Category: Ekonomi

Aspek ekonomi tentang PLTS Asap secara khusus dan energi terbarukan secara umum.

  • Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Demi mendukung misi global mencapai net zero emission sebelum tahun 2050, seluruh negara menggalakkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari dan industri. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat dan bisnis untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Semua ini dilakukan untuk mengurangi dampak krisis iklim yang masih terus mengancam secara global, termasuk Indonesia.

    Pemerintah Indonesia sendiri juga terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk memproduksi listrik. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Demi membantu UMKM di beberapa daerah di Jawa Tengah, Pemprov Jateng membagikan panel surya untuk memproduksi listrik yang membuat tagihan listrik UMKM tersebut berkurang hingga separuhnya. 

    Memangnya, seberapa besar potensi tenaga surya dari Jawa Tengah?

    Potensi Tenaga Surya di Jawa Tengah

    Menurut laporan dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga provinsi di Indonesia dengan potensi teknis energi surya atap tertinggi. Provinsi satu ini hanya kalah dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang berada di posisi pertama dan kedua.

    Tepatnya, potensi teknis tenaga surya atap di Jawa Tengah berada di angka 32,5-109,6 gigaWatt-peak (gWp). Dengan catatan, potensi teknis ini hanya menghitung potensi tenaga surya berdasarkan data pelanggan PLN untuk bangunan rumah. Artinya, studi ini tidak menghitung potensi teknis tenaga surya pada bangunan komersial seperti gedung perkantoran.

    Melihat besarnya potensi tersebut, tidak heran kalau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha untuk mewujudkan inisiatif Jateng Solar Province. Inisiatif bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan IESR. Hal ini merujuk pada program dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan panel surya dalam pembangkitan listrik. Lalu, bagaimana strategi dari pemerintah Jawa Tengah?

    Strategi Pemerintah Jawa Tengah Mengenai Tenaga Surya

    Komitmen Pemprov Jateng terhadap pengembangan PLTS skala besar bisa terlihat dari strategi yang sudah dijalankan selama ini. Salah satunya, pemerintah daerah telah mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk beberapa program pengembangan dan instalasi PLTS. Beberapa program yang dimaksud adalah PLTS Solar Home System, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, PLTS atap pada bangunan publik, dan masih banyak lagi. 

    Menurut Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Jawa Tengah, sudah ada banyak PLTS yang terbangun di Jawa Tengah. Total, ada 995 kWp PLTS yang sudah terpasang dan akan terus bertambah. Sampai saat ini, beberapa UMKM, pondok pesantren, maupun bangunan lainnya juga sedang dalam proses pelaksanaan transisi energi ke energi terbarukan berupa panel surya.

    Selain memasang PLTS Atap di beberapa bangunan publik atau fasilitas umum lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang merencanakan dibangunnya PLTS terapung. Sesuai namanya, PLTS terapung adalah PLTS yang diletakkan di atas air seperti laut, danau, atau dalam kasus ini, waduk. Setelah bekerja sama dengan IESR, Pemprov Jateng berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi pembangunan PLTS terapung yang memiliki potensi teknis total hingga 723 megaWatt-peak (MWp).

    Pentingnya Peran Sektor Komersial dan Industri

    Untuk mewujudkan Jateng Solar Province, Pemerintah Provinsi Jateng membutuhkan bantuan dari sektor komersial dan industri. Mengapa demikian?

    Saat ini, sektor komersial dan industri sedang menghadapi tantangan untuk segera menerapkan praktik green industry. Maksudnya, sebuah bisnis harus menyeimbangkan antara emisi karbon yang dihasilkan, dengan emisi karbon yang dihilangkan dalam seluruh rantai pasok. Dalam masa transisi menuju zero carbon emission tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis tersebut adalah dengan berinvestasi pada solar farm atau PLTS Atap. 

    Terbukti hingga 2021, 48% dari total kapasitas PLTS yang terpasang ternyata berasal dari sektor komersial dan industri. Tepatnya, ada 4,3 MWp dari keseluruhan 8,8 MWp kapasitas energi dari panel surya yang ada di Jawa Tengah.

    Hasil Efek Domino dari Permintaan Pasar Terhadap Industri Hijau

    Tingginya peran sektor komersial dan industri dalam penggalakan untuk menerapkan energi terbarukan ini merupakan efek domino dari tingginya minat masyarakat terhadap industri hijau. Ya, saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya misi mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050 untuk melawan krisis iklim. Oleh karena itu, mereka menuntut sektor industri untuk melakukan transisi dan menggunakan energi terbarukan. 

    Untuk memenuhi tuntutan tersebut, akhirnya beberapa perusahaan dan bisnis mulai melakukan transisi penggunaan energi terbarukan, tak terkecuali industri di Jawa Tengah. Tidak hanya industri besar, beberapa industri UMKM juga mulai menyadari pentingnya penggunaan panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk melakukan produksi.

     

    Jika Anda juga ingin turut berkontribusi dalam mencapai misi net zero carbon emission sebelum tahun 2050, maka mulailah untuk mendukung industri yang juga peduli akan hal tersebut. Sebagai cara lain, Anda sendiri juga bisa menerapkan penggunaan energi terbarukan dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Kalau Anda tertarik untuk memasang PLTS Atap, mulailah dengan menghitung kapasitas panel surya yang sesuai kebutuhan menggunakan kalkulator surya. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan pelayanan dari penyedia panel surya tepercaya yang bisa ditemukan pada direktori SolarHub di sini.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Ganjar Pranowo Berharap UMKM Jawa Tengah Lebih Produktif dengan Bantuan Energi Terbarukan

    Untuk membantu UMKM seni ukir di Desa Senenan, Kabupaten Jepara bangkit kembali setelah pandemi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan berupa penyaluran PLTS Atap. Dengan bantuan tersebut, UMKM seni ukir di Desa Senenan berhasil mengurangi tagihan listrik per bulan hingga separuh dari tagihan biasanya. Tentu saja, ini akan sangat membantu usaha-usaha tersebut untuk kembali produktif menghadapi masa pascapandemi. 

    Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah pun menyampaikan pendapatnya mengenai bantuan Pemprov Jateng tersebut kepada para perajin UMKM.

    Ganjar Ingin Agar Produktivitas UMKM Meningkat

    Dalam kunjungannya ke Sentra Ukir Desa Senenan, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa salah satu tujuan diberikannya bantuan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas UMKM. Ini karena sumber listrik yang berasal dari energi terbarukan berupa PLTS dianggap lebih efisien sehingga biayanya lebih terjangkau. Inilah yang dibutuhkan oleh para perajin UMKM agar dapat kembali memulai usahanya setelah kemarin sempat kesulitan saat pandemi Covid-19 melanda.

    Selain itu, pemberian PLTS Atap kepada perajin Desa Senenan juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Mengingat, saat ini seluruh negara di dunia sedang gencar-gencarnya menggalakkan energi alternatif yang minim emisi karbon alias zero carbon emission.

    Ganjar Juga Berharap Bantuan Bisa Diberikan secara Bertahap

    Ganjar Pranowo melanjutkan, pemberian bantuan kepada sentra UMKM Desa Senenan dari Pemprov Jateng tidak berhenti di sini saja. Secara bertahap, pemerintah akan terus membantu UMKM mengenai pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa PLTS Atap tersebut. 

    Di antaranya, pemerintah akan mengajarkan bagaimana cara merawat komponen panel surya agar bisa bertahan lama. Selain itu, Ganjar Pranowo juga mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin penerapan PLTS Atap ini akan diperbanyak, dan tidak terbatas pada industri seni ukir saja.

    Industri Apa Saja yang Bisa Memanfaatkan Energi Terbarukan?

    Menurut Ganjar Pranowo, ada banyak industri rumahan lainnya yang bisa untung dengan memanfaatkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Misalnya saja untuk industri otomotif seperti bengkel. Sebagian besar alat di bengkel pastinya membutuhkan arus listrik agar dapat digunakan. Ini menyebabkan tagihan listrik yang harus dibayarkan oleh bengkel tersebut akan terus membengkak.

    Dengan menggunakan PLTS Atap, bengkel tersebut bisa mengurangi tagihan listrik dalam jumlah besar. Artinya, selisih pembayaran tagihan listrik tersebut bisa diinvestasikan untuk pembelian alat baru atau kebutuhan bengkel lainnya. 

    Selain itu, penggunaan sumber energi terbarukan juga bisa membantu sektor lainnya seperti sektor pendidikan. Misalnya saja, sebuah sekolah yang menggunakan PLTS Atap untuk menghidupkan peralatan elektronik di dalamnya bisa lebih hemat dalam membayar tagihan listrik. Dengan begitu, selisih pembayaran bisa digunakan untuk membeli alat pengajaran terbaru.

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan di Jateng 

    Di Jawa Tengah sendiri, implementasi energi terbarukan sebenarnya sudah digalakkan di beberapa titik. Selain di Desa Senenan Jepara, beberapa PLTS juga telah terpasang untuk membantu warga lokal mendapatkan listrik secara cuma-cuma. Sebut saja PLTS Pompa di Desa Kaliurip, Kabupaten Banyumas. PLTS tersebut mampu mengairi sawah para penduduk sehingga setahun bisa panen hingga tiga kali.

    Tidak hanya dalam bentuk PLTS, implementasi energi terbarukan di Jateng juga dilaksanakan dalam bentuk lainnya. Salah satunya ada PLTMH di Dusun Kali Pondoh, Cilongok. PLTMH sendiri adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Artinya, listrik berasal dari turbin yang digerakkan oleh arus air deras dari pipa utama. PLTMH ini dibangun untuk mengalirkan listrik ke rumah-rumah di Dusun Kali Pondoh, serta membantu usaha mereka untuk membuka kios maupun warung kopi mengingat dusun ini terletak dekat dengan daerah wisata Telaga Pucung.

     

    Tidak hanya di Jawa Tengah, penerapan energi terbarukan ini seharusnya digalakkan ke seluruh Indonesia. Selain untuk meningkatkan produktivitas UMKM pasca-pandemi dan mengalirkan listrik ke daerah terpelosok, pembangkit listrik dengan energi terbarukan juga sesuai dengan misi global untuk mengatasi krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu mengurangi dampak krisis iklim tersebut dengan menerapkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya saja dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Kalau tertarik, Anda bisa menghitung terlebih dahulu kebutuhan kapasitas panel surya dengan menggunakan kalkulator surya. Setelah itu, carilah jasa pemasangan PLTS Atap terdekat dengan Anda melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:
    https://kalkulator.solarhub.id/
    https://solarhub.id/

  • UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    UMKM di Jepara Manfaatkan Panel Surya untuk Hemat Biaya Operasional

    Sebagian dari Anda mungkin telah mengenal Jepara sebagai kota ukir. Hasil karya seni ukir dari Jepara memang memiliki ragam motif yang sangat indah serta berkualitas tinggi. Saking indahnya, tidak jarang karya seni ukir dari Jepara diimpor ke beberapa negara lain, baik di Asia Tenggara maupun Amerika. Jadi, tidak heran kalau sebagian besar UMKM di Jepara menggeluti industri seni ukir ini, termasuk penduduk di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

    Namun, pandemi Covid-19 yang melanda dunia kemarin memiliki dampak yang sangat nyata pada industri seni ukir di Desa Senenan ini. Sampai akhirnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turun tangan memberikan bantuan dalam bentuk panel surya. Memangnya, apa yang terjadi?

    Pesanan Sepi, Usaha Terancam Mati

    Akibat pandemi Covid-19 yang terjadi, pesanan karya seni ukir relief yang diterima UMKM jadi berkurang. Dari yang tadinya bisa menjual 2-3 ukiran kayu dengan rentang harga Rp5 juta hingga Rp30 juta per bulannya, saat pandemi bisa saja benar-benar tidak ada pesanan. Ini karena para pembeli umumnya berasal dari luar kota atau bahkan luar negeri.

    Mulyono, Kepala Desa Senenan, mengungkapkan bahwa semua UMKM yang menggeluti industri seni ukir mengalami masalah tersebut. Mulai dari perajin ukiran relief, ukiran perabotan rumah tangga, hingga ukiran bambu merasakan dampak berkurangnya pesanan tersebut. Beberapa pengusaha juga terpaksa menjual murah ukirannya agar tetap bisa bertahan hidup dan membeli kebutuhan pokok. 

    Saat pandemi tersebut, produksi benar-benar dihentikan karena UMKM tidak mampu untuk membayar karyawan serta tagihan listrik. Apalagi, perajin seni ukir di Desa Senenan telah menggunakan peralatan elektrik seperti bor, gergaji, hingga mesin serut.

    Bantuan dari Pemerintah Jateng Tuai Respons Positif

    Untuk membantu UMKM agar bisa kembali memulai proses produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bantuan dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang terpasang pada atap rumah usaha. Pemasangan panel surya tersebut diharapkan dapat membantu warga mengurangi jumlah tagihan listrik yang harus dikeluarkan saat melakukan produksi.

    Terbukti, pemasangan PLTS Atap tersebut benar-benar mengurangi tagihan listrik per bulan bagi tiap UMKM seni ukir di Desa Senenan Jepara. Mulyono bahkan mengungkapkan kalau tagihan listriknya berkurang hingga separuh. Dari yang biasanya mencapai Rp800 ribu per bulan, tagihan listrik usaha Mulyono saat ini berkurang menjadi Rp400 ribu saja. Dengan selisih tersebut, Mulyono bisa menggunakannya untuk membayar gaji karyawan atau keperluan usaha lainnya.

    8 dari 30 Perajin Desa Senenan Punya PLTS Atap 

    Dalam memberikan bantuannya kepada beberapa sentra kerajinan di Desa Senenan, Pemprov Jateng meminta bantuan Koperasi Industri dan Kerajinan (Koprinka) Desa Senenan untuk mengusulkan beberapa nama sentra. Akhirnya, terpilihlah beberapa sentra produksi relief seperti Oval Jati, Bumi Hijau, Carving Art, dan beberapa sentra lainnya. Total, ada delapan sentra yang mendapatkan bantuan panel surya dari 30 sentra yang ada.

    Seluruh UMKM yang mendapatkan bantuan PLTS Atap dari Pemprov Jateng mengaku sangat terbantu dengan adanya panel surya tersebut. Ini karena tagihan listrik mereka per bulan benar-benar berkurang setelah memanfaatkan PLTS Atap tersebut.

    Apa Sistem PLTS Atap yang Digunakan? 

    Sistem PLTS Atap yang diberikan kepada para perajin seni ukir di Desa Senenan ini adalah PLTS Atap on-grid. Apa maksudnya?

    PLTS on-grid adalah sebuah sistem yang dapat menghasilkan listrik dan tersambung dengan jaringan listrik (PLN). Artinya, sistem PLTS tersebut tidak membutuhkan baterai untuk menyimpan kelebihan daya listrik yang dihasilkan. Sebagai gantinya, akan terjadi proses ekspor-impor listrik dengan jaringan listrik PLN. Itulah mengapa PLN juga menyediakan net metering, sebuah alat yang dapat menunjang proses ekspor-impor tersebut.

    Sedangkan untuk kapasitas PLTS, tiap sentra UMKM mendapatkan jumlah yang beragam. Ada yang mendapatkan PLTS dengan kapasitas 2 kWp, ada juga yang sampai 3kWp. Jumlahnya disesuaikan dengan daya listrik yang sebelumnya sudah terpasang dari PLN. 

     

    Penerapan PLTS Atap pada sentra UMKM ukir relief Desa Senenan, Jepara ini bukan hanya dilakukan untuk membantu UMKM melewati sulitnya masa pandemi saja. Hal ini juga menjadi bentuk nyata dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan energi terbarukan dalam rangka melawan dampak krisis iklim. Anda sendiri juga bisa mendukung misi global tersebut dengan memasang panel surya untuk rumah tangga.

    Jadi, apakah Anda tertarik menggunakan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari? Jika iya, Anda bisa menghitung kebutuhan listrik Anda terlebih dahulu dengan kalkulator surya dari SolarHub. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari layanan pemasangan PLTS Atap yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Reference:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    Dalam rangka mendukung peralihan dan implementasi energi yang ramah lingkungan di Indonesia, insentif serta kebijakan terkait hal tersebut harus diterapkan di semua lapisan masyarakat, tak terkecuali di daerah-daerah. Ditambah lagi, Indonesia memiliki target pencapaian bauran energi terbarukan mencapai 23% pada 2025 mendatang. Oleh karena itu, daerah perlu kewenangan yang lebih besar agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pula.

    Selain kewenangan dan anggaran pemanfaatan energi terbarukan yang perlu digelontorkan lebih banyak lagi ke daerah-daerah, penduduk desa dan pelaku UMKM di Indonesia pun harus mengerti akan pentingnya energi terbarukan. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh penduduk dan pelaku UMKM di pedesaan Jawa Tengah, yang perlahan beralih ke energi terbarukan. Berbagai manfaat energi terbarukan pun telah mereka rasakan.

    1. Produsen Kerupuk Upil Desa Bantar

    Satu contoh cerita mengenai pemanfaatan energi terbarukan dilakukan oleh produsen kerupuk upil di Desa Bantar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka menggunakan sumber daya Biogenic Shallow Gas (BSG) yang ditemukan di sekitaran rawa untuk menggantikan gas elpiji. 

    Hasilnya, setiap rumah tangga yang punya akses terhadap aliran BSG ini dapat menghemat pengeluaran untuk tabung gas dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu saja. Bisa dibayangkan, betapa BSG bisa sangat membantu kegiatan UMKM di desa tersebut.

    2. Produsen Kopi Arabika Senggani Desa Pegundungan

    Pemanfaatan BSG juga diterapkan oleh para pelaku usaha Kopi Arabika Senggani di Desa Pegundungan, Pejawaran, Banjarnegara. Menurut perangkat desa terkait, penggunaan gas rawa di daerahnya dipakai untuk menyangrai kopi. 

    Dengan begitu, biaya produksi bisa dihemat mengingat Desa Pegundungan kini telah menjadi sentra Kopi Arabika Senggani dengan hasil panen mencapai 3 ton. Sejak memanfaatkan BSG, setiap rumah tangga bisa menghemat biaya gas hingga 75% setiap bulannya.

    3. Desa Samirono

    Daerah berikutnya yang memanfaatkan sumber energi gas (selain dari tabung gas elpiji) untuk keperluan sehari-hari adalah Desa Samirono. Penduduk desa ini rata-rata telah memiliki dua ekor sapi pada setiap KK. Kotoran sapi yang dihasilkan dari ternak tersebut kemudian dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Umumnya, enam kubik kotoran sapi yang telah difermentasikan dengan komposisi 1:1 (menggunakan air) bisa dipakai untuk menyalakan kompor selama enam jam.

    4. Desa Kaliurip

    Manfaat energi terbarukan pun turut dirasakan oleh warga Desa Kaliurip, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Sebelum mengenal energi terbarukan, para pemilik sawah di daerah ini biasanya perlu menyewa pompa air berbahan diesel untuk mengalirkan air dari Sungai Tajum ke petak-petak sawah mereka yang tingginya 10 meter di atas permukaan sungai. Namun, dengan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), kini para petani bisa panen tiga kali dalam setahun karena tak perlu menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang.

    5. Pengrajin Ukir Kayu Relief Desa Senenan

    Para pengrajin ukiran kayu di Desa Senenan, Jepara sempat mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka tak lagi bisa berproduksi seperti sedia kala karena harus menghemat penggunaan energi listrik untuk alat-alat ukir, misalnya gergaji, bor, mesin profil, gerinda, dan serut. Untungnya, Pemprov Jateng kemudian memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dapat mencukupi setengah dari kebutuhan listrik untuk produksi.

    6. Penjual Tambak Ibu Mandiri

    Kisah terakhir berasal dari para pelaku UMKM Ibu Mandiri di Cilacap. Mereka adalah sekelompok ibu-ibu yang berdikari untuk mengolah hasil tambak supaya memiliki nilai tambah. Dengan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang diberikan Pertamina, para ibu ini bisa membuat petambak tidak perlu merasakan kerugian karena dapat menyimpan hasil panen di freezer.

    Sebelum mendapat bantuan sumber listrik yang menggabungkan energi matahari dan air, petambak di Cilacap harus cepat-cepat menjual hasil panennya pada tengkulak sebelum ikan atau udangnya tak layak konsumsi. Kini, mereka bisa menjualnya kepada UMKM Ibu Mandiri. Bahkan, limbah hasil olahannya bisa digunakan kembali untuk memberi pakan bagi ikan-ikan tambak.

    Dari semua cerita para pelaku UMKM dan penduduk desa Jawa Tengah, kita bisa melihat bagaimana manfaat energi terbarukan memberikan banyak keuntungan, terutama untuk melestarikan lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan.

    Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai memasang PLTS Atap di rumah. Sebelum itu, Anda dapat menyimak daftar FAQ tentang PLTS Atap terlebih dahulu. Setelahnya, Anda bisa memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    References:

    https://iesr.or.id/dukungan-pemerintah-dan-sektor-industri-untuk-transisi-energi-di-jawa-tengah

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Untuk mendukung jumlah instalasi PLTS di area residensial demi mempercepat pencapaian target nol emisi, pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan sejumlah peraturan mengenai sistem ekspor impor listrik tenaga surya. Akan tetapi, belum lama ini, kebijakan tersebut telah dihapus karena berbagai alasan. Apa alasannya? Lantas, bagaimana penghapusan kebijakan tersebut memengaruhi penerapan energi terbarukan di Indonesia?

    Sistem Ekspor Impor Listrik ke PLN Sebelumnya

    Kebijakan ekspor impor listrik ke PLN diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Kebijakan ini pada dasarnya mengatur tentang bagaimana sistem ekspor impor listrik dari PLTS Atap ke PLN.

    Dalam perilisan awalnya, sistem ekspor impor listrik disebutkan pada pasal 6 ayat 1. Di peraturan ini, dijelaskan bahwa energi listrik yang diekspor dari PLTS Atap akan dihitung sesuai nilai kWh pada meter kWh Ekspor-Impor, lalu dikali 100% (seratus persen). Aturan inilah yang akan dihapus dalam revisi Permen 26/2021 menjadi tidak ada ekspor setelah sebelumnya sempat mengalami pembatasan.

    Mengapa Kebijakan Ekspor Listrik Tenaga Surya Dihapus?

    Penghapusan kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pada awal tahun 2022 lalu, PLN mengalami krisis kelebihan pasokan listrik. Sejumlah faktor yang menyebabkan di antaranya adalah pandemi dan resesi global. Hal ini belum termasuk megaproyek PLTU batubara pada tahun 2015 yang baru beroperasi 47% pada tahun yang sama.

    PLN sendiri sudah menolak pelaksanaan Permen ESDM No. 26/2021 sejak diundangkan pada Agustus 2021 lalu. Penolakan ini berimbas pada realisasi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atap yang hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas utama.

    Perkiraan Ahli tentang Dampak dari Perubahan Kebijakan

    Pembatasan pemanfaatan PLTS Atap ini membawa dampak yang cukup signifikan. Hal ini bisa membuat minat masyarakat akan pemasangan PLTS Atap, khususnya dari pasar residensial, cenderung turun. Menanggapi hal ini, AESI dan IESR merekomendasikan agar sistem net-metering tetap berlaku, khususnya untuk pelanggan residensial.

    Menurut kedua organisasi tersebut, penurunan minat pemasangan PLTS Atap di tingkat residensial akan berdampak besar pada lapangan kerja hijau, khususnya para pelaku usaha instalasi PLTS skala kecil. Peluang teknisi dan pemasang dengan segmen pasar rumah tangga untuk bersaing di ranah PLTS Atap akan semakin kecil. Dikhawatirkan pertumbuhan dan peluang usaha hijau ini menjadi terhambat.

    Pentingnya Peranan Regulasi Pemerintah untuk Mendukung Energi Terbarukan

    Tidak bisa dimungkiri, diperlukan adanya campur tangan pemerintah, khususnya dalam hal regulasi kebijakan, agar cita-cita bangsa dengan Net Zero Emission dapat tercapai sesegera mungkin. Revisi kebijakan di atas tentu akan sangat memukul pertumbuhan pengguna PLTS Atap karena dianggap kurang menguntungkan.

    Jadi, Apakah Pemasangan PLTS Atap Masih Menguntungkan?

    Bagi PLN, peraturan ekspor listrik tenaga surya dari PLTS Atap dianggap sebagai penambah beban. Meski kebijakan ekspor impor listrik ke PLN telah dihapus, Anda tetap dapat diuntungkan dengan adanya pemasangan PLTS Atap karena harga perangkatnya perlahan akan semakin terjangkau dari tahun ke tahun. Harga instalasi PLTS Atap masih tetap bisa tertutup dengan penghematan biaya listrik dalam beberapa tahun ke depan.

     

    Bagi Anda yang sedang atau ingin memasang PLTS Atap, tidak perlu khawatir dengan revisi kebijakan ekspor impor listrik tenaga surya ke PLN ini. Sebab, PLTS Atap masih tetap bisa menghasilkan imbal balik yang bagus dari segi penghematan biaya sekaligus pelestarian lingkungan.

    Peraturan mengenai PLTS Atap akan selalu berkembang dinamis meski saat ini terbentur pada fasilitas dan sejumlah kepentingan lainnya. Meski begitu, Anda masih berhak mendapatkan update perkembangan dan penerapan kebijakan energi terbarukan dengan membaca berbagai publikasi IESR tentang PLTS Atap. Dengan mengenali sistem dan keberadaannya, Anda dapat mulai mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap terdekat di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/kelebihan-pasokan-listrik-pln-perlu-evaluasi-megaproyek-35-gw

    https://iesr.or.id/tag/aturan-penghambat-plts-atap 

    https://iesr.or.id/pustaka/indonesia-energy-transition-outlook-ieto-2023 

    https://iesr.or.id/teknologi-plts-semakin-maju-dan-murah-menjadi-pendorong-pemanfaatan-energi-surya-indonesia 

    https://iesr.or.id/indonesia-butuh-tingkatkan-instalasi-energi-terbarukan-hingga-10-kali-lipat-untuk-capai-net-zero-emissions 

    https://iesr.or.id/dukungan-regulasi-kunci-akselerasi-energi-surya 

    https://solarhub.id/publikasi 

    https://solarhub.id/ 

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20230310083708-4-420504/fix-aturan-ekspor-listrik-plts-atap-ke-pln-dihapus 

    https://www.suara.com/bisnis/2022/06/06/213844/kebijakan-pln-membatasi-plts-atap-dinilai-tidak-menarik-dari-sisi-keekonomian 

  • Begini Cara Ekspor Impor Energi Listrik ke PLN dengan Pasang Panel Surya!

    Pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia karena tingginya sumber energi matahari di sini. Sebagai negara tropis yang berlokasi di garis khatulistiwa, potensi pemanfaatan energi cahaya matahari sebagai sumber listrik di Indonesia sangatlah besar. 

    Menurut data dari IESR, potensi teknis dari panel surya untuk rumah tangga Indonesia berkisar antara 194 hingga 655 GigaWatt Peak (GWp) untuk 34 provinsi. Apalagi, sekarang pemerintah sudah memiliki sejumlah inisiatif untuk mendorong penerapan teknologi tersebut, salah satunya ekspor impor energi listrik. Apa saja keuntungannya?

    Mengenal 3 jenis sistem PLTS

    Saat ingin memasang panel surya, Anda harus memilih salah satu dari tiga jenis sistem PLTS yang tersedia, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. Ketiga tipe PLTS tersebut memiliki cara kerja serta kelebihan yang berbeda-beda untuk kebutuhan Anda. Pertama, sistem on grid memerlukan panel surya yang terhubung dengan jaringan listrik sentral, atau PLN dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, penggunaannya lebih disarankan untuk perkotaan besar. 

    Kemudian, ada PLTS off grid yang cocok untuk wilayah terpencil atau belum memiliki akses listrik yang cukup stabil. Pasalnya, jenis PLTS ini memiliki baterai yang terhubung dengan panel surya. Jadi, Anda akan memiliki pasokan listrik cadangan pada malam hari atau hari mendung. 

    Terakhir, ada sistem PLTS hybrid yang menggabungkan pasokan listrik sentral dari PLTS on grid dan baterai cadangan dari PLTS off grid untuk operasionalnya. Karena lebih fleksibel, Anda dapat memasang PLTS tersebut di mana saja.

    Ekspor energi listrik berlebih ke PLN

    Saat Anda memiliki sumber energi listrik berlebih dari panel surya, Anda bisa melakukan ekspor impor dengan PLN. Bagaimana bisa? Sistem ekspor impor ini berdasar pada Peraturan Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 yang mengatur Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen Perusahaan Listrik Negara.

    Namun, undang-undang tersebut sudah diperbarui, sehingga terbitlah Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Menurut isi peraturan terbaru yang telah disebutkan, energi listrik yang diekspor ke PLN dikalkulasi berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dan dikali 100% Persentase tersebut berbeda dengan angka dalam Permen 49/2018, yaitu 65%.

    Cara ekspor impor energi listrik dengan PLN

    Mekanisme ekspor impor energi listrik dengan PLN relatif sederhana, sebab Anda hanya membutuhkan sistem PLTS Atap dan memenuhi persyaratan EXIM.

    Namun sebelum itu, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur untuk memasang PLTS Atap serta pengukur daya yang diperlukan. Prosedur tersebut mencakup permohonan kepada kantor PLN setempat, proses evaluasi dan verifikasi permohonan dalam 15 hari kerja oleh PLN, dan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah selesai memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Setelah memiliki semua perangkat yang diperlukan, meteran EXIM akan mengukur konsumsi daya di rumah Anda. Pada siang hari, total kelebihan listrik dari tenaga surya akan diekspor ke PLN. Jadi, pelanggan hanya perlu membayar tagihan listrik hasil pengurangan dari pemakaian konsumsi energi saat ini dengan akumulasi energi surya yang dikirimkan ke PLN.

    Yuk, pasang PLTS sekarang!

    Sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, PLTS jelas memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan. Beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah emisi karbon yang lebih kecil dan bebas polusi, sehingga Anda tidak perlu takut mencemari alam saat menjalani kegiatan sehari-hari.

    Jika Anda ingin melanjutkan niat baik ini, Anda bisa menghitung kapasitas dan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan konsumsi energi sehari-hari. Agar pemasangan PLTS Atap Anda lebih praktis dan efisien, Anda dapat mengunjungi halaman kalkulator surya SolarHub untuk memperoleh rincian yang disarankan.

     

    Dengan memasang panel surya, Anda dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan menghemat tagihan listrik secara bersamaan. Teknologi sumber listrik terbarukan yang sedemikian rupa sangat pas untuk diterapkan di Indonesia, sebab pasokan cahaya mataharinya sangat terbantu oleh letaknya di garis khatulistiwa. 

    Apabila Anda sudah siap untuk beralih ke listrik tenaga surya, tidak perlu ragu-ragu lagi. Yuk, temukan informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS di lokasi Anda dengan mengunjungi website resmi SolarHub!

     

    Referensi:

    https://p3tkebt.esdm.go.id/esmart/artikel

    https://pasangpanelsurya.com/pengertian-plts/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20181129104526-4-44210/mau-pasang-panel-surya-begini-cara-jual-beli-listrik-ke-pln

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220209124657-4-314046/warga-bisa-jual-listrik-100-ke-pln-kapasitas-plts-naik-2x

    https://solarhub.id

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

  • Lebih Hemat Tagihan Listrik Rumah Tangga dengan Atap Panel Tenaga Surya

    Penyesuaian tarif listrik kerap membuat tagihan listrik bulanan rumah tangga jadi ikut naik. Padahal, masih ada kebutuhan lain yang perlu Anda penuhi. Investasi pada pemasangan atap panel tenaga surya, atau disebut juga PLTS Atap, bisa menjadi salah satu solusi efektifnya. Bagaimana bisa? Mari kita temukan jawabannya bersama-sama di bawah ini.

    Tak perlu pakai listrik PLN saat siang hari 

    Memasang atap panel tenaga surya akan membantu Anda menghemat tagihan listrik PLN berkat cara kerja PLTS Atap. Pada dasarnya, atap panel tenaga surya mampu menangkap cahaya matahari dan mengubah energi tersebut menjadi pasokan listrik. Kemudian, listrik yang telah dikonversi akan disimpan dalam baterai khusus yang dapat digunakan kapan saja, terutama pada siang hari saat sinar matahari sedang cerah. 

    Perlu diingat juga bahwa kapasitas panel PLTS Atap cukup beragam, mulai dari skala kecil hingga yang besar. Misalnya, panel pada atap gedung kantor Kementerian ESDM di Jakarta Timur memiliki kapasitas yang cukup besar, yaitu 20 kWp (kiloWatt peak). Dalam satu hari, daya listrik maksimum yang dihasilkan bisa mencapai 20.160 Watt. 

    Besaran energi tersebut sangat cukup untuk menerangi semua lampu di kedelapan lantai kantor di bawah atap. Dengan demikian, pemenuhan energi listrik Anda pada siang hari dapat diperoleh secara gratis dari pemanfaatan surya atap.

    “Ekspor impor” listrik dengan PLN 

    Energi terbarukan dari sinar matahari akan membantu inisiatif penghematan konsumsi listrik Anda, terlebih melalui penerapan sistem “ekspor impor” listrik dengan PLN. Bagaimanakah cara kerja sistem ini? 

    Setelah Anda memasang atap panel tenaga surya, daya yang dihasilkan dari panel tersebut akan mengurangi tagihan listrik Anda sebesar 65% dari total output maksimumnya. Dengan kata lain, setiap 1 Watt listrik yang dihasilkan oleh PLTS Atap akan dihargai 65% dari tarif dasar listrik. Jadi, Anda cukup membayar sisa dari potongan harga tersebut yang dijumlahkan dengan biaya penggunaan listrik PLN.

    Namun, persentase dalam skema tersebut kini sudah diperbarui. Berdasarkan isi dari Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, listrik yang bisa diekspor ke PLN telah dinaikkan menjadi 100%. Tentunya, perubahan ini akan semakin menguntungkan Anda.

    Bisa hemat tagihan listrik hingga 30-40 persen 

    Anda sudah mengetahui bahwa pemasangan atap panel tenaga surya mampu menghemat tagihan listrik bulanan, tetapi seberapa banyak potongan harga yang akan Anda nikmati? Jawaban pastinya bergantung pada kapasitas panel surya yang dipasang dan besaran listrik yang digunakan. Namun, secara rata-rata, Anda diperkirakan dapat menghemat tagihan listrik sebesar 30 hingga 40 persen setiap bulannya.

    Untuk mendapatkan gambaran perhitungan yang lebih jelas, berikut ilustrasi yang dapat Anda pertimbangkan. Pertama, mari kita asumsikan bahwa kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan atap panel tenaga surya berkapasitas 3 kWp atau 3.000 Watt per bulan. Jika demikian, Anda bisa menghemat biaya tagihan listrik mulai dari Rp300 ribu per bulan dengan skema ekspor listrik sebesar 65% dari total daya ke PLN.

    Budget investasi awal yang perlu disiapkan

    Sebelum Anda dapat menikmati manfaat dari listrik tenaga surya, mulai dari penghematan biaya listrik hingga energi terbarukan yang lebih bersih bagi lingkungan, Anda harus menyiapkan sejumlah biaya terlebih dahulu. 

    Pemasangan atap panel tenaga surya memerlukan biaya sekitar Rp14 juta hingga Rp18 juta per kWp. Apabila Anda ingin memasangnya untuk keperluan rumah tangga, Anda membutuhkan kapasitas 3 kWp dengan total harga mulai dari Rp42 juta sampai Rp54 juta. 

    Namun, harga tersebut sudah relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu Rp24 juta per kWp. Selain itu, Anda juga dapat menutup biaya awal memasang atap panel tenaga surya melalui penghematan tagihan listrik dalam waktu 7 sampai 10 tahun.

    Memiliki atap panel tenaga surya akan sangat menguntungkan Anda, terutama jika Anda ingin menghemat tagihan listrik bulanan. Bagaimana tidak? Berkat adanya sistem ekspor impor listrik dengan PLN sebesar 65% hingga 100% dari total daya panel surya, Anda dapat menekan pengeluaran konsumsi listrik sebesar 30 sampai 40 persen per bulannya!

    Namun, sebelum memasang panel tenaga surya, pastikan penghitungan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mempermudah proses kalkulasi kebutuhan pemasangan PLTS Atap di rumah Anda, gunakan saja kalkulator surya di website SolarHub. Setelah menemukan penghitungan yang tepat, Anda bisa mulai mencari informasi vendor penyedia jasa listrik tenaga surya di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/badan-pengembangan-sumber-daya-manusia/narasi-tunggal-pasang-plts-atap-tagihan-listrik-lebih-hemat-1

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220211151612-4-314777/mau-pasang-plts-atap-cek-dulu-penghematan-tagihan-listriknya

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20230117/44/1619160/ekspor-listrik-plts-atap-tagihan-bisa-hemat-40-persen

    https://solarhub.id/

    https://kalkulator.solarhub.id