Tag: energi terbarukan

  • Mengenal Teknologi Panel Surya: Mana yang Cocok untuk Indonesia?

    Mengenal Teknologi Panel Surya: Mana yang Cocok untuk Indonesia?

    Tidak semua panel surya diciptakan sama, lalu teknologi mana yang paling efisien dan tahan terhadap panas serta kelembaban ekstrim seperti yang terjadi di Indonesia? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan seiring melonjaknya adopsi energi terbarukan dan target ambisius pemerintah dalam transisi energi. Memilih jenis panel yang tepat bukan sekadar soal efisiensi konversi, tetapi juga menyangkut ketahanan, biaya, dan performa jangka panjang di iklim tropis yang khas.

    Secara umum, ada tiga teknologi utama panel surya yang paling banyak digunakan di dunia: monocrystalline, polycrystalline, dan thin-film. Monocrystalline dikenal memiliki efisiensi tinggi, sering mencapai lebih dari 20%, dengan umur pakai di atas 25 tahun. Polycrystalline memiliki efisiensi sedikit lebih rendah (sekitar 15–17%) tetapi lebih ekonomis dalam biaya awal. Sementara itu, panel thin-film menawarkan fleksibilitas bentuk dan bobot yang ringan, namun efisiensinya cenderung rendah, sekitar 10–12%, dan lebih cocok untuk penggunaan dengan ruang besar dan beban struktur rendah.

    Gambar 1. Jenis panel surya

    Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap sepanjang tahun memberikan tantangan tersendiri dalam pemilihan teknologi panel. Berdasarkan riset dari IEA PVPS (Photovoltaic Power Systems Programme), efisiensi panel surya menurun seiring meningkatnya suhu permukaan. Dalam hal ini, teknologi monocrystalline menunjukkan ketahanan termal yang relatif lebih baik, meskipun tetap mengalami derating (penurunan output) sekitar 0,3–0,5% untuk setiap kenaikan suhu 1°C di atas suhu standar pengujian (STC).

    Faktor lain yang sangat penting di Indonesia adalah kelembapan tinggi yang bisa mempercepat degradasi material panel. Penelitian dari LIPI dan BPPT menunjukkan bahwa modul yang digunakan di wilayah pesisir dan tropis cenderung mengalami delaminasi dan korosi lebih cepat, terutama pada panel dengan proteksi lapisan yang kurang memadai. Oleh karena itu, keberadaan lapisan anti-lembap, material framing yang tahan korosi, serta sertifikasi tahan kelembapan (misalnya dari IEC 61701 atau damp heat testing) menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan modul.

    Dari sisi ketersediaan dan harga di pasar domestik, panel polycrystalline masih mendominasi karena biayanya yang lebih rendah dan pasokan yang stabil dari produsen dalam negeri maupun impor. Namun, tren global menunjukkan pergeseran menuju panel monocrystalline jenis PERC (Passivated Emitter and Rear Cell) karena efisiensi lebih tinggi dengan sedikit kenaikan harga, yang kini mulai tersedia luas di Indonesia. Hal ini memberi alternatif menarik untuk aplikasi skala rumah tangga hingga industri, terutama di daerah dengan lahan terbatas.

    Untuk daerah terpencil atau luar jaringan (off-grid), panel thin-film tetap memiliki tempat, terutama karena kehandalannya di bawah cahaya rendah (low light conditions) dan kemudahan instalasi. Meskipun efisiensinya rendah, biaya sistem keseluruhan bisa dikompensasi dengan kebutuhan transportasi yang lebih ringan serta pemasangan yang fleksibel. Ini menjadikannya relevan untuk proyek energi perdesaan, pulau-pulau kecil, atau aplikasi darurat.

    Dengan mempertimbangkan suhu, kelembapan, luas lahan, biaya awal, dan tujuan penggunaan, tidak ada satu solusi tunggal yang cocok untuk semua wilayah di Indonesia. Kombinasi pemilihan teknologi yang tepat, kualitas komponen sistem pendukung (seperti inverter dan mounting), serta pemeliharaan berkala akan menentukan keberhasilan proyek energi surya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan berbasis data iklim mikro dan kebutuhan energi lokal sangat disarankan dalam setiap perencanaan instalasi.

    Seiring dengan penurunan harga teknologi dan meningkatnya dukungan kebijakan seperti insentif net metering atau pembiayaan hijau, adopsi panel surya di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh. Yang menjadi kunci adalah edukasi masyarakat dan pelaku industri mengenai karakteristik masing-masing teknologi panel, agar pilihan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan energi yang bersih, andal, dan berkelanjutan.

  • Energi Terbarukan dari Permukaan Air: Apa Itu PLTS Terapung?

    Energi Terbarukan dari Permukaan Air: Apa Itu PLTS Terapung?

    Saat permukaan darat semakin padat dan kebutuhan energi terus meningkat, muncul pertanyaan menarik: mungkinkah permukaan air seperti danau dan waduk dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik? Inilah yang menjadi dasar pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung (PLTS terapung), sebuah teknologi yang menggabungkan efisiensi pemanfaatan ruang dengan potensi energi terbarukan. Dengan memanfaatkan permukaan air yang luas dan belum termanfaatkan secara optimal, PLTS terapung menawarkan solusi inovatif terhadap tantangan transisi energi bersih di tengah keterbatasan lahan.

    PLTS terapung bekerja dengan prinsip yang sama seperti PLTS konvensional, yakni mengubah energi matahari menjadi listrik melalui sel fotovoltaik. Bedanya, sistem ini dipasang di atas permukaan air seperti danau, waduk, bendungan, atau bahkan laut tenang. Panel surya diletakkan pada struktur pelampung yang stabil dan tahan korosi, lalu dihubungkan dengan kabel bawah air ke jaringan listrik darat. Lingkungan perairan memberikan efek pendinginan alami yang meningkatkan efisiensi panel hingga 5–15% dibanding instalasi darat (IRENA, 2023).

    Keunggulan PLTS terapung tidak hanya terbatas pada efisiensi teknis. Ia juga menawarkan solusi atas keterbatasan lahan, terutama di negara-negara dengan kepadatan penduduk tinggi atau keterbatasan ruang terbuka. Di Indonesia, potensi lahan untuk PLTS darat memang luas, namun seringkali berbenturan dengan kebutuhan pangan, kehutanan, atau konservasi. Berdasarkan studi Kementerian ESDM tahun 2022, potensi teknis PLTS terapung di Indonesia mencapai lebih dari 28 GWp, terutama dari waduk-waduk besar seperti Jatiluhur, Cirata, dan Saguling.

    Contoh konkret dari implementasi PLTS terapung di Indonesia adalah proyek Cirata Floating Solar Plant di Jawa Barat, yang digarap oleh PT PLN dan Masdar dari Uni Emirat Arab. PLTS ini memiliki kapasitas 145 MWac dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara saat mulai beroperasi pada tahun 2024. Proyek ini tidak hanya menunjukkan kapasitas teknologi nasional, tetapi juga komitmen Indonesia dalam mengejar target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

    Secara global, negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan telah memanfaatkan teknologi ini lebih awal. Jepang, misalnya, telah mengoperasikan lebih dari 60 PLTS terapung skala komersial sejak 2015. Salah satu proyek unggulannya adalah Yamakura Dam Floating Solar Plant dengan kapasitas 13,7 MW. Negara-negara ini tidak hanya memanfaatkan energi bersih, tetapi juga mengurangi penguapan air dan pertumbuhan alga berlebih, dua efek positif tambahan dari pemasangan panel di atas air.

    Kendati menjanjikan, pengembangan PLTS terapung tetap menghadapi tantangan. Aspek teknis seperti ketahanan sistem terhadap angin kencang, ombak, dan korosi masih menjadi perhatian, terutama jika ingin diterapkan di laut terbuka. Selain itu, perizinan pemanfaatan ruang perairan, potensi dampak ekologis terhadap ekosistem akuatik, dan kebutuhan investasi awal yang relatif tinggi menjadi faktor yang harus dikaji secara menyeluruh. Studi yang dilakukan oleh World Bank Group (2021) mencatat bahwa biaya pembangunan PLTS terapung berkisar antara 20–25% lebih tinggi dari PLTS darat, meski tren ini terus menurun seiring skala produksi meningkat.

    Meski tantangan tersebut tidak bisa diabaikan, peluang yang ditawarkan jauh lebih besar. PLTS terapung membuka opsi pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam perencanaan energi nasional. Selain itu, ia juga sejalan dengan pendekatan multi-fungsi ruang perairan yang berkelanjutan, khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia. Dengan dukungan kebijakan yang progresif, skema pembiayaan yang inklusif, dan peningkatan kapasitas SDM lokal, PLTS terapung dapat menjadi motor penggerak utama dalam dekarbonisasi sektor energi.

    Dengan meningkatnya urgensi krisis iklim dan dorongan global untuk menekan emisi karbon, PLTS terapung muncul sebagai bagian penting dari portofolio solusi energi bersih. Ia bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan juga simbol dari adaptasi cerdas terhadap tantangan keterbatasan ruang dan kebutuhan energi yang terus tumbuh. Masa depan energi terbarukan tak lagi hanya terbentang di daratan, melainkan juga mengambang dengan tenang di permukaan air.

     

  • Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

    Mengenal PLTH, Pembangkit dengan Energi Terbarukan yang Terangi Desa Pelosok

    Meskipun PLN telah bekerja keras untuk memastikan pasokan listrik aman di Indonesia, sayangnya pasokan tersebut terkadang masih kurang menjangkau para penduduk di wilayah terpelosok atau 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Beberapa daerah tersebut kemungkinan belum pernah mencicipi aliran listrik dari negara sehingga membutuhkan alternatif lain.

    Banyak cara yang telah dilakukan oleh negara maupun organisasi lainnya untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah-wilayah tersebut. Salah satu solusi yang sudah diterapkan di beberapa tempat adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida atau PLTH yang memanfaatkan energi terbarukan. Apa itu?

    Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid?

    Sesuai dengan namanya, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida adalah alat yang memadukan dua atau lebih sumber energi pembangkit listrik. PLTH ini biasanya diterapkan di beberapa daerah terpelosok dengan memanfaatkan renewable energy (energi terbarukan). Tujuannya antara lain supaya dapat mengoptimalkan produksi energi listrik dari berbagai macam sumber sekaligus.

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida bisa memadukan energi baru maupun terbarukan seperti angin dan matahari. Selain bisa menampung jumlah pasokan energi yang lebih banyak, dua atau lebih sumber juga bisa saling menutupi kelemahan satu sama lain. Misalnya, ketika cuaca sedang relatif mendung, pembangkit listrik bertenaga lain bisa dimaksimalkan, begitu pula sebaliknya.

    Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid

    Namun, sebelum masuk ke prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH), pahami dulu bahwa sistem pembangkit listrik ini tidak terbatas pada renewable energy saja. Sehingga, Anda bisa memadukan antara cahaya matahari sekaligus aliran listrik dari PLN sebagai cadangan bila sumber energi yang pertama sedang kurang maksimal. Bahkan, Anda juga bisa memasukkan baterai ke dalamnya agar dapat menyimpan energi cadangan untuk dipakai pada saat-saat tertentu.

    Contohnya, pada siang hari energi listrik bisa dihasilkan dari panel surya yang menangkap sumber energi dari sinar matahari. Kemudian, pada saat matahari sudah terbenam, Anda tetap bisa menikmati listrik yang energi lebihnya telah tersimpan di dalam baterai. Lalu, pada malam hari Anda bisa memanfaatkan aliran listrik dari PLN atau menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA).

    Lantas, bagaimana cara Anda menetapkan kombinasi pembangkit listrik ini? Anda bisa terlebih dahulu mengenali potensi di wilayah Anda. Misalnya, jika Anda tinggal di daerah yang panas, mungkin panel surya bisa menjadi pilihan tepat. Paduannya dapat Anda sesuaikan dengan potensi berikutnya yang terdapat di sana, bisa saja berupa angin, air, uap, bahkan memadukannya dengan aliran listrik dari PLN sekalipun.

    Contoh PLTH Energi Terbarukan di Indonesia

    Selain karena sulitnya distribusi listrik berbahan bakar fosil ke daerah-daerah terpencil, krisis iklim juga semakin mengurangi pasokan bahan bakar tersebut. Guna menanggulangi hal itu sekaligus memperkecil sampah karbon dioksida (CO2) di udara akibat pembakaran yang terjadi, PLTH menjadi solusi cemerlang karena sumbernya tak terbatas dan tak menghasilkan emisi tertentu. Berikut adalah contoh daerah yang telah mengaplikasikan PLTH.

    1. PLTH Pandansimo

    PLTH Pandansimo menjadi salah satu stasiun terbesar yang terdapat di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di daerah ini terdapat setidaknya 40 turbin angin dengan kapasitas masing-masing 1 kW dan dua rangkaian panel surya berkapasitas 15 kW.

    Pembangkit listrik yang berada di kawasan Pantai Pandansimo tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari menghasilkan 1.000 balok es per hari, memompa sumur, sampai menerangi pertokoan di sekitar pantai.

    1. PLTH di Dusun Bondan, Cilacap

    Dusun Bondan di Cilacap juga beruntung karena telah memiliki PLTH yang memadukan sinar matahari dan angin sehingga para warga setempat bisa membangkitkan kembali geliat ekonomi. Kini masyarakat di dusun tersebut bisa mengolah hasil tambak menjadi produk dengan nilai lebih tinggi. Jadi, hasil tambak yang tak bisa dijual secara fresh tak terbuang sia-sia.

    Selain itu, lebih dari 78 rumah warga, sekolah, tempat beribadah, hingga tambak juga telah mendapatkan penerangan yang baik dari PLTH Pertamina Kilang Cilacap ini. Iuran yang perlu dibayarkan warga pun tergolong murah, yakni sebesar Rp25 ribu saja untuk pemakaian daya 500 watt. Dana tersebut nantinya akan dipakai kembali untuk pemeliharaan alat-alat PLTH.

     

    Jika Anda juga ingin mendukung penggunaan energi terbarukan, caranya tidak harus menggunakan PLTH, kok. Ada juga solusi pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan, yaitu PLTS Atap yang bisa Anda pilih.

    Mari cari tahu lebih banyak mengenai vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari wilayah Anda dengan klik link di sini! Perkirakan juga kapasitas panel surya dan biaya yang Anda butuhkan dengan memanfaatkan kalkulator surya SolarHub!

     

    Referensi:

    https://ftmm.unair.ac.id/dosen-teknik-elektro-rancang-pengontrol-pengisian-baterai-untuk-sistem-unit-pembangkit-listrik-tenaga-hibrid/

    https://www.smartcityindo.com/2021/05/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html

    https://ulyadays.com/pembangkit-listrik-tenaga-hybird/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Sejak beberapa tahun terakhir, Provinsi Jawa Tengah terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Energi terbarukan yang dimaksud berupa PLTS Atap, Biogas, Pompa Air Tenaga Surya, PLTMH, dan masih banyak lagi. 

    Total, 13,38% bauran energi di Jawa Tengah berasal dari sumber energi terbarukan tersebut pada tahun 2021 kemarin. Hingga saat ini, proyek-proyek energi terbarukan masih terus dikembangkan dan diinisiasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Lalu, bagaimana progresnya?

    Adakan Kegiatan Berjudul “Jelajah Energi”

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah—melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah—bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform  (IESR) melaksanakan kegiatan Jelajah Energi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, tim Jelajah Energi blusukan menuju ke beberapa daerah di Jawa Tengah untuk mempublikasikan praktik pemanfaatan energi terbarukan. 

    Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa ada banyak lapisan masyarakat yang telah terbantu dengan dibangunnya pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Uniknya, tiap proyek yang dikunjungi oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah tersebut memiliki model partisipasi warga yang berbeda.

    Model partisipasi pertama adalah kolaborasi multi-pihak. Di sini, setiap pihak memiliki kebutuhan serta kemampuannya masing-masing dalam mewujudkan adanya pembangkit listrik energi terbarukan. 

    Kemudian, ada juga kolaborasi pengoperasian fasilitas. Pada model ini, pemerintah atau pihak lainnya membantu pembangunan fasilitas, yang kemudian dioperasikan oleh warga sekitar dengan biaya iuran dari tiap warga. Terakhir, ada kolaborasi gethuk tular, atau pembangunan oleh warga yang terinspirasi dari pembangunan fasilitas sebelumnya.

    Peran Pemerintah dan Masyarakat

    Dari ketiga model partisipasi pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemukan oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah di Lapangan, ketiganya memiliki satu kesamaan: berasaskan pada gotong-royong. 

    Ya, tiap pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah Jawa Tengah ini merupakan usaha kolektif dari pemerintah, warga sekitar, serta pihak-pihak lainnya yang turut membantu. Umumnya, tujuan utama kerja sama ini ada dua, yaitu untuk mengenalkan sumber energi terbarukan, serta memenuhi kebutuhan warga sekitar akan sumber energi yang lebih efektif dan terjangkau. Inilah alasan mengapa seluruh pihak sama-sama diuntungkan dengan pembangunan fasilitas energi terbarukan tersebut.

    Bukan Hanya Dana, Inisiatif dan Kepemimpinan Juga Penting 

    Dalam setiap proyek pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemui tim Jelajah Energi Jawa Tengah, semua berawal dari sebuah inisiasi. Ini bisa datang dari mana saja, baik pemerintah, masyarakat, atau pihak-pihak lainnya. 

    Misalnya saja saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari bagaimana tingginya potensi teknis energi solar di Jawa Tengah. Kemudian, muncullah inisiatif untuk menjalankan program Jateng Solar Province yang dipraktikkan dengan memberi bantuan pemasangan PLTS untuk UMKM di beberapa daerah.

    Oleh karena itu, bisa dibilang kunci utama dari keberhasilan terciptanya beberapa proyek energi terbarukan ini bukan hanya dana semata; melainkan juga inisiatif dari berbagai pihak serta kepemimpinan daerah dan komunitas yang peduli. Kombinasi antara ketiga faktor tersebut terbukti bisa mendorong proses transisi energi yang memang membutuhkan investasi tidak murah serta perawatan secara berkala. 

    Lalu, bagaimana contoh implementasi energi terbarukan yang sudah berhasil terlaksana dengan baik?

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan: PATS di Purworejo 

    Dulu di Desa Krandegan, masyarakat memanfaatkan pompa berbahan bakar diesel untuk melakukan irigasi sawah. Karena pompa tersebut merupakan pompa tua, masyarakat sekitar kesulitan untuk menggunakannya secara efektif. 

    Mendengar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi pompa. Setelah melakukan diskusi, pemerintah memutuskan bahwa mereka akan memasang Pompa Air Tenaga Surya untuk menggantikan pompa diesel tua tersebut.

    Inisiatif tersebut disambut baik oleh warga sekitar Desa Krandegan. Apalagi, mayoritas penduduk yang berjumlah ratusan itu berprofesi sebagai petani. Pompa yang menyalurkan air dari Sungai Dolang ke area sawah ini membuat masyarakat bisa tanam dan panen hingga tiga kali per tahun. Ini karena sebelumnya, masa tanam di musim kemarau sering gagal akibat kurangnya pasokan air.

     

    Bagaimanapun juga, usaha untuk melakukan transisi energi ke energi terbarukan memang merupakan upaya kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang membantu. Itulah mengapa gotong royong sangat diperlukan untuk mewujudkan misi global mengurangi dampak krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu misi global tersebut dengan melakukan pemasangan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat. Anda tidak perlu bingung mencari penyedia layanan tersebut karena ada direktori dari SolarHub yang bisa Anda jadikan acuan.

     

    Referensi:

    https://jatengprov.go.id/publik/jelajah-energi-jateng-kampanyekan-energi-baru-terbarukan/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Untuk membantu UMKM seni ukir di Desa Senenan, Kabupaten Jepara bangkit kembali setelah pandemi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan berupa penyaluran PLTS Atap. Dengan bantuan tersebut, UMKM seni ukir di Desa Senenan berhasil mengurangi tagihan listrik per bulan hingga separuh dari tagihan biasanya. Tentu saja, ini akan sangat membantu usaha-usaha tersebut untuk kembali produktif menghadapi masa pascapandemi. 

    Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah pun menyampaikan pendapatnya mengenai bantuan Pemprov Jateng tersebut kepada para perajin UMKM.

    Ganjar Ingin Agar Produktivitas UMKM Meningkat

    Dalam kunjungannya ke Sentra Ukir Desa Senenan, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa salah satu tujuan diberikannya bantuan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas UMKM. Ini karena sumber listrik yang berasal dari energi terbarukan berupa PLTS dianggap lebih efisien sehingga biayanya lebih terjangkau. Inilah yang dibutuhkan oleh para perajin UMKM agar dapat kembali memulai usahanya setelah kemarin sempat kesulitan saat pandemi Covid-19 melanda.

    Selain itu, pemberian PLTS Atap kepada perajin Desa Senenan juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Mengingat, saat ini seluruh negara di dunia sedang gencar-gencarnya menggalakkan energi alternatif yang minim emisi karbon alias zero carbon emission.

    Ganjar Juga Berharap Bantuan Bisa Diberikan secara Bertahap

    Ganjar Pranowo melanjutkan, pemberian bantuan kepada sentra UMKM Desa Senenan dari Pemprov Jateng tidak berhenti di sini saja. Secara bertahap, pemerintah akan terus membantu UMKM mengenai pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa PLTS Atap tersebut. 

    Di antaranya, pemerintah akan mengajarkan bagaimana cara merawat komponen panel surya agar bisa bertahan lama. Selain itu, Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin penerapan PLTS Atap ini akan diperbanyak, dan tidak terbatas pada industri seni ukir saja.

    Industri Apa Saja yang Bisa Memanfaatkan Energi Terbarukan?

    Menurut Ganjar Pranowo, ada banyak industri rumahan lainnya yang bisa untung dengan memanfaatkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Misalnya saja untuk industri otomotif seperti bengkel. Sebagian besar alat di bengkel pastinya membutuhkan arus listrik agar dapat digunakan. Ini menyebabkan tagihan listrik yang harus dibayarkan oleh bengkel tersebut akan terus membengkak.

    Dengan menggunakan PLTS Atap, bengkel tersebut bisa mengurangi tagihan listrik dalam jumlah besar. Artinya, selisih pembayaran tagihan listrik tersebut bisa diinvestasikan untuk pembelian alat baru atau kebutuhan bengkel lainnya. 

    Selain itu, penggunaan sumber energi terbarukan juga bisa membantu sektor lainnya seperti sektor pendidikan. Misalnya saja, sebuah sekolah yang menggunakan PLTS Atap untuk menghidupkan peralatan elektronik di dalamnya bisa lebih hemat dalam membayar tagihan listrik. Dengan begitu, selisih pembayaran bisa digunakan untuk membeli alat pengajaran terbaru.

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan di Jateng 

    Di Jawa Tengah sendiri, implementasi energi terbarukan sebenarnya sudah digalakkan di beberapa titik. Selain di Desa Senenan Jepara, beberapa PLTS juga telah terpasang untuk membantu warga lokal mendapatkan listrik secara cuma-cuma. Sebut saja PLTS Pompa di Desa Kaliurip, Kabupaten Banyumas. PLTS tersebut mampu mengairi sawah para penduduk sehingga setahun bisa panen hingga tiga kali.

    Tidak hanya dalam bentuk PLTS, implementasi energi terbarukan di Jateng juga dilaksanakan dalam bentuk lainnya. Salah satunya ada PLTMH di Dusun Kali Pondoh, Cilongok. PLTMH sendiri adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Artinya, listrik berasal dari turbin yang digerakkan oleh arus air deras dari pipa utama. PLTMH ini dibangun untuk mengalirkan listrik ke rumah-rumah di Dusun Kali Pondoh, serta membantu usaha mereka untuk membuka kios maupun warung kopi mengingat dusun ini terletak dekat dengan daerah wisata Telaga Pucung.

     

    Tidak hanya di Jawa Tengah, penerapan energi terbarukan ini seharusnya digalakkan ke seluruh Indonesia. Selain untuk meningkatkan produktivitas UMKM pasca-pandemi dan mengalirkan listrik ke daerah terpelosok, pembangkit listrik dengan energi terbarukan juga sesuai dengan misi global untuk mengatasi krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu mengurangi dampak krisis iklim tersebut dengan menerapkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya saja dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Kalau tertarik, Anda bisa menghitung terlebih dahulu kebutuhan kapasitas panel surya dengan menggunakan kalkulator surya. Setelah itu, carilah jasa pemasangan PLTS Atap terdekat dengan Anda melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:
    https://kalkulator.solarhub.id/
    https://solarhub.id/

  • 6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    Saat mendengar kata “energi terbarukan”, apa yang terlintas di pikiran Anda? Mungkin salah satu yang muncul adalah energi dari sinar matahari. Jenis energi yang mudah diperoleh dari alam ini memang lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon. Akan tetapi, sebenarnya wujud energi ramah lingkungan sangat beragam. Ini dia beberapa jenis energi terbarukan yang telah digunakan di berbagai wilayah Jawa Tengah!

    1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

    Salah satu jenis energi terbarukan yang sumbernya sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon sedikit pun adalah matahari. Manfaatnya kini bahkan telah dirasakan oleh penduduk Desa Kaliurip, Banjarnegara yang kegiatan sehari-harinya ada di persawahan. Mereka menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk mengairi sawah agar tidak terdampak kemarau panjang.

    Pengaplikasian PLTS di Desa Kaliurip dilakukan dengan cara memasangnya di lahan warga. Perangkat PLTS atap dan pompa air yang berguna untuk aktivitas pertanian difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian setempat, lalu warga di daerah tersebut menyumbangkan lahannya untuk pemasangan PLTS.

    2. Biogas

    Selain matahari, sumber energi berikutnya yang bisa dimanfaatkan untuk menyokong aktivitas rumah tangga adalah biogas. Menurut Kompas.com, biogas bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Sumber energi satu ini diperoleh dari penguraian bahan organik yang berada di lingkungan kedap oksigen.

    Hal ini persis seperti Desa Samirono di Semarang yang telah memanfaatkan biogas dari kotoran sapi untuk aktivitas rumah tangganya. Setiap penduduk di desa ini bahkan sudah bisa mandiri dengan menghasilkan biogas dari hewan ternaknya sendiri. Berbekal enam kubik kotoran sapi, mereka bisa menyalakan kompor selama kurang lebih enam jam per harinya.

    3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

    Berikutnya, ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang telah dilakukan di pelosok Banyumas. PLTMH sendiri merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air, baik bersumber dari waduk, air terjun, dan lainnya. Meski sama-sama menggunakan sumber daya air, tapi PLTMH cenderung menghasilkan daya yang lebih kecil daripada PLTA.

    Namun, PLTMH menjadi salah satu pembangkit listrik yang potensinya bisa dioptimalkan di Indonesia. Sebab, ada banyak sekali aliran air yang bisa dimanfaatkan. Satu PLTMH sendiri mampu menghasilkan energi sebesar 500 kW yang cukup untuk memasok energi bagi aktivitas rumah tangga.

    4. Refuse-derived Fuel

    Sumber energi alternatif selanjutnya adalah refuse-derived fuel yang dihasilkan dengan cara mengolah sampah untuk menghasilkan bahan bakar. Energi terbarukan ini bisa menggantikan bahan bakar fosil yang punya dampak lebih berbahaya bagi lingkungan dengan adanya jejak karbon.

    Implementasi refused-derived fuel juga sudah dilaksanakan di Cilacap, tepatnya di TPA Jeruklegi, yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh PT Solusi Bangun Indonesia. Dengan pemanfaatan energi dari olahan sampah padat ini, mereka bisa menggantikan batubara sebagai bahan bakar pembuatan semen.

    5. Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang telah dirasakan langsung oleh penduduk Cilacap, Jawa Tengah. Setelah memiliki HEOP (Hybrid Energy One Pole), Pertamina kembali memberikan bantuan berupa PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida) yang hasil dayanya lebih besar.

    PLTH bekerja dengan menggabungkan sumber energi matahari dan angin untuk menyuplai listrik ke rumah-rumah dan bangunan pemerintah setempat. Besaran daya yang diproduksinya adalah mencapai 6.000 Watt peak (Wp) per 2018 dan terus meningkat hingga 16.200 Wp. Kini, sebanyak 78 rumah penduduk, sekolah, masjid, dan tambak telah memiliki penerangan yang baik.

    6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

    Energi terbarukan seperti panas bumi juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif dari bahan bakar fosil yang lebih tidak ramah lingkungan. Meski begitu, bukan berarti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tidak menghasilkan emisi sama sekali. Akan tetapi, emisi karbon dioksida yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan batubara, diesel, dan minyak bumi. Masa operasionalnya juga lebih lama dan bisa mencapai 30 tahun penggunaan. Inilah yang membuat Dieng mulai memanfaatkan PLTP untuk keperluan sehari-hari.

    Manfaat energi terbarukan rasanya sudah bisa jelas Anda rasakan. Dengan emisi karbon yang lebih rendah, sumber energi ini bisa jadi langkah konkret untuk memelihara kelestarian bumi. Salah satu langkah kecil yang dapat Anda lakukan dari sekarang adalah dengan pemasangan PLTS atap di rumah.

    Supaya lebih memahami prinsip dasar PLTS atap, Anda bisa menyimak pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang inovasi tersebut di sini. Lalu, Anda bisa langsung menghitung kapasitas dan jumlah panel yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan listrik di rumah dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/23/195605669/apa-itu-biogas

    https://rimbakita.com/mikrohidro/

    https://www.carboncollective.co/sustainable-investing/refuse-derived-fuel-rdf

    https://www.budayajawa.id/beberapa-manfaat-penggunaan-pltp-di-indonesia/

    https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122611-T%2025909-Analisis%20dampak-Literatur.pdf

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 7 Brand Terkenal yang Telah Menggunakan Panel Surya

    7 Brand Terkenal yang Telah Menggunakan Panel Surya

    Semakin maraknya usaha untuk melawan krisis iklim membuat konsumen semakin sadar akan pentingnya hal tersebut. Bahkan menurut The Economist, tingkat penjualan produk-produk yang sustainable terus meningkat sejak tahun 2016 hingga 2020. Hal tersebut menjadi salah satu dasar mengapa Handriyanti, peneliti senior IESR, mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan seperti panel surya bisa meningkatkan reputasi atau branding dari suatu bisnis. 

    Beberapa brand besar pun akhirnya menyadari hal tersebut dan mulai memberlakukan penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya. Brand-brand ini juga mencanangkan goals masing-masing yang ingin mereka capai dalam beberapa tahun ke depan. Memangnya, brand apa saja yang telah memiliki goals mengenai energi terbarukan, termasuk di dalamnya penggunaan panel surya?

    Daftar Brand Kenamaan yang Menggunakan Panel Surya

    Sebenarnya, ada banyak brand yang telah mengutamakan sustainability dalam operasionalnya. Sebagian besar dari mereka bahkan telah menanamkan investasi yang cukup besar dalam bentuk panel surya untuk menghasilkan energi hijau. Berikut adalah beberapa di antaranya:

    1. IKEA

    Pertama, ada IKEA yang dikenal akan produk furniture berkualitas dan mudah dibongkar-pasang. Pada tahun 2017 kemarin, IKEA tercatat telah berkontribusi atas terciptanya energi hijau yang cukup besar, bahkan hingga tiga kali dari total konsumsi energi yang dilakukan oleh IKEA. Kontribusi tersebut diberikan dalam bentuk investasi terhadap beragam proyek yang menghasilkan energi terbarukan, salah satunya berasal dari tenaga surya.

    2. Starbucks

    Tidak mau kalah, Starbucks yang menggeluti bidang coffee shop juga menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan. Beberapa tahun terakhir, perusahaan satu ini telah menginvestasikan hingga ratusan juta Dolar untuk membeli energi terbarukan yang berasal dari panel surya maupun kincir angin.

    Tercatat, investasi tersebut cukup untuk menyuplai energi pada 100% cabangnya di Amerika Serikat dan Kanada, atau sekitar 9000 cabang. Hingga saat ini, Starbucks masih gencar menginvestasikan dana untuk proyek energi terbarukan lainnya.

    3. Intel

    Bukan hanya produsen semiconductor chip terbesar, Intel ternyata juga merupakan pembeli energi hijau terbanyak di Amerika Serikat. Bahkan, dikatakan bahwa investasi tersebut bisa menyamai 100% energy footprint yang mereka gunakan dalam proses produksi. Dari total keseluruhan investasi tersebut, sebagian besar merupakan investasi dalam bentuk tenaga surya yang proyeknya tersebar di beberapa titik di Amerika Serikat.

    4. Apple

    Raksasa perusahaan teknologi, Apple, juga berencana untuk menjadi sebuah bisnis yang menjunjung tinggi sustainability. Bahkan, perusahaan ini memiliki rencana untuk menjadi carbon neutral dalam seluruh rantai pasokannya pada tahun 2030 nanti. 

    Demi mewujudkan hal tersebut, Apple mengajak para supplier-nya untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan, misalnya saja yang berasal dari panel surya. Tidak tanggung-tanggung, Apple berencana untuk menghasilkan 8 gigawatts energi hijau dalam proses produksinya. Artinya, per tahun akan ada 15 juta ton metrik CO2 yang berkurang—sama seperti mengurangi sekitar 3,4 juta mobil dari jalanan.

    5. Microsoft

    Bukan hanya Apple, perusahaan teknologi lainnya, Microsoft, juga berencana untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksinya. Bahkan, Microsoft berencana untuk sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan pada tahun 2030 nanti. Terakhir, Microsoft telah mengumumkan power purchase agreement (PPA) di Korea Selatan sejumlah 2,5 gigawatts tenaga surya untuk memenuhi komitmen tersebut.

    6. Google

    Tidak ketinggalan, raksasa mesin pencarian Google juga menerapkan penggunaan energi terbarukan. Goals dari Google adalah mencapai 24/7 carbon-free energy pada tahun 2030 kelak. Untuk itu, Google telah beberapa kali melakukan power purchase agreement atau PPA. Bahkan, PPA pertama Google tercatat jauh pada tahun 2010 lalu.

    Pada tahun 2022 kemarin, Google mengumumkan bahwa tiga proyek energi terbarukan yang mereka danai telah mulai beroperasi untuk menghasilkan energi hijau. Tiga proyek tersebut berada di Chili, Finlandia, dan Denmark, yang digunakan untuk menjadi sumber tenaga bagi data center Google di masing-masing lokasi tersebut. Jenis sumber energi terbarukan yang digunakan oleh proyek tersebut adalah tenaga dari kincir angin serta panel surya.

    7. L’Oreal

    Terakhir, terdapat L’Oreal yang juga menggalakkan penggunaan energi terbarukan dari panel surya, kincir angin, biogas, dan sumber energi hijau lainnya. Bahkan pada 2017 kemarin, seluruh situs produksi L’Oreal tercatat telah disuplai dengan 100% energi terbarukan. Pencapaian tersebut bisa didapat karena adanya beberapa proyek sumber energi terbarukan di situs produksi tersebut, serta pembelian Renewable Energy Certificates.

     

    Selain mendukung brand yang telah beralih ke energi terbarukan seperti panel surya, Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dalam melestarikan lingkungan. Anda dapat memulai dengan langkah yang lebih kecil, yaitu dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Jika Anda bingung untuk menghitung kebutuhan kapasitas PLTS rumah, gunakan saja kalkulator surya dari SolarHub! Untuk Anda yang tertarik dengan sumber energi terbarukan satu ini, Anda bisa mencari vendor penyedia jasa pemasangan PLTS Atap melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/iesr-penggunaan-plts-atap-pada-sektor-bisnis-bawa-tiga-manfaat-sekaligus

    https://iesr.or.id/plts-jawab-kebutuhan-industri-dan-komersial-untuk-sediakan-produk-hijau

    https://kalkulator.solarhub.id

    https://solarhub.id

    https://www.solarpowerauthority.com/10-companies-utilizing-solar-power-support/

    https://www.apple.com/newsroom/2021/03/apple-powers-ahead-in-new-renewable-energy-solutions-with-over-110-suppliers/

    https://cloud.google.com/blog/topics/sustainability/clean-energy-projects-begin-to-power-google-data-centers

    https://www.techradar.com/news/microsoft-is-making-a-big-push-into-solar-energy

    https://stories.starbucks.com/stories/2018/solar-and-wind-power-fuel-starbucks-store/

    https://www.loreal.com/en/articles/sharing-beauty-with-all/stepping-up-the-deployment-of-renewable-energy/

  • 7 Band dan Musisi yang Mendukung Energi Terbarukan

    7 Band dan Musisi yang Mendukung Energi Terbarukan

    Tuntutan untuk mengatasi kedaruratan iklim semakin mendesak. Persetujuan Paris pun menjadi dasar utama negara-negara di dunia dalam menjalankan usaha melawan krisis iklim. Dalam perjanjian tersebut, negara-negara berjanji untuk membatasi kenaikan suhu global agar tidak lebih dari 2 derajat Celcius pada tahun 2050 nanti. 

    Untuk mendukung penerapan Perjanjian Paris, kini ada banyak tokoh ternama yang sudah mendukung peralihan ke energi terbarukan. Tidak hanya pencinta lingkungan, beberapa musisi juga menyuarakan hal tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menggunakan sumber energi listrik yang lebih ramah lingkungan dalam kesehariannya. Apakah musisi favorit Anda termasuk salah satunya?

    Daftar Band dan Musisi yang Mendukung Penerapan Energi Terbarukan

    Selain bertindak dari diri sendiri, cara lain untuk mengatasi krisis iklim adalah dengan mengajak orang lain agar lebih aware terhadap terjadinya krisis tersebut. Hal itulah yang dilakukan beberapa musisi ini. Tidak hanya mendukung kampanye untuk mengatasi kedaruratan iklim, beberapa dari mereka bahkan menerapkannya dalam kehidupan. Siapa saja musisi yang dimaksud?

    1. Green Day

    Pertama, ada grup musik punk rock Amerika Serikat, Green Day. Grup musik ini ternyata selalu mendorong para fans-nya untuk menggunakan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga mendukung penggunaan sumber energi berupa biofuel, tenaga angin, serta tenaga surya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

    2. Jack Johnson

    Musisi soft rock asal Amerika Serikat, Jack Johnson, juga mendukung penggunaan energi terbarukan untuk mengatasi krisis iklim yang terjadi. Pada turnya tahun 2022 kemarin, misalnya. Johnson melakukan beberapa kegiatan untuk melawan krisis iklim, seperti menggunakan kendaraan biofuel selama tur, mendorong venue untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengadakan donasi untuk organisasi lingkungan lokal.

    3. Cake

    Cake, grup musik rock asal Amerika Serikat, memiliki caranya sendiri untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Misalnya, mereka memilih menggunakan solar panel untuk menjadi sumber energi studio musik miliknya. Tidak hanya itu, mereka juga beberapa kali mengadakan penggalangan dana yang disumbangkan untuk usaha reforestation.

    4. Coldplay

    Berikutnya, ada grup musik asal Inggris, Coldplay. Band yang bertabur penghargaan ini memiliki komitmen untuk mengurangi emisi CO2 dalam turnya pada tahun 2022 lalu. Caranya, mereka menggunakan inovasi teknologi penghasil energi terbarukan saat tampil di panggung. Misalnya, mereka menggunakan tenaga surya untuk berbagai kebutuhan di panggung, serta menggunakan transportasi dengan biofuel saat berpindah dari panggung ke panggung. 

    Tidak berhenti di situ, beberapa konser Coldplay juga dilengkapi dengan teknologi “Kinetic Floor” yang inovatif. Dengan teknologi ini, energi bisa diciptakan dari loncatan atau pergerakan para penonton konser. 

    5. KT Tunstall

    KT Tunstall tidak hanya menerapkan prinsip eco-friendly dalam pelaksanaan konsernya, tapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Contohnya bisa dilihat saat ia berencana untuk merenovasi rumahnya. Saat itu, KT Tunstall menyewa jasa konsultan green building untuk menjadi penasihat dalam proses renovasi rumah tersebut. Mulai dari cat, floorboard, hingga insulasi, semuanya dibuat seramah lingkungan mungkin.

    6. Maroon 5

    Siapa yang tidak kenal dengan grup musik pop Amerika Serikat satu ini? Maroon 5 ternyata juga merupakan salah satu grup musik yang tergabung dalam Green Music Group, sebuah organisasi yang mendorong anggotanya untuk melaksanakan kegiatan bisnis di industri musik secara ramah lingkungan. Bahkan sang vokalis, Adam Levine, juga dikenal sebagai salah satu pendukung penerapan solusi energi surya.

    7. Justin Timberlake

    Terakhir, ada musisi ternama Justin Timberlake yang pernah mendapatkan “Future Award” Environmental Media Awards. Penghargaan itu diberikan setelah ia membangun sebuah lapangan golf dengan konsep eco-friendly. Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut, ia memang dikenal sebagai salah satu musisi yang kerap meningkatkan awareness terhadap krisis lingkungan yang terjadi.

     

    Selain ketujuh musisi dan grup musik yang sudah disebutkan, sebenarnya masih banyak lagi mereka yang menjadi advokat bagi sumber energi terbarukan. Tidak hanya mendorong para fans untuk mengutamakan sustainability, beberapa musisi tersebut bahkan menerapkannya pada kehidupan mereka sendiri. 

    Jika Anda termotivasi dengan tindakan para musisi tersebut, Anda juga bisa memulai penggunaan energi terbarukan untuk diri sendiri. Misalnya saja, Anda bisa mempertimbangkan pemasangan PLTS Atap untuk rumah. Jika bingung, Anda bisa mengetahui seluk-beluk PLTS Atap pada FAQ SolarHub. Nah, kalau Anda tertarik, langsung saja temukan informasi mengenai penyedia jasa instalasi panel surya di lokasi Anda melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/faktor-kedaruratan-iklim-harus-menjadi-pertimbangan-utama-kebijakan-energi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://solarhub.id

    https://battlebornbatteries.com/solar-power-concert-studio/

    https://www.renewableenergyworld.com/baseload/singers-songwriters-and-solar-energy/

    https://edition.cnn.com/2020/02/03/world/green-touring-intl-c2e/index.html

    https://www.theguardian.com/environment/2008/mar/09/ethicalliving.energyefficiency

    https://sites.psu.edu/lreenglish015/2014/03/15/maroon-5-goes-green/

    https://www.nme.com/news/music/justin-timberlake-takes-stand-against-proposed-memphis-oil-pipeline-2926927

  • Begini Cara Ekspor Impor Energi Listrik ke PLN dengan Pasang Panel Surya!

    Pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia karena tingginya sumber energi matahari di sini. Sebagai negara tropis yang berlokasi di garis khatulistiwa, potensi pemanfaatan energi cahaya matahari sebagai sumber listrik di Indonesia sangatlah besar. 

    Menurut data dari IESR, potensi teknis dari panel surya untuk rumah tangga Indonesia berkisar antara 194 hingga 655 GigaWatt Peak (GWp) untuk 34 provinsi. Apalagi, sekarang pemerintah sudah memiliki sejumlah inisiatif untuk mendorong penerapan teknologi tersebut, salah satunya ekspor impor energi listrik. Apa saja keuntungannya?

    Mengenal 3 jenis sistem PLTS

    Saat ingin memasang panel surya, Anda harus memilih salah satu dari tiga jenis sistem PLTS yang tersedia, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. Ketiga tipe PLTS tersebut memiliki cara kerja serta kelebihan yang berbeda-beda untuk kebutuhan Anda. Pertama, sistem on grid memerlukan panel surya yang terhubung dengan jaringan listrik sentral, atau PLN dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, penggunaannya lebih disarankan untuk perkotaan besar. 

    Kemudian, ada PLTS off grid yang cocok untuk wilayah terpencil atau belum memiliki akses listrik yang cukup stabil. Pasalnya, jenis PLTS ini memiliki baterai yang terhubung dengan panel surya. Jadi, Anda akan memiliki pasokan listrik cadangan pada malam hari atau hari mendung. 

    Terakhir, ada sistem PLTS hybrid yang menggabungkan pasokan listrik sentral dari PLTS on grid dan baterai cadangan dari PLTS off grid untuk operasionalnya. Karena lebih fleksibel, Anda dapat memasang PLTS tersebut di mana saja.

    Ekspor energi listrik berlebih ke PLN

    Saat Anda memiliki sumber energi listrik berlebih dari panel surya, Anda bisa melakukan ekspor impor dengan PLN. Bagaimana bisa? Sistem ekspor impor ini berdasar pada Peraturan Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 yang mengatur Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen Perusahaan Listrik Negara.

    Namun, undang-undang tersebut sudah diperbarui, sehingga terbitlah Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Menurut isi peraturan terbaru yang telah disebutkan, energi listrik yang diekspor ke PLN dikalkulasi berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dan dikali 100% Persentase tersebut berbeda dengan angka dalam Permen 49/2018, yaitu 65%.

    Cara ekspor impor energi listrik dengan PLN

    Mekanisme ekspor impor energi listrik dengan PLN relatif sederhana, sebab Anda hanya membutuhkan sistem PLTS Atap dan memenuhi persyaratan EXIM.

    Namun sebelum itu, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur untuk memasang PLTS Atap serta pengukur daya yang diperlukan. Prosedur tersebut mencakup permohonan kepada kantor PLN setempat, proses evaluasi dan verifikasi permohonan dalam 15 hari kerja oleh PLN, dan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah selesai memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Setelah memiliki semua perangkat yang diperlukan, meteran EXIM akan mengukur konsumsi daya di rumah Anda. Pada siang hari, total kelebihan listrik dari tenaga surya akan diekspor ke PLN. Jadi, pelanggan hanya perlu membayar tagihan listrik hasil pengurangan dari pemakaian konsumsi energi saat ini dengan akumulasi energi surya yang dikirimkan ke PLN.

    Yuk, pasang PLTS sekarang!

    Sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, PLTS jelas memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan. Beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah emisi karbon yang lebih kecil dan bebas polusi, sehingga Anda tidak perlu takut mencemari alam saat menjalani kegiatan sehari-hari.

    Jika Anda ingin melanjutkan niat baik ini, Anda bisa menghitung kapasitas dan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan konsumsi energi sehari-hari. Agar pemasangan PLTS Atap Anda lebih praktis dan efisien, Anda dapat mengunjungi halaman kalkulator surya SolarHub untuk memperoleh rincian yang disarankan.

     

    Dengan memasang panel surya, Anda dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan menghemat tagihan listrik secara bersamaan. Teknologi sumber listrik terbarukan yang sedemikian rupa sangat pas untuk diterapkan di Indonesia, sebab pasokan cahaya mataharinya sangat terbantu oleh letaknya di garis khatulistiwa. 

    Apabila Anda sudah siap untuk beralih ke listrik tenaga surya, tidak perlu ragu-ragu lagi. Yuk, temukan informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS di lokasi Anda dengan mengunjungi website resmi SolarHub!

     

    Referensi:

    https://p3tkebt.esdm.go.id/esmart/artikel

    https://pasangpanelsurya.com/pengertian-plts/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20181129104526-4-44210/mau-pasang-panel-surya-begini-cara-jual-beli-listrik-ke-pln

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220209124657-4-314046/warga-bisa-jual-listrik-100-ke-pln-kapasitas-plts-naik-2x

    https://solarhub.id

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

  • Tak Hanya Kaya Vitamin D, Sinar Matahari Juga Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif!

    Selain berfungsi sebagai salah satu sumber energi alternatif yang aman untuk lingkungan, matahari juga punya banyak manfaat untuk kesehatan fisik serta mental. Memangnya, apa saja kegunaan matahari dalam kehidupan sehari-hari di samping menerangi lingkungan sekitar dengan alami? Mari kita pelajari bagaimana sinar matahari dapat menguntungkan kehidupan kita dan ekosistem alam di bawah ini.

    Sumber energi listrik

    Karena energi tak terbarukan berpotensi mencemari lingkungan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan energi jangka panjang, sinar matahari memiliki peranan penting sebagai sumber energi alternatif. 

    Dengan adanya PLTS Atap yang memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti sinar matahari, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari tanpa mencemari lingkungan. Pasalnya, berbeda dengan listrik dari energi tak terbarukan, produksi listrik tenaga surya tidak menghasilkan emisi karbon yang besar. 

    Apakah Anda tertarik memanfaatkan pasokan listrik dari tenaga surya? Anda bisa mencari lebih banyak informasi tentang PLTS Atap di daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan atau FAQ pada website resmi SolarHub.

    Kaya akan vitamin D

    Peran sinar matahari tidak terbatas pada sumber energi alternatif saja. Mengapa? Karena cahaya matahari mengandung banyak vitamin D yang bertahan lebih lama pada tubuh jika dibandingkan dengan kandungan dalam suplemen makanan atau bahan baku masakan.

    Perlu diingat bahwa untuk menjaga kekokohan tulang dalam jangka waktu panjang, asupan sinar matahari harian yang disarankan adalah 600 International Unit (IU) untuk orang dewasa. Nah, Anda dapat mencukupi kebutuhan vitamin D dengan berjemur di luar ruangan pada pagi hari selama 10 hingga 20 menit setiap hari. 

    Dengan demikian, Anda akan mampu menjaga kelancaran proses kognitif pada kegiatan sehari-hari, serta terhindarkan dari risiko tulang dan gigi keropos.

    Meningkatkan kualitas tidur

    Kualitas tidur Anda sangat ditentukan oleh kinerja circadian rhythm pada tubuh. Apa itu? Sederhananya, circadian rhythm atau ritme sirkadian merupakan proses biologis yang mengatur kapan tubuh Anda bisa beraktivitas dan harus beristirahat. Salah satu faktor yang memengaruhi performa circadian rhythm adalah paparan terhadap cahaya eksternal, terutama cahaya matahari.

    Selama matahari masih bersinar, sel tubuh kita akan mengirimkan pesan kepada otak untuk memproduksi hormon yang meningkatkan kewaspadaan. Sebaliknya, saat matahari sudah terbenam, tubuh akan memproduksi hormon melatonin yang akan membuat Anda mengantuk dan tidur lebih nyenyak. Jadi, cahaya matahari merupakan sumber energi alternatif yang juga dapat membuat kualitas tidur lebih baik.

    Membantu meningkatkan mood

    Tidak hanya meningkatkan kualitas tidur dan menjadi sumber energi alternatif, sinar matahari juga membawa pengaruh baik bagi suasana hati Anda. Mengapa? Cahaya matahari yang ditangkap oleh sel iPRGC atau reseptor cahaya pada retina mata dapat menjangkau area tertentu pada otak, yaitu sistem limbik. 

    Area tersebut berperan dalam mengatur kondisi emosional Anda, sehingga jika terpapar oleh sinar matahari, produksi hormon yang membuat suasana hati lebih baik juga akan meningkat. Oleh sebab itu, dengan asupan sinar matahari yang mencukupi setiap harinya, Anda dapat menurunkan risiko mengalami gangguan pada kesehatan mental.

    Sumber cahaya alami

    Salah satu fungsi terpenting dari matahari adalah sumber penerangan alami. Matahari memang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, tetapi pada saat yang bersamaan, cahaya matahari juga dapat menghemat penggunaan listrik. 

    Pada siang hari, Anda tidak perlu menyalakan lampu karena cahaya dari luar sudah cukup untuk menerangi rumah Anda. Hal ini dapat membantu Anda menekan konsumsi energi listrik, dan pada akhirnya, tagihan listrik bulanan Anda akan lebih murah.

    Berguna bagi makhluk hidup lain

    Manfaat cahaya matahari tidak hanya terasa bagi manusia. Di samping berperan sebagai sumber energi alternatif dan penunjang kesehatan untuk Anda, hewan dan tumbuhan juga akan diuntungkan dengan sinar matahari. Bagaimana bisa? 

    Dengan adanya cahaya matahari, berbagai spesies hewan bisa menghangatkan tubuh mereka. Fungsi ini sangatlah penting untuk hewan berdarah dingin yang tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka sendiri, seperti reptil. Jadi, mereka harus mengandalkan matahari. 

    Selain itu, tumbuhan juga membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan oksigen dan sumber makanan bagi mereka sendiri serta spesies makhluk hidup lainnya.

     

    Bagaimana, Anda sudah memahami betapa bergunanya cahaya matahari untuk diri sendiri sekaligus ekosistem alam? Kabar baiknya, Anda juga bisa memperoleh pasokan listrik yang tidak kunjung habis, sekaligus menikmati manfaat sinar matahari sebagai sumber energi alternatif terbarukan dengan memasang PLTS Atap. 

    Jika Anda sudah mengetahui serba-serbi PLTS Atap dan memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan dengan kalkulator surya, Anda bisa langsung mencari vendor penyedia PLTS melalui direktori SolarHub.