Tag: panel surya

  • Konser Hemat Energi, Coldplay Gunakan Panel Surya untuk Tekan Emisi Karbon

    Konser Hemat Energi, Coldplay Gunakan Panel Surya untuk Tekan Emisi Karbon

    Pada tahun 2019 lalu, Coldplay sempat mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengadakan tur lagi karena banyaknya emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu konser. Keputusan ini diambil karena Coldplay memang dikenal sebagai band yang sering mengampanyekan gerakan cinta lingkungan. Apalagi, menurut suatu studi, konser di Britania Raya dapat menghasilkan sekitar 405 ribu ton emisi gas rumah kaca setiap tahunnya.

    Akhirnya, pada tahun 2022, Coldplay mengumumkan sebuah tur dunia bertajuk “Music of the Spheres World Tour”. Salah satu negara tujuan dari tur ini adalah Indonesia, yang akan mereka kunjungi pada bulan November 2023 nanti. 

    Tur ini berbeda dari biasanya karena Coldplay akan menerapkan berbagai macam cara untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh konser tersebut hingga 50% lebih sedikit dari biasa, salah satunya dengan panel surya. Memang, cara apa saja yang dilakukan oleh Coldplay untuk mengurangi emisi karbon dari suatu konser?

    Panel Surya di Area Konser

    Cara pertama yang akan dilakukan oleh Coldplay adalah dengan menggunakan PLTS untuk membangkitkan energi yang digunakan saat konser. Jenis PLTS yang akan digunakan ini adalah panel surya tipe solar tiles. Panel surya ini memiliki bentuk seperti panel atap rumah, sehingga lebih ringkas dan bisa dipasang tanpa penyangga tambahan. Tipe ini dipilih karena proses bongkar pasangnya yang mempermudah perpindahan dari venue satu ke venue berikutnya.

    Energi Kinetik dari Fans

    Berikutnya, konser Coldplay juga akan menerapkan penggunaan teknologi yang bisa merubah energi kinetik menjadi energi listrik. Teknologi yang disebut “Kinetic Floors” ini akan dipasang di beberapa area konser, sehingga loncatan atau dansa dari penonton bisa diubah menjadi energi listrik. Tidak berhenti di sini, Coldplay juga akan menyediakan beberapa sepeda statis yang bisa dicoba oleh fans. Nantinya, energi kinetik dari sepeda ini juga akan diubah menjadi energi listrik.

    Kolaborasi dengan BMW

    Dari banyaknya sumber energi yang akan digunakan, di manakah energi ini akan disimpan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Coldplay telah bekerja sama dengan BMW untuk menciptakan baterai rechargeable khusus untuk event besar, dan bisa diisi ulang menggunakan beragam energi terbarukan. 

    Selain dengan sumber energi kinetik dan panel surya, sumber energi lainnya yang akan digunakan untuk mengisi ulang baterai ini adalah biosolar dari minyak bekas. Baterai ini sendiri merupakan baterai bekas dari mobil BMW i3 yang didaur ulang. Artinya, pembuatan baterai ini pun bisa dibilang ramah lingkungan.

    Material Daur Ulang untuk Panggung, Gelang Penonton, dan Stage Effect

    Tidak hanya dari sumber energi, Coldplay juga menggunakan beragam bahan ramah lingkungan untuk komponen konser lainnya. Misalnya dalam membangun panggung, Coldplay akan menggunakan bahan-bahan yang proses pembuatannya tidak menghasilkan terlalu banyak emisi karbon. Mereka juga menggunakan besi daur ulang sebagai komponen utama kerangka panggung.

    Lalu, Coldplay akan membagikan gelang LED plant-based kepada para penontonnya. Nantinya, penonton dianjurkan untuk mengembalikan gelang tersebut kepada panitia supaya bisa dibersihkan dan diisi kembali dayanya untuk konser Coldplay berikutnya. 

    Terakhir, stage effect yang akan digunakan oleh Coldplay pun juga akan dibuat se-ramah lingkungan mungkin. Misalnya untuk sistem confetti, bahan yang digunakan adalah bahan biodegradable dan tidak beracun. Pyrotechnics yang akan digunakan pun juga dibuat dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan bahan kimia yang berbahaya.

    Menyumbang Kepada Organisasi Pencinta Lingkungan

    Seberapa keras usaha pengurangan emisi karbon yang dilakukan oleh Coldplay, emisi tersebut tetap tidak bisa sepenuhnya dihindari. Chris Martin dkk. pun menyadari hal tersebut, sehingga mereka memutuskan untuk menyumbangkan sebagian penghasilan konser tersebut untuk “mengganti” emisi karbon yang muncul dari sana. Beberapa organisasi nirlaba di bidang lingkungan yang akan menerima donasi tersebut adalah ClientEarth, The Ocean Cleanup, dan One Tree Planted.

     

    Tindakan dari Coldplay ini cukup inspiratif, kan? Mereka berani untuk mempertanggungjawabkan “ulah” mereka dengan berbagai macam cara demi melestarikan lingkungan. Anda sendiri juga bisa meniru hal tersebut, lho, misalnya dengan memasang PLTS atap untuk kebutuhan listrik rumah tangga! Namun, sebelum itu, ketahui dulu kebutuhan panel surya untuk rumah tangga Anda melalui kalkulator surya SolarHub, ya! Kemudian, kunjungi direktori SolarHub untuk menemukan layanan pemasangan panel surya terdekat.

     

    Referensi:

    https://sustainability.coldplay.com/

    https://kumparan.com/widya-ayu-salsabila/ada-plts-di-konser-coldplay-1xXE35ucqLK/4

    https://www.globalcitizen.org/en/content/coldplay-eco-friendly-world-tour-2022/

    https://www.linkedin.com/pulse/news-coldplay-takes-solar-panels-them-during-concerts-de-kuijer/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 7 Rekomendasi Jasa Pemasangan Solar Panel Rumah

    7 Rekomendasi Jasa Pemasangan Solar Panel Rumah

    Saat ini, sudah semakin banyak rumah tangga yang sadar akan pentingnya pemasangan solar panel rumah atau PLTS Atap. Bahkan, jasa pemasangan PLTS pun juga semakin beragam. Oleh karena itu, Anda wajib mencari penyedia jasa yang tidak hanya tepercaya, tapi juga berpengalaman di bidangnya. Kalau sedang bingung, berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa Anda pertimbangkan.

    7 Rekomendasi Jasa Pemasangan Solar Panel Rumah

    Untuk menghemat waktu, Anda dapat memulai pencarian vendor instalasi PLTS Atap rumah yang kredibel melalui daftar ini.

    Sun Energy

    Sun Energy merupakan salah satu perusahaan lokal terkemuka yang menawarkan jasa pemasangan panel surya on grid, off grid, dan hybrid untuk lebih dari 25 lokasi di Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 2016, Sun Energy sudah memiliki portofolio yang cukup beragam, sebab mereka telah memasang PLTS Atap di pusat perbelanjaan komersial QBIG, gedung kampus Itera, kantor Djarum Group, dan berbagai pabrik merek ternama. Selain itu, mereka juga menerima pemasangan solar panel rumah.

    Inecosolar

    Untuk Anda yang tinggal di Bali dan ingin memasang solar panel rumah, Anda bisa mengandalkan Inecosolar. Sebagai anak perusahaan dari salah satu  bisnis teknologi energi bersih terbesar di Malaysia, Inecosolar telah memasang berbagai jenis panel surya untuk tempat penginapan, rumah, dan unit bisnis di berbagai wilayah Pulau Bali dan Sumbawa. Setiap proyek mereka menggunakan panel surya dengan teknologi dan desain dari Australia, sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

    Solardex

    Sama seperti kedua perusahaan sebelumnya, Solardex adalah vendor lokal yang juga menawarkan jasa pemasangan solar panel rumah dan gedung komersial. Perusahaan yang berbasis di Semarang ini menawarkan layanan terintegrasi yang memanfaatkan kecanggihan AI, serta panel surya canggih dengan teknologi terbaru dari Jerman dan Korea Selatan. Namun, harga yang ditawarkan Solardex tetap terjangkau, terlebih dengan penggratisan biaya instalasi PLTS Atap. 

    Solarquest

    Jika Anda berdomisili di wilayah Jabodetabek, Anda punya banyak pilihan vendor instalasi solar panel rumah, dan salah satunya adalah Solarquest. Perusahaan ini sudah menangani banyak proyek pemasangan PLTS Atap untuk kompleks permukiman di Jakarta dan Tangerang serta berbagai pabrik di Pulau Jawa. Layanan pemasangan dari Solarquest sudah mencakup semua komponen yang diperlukan untuk menggunakan tenaga surya, mulai dari panel hingga baterai, sehingga lebih mudah bagi Anda.

    Adyasolar

    Adyasolar termasuk salah satu perusahaan jasa instalasi solar panel rumah yang patut Anda pertimbangkan, sebab vendor ini telah memiliki tiga sertifikat ISO, yaitu ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, serta ISO 18001:2008. Dengan demikian, jaminan kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, Adyasolar juga menawarkan pemasangan PLTS Atap dengan kapasitas yang sangat beragam, mulai dari 900 VA hingga 23.000 VA untuk berbagai kebutuhan Anda.

    ATW Solar

    Dengan ATW Solar, Anda bisa melakukan konsultasi tentang kapasitas sistem PLTS Atap rumah yang dibutuhkan, memesan semua komponen yang dibutuhkan, dan bahkan menjadwalkan instalasi secara online. Praktis sekali, bukan? Selain menawarkan masa garansi yang panjang dan kemudahan servis, setiap sistem PLTS Atap vendor lokal ini juga sudah terintegrasi dengan aplikasi khusus di smartphone untuk mempermudah pengawasan dari mana saja.

    Eternal

    Kalau Anda mencari perusahaan penyedia jasa pemasangan PLTS Atap yang berpengalaman soal kompleks hunian, Eternal adalah jawabannya. Perusahaan ini telah menjalankan proyek instalasi solar panel rumah untuk kompleks perumahan Ketintang dan cluster hijau milik Ciputra Group di Surabaya. Anda juga dapat memercayai Eternal karena setiap produk mereka sudah bersertifikasi, dan layanan mereka telah mencakup survei langsung di lokasi serta kustomisasi desain sistem PLTS Atap untuk rumah Anda.

     

    Selain ketujuh penyedia jasa yang sudah disebutkan, masih ada banyak penyedia jasa pemasangan solar panel rumah yang bisa Anda temukan di Solarhub. Jika Anda tertarik memulai gaya hidup ramah lingkungan, mulailah dengan menghitung kapasitas PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga Anda dengan kalkulator surya SolarHub. 

    Kalau sudah, Anda bisa langsung menemukan vendor instalasi PLTS Atap di sekitar lokasi Anda dengan mudah melalui direktori SolarHub. Yuk, selamatkan lingkungan bersama-sama dengan beralih ke sumber energi terbarukan dari sekarang!

  • Pemasangan Panel Surya Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

    Pemasangan Panel Surya Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

    Umumnya, perusahaan-perusahaan besar memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi kembali (give back) kepada masyarakatnya, tak terkecuali PT Pertamina (Persero). Oleh karena itu, Pertamina melalui Pertamina Refinery Unit IV Cilacap atau Pertamina Kilang Cilacap menginisiasi Desa Energi Berdikari Cilacap (DEBC) dengan melakukan pemasangan panel surya.

    Program ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk menyalurkan energi hijau yang terjangkau dan berkelanjutan ke desa terpencil, serta mengenalkan bentuk energi hijau itu sendiri. Lalu, bagaimana jalannya program DEBC tersebut?

    Mengenal Dusun Bondan Sebelum DEBC

    Terletak di daerah Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Dusun Bondan merupakan daerah yang sangat terisolasi. Bahkan, jarak dari dusun ini ke dusun terdekat bisa mencapai tujuh kilometer jauhnya. Karena alasan ini, PLN sulit untuk memberikan akses listrik ke dusun. Apalagi, medan yang perlu dilewati berupa rawa-rawa dan hutan bakau.

    Sebelum program Desa Energi Berdikari Cilacap berjalan, Dusun Bondan sudah pasti gelap gulita saat malam. Untuk penerangan, mereka hanya memanfaatkan lampu dengan bahan bakar minyak tanah. Hiburan seperti televisi pun jelas tidak bisa dinikmati oleh penduduk dusun tersebut. Terparah, penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai petambak harus menjual hasilnya dalam harga murah karena tidak memiliki freezer untuk menyimpan hasil panen yang tidak terolah.

    Awali dengan Hybrid Energy One Pole (HEOP)

    Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pertamina Kilang Cilacap mulai mengembangkan program DEBC dengan membangun pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Untuk Dusun Bondan, energi terbarukan yang dipilih adalah energi surya dan energi angin yang selalu tersedia di daerah ini.

    Akhirnya, Pertamina menerapkan teknologi Hybrid Energy One Pole yang menggabungkan pemasangan panel surya dengan kincir angin dalam satu instalasi. Satu buah instalasi tersebut ternyata berhasil mengalirkan listrik untuk 3-5 rumah. Karena merasa kurang, Pertamina pun memberikan bantuan selanjutnya.

    Dilanjutkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH)

    Setelah dua tahun HEOP berhasil menerangi beberapa rumah di Dusun Bondan, Pertamina kembali untuk memberi bantuan pembangunan pembangkit listrik lagi. Kali ini, metodenya tetap dengan melakukan pemasangan panel surya dan kincir angin dalam satu instalasi. Hanya saja, kapasitas daya listrik yang dihasilkan jadi semakin besar. Teknologi ini dinamakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid atau PLTH. 

    PLTH yang telah dibangun ini terus dikembangkan hingga pada tahun 2020, ia memiliki kekuatan hingga 16200 Watt-peak. Dengan daya sebesar itu, hampir 80 rumah penduduk, sekolah, tambak, dan masjid mendapatkan penerangan yang mumpuni. 

    Biaya tagihan listrik per bulan pun bisa dikatakan murah. Dalam sebulan, iuran yang ditarik pada warga Dusun Bondan hanyalah Rp25 ribu saja. Dengan biaya tersebut, warga bisa menikmati pemakaian daya 500 Watt. Tentu saja, masyarakat juga bisa menambah daya dengan biaya tambahan pula. Salah satu alasan mengapa biayanya bisa murah karena Pertamina tidak mengambil dana tersebut. Iuran yang ditarik dikumpulkan untuk biaya pemeliharaan komponen pembangkit listrik.

    Beri Dampak pada UMKM Tambak Setempat

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebagian besar warga di Dusun Bondan bermata pencaharian sebagai petambak atau nelayan ikan. Hasil panen mereka ini nantinya dijual ke tengkulak atau diolah untuk menjadi makanan. Setelah masuknya listrik lewat HEOP dan PLTH, kegiatan usaha masyarakat tersebut akhirnya terus berkembang.

    Salah satunya buktinya dialami oleh kelompok usaha Ibu Mandiri yang berhasil mengolah hasil panen menjadi produk baru dengan nilai ekonomi tinggi. Wadah ini sendiri beranggotakan para perempuan di Dusun Bondan yang berprofesi mengolah ikan, udang, dan hasil panen lainnya. 

    Hasil olahan dari kelompok usaha Ibu Mandiri ini sangat beragam. Misalnya saja, udang dan ikan diolah untuk menjadi kerupuk dan abon. Kemudian, limbah sisa produksi seperti tulang ikan dan kulit udang akan diolah menjadi terasi atau tepung pakan ikan. Tidak hanya untuk dijual, tentu saja hasil produksi ini juga bisa digunakan kembali untuk kebutuhan warga Dusun Bondan sendiri.

     

    Menurut data dari Pertamina, pemasangan panel surya dan kincir angin di Dusun Bondan ini bisa menurunkan emisi karbon hingga 1,1 ton CO2. Ini karena keseluruhan proses pembangkitan listrik bersumber dari energi bersih tanpa emisi karbon. Total, ada 15 kincir angin dan 24 panel surya yang terpasang di Dusun Bondan. Langkah baik ini dilakukan dengan tujuan yang baik pula, yaitu untuk membantu misi global mengurangi dampak krisis iklim.

    Anda sendiri sebenarnya juga bisa membantu misi ini dengan melakukan pemasangan panel surya berupa PLTS Atap untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Hitung dulu kebutuhan kapasitas panel surya Anda dengan menghitungnya melalui kalkulator surya! Setelah itu, Anda bisa mencari layanan pemasangan panel surya terdekat dengan mencarinya pada direktori SolarHub.

     

     

  • Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Demi mendukung misi global mencapai net zero emission sebelum tahun 2050, seluruh negara menggalakkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari dan industri. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat dan bisnis untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Semua ini dilakukan untuk mengurangi dampak krisis iklim yang masih terus mengancam secara global, termasuk Indonesia.

    Pemerintah Indonesia sendiri juga terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk memproduksi listrik. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Demi membantu UMKM di beberapa daerah di Jawa Tengah, Pemprov Jateng membagikan panel surya untuk memproduksi listrik yang membuat tagihan listrik UMKM tersebut berkurang hingga separuhnya. 

    Memangnya, seberapa besar potensi tenaga surya dari Jawa Tengah?

    Potensi Tenaga Surya di Jawa Tengah

    Menurut laporan dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga provinsi di Indonesia dengan potensi teknis energi surya atap tertinggi. Provinsi satu ini hanya kalah dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang berada di posisi pertama dan kedua.

    Tepatnya, potensi teknis tenaga surya atap di Jawa Tengah berada di angka 32,5-109,6 gigaWatt-peak (gWp). Dengan catatan, potensi teknis ini hanya menghitung potensi tenaga surya berdasarkan data pelanggan PLN untuk bangunan rumah. Artinya, studi ini tidak menghitung potensi teknis tenaga surya pada bangunan komersial seperti gedung perkantoran.

    Melihat besarnya potensi tersebut, tidak heran kalau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha untuk mewujudkan inisiatif Jateng Solar Province. Inisiatif bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan IESR. Hal ini merujuk pada program dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan panel surya dalam pembangkitan listrik. Lalu, bagaimana strategi dari pemerintah Jawa Tengah?

    Strategi Pemerintah Jawa Tengah Mengenai Tenaga Surya

    Komitmen Pemprov Jateng terhadap pengembangan PLTS skala besar bisa terlihat dari strategi yang sudah dijalankan selama ini. Salah satunya, pemerintah daerah telah mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk beberapa program pengembangan dan instalasi PLTS. Beberapa program yang dimaksud adalah PLTS Solar Home System, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, PLTS atap pada bangunan publik, dan masih banyak lagi. 

    Menurut Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Jawa Tengah, sudah ada banyak PLTS yang terbangun di Jawa Tengah. Total, ada 995 kWp PLTS yang sudah terpasang dan akan terus bertambah. Sampai saat ini, beberapa UMKM, pondok pesantren, maupun bangunan lainnya juga sedang dalam proses pelaksanaan transisi energi ke energi terbarukan berupa panel surya.

    Selain memasang PLTS Atap di beberapa bangunan publik atau fasilitas umum lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang merencanakan dibangunnya PLTS terapung. Sesuai namanya, PLTS terapung adalah PLTS yang diletakkan di atas air seperti laut, danau, atau dalam kasus ini, waduk. Setelah bekerja sama dengan IESR, Pemprov Jateng berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi pembangunan PLTS terapung yang memiliki potensi teknis total hingga 723 megaWatt-peak (MWp).

    Pentingnya Peran Sektor Komersial dan Industri

    Untuk mewujudkan Jateng Solar Province, Pemerintah Provinsi Jateng membutuhkan bantuan dari sektor komersial dan industri. Mengapa demikian?

    Saat ini, sektor komersial dan industri sedang menghadapi tantangan untuk segera menerapkan praktik green industry. Maksudnya, sebuah bisnis harus menyeimbangkan antara emisi karbon yang dihasilkan, dengan emisi karbon yang dihilangkan dalam seluruh rantai pasok. Dalam masa transisi menuju zero carbon emission tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis tersebut adalah dengan berinvestasi pada solar farm atau PLTS Atap. 

    Terbukti hingga 2021, 48% dari total kapasitas PLTS yang terpasang ternyata berasal dari sektor komersial dan industri. Tepatnya, ada 4,3 MWp dari keseluruhan 8,8 MWp kapasitas energi dari panel surya yang ada di Jawa Tengah.

    Hasil Efek Domino dari Permintaan Pasar Terhadap Industri Hijau

    Tingginya peran sektor komersial dan industri dalam penggalakan untuk menerapkan energi terbarukan ini merupakan efek domino dari tingginya minat masyarakat terhadap industri hijau. Ya, saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya misi mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050 untuk melawan krisis iklim. Oleh karena itu, mereka menuntut sektor industri untuk melakukan transisi dan menggunakan energi terbarukan. 

    Untuk memenuhi tuntutan tersebut, akhirnya beberapa perusahaan dan bisnis mulai melakukan transisi penggunaan energi terbarukan, tak terkecuali industri di Jawa Tengah. Tidak hanya industri besar, beberapa industri UMKM juga mulai menyadari pentingnya penggunaan panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk melakukan produksi.

     

    Jika Anda juga ingin turut berkontribusi dalam mencapai misi net zero carbon emission sebelum tahun 2050, maka mulailah untuk mendukung industri yang juga peduli akan hal tersebut. Sebagai cara lain, Anda sendiri juga bisa menerapkan penggunaan energi terbarukan dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Kalau Anda tertarik untuk memasang PLTS Atap, mulailah dengan menghitung kapasitas panel surya yang sesuai kebutuhan menggunakan kalkulator surya. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan pelayanan dari penyedia panel surya tepercaya yang bisa ditemukan pada direktori SolarHub di sini.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    Sebagian dari Anda mungkin telah mengenal Jepara sebagai kota ukir. Hasil karya seni ukir dari Jepara memang memiliki ragam motif yang sangat indah serta berkualitas tinggi. Saking indahnya, tidak jarang karya seni ukir dari Jepara diimpor ke beberapa negara lain, baik di Asia Tenggara maupun Amerika. Jadi, tidak heran kalau sebagian besar UMKM di Jepara menggeluti industri seni ukir ini, termasuk penduduk di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

    Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia kemarin memiliki dampak yang sangat nyata pada industri seni ukir di Desa Senenan ini. Sampai akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turun tangan memberikan bantuan dalam bentuk panel surya. Memangnya, apa yang terjadi?

    Pesanan Sepi, Usaha Terancam Mati

    Akibat pandemi Covid-19 yang terjadi, pesanan karya seni ukir relief yang diterima UMKM jadi berkurang. Dari yang tadinya bisa menjual 2-3 ukiran kayu dengan rentang harga Rp5 juta hingga Rp30 juta per bulannya, saat pandemi bisa saja benar-benar tidak ada pesanan. Ini karena para pembeli umumnya berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri.

    Mulyono, Kepala Desa Senenan, mengungkapkan bahwa semua UMKM yang menggeluti industri seni ukir mengalami masalah tersebut. Mulai dari perajin ukiran relief, ukiran perabotan rumah tangga, hingga ukiran bambu merasakan dampak berkurangnya pesanan tersebut. Beberapa pengusaha juga terpaksa menjual murah ukirannya agar tetap bisa bertahan hidup dan membeli kebutuhan pokok. 

    Saat pandemi tersebut, produksi benar-benar dihentikan karena UMKM tidak mampu untuk membayar karyawan serta tagihan listrik. Apalagi, perajin seni ukir di Desa Senenan telah menggunakan peralatan elektrik seperti bor, gergaji, hingga mesin serut.

    Bantuan dari Pemerintah Jateng Tuai Respons Positif

    Untuk membantu UMKM agar bisa kembali memulai proses produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bantuan dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang pada atap rumah usaha. Pemasangan panel surya tersebut diharapkan dapat membantu warga mengurangi jumlah tagihan listrik yang harus dikeluarkan saat melakukan produksi.

    Terbukti, pemasangan PLTS Atap tersebut benar-benar mengurangi tagihan listrik per bulan bagi tiap UMKM seni ukir di Desa Senenan Jepara. Mulyono bahkan mengungkapkan kalau tagihan listriknya berkurang hingga separuh. Dari yang biasanya mencapai Rp800 ribu per bulan, tagihan listrik usaha Mulyono saat ini berkurang menjadi Rp400 ribu saja. Dengan selisih tersebut, Mulyono bisa menggunakannya untuk membayar gaji karyawan atau keperluan usaha lainnya.

    8 dari 30 Perajin Desa Senenan Punya PLTS Atap 

    Dalam memberikan bantuannya kepada beberapa sentra kerajinan di Desa Senenan, Pemprov Jateng meminta bantuan Koperasi Industri dan Kerajinan (Koprinka) Desa Senenan untuk mengusulkan beberapa nama sentra. Akhirnya, terpilihlah beberapa sentra produksi relief seperti Oval Jati, Bumi Hijau, Carving Art, dan beberapa sentra lainnya. Total, ada delapan sentra yang mendapatkan bantuan panel surya dari 30 sentra yang ada.

    Seluruh UMKM yang mendapatkan bantuan PLTS Atap dari Pemprov Jateng mengaku sangat terbantu dengan adanya panel surya tersebut. Ini karena tagihan listrik mereka per bulan benar-benar berkurang setelah memanfaatkan PLTS Atap tersebut.

    Apa Sistem PLTS Atap yang Digunakan? 

    Sistem PLTS Atap yang diberikan kepada para perajin seni ukir di Desa Senenan ini adalah PLTS Atap on-grid. Apa maksudnya?

    PLTS on-grid adalah sebuah sistem yang dapat menghasilkan listrik dan tersambung dengan jaringan listrik (PLN). Artinya, sistem PLTS tersebut tidak membutuhkan baterai untuk menyimpan kelebihan daya listrik yang dihasilkan. Sebagai gantinya, akan terjadi proses ekspor-impor listrik dengan jaringan listrik PLN. Itulah mengapa PLN juga menyediakan net metering, sebuah alat yang dapat menunjang proses ekspor-impor tersebut.

    Sedangkan untuk kapasitas PLTS, tiap sentra UMKM mendapatkan jumlah yang beragam. Ada yang mendapatkan PLTS dengan kapasitas 2 kWp, ada juga yang sampai 3kWp. Jumlahnya disesuaikan dengan daya listrik yang sebelumnya sudah terpasang dari PLN. 

     

    Penerapan PLTS Atap pada sentra UMKM ukir relief Desa Senenan, Jepara ini bukan hanya dilakukan untuk membantu UMKM melewati sulitnya masa pandemi saja. Hal ini juga menjadi bentuk nyata dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan energi terbarukan dalam rangka melawan dampak krisis iklim. Anda sendiri juga bisa mendukung misi global tersebut dengan memasang panel surya untuk rumah tangga.

    Jadi, apakah Anda tertarik menggunakan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari? Jika iya, Anda bisa menghitung kebutuhan listrik Anda terlebih dahulu dengan kalkulator surya dari SolarHub. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari layanan pemasangan PLTS Atap yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Reference:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 7 Inovasi Canggih dalam Teknologi Panel Surya

    7 Inovasi Canggih dalam Teknologi Panel Surya

    Percepatan peralihan ke energi terbarukan, termasuk energi surya, sangatlah penting untuk meminimalisir dampak dari krisis iklim secara global. Itulah mengapa pemerintah Indonesia dan negara-negara lainnya terus menggalakkan program yang mengajak masyarakat beralih menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Sayangnya, ada saja hambatan yang menyebabkan penerapan energi terbarukan tersebut tidak bisa dilakukan secara masif. Mulai dari hambatan teknologi, biaya, hingga aksesibilitas.

    Untuk itu, ilmuwan di seluruh dunia terus berinovasi untuk menciptakan panel surya yang lebih efektif, serta mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Memangnya, apa saja inovasi panel surya yang saat ini sedang dikembangkan?

    7 Inovasi Teknologi Panel Surya

    Dari banyaknya inovasi teknologi panel surya yang dicetuskan oleh beberapa tim ilmuwan dari seluruh dunia, berikut adalah tujuh di antaranya yang wajib untuk Anda ketahui:

    1. Panel surya kristal perovskite

    Umumnya, untuk menangkap sinar matahari, sebuah panel surya menggunakan bahan yang berasal dari polysilicon murni. Sayangnya, bahan ini hanya dapat menyerap sekitar 34% dari sinar matahari tersebut. Oleh karena itu, ilmuwan terus mengembangkan penggunaan bahan lainnya untuk menyerap sinar matahari yang tidak terserap oleh polysilicon. 

    Saat ini, opsi yang sedang dikembangkan adalah material berbahan dasar dari kristal perovskite. Jika digunakan bersamaan dengan material yang berbahan silikon, perovskite dapat meningkatkan penyerapan sinar matahari yang diubah menjadi energi listrik. Namun, masalah terbesar dari perkembangan material satu ini adalah daya tahannya yang belum teruji.

    2. Solar window

    Solar window adalah sebuah teknologi yang cara kerjanya sama seperti panel surya biasa. Hanya saja, panel surya yang digunakan menjadi solar window bersifat transparan alias tembus pandang. Oleh karena itu, panel surya solar window bisa dipasang sebagai pengganti jendela, tidak harus di pasang di solar farm, atau atap suatu bangunan.

    3. Solar paint

    Tidak hanya dikembangkan untuk meningkatkan tingkat efektivitas panel surya silikon, saat ini kristal perovskite juga sedang dikembangkan untuk menjadi solar paint. Sesuai namanya, solar paint adalah sebuah cat yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Namun, hingga saat ini produk yang telah dikeluarkan masih berupa prototype saja.

    4. Lapisan film surya tipis

    Saat ini, beberapa kelompok ilmuwan di seluruh dunia juga sedang mengembangkan panel surya dengan ketebalan setipis mungkin. Tujuannya agar panel surya menjadi sumber energi yang lebih portable serta lebih mudah diimplementasikan untuk kebutuhan sehari-hari.

    5. Panel spektrum inframerah

    Umumnya, panel surya menyerap cahaya matahari yang gelombangnya termasuk ke dalam visible light atau cahaya tampak. Artinya, ada jenis gelombang lainnya yang tidak terserap oleh panel surya konvensional. Untuk itu, ilmuwan mengembangkan penggunaan vanadium dan titanium yang dapat menangkap gelombang cahaya matahari yang termasuk pada cahaya inframerah.

    6. Peternakan tenaga surya terapung

    Umumnya, sebuah solar farm atau peternakan tenaga surya membutuhkan lahan yang sangat luas. Tentunya ini menjadi masalah bagi daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Oleh karena itu, saat ini ada beberapa daerah yang menerapkan peternakan tenaga surya terapung. Salah satunya bisa Anda temukan di Dezhou Dingzhuang, Shandong, Cina.

    7. Panel surya aktif 24 jam

    Siapa bilang panel surya hanya bisa menghasilkan energi listrik saat langit cerah? Beberapa ilmuwan telah mengembangkan solusi agar sebuah panel surya dapat menghasilkan energi listrik selama 24 jam dalam cuaca apa pun, termasuk ketika turun hujan maupun saat malam hari.

    Agar panel surya bisa bekerja pada malam hari, ilmuwan memanfaatkan perbedaan suhu antara panel surya yang mendingin saat malam tiba, dengan udara sekitar yang masih hangat. Nantinya, panas dari udara ini akan bergerak melewati thermoelectric generator. Nah, alat inilah yang bisa mengubah kalor yang lewat menjadi sebuah energi listrik.

    Sedangkan untuk mengatasi panel surya yang tidak bisa menghasilkan listrik saat hujan tiba, sekelompok ilmuwan dari Cina memiliki solusi yang cukup unik. Mereka menempelkan lapisan triboelectric nanogenerator (TENG) pada permukaan panel surya konvensional. Dengan alat tersebut, gesekan yang dihasilkan antara tetesan air hujan dengan permukaan panel surya dapat berubah menjadi energi listrik.

     

    Selain beberapa inovasi tersebut, hingga saat ini masih banyak inovasi lainnya yang terus bermunculan mengenai perkembangan panel surya. Hal ini tentu saja sejalan dengan tujuan global untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan agar dampak krisis iklim bisa berkurang. Anda sendiri juga bisa membantu usaha global ini dengan menerapkan penggunaan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

    Tertarik menggunakan PLTS Atap untuk rumah tangga? Hitung dulu kebutuhan Anda dengan kalkulator surya dari SolarHub, ya! Setelah itu, barulah Anda dapat mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/memacu-pemanfaatan-energi-surya-di-indonesia

    https://iesr.or.id/menyediakan-pembiayaan-terjangkau-untuk-transisi-energi

    https://www.weforum.org/agenda/2022/05/solar-panels-work-in-dark/

    https://interestingengineering.com/innovation/solar-panels-new-materials-cheaper-better

    https://solartechadvisers.com/innovations-in-solar-energy/#1-new-innovations-in-solar-energy-

    https://solarhub.id/listing-category/perusahaan

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 6 Merek Fashion yang Beralih ke Tenaga Surya

    6 Merek Fashion yang Beralih ke Tenaga Surya

    Menurut sebuah penelitian, ditemukan bahwa fashion merupakan salah satu industri yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Alasannya, industri ini menjadi sumber dari 10% total emisi karbon yang dihasilkan oleh manusia. Tidak berhenti di situ, industri fashion juga diketahui sebagai konsumen utama persediaan air dunia.

    Oleh karena itu, beberapa brand fashion mulai berkomitmen untuk menerapkan solusi ramah lingkungan dengan cara mereka masing-masing. Tidak hanya menerapkan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dalam operasionalnya, beberapa brand juga memiliki cara unik mereka masing-masing. 

    Brand Fashion yang Telah Menggunakan Tenaga Surya

    Hampir seluruh brand besar telah sadar akan pentingnya penggunaan energi terbarukan, termasuk di antaranya adalah brand-brand fashion. Bahkan, beberapa brand ini memiliki cara unik untuk mendorong penggunaan tenaga surya, baik dalam proses produksi maupun pada keseharian konsumen mereka. Memangnya, brand apa saja yang telah menggunakan tenaga surya?

    1. H&M

    Brand fashion pertama yang menjunjung tinggi sustainability adalah H&M, sebuah brand asal Swedia. Untuk menunjukkannya, H&M telah bekerja sama dengan GIZ, sebuah agensi pengembangan berkelanjutan asal Jerman. Bersama dengan GIZ, H&M mendukung pemasangan panel tenaga surya di beberapa supplier mereka. Sejauh ini, mereka telah membantu instalasi panel surya pada supplier mereka yang berlokasi di China dan India.

    2. Ralph Lauren

    Berikutnya, ada Ralph Lauren yang dikenal sebagai brand fashion pria asal Amerika Serikat. Pada 2019 lalu, Ralph Lauren menyatakan bergabung dengan kampanye dari The Climate Group yang diberi nama RE100. Melalui kampanye tersebut, The Climate Group akan membantu anggotanya untuk mencapai 100% penggunaan listrik dari sumber energi terbarukan sebelum tahun 2050.

    Ralph Lauren sendiri memiliki target akan mencapai angka 100% pada tahun 2025. Rencananya, brand satu ini akan melakukan power purchase agreement dengan beragam proyek tenaga surya lokal di Amerika Utara. CEO dari brand ini, Patrice Louvet, menyatakan bahwa target tersebut menunjukkan bahwa Ralph Lauren sangat mendukung usaha perlawanan terhadap krisis iklim.

    3. Pauline van Dongen

    Jika brand fashion sebelumnya melakukan power purchase agreement untuk memenuhi kewajiban menjaga sustainability, hal yang berbeda dilakukan oleh Pauline van Dongen. Brand asal Belanda ini justru menggabungkan fashion dengan teknologi untuk menciptakan pakaian yang bisa juga berfungsi sebagai panel surya.

    Nantinya, energi yang terkumpul dalam pakaian bernama Wearable Solar ini bisa digunakan untuk mengisi daya smartphone atau gadget lainnya. Tidak hanya fungsional, desain dari pakaian ini juga terlihat keren dengan gaya avant-garde.

    4. Noon Solar

    Ternyata, usaha menyatukan fashion dengan teknologi tenaga surya bukanlah hal baru. Bahkan, konsep ini sudah dilakukan sejak tahun 2003 oleh Noon Solar. Bedanya, Noon Solar menggabungkan teknologi tenaga surya dengan handbag. Dengan energi yang dikumpulkan tersebut, pengguna tas bisa mengisi daya alat elektronik mereka. 

    Sayangnya, Noon Solar telah berhenti beroperasi sejak 2010 lalu. Namun, Marianne Fairbanks, salah satu pendiri perusahaan tersebut, hingga kini masih berusaha untuk mengembangkan solar textile yang lebih efisien.

    5. Tommy Hilfiger

    Brand fashion berikutnya yang berusaha menyatukan antara produk fashion dengan teknologi tenaga surya adalah Tommy Hilfiger. Untuk mewujudkan hal tersebut, Tommy Hilfiger bekerja sama dengan sebuah startup bernama Pvilion. Startup ini sendiri sejak awal memang berencana untuk dapat mengintegrasikan panel surya dalam beragam produk sehari-hari. 

    Bersama dengan Tommy Hilfiger, Pvilion telah menciptakan beberapa produk fashion yang dilengkapi dengan panel surya. Salah satunya adalah sebuah jaket unisex yang dilengkapi dengan beberapa panel surya di bagian punggungnya. Di dalamnya, Anda bisa menemukan baterai tersembunyi dan colokan USB untuk mengisi daya gadget Anda.

    6. Silvr Lining

    Terakhir, ada brand Silvr Lining yang mengeluarkan koleksi urban sportswear dengan nama GO Collection. Keunikan dari koleksi ini adalah terintegrasinya panel surya di seluruh pakaian dalam koleksi tersebut. Jadi, Anda bisa menemukan rompi, jaket, hingga celana kargo yang dilengkapi dengan panel surya untuk mengisi daya gadget Anda. Bahkan, panel surya tersebut dapat dengan mudah dilepas agar pemilik bisa mencucinya dengan aman.

     

    Jika Anda peduli dengan perlawanan terhadap krisis iklim, tentu saja tidak ada salahnya apabila Anda mulai memilih menggunakan brand-brand yang memiliki ideologi sama. Tidak berhenti di situ, Anda juga bisa menerapkan usaha menjaga lingkungan tersebut dalam kehidupan Anda sehari-hari. Misalnya saja dengan memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Agar Anda tidak bingung, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memutuskan memasang PLTS Atap adalah mengetahui kebutuhan energi Anda. Untuk itu, Anda bisa menggunakan kalkulator surya dari SolarHub agar perhitungan makin mudah.

    Setelah itu, barulah Anda bisa mencari perusahaan penyedia panel tenaga surya terdekat dari lokasi Anda melalui direktori SolarHub. Yuk, mulai memakai panel surya untuk kebutuhan sehari-hari!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/penurunan-emisi-karbon-melalui-pengembangan-energi-terbarukan-butuh-kolaborasi-semua-pihak

    https://iesr.or.id/aktivitasmu-menyumbang-pemanasan-global-bagaimana-bisa

    https://iesr.or.id/plts-jawab-kebutuhan-industri-dan-komersial-untuk-sediakan-produk-hijau

    https://kalkulator.solarhub.id

    https://solarhub.id

    https://www.weforum.org/agenda/2020/01/fashion-industry-carbon-unsustainable-environment-pollution/

    https://www.voguebusiness.com/sustainability/inside-fashions-switch-to-green-electricity

    https://www.theguardian.com/sustainable-business/sustainable-fashion-blog/fashion-technology-renewable-energy-solar-charge-smartphone

    https://www.smithsonianmag.com/innovation/chemist-designer-team-up-to-weave-solar-panels-into-fabric-180960431/

    https://www.designnews.com/startup-brings-solar-power-urban-fashion

    https://www.whowhatwear.com/solar-powered-clothing

    https://earthtechling.com/2011/11/solar-powered-fashion-meets-high-design/

  • 7 Brand Terkenal yang Telah Menggunakan Panel Surya

    7 Brand Terkenal yang Telah Menggunakan Panel Surya

    Semakin maraknya usaha untuk melawan krisis iklim membuat konsumen semakin sadar akan pentingnya hal tersebut. Bahkan menurut The Economist, tingkat penjualan produk-produk yang sustainable terus meningkat sejak tahun 2016 hingga 2020. Hal tersebut menjadi salah satu dasar mengapa Handriyanti, peneliti senior IESR, mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan seperti panel surya bisa meningkatkan reputasi atau branding dari suatu bisnis. 

    Beberapa brand besar pun akhirnya menyadari hal tersebut dan mulai memberlakukan penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya. Brand-brand ini juga mencanangkan goals masing-masing yang ingin mereka capai dalam beberapa tahun ke depan. Memangnya, brand apa saja yang telah memiliki goals mengenai energi terbarukan, termasuk di dalamnya penggunaan panel surya?

    Daftar Brand Kenamaan yang Menggunakan Panel Surya

    Sebenarnya, ada banyak brand yang telah mengutamakan sustainability dalam operasionalnya. Sebagian besar dari mereka bahkan telah menanamkan investasi yang cukup besar dalam bentuk panel surya untuk menghasilkan energi hijau. Berikut adalah beberapa di antaranya:

    1. IKEA

    Pertama, ada IKEA yang dikenal akan produk furniture berkualitas dan mudah dibongkar-pasang. Pada tahun 2017 kemarin, IKEA tercatat telah berkontribusi atas terciptanya energi hijau yang cukup besar, bahkan hingga tiga kali dari total konsumsi energi yang dilakukan oleh IKEA. Kontribusi tersebut diberikan dalam bentuk investasi terhadap beragam proyek yang menghasilkan energi terbarukan, salah satunya berasal dari tenaga surya.

    2. Starbucks

    Tidak mau kalah, Starbucks yang menggeluti bidang coffee shop juga menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan. Beberapa tahun terakhir, perusahaan satu ini telah menginvestasikan hingga ratusan juta Dolar untuk membeli energi terbarukan yang berasal dari panel surya maupun kincir angin.

    Tercatat, investasi tersebut cukup untuk menyuplai energi pada 100% cabangnya di Amerika Serikat dan Kanada, atau sekitar 9000 cabang. Hingga saat ini, Starbucks masih gencar menginvestasikan dana untuk proyek energi terbarukan lainnya.

    3. Intel

    Bukan hanya produsen semiconductor chip terbesar, Intel ternyata juga merupakan pembeli energi hijau terbanyak di Amerika Serikat. Bahkan, dikatakan bahwa investasi tersebut bisa menyamai 100% energy footprint yang mereka gunakan dalam proses produksi. Dari total keseluruhan investasi tersebut, sebagian besar merupakan investasi dalam bentuk tenaga surya yang proyeknya tersebar di beberapa titik di Amerika Serikat.

    4. Apple

    Raksasa perusahaan teknologi, Apple, juga berencana untuk menjadi sebuah bisnis yang menjunjung tinggi sustainability. Bahkan, perusahaan ini memiliki rencana untuk menjadi carbon neutral dalam seluruh rantai pasokannya pada tahun 2030 nanti. 

    Demi mewujudkan hal tersebut, Apple mengajak para supplier-nya untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan, misalnya saja yang berasal dari panel surya. Tidak tanggung-tanggung, Apple berencana untuk menghasilkan 8 gigawatts energi hijau dalam proses produksinya. Artinya, per tahun akan ada 15 juta ton metrik CO2 yang berkurang—sama seperti mengurangi sekitar 3,4 juta mobil dari jalanan.

    5. Microsoft

    Bukan hanya Apple, perusahaan teknologi lainnya, Microsoft, juga berencana untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksinya. Bahkan, Microsoft berencana untuk sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan pada tahun 2030 nanti. Terakhir, Microsoft telah mengumumkan power purchase agreement (PPA) di Korea Selatan sejumlah 2,5 gigawatts tenaga surya untuk memenuhi komitmen tersebut.

    6. Google

    Tidak ketinggalan, raksasa mesin pencarian Google juga menerapkan penggunaan energi terbarukan. Goals dari Google adalah mencapai 24/7 carbon-free energy pada tahun 2030 kelak. Untuk itu, Google telah beberapa kali melakukan power purchase agreement atau PPA. Bahkan, PPA pertama Google tercatat jauh pada tahun 2010 lalu.

    Pada tahun 2022 kemarin, Google mengumumkan bahwa tiga proyek energi terbarukan yang mereka danai telah mulai beroperasi untuk menghasilkan energi hijau. Tiga proyek tersebut berada di Chili, Finlandia, dan Denmark, yang digunakan untuk menjadi sumber tenaga bagi data center Google di masing-masing lokasi tersebut. Jenis sumber energi terbarukan yang digunakan oleh proyek tersebut adalah tenaga dari kincir angin serta panel surya.

    7. L’Oreal

    Terakhir, terdapat L’Oreal yang juga menggalakkan penggunaan energi terbarukan dari panel surya, kincir angin, biogas, dan sumber energi hijau lainnya. Bahkan pada 2017 kemarin, seluruh situs produksi L’Oreal tercatat telah disuplai dengan 100% energi terbarukan. Pencapaian tersebut bisa didapat karena adanya beberapa proyek sumber energi terbarukan di situs produksi tersebut, serta pembelian Renewable Energy Certificates.

     

    Selain mendukung brand yang telah beralih ke energi terbarukan seperti panel surya, Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dalam melestarikan lingkungan. Anda dapat memulai dengan langkah yang lebih kecil, yaitu dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Jika Anda bingung untuk menghitung kebutuhan kapasitas PLTS rumah, gunakan saja kalkulator surya dari SolarHub! Untuk Anda yang tertarik dengan sumber energi terbarukan satu ini, Anda bisa mencari vendor penyedia jasa pemasangan PLTS Atap melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/iesr-penggunaan-plts-atap-pada-sektor-bisnis-bawa-tiga-manfaat-sekaligus

    https://iesr.or.id/plts-jawab-kebutuhan-industri-dan-komersial-untuk-sediakan-produk-hijau

    https://kalkulator.solarhub.id

    https://solarhub.id

    https://www.solarpowerauthority.com/10-companies-utilizing-solar-power-support/

    https://www.apple.com/newsroom/2021/03/apple-powers-ahead-in-new-renewable-energy-solutions-with-over-110-suppliers/

    https://cloud.google.com/blog/topics/sustainability/clean-energy-projects-begin-to-power-google-data-centers

    https://www.techradar.com/news/microsoft-is-making-a-big-push-into-solar-energy

    https://stories.starbucks.com/stories/2018/solar-and-wind-power-fuel-starbucks-store/

    https://www.loreal.com/en/articles/sharing-beauty-with-all/stepping-up-the-deployment-of-renewable-energy/

  • Begini Cara Ekspor Impor Energi Listrik ke PLN dengan Pasang Panel Surya!

    Pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia karena tingginya sumber energi matahari di sini. Sebagai negara tropis yang berlokasi di garis khatulistiwa, potensi pemanfaatan energi cahaya matahari sebagai sumber listrik di Indonesia sangatlah besar. 

    Menurut data dari IESR, potensi teknis dari panel surya untuk rumah tangga Indonesia berkisar antara 194 hingga 655 GigaWatt Peak (GWp) untuk 34 provinsi. Apalagi, sekarang pemerintah sudah memiliki sejumlah inisiatif untuk mendorong penerapan teknologi tersebut, salah satunya ekspor impor energi listrik. Apa saja keuntungannya?

    Mengenal 3 jenis sistem PLTS

    Saat ingin memasang panel surya, Anda harus memilih salah satu dari tiga jenis sistem PLTS yang tersedia, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. Ketiga tipe PLTS tersebut memiliki cara kerja serta kelebihan yang berbeda-beda untuk kebutuhan Anda. Pertama, sistem on grid memerlukan panel surya yang terhubung dengan jaringan listrik sentral, atau PLN dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, penggunaannya lebih disarankan untuk perkotaan besar. 

    Kemudian, ada PLTS off grid yang cocok untuk wilayah terpencil atau belum memiliki akses listrik yang cukup stabil. Pasalnya, jenis PLTS ini memiliki baterai yang terhubung dengan panel surya. Jadi, Anda akan memiliki pasokan listrik cadangan pada malam hari atau hari mendung. 

    Terakhir, ada sistem PLTS hybrid yang menggabungkan pasokan listrik sentral dari PLTS on grid dan baterai cadangan dari PLTS off grid untuk operasionalnya. Karena lebih fleksibel, Anda dapat memasang PLTS tersebut di mana saja.

    Ekspor energi listrik berlebih ke PLN

    Saat Anda memiliki sumber energi listrik berlebih dari panel surya, Anda bisa melakukan ekspor impor dengan PLN. Bagaimana bisa? Sistem ekspor impor ini berdasar pada Peraturan Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 yang mengatur Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen Perusahaan Listrik Negara.

    Namun, undang-undang tersebut sudah diperbarui, sehingga terbitlah Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Menurut isi peraturan terbaru yang telah disebutkan, energi listrik yang diekspor ke PLN dikalkulasi berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dan dikali 100% Persentase tersebut berbeda dengan angka dalam Permen 49/2018, yaitu 65%.

    Cara ekspor impor energi listrik dengan PLN

    Mekanisme ekspor impor energi listrik dengan PLN relatif sederhana, sebab Anda hanya membutuhkan sistem PLTS Atap dan memenuhi persyaratan EXIM.

    Namun sebelum itu, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur untuk memasang PLTS Atap serta pengukur daya yang diperlukan. Prosedur tersebut mencakup permohonan kepada kantor PLN setempat, proses evaluasi dan verifikasi permohonan dalam 15 hari kerja oleh PLN, dan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah selesai memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Setelah memiliki semua perangkat yang diperlukan, meteran EXIM akan mengukur konsumsi daya di rumah Anda. Pada siang hari, total kelebihan listrik dari tenaga surya akan diekspor ke PLN. Jadi, pelanggan hanya perlu membayar tagihan listrik hasil pengurangan dari pemakaian konsumsi energi saat ini dengan akumulasi energi surya yang dikirimkan ke PLN.

    Yuk, pasang PLTS sekarang!

    Sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, PLTS jelas memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan. Beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah emisi karbon yang lebih kecil dan bebas polusi, sehingga Anda tidak perlu takut mencemari alam saat menjalani kegiatan sehari-hari.

    Jika Anda ingin melanjutkan niat baik ini, Anda bisa menghitung kapasitas dan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan konsumsi energi sehari-hari. Agar pemasangan PLTS Atap Anda lebih praktis dan efisien, Anda dapat mengunjungi halaman kalkulator surya SolarHub untuk memperoleh rincian yang disarankan.

     

    Dengan memasang panel surya, Anda dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan menghemat tagihan listrik secara bersamaan. Teknologi sumber listrik terbarukan yang sedemikian rupa sangat pas untuk diterapkan di Indonesia, sebab pasokan cahaya mataharinya sangat terbantu oleh letaknya di garis khatulistiwa. 

    Apabila Anda sudah siap untuk beralih ke listrik tenaga surya, tidak perlu ragu-ragu lagi. Yuk, temukan informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS di lokasi Anda dengan mengunjungi website resmi SolarHub!

     

    Referensi:

    https://p3tkebt.esdm.go.id/esmart/artikel

    https://pasangpanelsurya.com/pengertian-plts/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20181129104526-4-44210/mau-pasang-panel-surya-begini-cara-jual-beli-listrik-ke-pln

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220209124657-4-314046/warga-bisa-jual-listrik-100-ke-pln-kapasitas-plts-naik-2x

    https://solarhub.id

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

  • Perbedaan Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan, Apa Contohnya?

    Kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada pangan, sandang, dan papan. Untuk menunjang kemudahan beraktivitas, energi memiliki peranan yang sangat penting sebab tanpa adanya energi, Anda tidak dapat menggunakan hampir semua peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Energi sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu energi terbarukan dan tak terbarukan. Apa saja perbedaan dan contohnya? Mari kita simak bersama-sama.

    Apa itu energi terbarukan?

    Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia secara alami, sehingga Anda dapat menggunakannya secara terus-menerus tanpa perlu mengkhawatirkan dampaknya bagi lingkungan. 

    Perbedaan lainnya dari energi terbarukan dan tak terbarukan terletak pada proses perolehannya. Dengan energi terbarukan, Anda bisa mendapatkan pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari langsung dari alam, dan sumber energi ini tidak akan pernah habis jika dikelola dengan baik. 

    Beberapa contoh energi terbarukan yang paling populer adalah energi dari angin, air, ombak laut, dan panas bumi (geothermal). Pemanfaatan energi angin memerlukan turbin khusus yang dipasang di daratan atau permukaan air. 

    Sementara itu, energi dari air diperoleh dengan menampung air dalam reservoir atau memanfaatkan pergerakan arus sungai yang mengalir. Terakhir, energi dari bioenergi dan laut membutuhkan alat khusus untuk mengekstrak panas dari interior bumi atau laut, serta menghasilkan listrik dari pergerakan ombak.

    Panel surya, salah satu contoh energi terbarukan

    Selain energi air, angin, laut, dan geothermal, salah satu contoh energi terbarukan yang populer di berbagai kalangan adalah energi surya. Energi surya termasuk dalam kategori energi terbarukan karena mampu menghasilkan listrik dari sinar matahari, sebuah sumber energi yang tidak terbatas. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Pada dasarnya, panel surya mengandung dua unsur silikon yang telah dipadukan dengan sedikit boron dan fosfor untuk menciptakan karakteristik semikonduktor. Nah, dengan sifat semikonduktor inilah panel surya mampu menangkap partikel terkecil dari sinar matahari, yaitu foton. 

    Silikon yang mengandung boron atau semikondutor tipe-n akan menarik elektron bebas. Lalu, kelebihan elektron tersebut akan melewati lembaran kosong antara kedua lapisan panel surya untuk menuju bagian silikon dengan fosfor. Akhirnya, aliran listrik yang dihasilkan dari pergerakan elektron ini akan disimpan dalam baterai khusus untuk digunakan kapan saja.

    Apa itu energi tak terbarukan?

    Secara garis besar, energi tak terbarukan memiliki sebuah kesamaan dengan energi terbarukan, yaitu dapat diperoleh dari alam. Namun, satu hal yang paling membedakan energi terbarukan dan tak terbarukan adalah durasi pembentukannya dan metode perolehannya. Berkebalikan dari energi terbarukan, energi tak terbarukan adalah sumber energi yang membutuhkan proses selama jutaan tahun di bumi, sehingga pasokannya pun terbatas.

    Pasokan yang terbatas berarti jika energi tersebut terus digunakan, jumlahnya akan terus menyusut. Padahal, pengisian ulangnya memerlukan waktu yang sangat lama, terlebih dengan pengaruh eksternal dari kondisi geologi dan lingkungan yang fluktuatif.

    Contoh energi terbarukan yang paling sering digunakan dalam keseharian adalah batu bara, minyak bumi dari fosil, serta gas bumi. Karena ketiga sumber energi ini terkandung di dalam bumi, alat khusus pun diperlukan untuk mengekstraknya.

    Dampak energi tak terbarukan terhadap lingkungan

    Perlu diingat bahwa proses ekstraksi energi tak terbarukan menghasilkan jejak karbon dioksida yang berpotensi mencemari lingkungan. Mengapa? Sebab, gas karbon dioksida dari produksi dan penggunaan minyak bumi atau bahan bakar fosil mencakup ⅔ dari total emisi secara global, terutama jika digabungkan dengan gas rumah kaca. 

    Nah, karbon dioksida dan gas rumah kaca mampu memerangkap suhu panas di atmosfer, sehingga suhu bumi akan terasa lebih panas. Peningkatan suhu inilah yang menyebabkan krisis iklim yang dikenal dengan istilah “global warming.” 

    Krisis iklim tersebut membawa sejumlah dampak buruk bagi lingkungan maupun kesejahteraan hidup, di antaranya gagal panen, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat suhu udara yang terlalu panas. 

    Namun, dampak negatif dari energi tak terbarukan tidak hanya terbatas pada emisi karbon berlebih, sebab risiko minyak tumpah dapat mengurangi pasokan air bersih dengan meningkatnya keasaman air. Lalu, polusi udara yang dihasilkan dari proses produksinya juga berpotensi menimbulkan hujan asam.

    Demikian informasi penting seputar perbedaan energi terbarukan dan tak terbarukan. Nah, untuk mengurangi dampak buruk energi tak terbarukan terhadap lingkungan, mari bersama-sama mulai beralih ke energi terbarukan, salah satunya bisa dengan cara memasang PLTS Atap. Anda dapat menemukan penyedia PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda melalui SolarHub. 

    Direktori SolarHub mencakup banyak perusahaan penyedia listrik tenaga surya di berbagai provinsi dan bahkan pulau. Selain itu, Anda akan menemukan detail kontak serta ulasan pengguna untuk setiap perusahaan. Tertarik beralih ke energi terbarukan? Kunjungi website SolarHub untuk mengetahui informasi penyedia PLTS Atap terdekat dengan Anda!

     

    Referensi:

    https://solarhub.id

    https://internasional.kompas.com/read/2021/11/22/132333870/perbedaan-energi-terbarukan-dan-energi-tak-terbarukan?page=all

    https://www.suara.com/tekno/2021/03/09/133452/energi-terbarukan-dan-tidak-terbarukan-beserta-contohnya

    https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/222545969/energi-terbarukan-prinsip-kerja-panel-surya?page=all