Tag: energi terbarukan

  • Kenalan dengan Prinsip Kerja Panel Surya, Ternyata Simpel!

    Pernah melihat benda semacam papan berwarna biru dengan garis kotak-kotak putih di atap bangunan? Atau mungkin Anda justru melihatnya di atas lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) saat sedang berhenti di lampu merah? Papan tersebut adalah panel surya, yang dapat menyerap sinar matahari melalui sel surya dan mengonversinya menjadi energi listrik. Memangnya, bagaimana prinsip kerja panel surya hingga mampu melakukan hal tersebut?

    Panel surya terdiri dari kumpulan sel surya

    Pada dasarnya, komponen utama dari panel surya adalah kumpulan sel surya yang disatukan. Nah, banyaknya sel surya yang disusun pada atap gedung untuk membentuk panel surya akan berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Dengan kata lain, secara umum semakin banyak panel yang terdapat di atap, semakin besar pula total energi yang dapat digunakan oleh penghuni gedung.

    Lalu, material apakah yang digunakan untuk membuat sel surya? Umumnya, Anda akan menemukan lapisan silikon yang bersifat semikonduktor atau mampu menghantarkan arus listrik antara materi konduktor dan isolator. Bahan konduktor yang terdapat pada sel surya adalah strip logam, sedangkan isolatornya berupa lapisan kaca yang bertujuan melindungi panel surya dari kerusakan eksternal dan menyerap cahaya matahari.

    Fotovoltaik, prinsip kerja panel surya

    Bagaimanakah prinsip kerja panel surya mampu menghasilkan energi listrik untuk berbagai kebutuhan rumah tangga? Proses tersebut tidaklah mustahil berkat adanya teknologi fotovoltaik (photovoltaic) yang bisa mengubah partikel cahaya menjadi sumber energi. 

    Perlu diingat bahwa sinar matahari mengandung foton, partikel terkecil yang mampu menghantam atom pada permukaan sel surya untuk memisahkan elektronnya melalui proses pembentukan energi besar. Kemudian, elektron tersebut akan terpisah dan memiliki muatan negatif, sehingga bisa berpindah ke pita konduksi dari bahan semikonduktor. 

    Atom yang sudah kehilangan muatan negatif tersebut akan menjadi hole atau atom bermuatan positif. Elektron dan hole akan saling menjauhi kutub yang sesuai dengan elemen mereka, sehingga terciptalah pergerakan pada daerah persimpangan kutub positif dan negatif. Pergerakan inilah yang kemudian menghasilkan listrik tenaga surya untuk disimpan dalam baterai.

    Dapat beroperasi saat mendung dan hujan

    Apakah prinsip kerja panel surya hanya berlaku pada hari yang cerah? Jawabannya tentu saja tidak. Perlu diingat bahwa PLTS Atap tetap memproduksi energi listrik saat hujan meski produksinya akan menurun. Jadi, Anda masih bisa menggunakan listrik tenaga surya saat cuaca sedang tidak cerah. Bahkan jika Anda memiliki baterai khusus, energi listrik yang dihasilkan melalui teknologi fotovoltaik pun dapat tersimpan dalam baterai tersebut.

    Dengan energi listrik yang tersimpan di dalam baterai khusus, Anda tidak perlu takut kehabisan energi. Sel surya juga mampu menangkap cahaya tidak langsung atau sinar matahari yang terhalang awan, bahkan gelombang merah dan biru dari sinar UV untuk menambah pasokan energi. Akan tetapi, produksi listrik yang biasa dihasilkan pada keadaan tersebut biasanya hanya berkisar antara 10 sampai 25 persen dari kapasitas produksi optimumnya.

    Anda juga tidak perlu takut kehabisan daya baterai, sebab sel surya juga mampu menangkap cahaya tidak langsung atau sinar matahari yang terhalang awan. Bahkan, beberapa sel surya bisa menyerap lebih banyak jenis spektrum pada sinar UV, misalnya gelombang merah dan biru, untuk menambah pasokan energi pada saat mendung dan hujan. 

    Bisa lanjut “ekspor impor” listrik ke PLN

    Prinsip kerja panel surya akan membantu Anda menghemat tagihan listrik setiap bulannya karena PLN memberlakukan sistem “ekspor impor” kelebihan daya dari tenaga surya. Seperti apakah prosesnya? Pertama, Anda harus mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan oleh PLN untuk memasang PLTS Atap dengan net meter atau meteran EXIM. 

    Meteran EXIM berfungsi untuk mengukur surplus atau kelebihan daya listrik yang masuk ke jaringan milik PLN. Tidak hanya itu, alat pengukur ini juga dapat menghitung penggunaan listrik dari PLN ketika sel surya tidak menyerap sinar matahari, misalnya pada malam hari. 

    Terakhir, tagihan pemakaian listrik Anda akan dikurangi berdasarkan besaran energi listrik yang diekspor ke PLN dan kapasitas maksimum yang diizinkan oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018, yaitu 65%. Pengurangan tagihan penggunaan listrik tersebut akan membantu Anda mengirit biaya pemakaian listrik sebesar 30% sampai 40% per bulannya.

    Prinsip kerja panel surya ternyata tidak serumit yang diperkirakan karena hanya melibatkan pergerakan antara atom positif dan elektron negatif. Sistem fotovoltaik itulah yang memungkinkan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. 

    Pemahaman tersebut sangatlah penting jika Anda berencana memasang panel surya untuk penggunaan rumah tangga, sehingga Anda dapat memaksimalkan penggunaannya untuk gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Dapatkan lebih banyak informasi dengan menyimak FAQ dan membaca publikasi IESR seputar PLTS Atap di website resmi SolarHub.

     

    Referensi:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/

    https://www.kompas.com/sains/read/2021/09/10/130200523/prinsip-kerja-sel-surya-alternatif-energi-yang-ramah-lingkungan

    https://www.sanspower.com/panel-surya-prinsip-kerja-dan-kegunaan-yang-bisa-didapatkan.html

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

    https://elektro.umy.ac.id/apa-dan-bagaimana-sistem-kerja-panel-surya/

    https://kumparan.com/solar-kita/mengapa-menggunakan-sistem-plts-atap-bisa-menghemat-pengeluaran

    http://m.icasolar.com/support/blog/eximmm

  • Pakai Listrik Tenaga Surya, Mari Sama-sama Kurangi Dampak Krisis Iklim!

    Belakangan ini, banyak media yang menggaungkan bahwa dunia sedang mengalami krisis iklim atau biasa dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Namun, apa itu krisis iklim? Pada dasarnya, fenomena tersebut membuat suhu bumi meningkat sehingga udara terasa lebih panas. 

    Krisis iklim dapat merugikan lingkungan maupun kualitas hidup karena dengan iklim yang lebih panas, volume air laut akan meningkat dan pertumbuhan tanaman sebagai sumber makanan juga akan terganggu. Akan tetapi, pemakaian listrik tenaga surya dapat menekan dampak dari kondisi krisis iklim. Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama-sama di artikel ini.

    Bagaimana kondisi krisis iklim terkini? 

    Para ahli iklim memperkirakan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat setidaknya sebesar 1,2 derajat Celcius pada tahun 2023 ini. Hal ini berbeda dari informasi pada tahun 2016 hingga 2022. Bagaimana bisa? Menurut NASA, suhu bumi sempat mencapai rata-rata yang wajar karena fenomena La Nina, atau pendinginan permukaan air laut di Samudra Pasifik, bertahan lebih lama. 

    Akan tetapi, Gavin Schmidt selaku kepala Goddard Institute of Space Studies dari NASA menyatakan bahwa ada kemungkinan justru fenomena La Nina akan digantikan dengan El Nino yang meningkatkan suhu permukaan samudra. Jika itu terjadi, suhu bumi bisa bertambah panas pada akhir tahun 2023 hingga tahun 2024. 

    Sementara itu, Persetujuan Paris (Paris Agreement) mencoba membatasi peningkatan suhu bumi agar tidak melewati 1,5 derajat Celcius karena jika lebih dari itu, akan terjadi fenomena cuaca ekstrem dan meningkatnya frekuensi bencana alam yang membahayakan kehidupan.

    Tekan dampak krisis iklim dengan listrik tenaga surya

    Tidak hanya fenomena El Nino, salah satu penyebab krisis iklim yang paling signifikan adalah tingginya tingkat penggunaan energi fosil. Para ahli prediksi iklim dari NASA dan Met Office pun juga menyetujui bahwa peningkatan suhu permukaan bumi akan semakin tinggi seiring dengan banyaknya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) global yang terperangkap hingga membuat iklim lebih panas. 

    Sayangnya, energi fosil digunakan untuk banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya pasokan listrik. Padahal, berdasarkan informasi dari EPA, energi fosil memiliki jejak karbon yang cukup besar, yaitu 820 ton, karena 65% dari karbon dioksida di bumi berasal dari sana. Maka dari itu, dengan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik tenaga surya, Anda dapat menekan efek negatif krisis iklim.

    Sumber energi terbarukan, lebih ramah lingkungan 

    Listrik tenaga surya lebih ramah lingkungan karena sumbernya berasal dari energi terbarukan, yakni sinar matahari. Hal ini pun didukung oleh penelitian dari Our World in Data yang menunjukkan bahwa emisi karbon tenaga surya hanya sebesar 5 ton. Oleh sebab itulah semakin banyak negara yang beralih ke sumber energi terbarukan.

    Secara teori pun, peralihan ke listrik tenaga surya di Indonesia juga tidak sulit karena menurut publikasi IESR, potensi energi terbarukan Indonesia berkisar antara 3.396 GWp hingga 19.385 GWp. Sayangnya, pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,2 GWp atau di bawah 1% dari total kapasitas yang ada. 

    Untuk mendukung transisi ke energi terbarukan, pemerintah pun telah memprakarsai banyak program insentif, salah satunya melalui peningkatan ekspor listrik tenaga surya ke PLN sebesar 100% setelah Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang PLTS Atap direvisi.

    Langkah awal yang sebaiknya diambil

    Nah, bagaimanakah Anda bisa memulai peralihan ke energi surya untuk kehidupan sehari-hari dan mencegah dampak krisis iklim? Caranya sangat mudah, yaitu cukup dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

    Pertama, karena bentuk pemanfaatan energi surya cukup banyak, alangkah baiknya jika Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang listrik tenaga surya. Setelah mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Anda bisa mulai memperhitungkan kebutuhan listrik dan dana pemasangan panel tenaga surya untuk rumah tangga berdasarkan penggunaan selama ini.

    Peningkatan suhu bumi dari krisis iklim berpotensi merugikan kenyamanan dan kesehatan Anda. Untuk menangkal efek negatif tersebut, tenaga listrik surya dapat membantu dengan emisi karbon yang jauh lebih kecil daripada bahan bakar fosil, serta sumbernya yang terbarukan. 

    Tidak perlu cemas, Anda juga bisa berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan dari krisis iklim dengan pemasangan panel tenaga surya. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa. Sebelum memasang panel tenaga surya, dapatkan informasi seputar PLTS Atap melalui publikasi IESR. Terakhir, jangan lupa simulasikan penghitungan kebutuhan PLTS Atap untuk rumah Anda dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://pertaminapower.com/pembangkit-listrik-tenaga-surya

    https://www.axios.com/2023/01/14/global-warming-accelerates-2023

    https://dunia.rmol.id/read/2022/12/20/557676/peneliti-iklim-sebut-2023-akan-jadi-tahun-terpanas-bumi

    https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/09/02/2952/indonesia.kaya.energi.surya.pemanfaatan.listrik.tenaga.surya.oleh.masyarakat.tidak.boleh.ditunda

    https://ourworldindata.org/safest-sources-of-energy

  • 5 Pemanfaatan Tenaga Surya untuk Kehidupan Sehari-hari

    Menurut data dari Institute for Essential Services Reform (IESR), pengguna PLTS Atap di Indonesia mencapai angka 5.848 pada 2022 lalu. Jumlah tersebut meningkat daripada tahun 2021, yaitu sebanyak 4.794 pengguna. 

    Sayangnya, bagi banyak orang, tenaga surya masih menjadi suatu hal yang asing. Padahal, sebetulnya pemanfaatan tenaga surya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yang tentunya bisa kita rasakan sendiri penggunaannya. Berikut lima contoh penggunaan tenaga surya dalam aktivitas keseharian.

    Sumber energi untuk penggunaan alat elektronik

    Pemanfaatan tenaga surya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah pasokan listrik untuk menyalakan alat elektronik. Tidak dapat dimungkiri bahwa rutinitas rumah tangga memerlukan peralatan elektronik seperti lemari es, blender, pendingin ruangan, komputer, dan sebagainya. 

    Apabila ditotal, besaran daya yang diperlukan untuk bisa menggunakan semua alat elektronik tersebut cukup signifikan. Kemudian, apabila Anda mengandalkan alat pemanas air yang memerlukan listrik, tidak menutup kemungkinan tagihan bulanan Anda akan meningkat. 

    Itulah kenapa keberadaan tenaga surya sangatlah berguna untuk menjaga kemudahan dan kenyamanan di rumah dengan hemat energi. Dengan demikian, Anda dapat menggunakan alat elektronik yang dimiliki tanpa perlu mengkhawatirkan tagihan yang membengkak.

    Mengaktifkan penerangan

    Tidak hanya untuk mendukung penggunaan alat elektronik dalam konteks rumah tangga, pemanfaatan tenaga surya juga sangat berguna untuk penerangan di dalam maupun luar rumah. 

    Misalnya, ketika cuaca sedang mendung dan tidak ada pencahayaan alami yang masuk ke rumah, Anda dapat menyalakan lampu dengan tenaga surya cadangan dari baterai. Lalu, dengan adanya lampu jalanan umum yang menggunakan listrik tenaga surya, keamanan warga kota pada malam hari jadi lebih terjamin dan biaya tagihan listrik pun dapat ditekan. 

    Selain untuk perkotaan besar, tenaga surya sangatlah diperlukan untuk wilayah terpencil yang belum mendapatkan akses listrik stabil dan memadai. Sebagai alternatif, mereka dapat mengandalkan pasokan listrik dari pembangkit tenaga surya.

    Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya

    Contoh pemanfaatan tenaga surya berikutnya yang sedang populer belakangan ini adalah stasiun pengisian baterai listrik dari energi terbarukan. Mengapa demikian? Dalam rangka mengurangi emisi karbon secara global dari kendaraan bermotor, para pemimpin dunia telah mendorong penggunaan kendaraan listrik di negara masing-masing. Nah, inisiatif ini juga berlaku di Indonesia.

    Untuk mendukung transisi ke kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan, pemerintah telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif. Beberapa di antaranya adalah subsidi pembelian mobil atau motor listrik, serta pembangunan fasilitas umum untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik di berbagai lokasi strategis. 

    Nah, stasiun pengisian baterai ini menggunakan tenaga surya sebagai pasokan energi untuk mendukung penggunaan energi terbarukan yang bersih demi pelestarian lingkungan.

    PV Cold Storage

    Indonesia memiliki potensi perikanan yang tidak dapat dianggap remeh. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2021, jumlah hasil produksi perikanan laut yang dijual secara nasional hampir mencapai 870 ribu ton. 

    Walaupun emisi karbon untuk produksi serta penyimpanan hasil perikanan berkisar antara 6 hingga 18 kilogram per 100 gram protein, suhu dingin sangatlah penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk perikanan. Namun, ada solusi penyimpanan yang lebih ramah lingkungan, yakni pemanfaatan tenaga surya untuk sistem pendinginan atau photovoltaic cold storage. 

    Dengan baterai yang dapat menyimpan listrik dari hasil konversi sinar matahari melalui sel surya, teknologi ini mampu mengatur suhu dari 0 sampai -150 derajat Celcius dengan lebih efisien.

    Agrivoltaic

    Produksi makanan dari laut bukanlah satu-satunya penyumbang jejak karbon yang signifikan. Proses agrikultur juga turut meningkatkan emisi gas rumah kaca karena banyaknya air yang diperlukan untuk menyiram tumbuhan, penggunaan pestisida, serta karbon dioksida dari proses penanaman. Oleh sebab itu, agrivoltaic atau sistem agrikultur dengan pemanfaatan tenaga surya hadir untuk mengurangi emisi karbon dalam skala besar.

    Bagaimanakah cara kerjanya? Rangkaian sel surya photovoltaic akan menaungi sekelompok tumbuhan untuk menjaga kelembapan tanahnya, terutama di tengah cuaca yang tidak stabil. Di sisi lain, tumbuhan juga mendukung efektivitas panel surya melalui proses evapotranspirasi, atau penguapan air dari lahan ke atmosfer.

    Dari berbagai contoh yang sudah disebutkan, pemanfaatan tenaga surya bukanlah sesuatu yang jauh dan asing. Justru sebaliknya, penggunaan energi terbarukan adalah hal yang berkaitan sangat erat dengan kehidupan sehari-hari dan bahkan bisa mendukung kelancarannya. 

    Anda dapat merasakan sendiri manfaat dari tenaga surya dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Supaya pemasangan atap panel surya lebih efisien, perkaya pengetahuan Anda dengan membaca FAQ dan publikasi IESR yang membahas serba-serbi PLTS Atap di website resmi SolarHub sebelum beralih ke listrik tenaga surya.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kumparan.com/gigih-wijaya/5-aplikasi-penggunaan-panel-surya-di-kehidupan-sehari-hari-1xcu5cQZSlE/full

    https://sunenergy.id/blog/contoh-pemanfaatan-energi-alternatif-tenaga-surya/

    https://sedayu.com/2021/11/30/5-kegunaan-energi-surya-sehari-hari/

    https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/mayoritas-pengguna-panel-surya-atap-di-indonesia-dari-perumahan

    https://ourworldindata.org/carbon-footprint-food-methane

  • 7 Seleb Internasional yang Sudah Lakukan Pemasangan Panel Surya

    Biasanya, gaya hidup selebritas identik dengan hal-hal mewah. Namun, ada juga beberapa tokoh terkenal yang mencurahkan kekayaan mereka untuk melestarikan lingkungan, salah satunya dengan melakukan pemasangan panel surya. Lantas, siapa saja seleb yang sudah beralih ke energi terbarukan? Simak daftar di bawah ini sampai akhir, sebab mungkin saja bintang favorit Anda juga termasuk salah satunya.

    Mark Ruffalo 

    Mark Ruffalo sudah lama menentang pengeboran minyak dari fosil bumi sebagai sumber listrik sejak wilayah tempat tinggal keluarganya, yaitu Kota Callicoon, sering diterjang banjir akibat adanya ekspansi pengeboran minyak fosil bumi untuk pasokan listrik di New York. 

    Maka dari itu, aktor yang terkenal dengan perannya sebagai The Hulk di seri Avengers ini mendukung implementasi energi terbarukan yang bersih melalui pemasangan panel surya. Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel tenaga suryanya juga disalurkan menjadi pasokan listrik untuk para tetangganya.

    Julia Roberts 

    Sejak lama, Julia Roberts sudah terlibat aktif dalam berbagai kampanye pelestarian lingkungan, termasuk untuk penerapan energi terbarukan. Karena itulah dia terpilih sebagai pemeran utama untuk film Erin Brockovich, sebuah biografi kisah nyata tentang perjuangan seorang ibu melawan perusahaan listrik yang mengotori air bersih di kota tempat tinggalnya.

    Namun, ia semakin bertekad untuk menyelamatkan lingkungan sejak melahirkan anaknya. Selain menggunakan material dan desain ramah lingkungan untuk rumahnya di Malibu, Julia Roberts juga melakukan pemasangan panel surya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Orlando Bloom 

    Bintang utama dari film Pirates of the Caribbean ini menyadari urgensi dari pencegahan krisis iklim melalui perjalanannya ke Benua Antartika. Sejak melihat banyaknya gletser yang meleleh, Orlando Bloom berniat untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan dan telah menjadi duta penyelamatan lingkungan.

    Tekad tersebut sangat tampak dari rumahnya di London setelah menjalani proses renovasi. Tidak hanya bepergian dengan mobil listrik hybrid, ia juga melakukan pemasangan panel surya pada atap dan menggunakan lampu hemat energi. 

    Brad Pitt

    Brad Pitt memiliki rasa peduli yang sangat tinggi terhadap masyarakat serta lingkungan. Oleh sebab itulah pada tahun 2006, ia mendirikan Make It Right, sebuah yayasan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan solusi ramah lingkungan. 

    Salah satu inisiatif terbesarnya adalah memberikan tempat tinggal bagi masyarakat tunawisma di Kansas dengan merenovasi gedung sekolah yang sudah lama terbengkalai. Sesuai dengan misinya untuk mendukung energi terbarukan, setiap proyek yayasan tersebut sudah dilengkapi dengan pemasangan panel surya untuk membantu penghuni menghemat tagihan listrik.

    Rachel McAdams

    Sama seperti Julia Roberts, Rachel McAdams juga sudah lama terlibat dalam upaya penggalakan gaya hidup ramah lingkungan. Tidak hanya menjadi duta dari berbagai kampanye pelestarian lingkungan, aktris yang pernah membintangi film Mean Girls ini juga menerapkan gaya hidup yang hijau. 

    Ia selalu menghemat listrik dengan mencabut peralatan yang tidak digunakan, bepergian dengan sepeda sebisa mungkin, dan melakukan pemasangan panel surya pada atap rumahnya sebagai sumber energi terbarukan.

    Leonardo DiCaprio

    Leonardo DiCaprio juga termasuk dalam daftar seleb yang sudah melakukan pemasangan panel surya. Namun, pemasangan tersebut tidak hanya terbatas pada tempat tinggal pribadinya. 

    Aktor utama film Titanic ini kerap berinvestasi untuk inisiatif energi terbarukan, dan ia juga menjabat sebagai anggota dewan penasihat Kingo, sebuah perusahaan energi yang mendukung pemerataan listrik tenaga surya di daerah terpencil. Melalui inisiatif program listrik terbarukan dengan sistem prabayar dari Kingo, kini taraf hidup 500 hingga 600 ribu rumah tangga di Guatemala sudah meningkat pesat.

    Alicia Silverstone

    Sebagai aktivis penyelamatan lingkungan, Alicia Silverstone menjalani gaya hidup ramah lingkungan yang sangat menonjol dari rumahnya. Tempat tinggal dengan keluarganya dilengkapi dengan pemasangan panel surya, kebun sayur dan buah dengan pupuk kompos hasil daur ulang untuk mendukung diet vegan, serta mobil listrik. 

    Melalui ketiga inisiatif tersebut, Alicia mampu memenuhi semua kebutuhan keluarganya dengan mandiri, baik dari segi nutrisi maupun kenyamanan. Jadi, mereka dapat berkegiatan sambil menghemat konsumsi listrik dengan lebih mudah.

    Bagaimana, Anda tertarik dengan gaya hidup hijau dari seleb yang Anda kagumi? Anda juga bisa mengikuti jejak mereka untuk menyelamatkan lingkungan. Supaya lebih mudah, mulailah dengan langkah-langkah kecil terlebih dahulu, salah satunya dengan pemasangan panel surya pada atap rumah Anda. 

    Sebelum memasang PLTS Atap, ada baiknya Anda menyimak FAQ atau pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai atap panel surya di website resmi SolarHub terlebih dahulu. Dengan demikian, persiapan Anda pun akan lebih matang.

     

    Referensi:

    https://solarhub.id/

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://www.goadtsolar.com/blog/12-trendsetting-celebrities-with-solar-panels/

    https://www.solarsam.com/solar-news/celebrities-that-have-solar/

    https://www.mysolar.com/celebrities-that-have-made-the-switch-to-home-solar-power/index.html

    https://www.motherjones.com/environment/2014/01/inquiring-minds-mark-ruffalo-fracking-solar/

    https://www.integratesun.com/post/celebrities-with-solar-energy

    https://www.recordonline.com/story/entertainment/local/2007/02/22/lord-rings-actor-orlando/52803863007/

    https://www.ecowatch.com/brad-pitts-foundation-embraces-green-building-and-solar-energy-1881817166.html

    https://mashable.com/article/leonardo-dicaprio-kingo-solar-energy

    https://www.hahasmart.com/blog/3109/solar-energyscelebrity-status

  • Lebih Hemat Tagihan Listrik Rumah Tangga dengan Atap Panel Tenaga Surya

    Penyesuaian tarif listrik kerap membuat tagihan listrik bulanan rumah tangga jadi ikut naik. Padahal, masih ada kebutuhan lain yang perlu Anda penuhi. Investasi pada pemasangan atap panel tenaga surya, atau disebut juga PLTS Atap, bisa menjadi salah satu solusi efektifnya. Bagaimana bisa? Mari kita temukan jawabannya bersama-sama di bawah ini.

    Tak perlu pakai listrik PLN saat siang hari 

    Memasang atap panel tenaga surya akan membantu Anda menghemat tagihan listrik PLN berkat cara kerja PLTS Atap. Pada dasarnya, atap panel tenaga surya mampu menangkap cahaya matahari dan mengubah energi tersebut menjadi pasokan listrik. Kemudian, listrik yang telah dikonversi akan disimpan dalam baterai khusus yang dapat digunakan kapan saja, terutama pada siang hari saat sinar matahari sedang cerah. 

    Perlu diingat juga bahwa kapasitas panel PLTS Atap cukup beragam, mulai dari skala kecil hingga yang besar. Misalnya, panel pada atap gedung kantor Kementerian ESDM di Jakarta Timur memiliki kapasitas yang cukup besar, yaitu 20 kWp (kiloWatt peak). Dalam satu hari, daya listrik maksimum yang dihasilkan bisa mencapai 20.160 Watt. 

    Besaran energi tersebut sangat cukup untuk menerangi semua lampu di kedelapan lantai kantor di bawah atap. Dengan demikian, pemenuhan energi listrik Anda pada siang hari dapat diperoleh secara gratis dari pemanfaatan surya atap.

    “Ekspor impor” listrik dengan PLN 

    Energi terbarukan dari sinar matahari akan membantu inisiatif penghematan konsumsi listrik Anda, terlebih melalui penerapan sistem “ekspor impor” listrik dengan PLN. Bagaimanakah cara kerja sistem ini? 

    Setelah Anda memasang atap panel tenaga surya, daya yang dihasilkan dari panel tersebut akan mengurangi tagihan listrik Anda sebesar 65% dari total output maksimumnya. Dengan kata lain, setiap 1 Watt listrik yang dihasilkan oleh PLTS Atap akan dihargai 65% dari tarif dasar listrik. Jadi, Anda cukup membayar sisa dari potongan harga tersebut yang dijumlahkan dengan biaya penggunaan listrik PLN.

    Namun, persentase dalam skema tersebut kini sudah diperbarui. Berdasarkan isi dari Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, listrik yang bisa diekspor ke PLN telah dinaikkan menjadi 100%. Tentunya, perubahan ini akan semakin menguntungkan Anda.

    Bisa hemat tagihan listrik hingga 30-40 persen 

    Anda sudah mengetahui bahwa pemasangan atap panel tenaga surya mampu menghemat tagihan listrik bulanan, tetapi seberapa banyak potongan harga yang akan Anda nikmati? Jawaban pastinya bergantung pada kapasitas panel surya yang dipasang dan besaran listrik yang digunakan. Namun, secara rata-rata, Anda diperkirakan dapat menghemat tagihan listrik sebesar 30 hingga 40 persen setiap bulannya.

    Untuk mendapatkan gambaran perhitungan yang lebih jelas, berikut ilustrasi yang dapat Anda pertimbangkan. Pertama, mari kita asumsikan bahwa kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan atap panel tenaga surya berkapasitas 3 kWp atau 3.000 Watt per bulan. Jika demikian, Anda bisa menghemat biaya tagihan listrik mulai dari Rp300 ribu per bulan dengan skema ekspor listrik sebesar 65% dari total daya ke PLN.

    Budget investasi awal yang perlu disiapkan

    Sebelum Anda dapat menikmati manfaat dari listrik tenaga surya, mulai dari penghematan biaya listrik hingga energi terbarukan yang lebih bersih bagi lingkungan, Anda harus menyiapkan sejumlah biaya terlebih dahulu. 

    Pemasangan atap panel tenaga surya memerlukan biaya sekitar Rp14 juta hingga Rp18 juta per kWp. Apabila Anda ingin memasangnya untuk keperluan rumah tangga, Anda membutuhkan kapasitas 3 kWp dengan total harga mulai dari Rp42 juta sampai Rp54 juta. 

    Namun, harga tersebut sudah relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu Rp24 juta per kWp. Selain itu, Anda juga dapat menutup biaya awal memasang atap panel tenaga surya melalui penghematan tagihan listrik dalam waktu 7 sampai 10 tahun.

    Memiliki atap panel tenaga surya akan sangat menguntungkan Anda, terutama jika Anda ingin menghemat tagihan listrik bulanan. Bagaimana tidak? Berkat adanya sistem ekspor impor listrik dengan PLN sebesar 65% hingga 100% dari total daya panel surya, Anda dapat menekan pengeluaran konsumsi listrik sebesar 30 sampai 40 persen per bulannya!

    Namun, sebelum memasang panel tenaga surya, pastikan penghitungan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mempermudah proses kalkulasi kebutuhan pemasangan PLTS Atap di rumah Anda, gunakan saja kalkulator surya di website SolarHub. Setelah menemukan penghitungan yang tepat, Anda bisa mulai mencari informasi vendor penyedia jasa listrik tenaga surya di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/badan-pengembangan-sumber-daya-manusia/narasi-tunggal-pasang-plts-atap-tagihan-listrik-lebih-hemat-1

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220211151612-4-314777/mau-pasang-plts-atap-cek-dulu-penghematan-tagihan-listriknya

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20230117/44/1619160/ekspor-listrik-plts-atap-tagihan-bisa-hemat-40-persen

    https://solarhub.id/

    https://kalkulator.solarhub.id