini sampai akhir, sebab mungkin saja bintang favorit Anda juga termasuk salah satunya.

    Mark Ruffalo 

    Mark Ruffalo sudah lama menentang pengeboran minyak dari fosil bumi sebagai sumber listrik sejak wilayah tempat tinggal keluarganya, yaitu Kota Callicoon, sering diterjang banjir akibat adanya ekspansi pengeboran minyak fosil bumi untuk pasokan listrik di New York. 

    Maka dari itu, aktor yang terkenal dengan perannya sebagai The Hulk di seri Avengers ini mendukung implementasi energi terbarukan yang bersih melalui pemasangan panel surya. Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel tenaga suryanya juga disalurkan menjadi pasokan listrik untuk para tetangganya.

    Julia Roberts 

    Sejak lama, Julia Roberts sudah terlibat aktif dalam berbagai kampanye pelestarian lingkungan, termasuk untuk penerapan energi terbarukan. Karena itulah dia terpilih sebagai pemeran utama untuk film Erin Brockovich, sebuah biografi kisah nyata tentang perjuangan seorang ibu melawan perusahaan listrik yang mengotori air bersih di kota tempat tinggalnya.

    Namun, ia semakin bertekad untuk menyelamatkan lingkungan sejak melahirkan anaknya. Selain menggunakan material dan desain ramah lingkungan untuk rumahnya di Malibu, Julia Roberts juga melakukan pemasangan panel surya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Orlando Bloom 

    Bintang utama dari film Pirates of the Caribbean ini menyadari urgensi dari pencegahan krisis iklim melalui perjalanannya ke Benua Antartika. Sejak melihat banyaknya gletser yang meleleh, Orlando Bloom berniat untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan dan telah menjadi duta penyelamatan lingkungan.

    Tekad tersebut sangat tampak dari rumahnya di London setelah menjalani proses renovasi. Tidak hanya bepergian dengan mobil listrik hybrid, ia juga melakukan pemasangan panel surya pada atap dan menggunakan lampu hemat energi. 

    Brad Pitt

    Brad Pitt memiliki rasa peduli yang sangat tinggi terhadap masyarakat serta lingkungan. Oleh sebab itulah pada tahun 2006, ia mendirikan Make It Right, sebuah yayasan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan solusi ramah lingkungan. 

    Salah satu inisiatif terbesarnya adalah memberikan tempat tinggal bagi masyarakat tunawisma di Kansas dengan merenovasi gedung sekolah yang sudah lama terbengkalai. Sesuai dengan misinya untuk mendukung energi terbarukan, setiap proyek yayasan tersebut sudah dilengkapi dengan pemasangan panel surya untuk membantu penghuni menghemat tagihan listrik.

    Rachel McAdams

    Sama seperti Julia Roberts, Rachel McAdams juga sudah lama terlibat dalam upaya penggalakan gaya hidup ramah lingkungan. Tidak hanya menjadi duta dari berbagai kampanye pelestarian lingkungan, aktris yang pernah membintangi film Mean Girls ini juga menerapkan gaya hidup yang hijau. 

    Ia selalu menghemat listrik dengan mencabut peralatan yang tidak digunakan, bepergian dengan sepeda sebisa mungkin, dan melakukan pemasangan panel surya pada atap rumahnya sebagai sumber energi terbarukan.

    Leonardo DiCaprio

    Leonardo DiCaprio juga termasuk dalam daftar seleb yang sudah melakukan pemasangan panel surya. Namun, pemasangan tersebut tidak hanya terbatas pada tempat tinggal pribadinya. 

    Aktor utama film Titanic ini kerap berinvestasi untuk inisiatif energi terbarukan, dan ia juga menjabat sebagai anggota dewan penasihat Kingo, sebuah perusahaan energi yang mendukung pemerataan listrik tenaga surya di daerah terpencil. Melalui inisiatif program listrik terbarukan dengan sistem prabayar dari Kingo, kini taraf hidup 500 hingga 600 ribu rumah tangga di Guatemala sudah meningkat pesat.

    Alicia Silverstone

    Sebagai aktivis penyelamatan lingkungan, Alicia Silverstone menjalani gaya hidup ramah lingkungan yang sangat menonjol dari rumahnya. Tempat tinggal dengan keluarganya dilengkapi dengan pemasangan panel surya, kebun sayur dan buah dengan pupuk kompos hasil daur ulang untuk mendukung diet vegan, serta mobil listrik. 

    Melalui ketiga inisiatif tersebut, Alicia mampu memenuhi semua kebutuhan keluarganya dengan mandiri, baik dari segi nutrisi maupun kenyamanan. Jadi, mereka dapat berkegiatan sambil menghemat konsumsi listrik dengan lebih mudah.

    Bagaimana, Anda tertarik dengan gaya hidup hijau dari seleb yang Anda kagumi? Anda juga bisa mengikuti jejak mereka untuk menyelamatkan lingkungan. Supaya lebih mudah, mulailah dengan langkah-langkah kecil terlebih dahulu, salah satunya dengan pemasangan panel surya pada atap rumah Anda. 

    Sebelum memasang PLTS Atap, ada baiknya Anda menyimak FAQ atau pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai atap panel surya di website resmi SolarHub terlebih dahulu. Dengan demikian, persiapan Anda pun akan lebih matang.

     

    Referensi:

    https://solarhub.id/

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://www.goadtsolar.com/blog/12-trendsetting-celebrities-with-solar-panels/

    https://www.solarsam.com/solar-news/celebrities-that-have-solar/

    https://www.mysolar.com/celebrities-that-have-made-the-switch-to-home-solar-power/index.html

    https://www.motherjones.com/environment/2014/01/inquiring-minds-mark-ruffalo-fracking-solar/

    https://www.integratesun.com/post/celebrities-with-solar-energy

    https://www.recordonline.com/story/entertainment/local/2007/02/22/lord-rings-actor-orlando/52803863007/

    https://www.ecowatch.com/brad-pitts-foundation-embraces-green-building-and-solar-energy-1881817166.html

    https://mashable.com/article/leonardo-dicaprio-kingo-solar-energy

    https://www.hahasmart.com/blog/3109/solar-energyscelebrity-status

  • Lebih Hemat Tagihan Listrik Rumah Tangga dengan Atap Panel Tenaga Surya

    Penyesuaian tarif listrik kerap membuat tagihan listrik bulanan rumah tangga jadi ikut naik. Padahal, masih ada kebutuhan lain yang perlu Anda penuhi. Investasi pada pemasangan atap panel tenaga surya, atau disebut juga PLTS Atap, bisa menjadi salah satu solusi efektifnya. Bagaimana bisa? Mari kita temukan jawabannya bersama-sama di bawah ini.

    Tak perlu pakai listrik PLN saat siang hari 

    Memasang atap panel tenaga surya akan membantu Anda menghemat tagihan listrik PLN berkat cara kerja PLTS Atap. Pada dasarnya, atap panel tenaga surya mampu menangkap cahaya matahari dan mengubah energi tersebut menjadi pasokan listrik. Kemudian, listrik yang telah dikonversi akan disimpan dalam baterai khusus yang dapat digunakan kapan saja, terutama pada siang hari saat sinar matahari sedang cerah. 

    Perlu diingat juga bahwa kapasitas panel PLTS Atap cukup beragam, mulai dari skala kecil hingga yang besar. Misalnya, panel pada atap gedung kantor Kementerian ESDM di Jakarta Timur memiliki kapasitas yang cukup besar, yaitu 20 kWp (kiloWatt peak). Dalam satu hari, daya listrik maksimum yang dihasilkan bisa mencapai 20.160 Watt. 

    Besaran energi tersebut sangat cukup untuk menerangi semua lampu di kedelapan lantai kantor di bawah atap. Dengan demikian, pemenuhan energi listrik Anda pada siang hari dapat diperoleh secara gratis dari pemanfaatan surya atap.

    “Ekspor impor” listrik dengan PLN 

    Energi terbarukan dari sinar matahari akan membantu inisiatif penghematan konsumsi listrik Anda, terlebih melalui penerapan sistem “ekspor impor” listrik dengan PLN. Bagaimanakah cara kerja sistem ini? 

    Setelah Anda memasang atap panel tenaga surya, daya yang dihasilkan dari panel tersebut akan mengurangi tagihan listrik Anda sebesar 65% dari total output maksimumnya. Dengan kata lain, setiap 1 Watt listrik yang dihasilkan oleh PLTS Atap akan dihargai 65% dari tarif dasar listrik. Jadi, Anda cukup membayar sisa dari potongan harga tersebut yang dijumlahkan dengan biaya penggunaan listrik PLN.

    Namun, persentase dalam skema tersebut kini sudah diperbarui. Berdasarkan isi dari Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, listrik yang bisa diekspor ke PLN telah dinaikkan menjadi 100%. Tentunya, perubahan ini akan semakin menguntungkan Anda.

    Bisa hemat tagihan listrik hingga 30-40 persen 

    Anda sudah mengetahui bahwa pemasangan atap panel tenaga surya mampu menghemat tagihan listrik bulanan, tetapi seberapa banyak potongan harga yang akan Anda nikmati? Jawaban pastinya bergantung pada kapasitas panel surya yang dipasang dan besaran listrik yang digunakan. Namun, secara rata-rata, Anda diperkirakan dapat menghemat tagihan listrik sebesar 30 hingga 40 persen setiap bulannya.

    Untuk mendapatkan gambaran perhitungan yang lebih jelas, berikut ilustrasi yang dapat Anda pertimbangkan. Pertama, mari kita asumsikan bahwa kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan atap panel tenaga surya berkapasitas 3 kWp atau 3.000 Watt per bulan. Jika demikian, Anda bisa menghemat biaya tagihan listrik mulai dari Rp300 ribu per bulan dengan skema ekspor listrik sebesar 65% dari total daya ke PLN.

    Budget investasi awal yang perlu disiapkan

    Sebelum Anda dapat menikmati manfaat dari listrik tenaga surya, mulai dari penghematan biaya listrik hingga energi terbarukan yang lebih bersih bagi lingkungan, Anda harus menyiapkan sejumlah biaya terlebih dahulu. 

    Pemasangan atap panel tenaga surya memerlukan biaya sekitar Rp14 juta hingga Rp18 juta per kWp. Apabila Anda ingin memasangnya untuk keperluan rumah tangga, Anda membutuhkan kapasitas 3 kWp dengan total harga mulai dari Rp42 juta sampai Rp54 juta. 

    Namun, harga tersebut sudah relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu Rp24 juta per kWp. Selain itu, Anda juga dapat menutup biaya awal memasang atap panel tenaga surya melalui penghematan tagihan listrik dalam waktu 7 sampai 10 tahun.

    Memiliki atap panel tenaga surya akan sangat menguntungkan Anda, terutama jika Anda ingin menghemat tagihan listrik bulanan. Bagaimana tidak? Berkat adanya sistem ekspor impor listrik dengan PLN sebesar 65% hingga 100% dari total daya panel surya, Anda dapat menekan pengeluaran konsumsi listrik sebesar 30 sampai 40 persen per bulannya!

    Namun, sebelum memasang panel tenaga surya, pastikan penghitungan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mempermudah proses kalkulasi kebutuhan pemasangan PLTS Atap di rumah Anda, gunakan saja kalkulator surya di website SolarHub. Setelah menemukan penghitungan yang tepat, Anda bisa mulai mencari informasi vendor penyedia jasa listrik tenaga surya di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/badan-pengembangan-sumber-daya-manusia/narasi-tunggal-pasang-plts-atap-tagihan-listrik-lebih-hemat-1

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220211151612-4-314777/mau-pasang-plts-atap-cek-dulu-penghematan-tagihan-listriknya

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20230117/44/1619160/ekspor-listrik-plts-atap-tagihan-bisa-hemat-40-persen

    https://solarhub.id/

    https://kalkulator.solarhub.id