Category: Ekonomi

Aspek ekonomi tentang PLTS Asap secara khusus dan energi terbarukan secara umum.

  • Awas, Panel Surya Bisa Rusak Jika Anda Melakukan Hal Ini di Siang Hari

    Pernah dengar bahwa mencuci modul surya bisa membuatnya rusak? Faktanya, cara dan waktu yang salah bisa berdampak fatal. Banyak orang berpikir siang hari adalah waktu terbaik membersihkan modul karena cahaya terang dan kotoran terlihat jelas. Padahal, justru di waktu inilah risiko kerusakan terbesar bisa terjadi.

    Bayangkan modul surya yang sedang bekerja keras menyerap panas matahari, lalu tiba-tiba disiram air dingin. Kondisi ini bisa memicu thermal shock atau kejutan termal. Permukaan kaca modul yang panas akan mengalami perubahan suhu ekstrem secara mendadak, sehingga berpotensi retak atau mengalami kerusakan mikro yang sulit diperbaiki. Jika sudah seperti ini, kinerja modul bisa menurun drastis.

    Bukan hanya itu, mencuci modul di siang hari juga tidak efektif. Suhu tinggi membuat air yang disiram cepat menguap, meninggalkan noda atau bercak mineral di permukaan kaca. Akibatnya, alih-alih bersih, modul justru tampak buram dan kemampuan menyerap sinar matahari berkurang. Pada akhirnya, produksi listrik pun tidak maksimal.

    Risiko lain yang sering diabaikan adalah faktor keamanan. Membersihkan modul saat panas terik bisa membuat permukaan menjadi licin akibat penguapan air yang cepat. Ditambah lagi, suhu modul yang tinggi bisa memicu rasa terbakar pada kulit jika disentuh langsung. Bagi yang membersihkan di atap, kondisi ini semakin berbahaya karena bisa meningkatkan risiko tergelincir.

    Selain itu, perlu diingat bahwa modul surya terhubung dengan sistem listrik bertegangan tinggi. Membersihkan modul di siang hari saat sistem sedang aktif beroperasi bisa meningkatkan risiko korsleting atau bahkan sengatan listrik. Inilah sebabnya mengapa produsen selalu menyarankan pembersihan dilakukan saat modul dalam kondisi dingin dan tidak beroperasi penuh.

    Waktu terbaik untuk membersihkan modul surya adalah pagi atau sore hari, ketika suhu permukaan lebih rendah dan sinar matahari tidak terlalu terik. Pada saat ini, modul bisa dibersihkan dengan lebih aman, efektif, dan minim risiko. Hasilnya, permukaan tetap jernih dan kinerja optimal tetap terjaga tanpa mengurangi umur pakainya.

    Banyak pemilik rumah yang menganggap cuci modul surya hanyalah pekerjaan sederhana. Padahal, ada teknik khusus yang perlu diperhatikan. Gunakan air bersih tanpa tekanan tinggi, hindari cairan kimia keras, dan pakailah alat lembut seperti kain microfiber atau spons agar permukaan kaca tidak tergores.

    Jadi, jangan buru-buru naik ke atap saat siang terik hanya demi membuat modul tampak kinclong. Ingat, mencuci modul surya di waktu yang salah bisa merugikan lebih besar dibandingkan manfaatnya. Rawatlah modul dengan bijak, karena sedikit kesalahan bisa berakibat pada kerugian jangka panjang, baik dari sisi keamanan maupun efisiensi listrik.

  • Fakta Mengejutkan: Panel Surya Bukan Perangkat Elektronik Seperti yang Dibayangkan

    Fakta Mengejutkan: Panel Surya Bukan Perangkat Elektronik Seperti yang Dibayangkan

    Siapa sangka, panel surya yang sering kita lihat di atap rumah atau gedung ternyata bukan perangkat elektronik seperti televisi atau komputer. Banyak orang mengira panel surya bekerja dengan rangkaian kabel rumit dan chip elektronik canggih, padahal cara kerjanya justru lebih sederhana sekaligus menakjubkan. Fakta ini membuat banyak orang salah kaprah dalam memahami teknologi energi terbarukan yang satu ini.

    Rahasia utama panel surya ada pada sel surya berbahan semikonduktor, biasanya terbuat dari silikon. Material ini memiliki kemampuan khusus untuk menyerap energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Proses ini disebut efek fotovoltaik, dan yang menarik, hal tersebut murni terjadi karena sifat fisika material, bukan karena rangkaian elektronik kompleks. Jadi, bisa dikatakan prinsip kerja panel surya lebih dekat ke “alat fisika” dibanding “perangkat elektronik”.

    Pernah terpikir mengapa panel surya tidak memiliki tombol on/off layaknya perangkat elektronik lain? Itu karena panel surya langsung menghasilkan arus listrik begitu terkena cahaya matahari. Tidak ada sistem saklar atau chip pengendali di dalamnya. Energi listrik yang dihasilkan baru kemudian diatur oleh perangkat tambahan seperti inverter atau baterai, barulah di titik itu teknologi elektronik berperan penting.

    Yang lebih mengejutkan, panel surya bisa tetap berfungsi puluhan tahun tanpa komponen bergerak. Berbeda dengan barang elektronik yang cepat rusak karena sirkuit dan komponennya aus, panel surya hanya bergantung pada daya tahan material semikonduktornya. Inilah alasan mengapa banyak produsen berani memberi garansi hingga 25 tahun.

    Banyak juga yang tidak tahu bahwa panel surya tidak menyimpan listrik. Lagi-lagi, ini membuktikan bahwa panel surya bukanlah perangkat elektronik. Panel hanya bertugas mengubah sinar matahari menjadi arus listrik seketika. Untuk menyimpan energi, dibutuhkan perangkat khusus yaitu baterai atau sistem penyimpanan lain yang memang berbasis teknologi elektronik.

    Di sisi lain, pemahaman keliru tentang panel surya sering membuat orang salah mengambil keputusan. Misalnya, ada yang mengira panel bisa tetap menghasilkan listrik meski disimpan di ruangan gelap. Padahal, panel hanya bekerja jika ada cahaya matahari yang mengenai permukaannya. Jadi, bukan perangkat elektronik yang bisa dihidupkan kapan saja, melainkan perangkat pasif yang menunggu energi dari alam.

    Fakta lainnya, teknologi panel surya terus berkembang menuju efisiensi yang lebih tinggi. Dari awalnya hanya sekitar 10%, kini beberapa jenis panel mampu mengubah lebih dari 22% energi matahari menjadi listrik. Semua pencapaian ini tetap bertumpu pada inovasi material semikonduktor, bukan penambahan komponen elektronik di dalam panel itu sendiri.

    Kesimpulannya, panel surya bukanlah perangkat elektronik, melainkan alat fisika berbasis material semikonduktor yang bekerja secara alami dengan sinar matahari. Inilah yang membuatnya berbeda sekaligus istimewa dibanding teknologi lain. Jadi, setiap kali melihat panel surya, ingatlah bahwa Anda sedang menyaksikan salah satu keajaiban sederhana alam yang dimanfaatkan manusia untuk masa depan energi bersih.

  • Mengenal Teknologi Panel Surya: Mana yang Cocok untuk Indonesia?

    Mengenal Teknologi Panel Surya: Mana yang Cocok untuk Indonesia?

    Tidak semua panel surya diciptakan sama, lalu teknologi mana yang paling efisien dan tahan terhadap panas serta kelembaban ekstrim seperti yang terjadi di Indonesia? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan seiring melonjaknya adopsi energi terbarukan dan target ambisius pemerintah dalam transisi energi. Memilih jenis panel yang tepat bukan sekadar soal efisiensi konversi, tetapi juga menyangkut ketahanan, biaya, dan performa jangka panjang di iklim tropis yang khas.

    Secara umum, ada tiga teknologi utama panel surya yang paling banyak digunakan di dunia: monocrystalline, polycrystalline, dan thin-film. Monocrystalline dikenal memiliki efisiensi tinggi, sering mencapai lebih dari 20%, dengan umur pakai di atas 25 tahun. Polycrystalline memiliki efisiensi sedikit lebih rendah (sekitar 15–17%) tetapi lebih ekonomis dalam biaya awal. Sementara itu, panel thin-film menawarkan fleksibilitas bentuk dan bobot yang ringan, namun efisiensinya cenderung rendah, sekitar 10–12%, dan lebih cocok untuk penggunaan dengan ruang besar dan beban struktur rendah.

    Gambar 1. Jenis panel surya

    Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap sepanjang tahun memberikan tantangan tersendiri dalam pemilihan teknologi panel. Berdasarkan riset dari IEA PVPS (Photovoltaic Power Systems Programme), efisiensi panel surya menurun seiring meningkatnya suhu permukaan. Dalam hal ini, teknologi monocrystalline menunjukkan ketahanan termal yang relatif lebih baik, meskipun tetap mengalami derating (penurunan output) sekitar 0,3–0,5% untuk setiap kenaikan suhu 1°C di atas suhu standar pengujian (STC).

    Faktor lain yang sangat penting di Indonesia adalah kelembapan tinggi yang bisa mempercepat degradasi material panel. Penelitian dari LIPI dan BPPT menunjukkan bahwa modul yang digunakan di wilayah pesisir dan tropis cenderung mengalami delaminasi dan korosi lebih cepat, terutama pada panel dengan proteksi lapisan yang kurang memadai. Oleh karena itu, keberadaan lapisan anti-lembap, material framing yang tahan korosi, serta sertifikasi tahan kelembapan (misalnya dari IEC 61701 atau damp heat testing) menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan modul.

    Dari sisi ketersediaan dan harga di pasar domestik, panel polycrystalline masih mendominasi karena biayanya yang lebih rendah dan pasokan yang stabil dari produsen dalam negeri maupun impor. Namun, tren global menunjukkan pergeseran menuju panel monocrystalline jenis PERC (Passivated Emitter and Rear Cell) karena efisiensi lebih tinggi dengan sedikit kenaikan harga, yang kini mulai tersedia luas di Indonesia. Hal ini memberi alternatif menarik untuk aplikasi skala rumah tangga hingga industri, terutama di daerah dengan lahan terbatas.

    Untuk daerah terpencil atau luar jaringan (off-grid), panel thin-film tetap memiliki tempat, terutama karena kehandalannya di bawah cahaya rendah (low light conditions) dan kemudahan instalasi. Meskipun efisiensinya rendah, biaya sistem keseluruhan bisa dikompensasi dengan kebutuhan transportasi yang lebih ringan serta pemasangan yang fleksibel. Ini menjadikannya relevan untuk proyek energi perdesaan, pulau-pulau kecil, atau aplikasi darurat.

    Dengan mempertimbangkan suhu, kelembapan, luas lahan, biaya awal, dan tujuan penggunaan, tidak ada satu solusi tunggal yang cocok untuk semua wilayah di Indonesia. Kombinasi pemilihan teknologi yang tepat, kualitas komponen sistem pendukung (seperti inverter dan mounting), serta pemeliharaan berkala akan menentukan keberhasilan proyek energi surya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pendekatan berbasis data iklim mikro dan kebutuhan energi lokal sangat disarankan dalam setiap perencanaan instalasi.

    Seiring dengan penurunan harga teknologi dan meningkatnya dukungan kebijakan seperti insentif net metering atau pembiayaan hijau, adopsi panel surya di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh. Yang menjadi kunci adalah edukasi masyarakat dan pelaku industri mengenai karakteristik masing-masing teknologi panel, agar pilihan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan energi yang bersih, andal, dan berkelanjutan.

  • Mau Pasang PLTS Atap? Cari Tahu Harga Panel Surya Dulu, Yuk!

    Mau Pasang PLTS Atap? Cari Tahu Harga Panel Surya Dulu, Yuk!

    Dengan mengandalkan sinar matahari sebagai sumber energi, panel surya dapat membantu mengurangi tagihan listrik sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan. Plus, properti yang telah dipasangi panel surya pun bakal memiliki nilai jual yang lebih tinggi. 

    Agar bisa merasakan seluruh manfaat tersebut, tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan pemasangan panel surya dalam bentuk PLTS Atap untuk kebutuhan rumah tangga. Biar ada gambaran budget, yuk, simak harga panel surya ini!

    9 Harga Panel Surya dan Spesifikasinya yang Bisa Anda Pilih

    Pemasangan panel surya tidaklah sulit karena sudah ada banyak brand yang menyediakannya. Tiap brand tentu menawarkan produk dan harga panel surya yang berbeda. Berikut perkiraan nominalnya:

    1. Panel Surya 100 Wp Sun Asia

    Hadir dengan ukuran 1000 x 670 x 30 mm dan bobot 8 kg, panel surya 100 Wp Sun Asia dapat memproduksi daya listrik maksimum 100 Watt dengan arus maksimum 5,62 A dan tegangan maksimum 17,8 V. 

    Ketika arus nol, panel yang terbuat dari bahan polycrystalline ini akan mengalirkan tegangan 21,8 V. Sedangkan saat tegangannya nol, ia akan dilalui arus mencapai 6,05 A. Memiliki tingkat efisiensi 16,93%, panel surya 100 Wp Sun Asia bisa Anda dapatkan dengan harga sekitar Rp525.000 hingga Rp530.000.

    2. ICA Solar Panel

    Mirip seperti panel surya 100 Wp Sun Asia, produk ICA Solar Panel juga umumnya terbuat dari polycrystalline sehingga luas permukaannya lebih besar daripada tipe monocrystalline. Walau begitu, kedua tipe tersebut mampu memproduksi daya listrik yang sama.

    Produk ICA Solar Panel bisa Anda temukan dalam berbagai kapasitas Watt Peak sehingga harganya pun berbeda-beda. Misalnya untuk panel surya 100 Wp bertipe polycrystalline, harganya sekitar Rp1,5 juta. Sementara itu, harga panel surya 200 Wp untuk tipe serupa adalah sekitar Rp2,4 juta.

    3. Panel Surya 330 Wp Maysun Solar

    Panel surya satu ini bertipe monocrystalline dan dijual dengan harga sekitar Rp2,37 juta. Salah satu keunggulan dari panel surya 330 Wp Maysun Solar adalah performanya yang luar biasa walaupun kondisi di luar sedang rendah cahaya. Tak hanya itu, produk ini juga dirancang dengan desain multi-busbar yang dapat meminimalisir risiko retakan mikro sel pada permukaan panel surya. 

    4. Panel Surya 100 Wp 12 V Solana

    Dilengkapi dengan teknologi antikarat, panel surya 100 Wp 12 V Solana memiliki ketahanan yang baik, bahkan di tengah cuaca ekstrem sekalipun. Produk satu ini berukuran 1000 x 670 x 30 mm dan memiliki bobot 7,2 kg, dengan kemampuan produksi daya listrik mencapai 100 W dan 17,8 V. Jika tertarik memasang panel surya 100 Wp 12 V Solana, Anda perlu menyiapkan budget mulai dari Rp820.000.

    5. Panel Surya 100 Wp Solarland

    Mirip seperti panel surya 330 Wp Maysun Solar, produk panel surya 100 Wp dari Solarland juga termasuk jenis monocrystalline. Memiliki ukuran 119,5 x 54,1 x 3 cm, produk satu ini hadir dalam bentuk persegi panjang yang ramping. Sementara itu, harga panel surya 100 Wp Solarland adalah sekitar Rp1,6 juta, dengan kemampuan produksi daya listrik mencapai 100 W dan 17,2 V.

    6. Panel Surya 100 Wp Kenika

    Dengan menyiapkan budget sekitar Rp610.000 sampai Rp740.000, Anda sudah bisa mendapatkan panel surya 100 Wp Kenika berbahan polycrystalline. Ukuran dimensinya adalan 1040 x 670 x 35 mm dengan bobot kurang-lebih 8,5 kg.

    Panel surya 100 Wp dari Kenika mampu mencapai daya tertinggi 100 Watt, dengan arus maksimal 5,56 A dan tegangan maksimal 18 V. Ketika arusnya nol, panel surya akan menciptakan tegangan hingga 22,5 V. Sementara ketika tegangannya yang nol, arus listriknya bisa mencapai 6,0 A.

    7. JA Solar Panel

    Berdiri sejak 2005, JA dikenal sebagai salah satu brand panel surya berkualitas tinggi. Bahkan, mereka telah mendistribusikan produk-produk panel surya ke lebih dari 120 negara di dunia. 

    Terkait harga produk, nominalnya cukup beragam mengingat banyaknya jenis produk JA Solar Panel yang tersedia. Misalnya, JA Solar Panel dengan kapasitas 545 Wp dibanderol dengan harga sekitar Rp4-6 jutaan.

    8. EELIC SOP-IMONO 50W

    Harga panel surya satu ini adalah sekitar Rp2 jutaan. Dengan harga tersebut, kamu tidak hanya mendapatkan panel surya, tapi juga power inverter dan charger controller. Berukuran 67 x 54 x 2,5 cm dengan bobot 4,3 kg, panel surya EELIC SOP-IMONO 50W mampu mencapai daya maksimal 50 Watt dengan arus maksimal mencapai 2,90 A dan tegangan maksimal sebesar 17,30 V.

    9. Panel Surya 550Wp LONG

    Panel surya bertipe monocrystalline ini dilengkapi dengan teknologi modul canggih sehingga mampu memberikan ketahanan jangka panjang. Karena itu, umumnya panel surya 500 Wp LONG digunakan untuk mendukung sistem pembangkit listrik daratan (ground power plants) atau proyek-proyek terdistribusi. Anda bisa mendapatkan panel surya dari LONG ini dengan harga sekitar Rp3,3 jutaan.

     

    Bergantung dari brand dan kapasitas produksi listrik, harga panel surya berkisar antara ratusan ribu hingga Rp6 jutaan. Angka tersebut dapat menjadi investasi yang baik karena dengan pemasangan panel surya, biaya listrik jadi lebih murah sekaligus memberikan nilai tambahan bagi properti, terutama jika Anda hendak menjual atau menyewakannya.

    Jadi, panel surya mana yang akan Anda pasang untuk properti Anda? Jika masih ingin mencari jasa pemasangan panel surya untuk PLTS Atap, Anda bisa menggunakan direktori SolarHub. Selain itu, gunakan kalkulator SolarHub untuk memastikan PLTS Atap yang Anda pasang sesuai dengan kebutuhan listrik sehari-hari. Beralih ke PLTS Atap jadi lebih mudah dengan SolarHub!

     

    Referensi:

    https://news.indotrading.com/5-merek-solar-panel-terbaik-yang-hemat-energi-dan-ramah-di-kantong/

    https://pasangpanelsurya.com/harga-panel-surya-100wp/

    https://berita.99.co/rekomendasi-harga-panel-surya-terbaru/

    https://www.warungenergi.com/product-category/panel-surya/

    https://listrikindonesia.com/daftar_harga_panel_surya_terbaru_lengkap_dengan_merek_ukuran_dan_type_10513.htm

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

  • Kisah Panen Petani Desa Kaliurip dengan Pompa Tenaga Surya

    Kisah Panen Petani Desa Kaliurip dengan Pompa Tenaga Surya

    Menurut hasil riset sekelompok peneliti dari Peking University yang diterbitkan di jurnal Nature Food, cuaca ekstrem akibat krisis iklim berisiko menurunkan hasil produksi padi sebanyak 8,1%. Maka dari itu, peralihan ke sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan sangat penting untuk menangkal berbagai dampak buruk akibat gagal panen. Di sisi lain, ada desa yang kini sudah beralih ke solusi agrikultur dengan energi terbarukan berupa pompa tenaga surya, yaitu Desa Kaliurip. Seperti apakah kisah mereka? Simak selengkapnya di bawah ini!

    Panen Hanya Setahun Sekali

    Sebelum mengenal teknologi pompa air tenaga surya, para petani di Desa Kaliurip, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas hanya bisa melakukan aksi panen sekali dalam setahun. Alasannya tentu saja karena musim kemarau panjang yang mengakibatkan petak-petak sawah mereka tidak teraliri air dengan baik. Kondisi tersebut mengakibatkan kondisi tanah tidak layak ditanami, khususnya padi. Maka dari itu, setelah memanen padi-padi, biasanya para petani di desa setempat akan menggantikannya dengan palawija yang hasilnya pun tak seberapa.

    Padahal, kondisi persawahan di Desa Kaliurip itu sangat dekat dengan Sungai Tajum. Bahkan, aliran sungai ini membentang sepanjang 65 km, mengitari tujuh kecamatan di kabupaten ini. Akan tetapi, karena posisinya yang berada 10 meter di bawah permukaan tanah, membuat para petani di desa ini memerlukan biaya dan usaha ekstra untuk memompanya ke atas. Mereka pun sempat membuat kincir air, meskipun pada akhirnya kincir tersebut rusak akibat arus sungai yang terlalu deras.

    Pompa Air Bertenaga Diesel Menjadi Andalan

    Setelah kincir air yang dibangun sendiri dengan gotong royong bersama warga setempat, para petani di Desa Kaliurip kemudian menggunakan pompa air bertenaga diesel. Mereka menyewa dengan biaya Rp25 ribu per jam. Sementara itu, ukuran sawah seluas 700 meter persegi biasanya akan membutuhkan pengairan kurang lebih selama 4 jam. Sehingga, dapat dikatakan bahwa mereka harus mengeluarkan minimal Rp100 ribu.

    Selain boros dari segi biaya, pompa air bertenaga diesel ini juga tak ramah lingkungan. Sebab, bahan bakarnya dapat meningkatkan produksi karbon dioksida (CO2) di udara sehingga memicu krisis iklim atau yang disebut sebagai global warming. Pada akhirnya, peningkatan kadar CO2 dapat memengaruhi perubahan iklim yang akan merugikan para petani itu sendiri.

    Pompa Tenaga Surya, Solusi Ramah Lingkungan untuk Tingkatkan Frekuensi Panen

    Setelah kincir angin swadaya itu rusak, para petani di Desa Kaliurip kemudian mengajukan permohonan ke pemerintah kabupaten setempat untuk menginstalasi pompa air yang digerakkan oleh tenaga surya. Pada 2018 pompa air bertenaga surya pun berhasil terpasang dengan memanfaatkan dana APBD dari Dinas Pertanian.

    Pemasangan pompa air yang digerakkan oleh panel surya ini pun mengubah kebiasaan panen warga yang awalnya hanya sekali setahun menjadi tiga kali dalam setahun. Para petani di salah satu desa di Banyumas ini bisa dua kali panen padi dan sekali panen palawija dalam satu tahun berkat aliran air yang meluas ke 20 hektare sawah.

    Bukan hanya jangkauannya yang meluas ke petak-petak sawah di desa tersebut, pompa air tenaga surya juga menuntut biaya yang lebih sedikit dari para penggunanya. Salah satu petani di wilayah tersebut mengatakan bahwa mereka hanya diminta membayar dengan 10 kilogram gabah setiap panen. Harga gabah per kilonya adalah Rp4 ribu. Itu artinya mereka hanya perlu menganggarkan dana sebesar Rp40 ribu saja untuk pengairan sawah mulai dari masa persiapan hingga panen.

    Potensi PATS untuk Masa Depan Desa Kaliurip

    Memang, pompa air tenaga surya mereka saat ini sudah bisa mengairi 20 hektare sawah. Akan tetapi, tetap ada tantangan tersendiri yang masih perlu dihadapi oleh warga Desa Kaliurip. Pasalnya, pompa air ini pastinya kurang maksimal ketika matahari tidak bersinar cukup terik. Solusi yang kemungkinan perlu dikembangkan adalah dibangunnya bak penampungan air.

    Bak penampungan air itu nantinya bisa membuat pengairan dua kali lebih luas dibandingkan sebelumnya. Sehingga, para petani tak perlu khawatir bila memerlukan aliran air pada malam hari atau ketika cuaca sedang mendung.

     

    Tenaga surya untuk agrikultur yang lebih sustainable dan ramah lingkungan tentunya sangat penting, terlebih di zaman yang sudah makin krisis iklim seperti sekarang ini. Anda bisa memulai langkah pertama yang lebih sederhana untuk beralih ke green lifestyle, yaitu dengan melakukan pemasangan PLTS Atap di rumah.

    Melalui PLTS Atap, Anda bisa membuat swadaya energi listrik yang dampaknya dapat memperlambat krisis iklim atau yang lebih dikenal sebagai global warming. Untuk mengetahui seluk-beluk PLTS Atap, kunjungi laman FAQ SolarHub. Lalu, lakukan perhitungan kebutuhan kapasitas panel surya di kalkulator surya dan cari vendor pemasangan PLTS Atap terdekat lewat direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/infografis/tenaga-matahari-airi-sawah

    https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/05/09/produksi-padi-dunia-terancam-perubahan-iklim

    https://www.mongabay.co.id/2022/07/26/menuju-provinsi-surya-dari-petani-sampai-industri-mulai-pakai-energi-matahari-di-jateng/

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • 5 Keuntungan Ekonomi dari Menggunakan Panel Surya

    5 Keuntungan Ekonomi dari Menggunakan Panel Surya

    Anda pasti sudah tahu bagaimana signifikannya manfaat dari penggunaan panel tenaga surya bagi lingkungan. Dengan penggunaan sumber energi ini, emisi karbon dalam pembangkitan listrik jadi berkurang. Ternyata selain mengurangi dan mencegah dampak krisis iklim, penggunaan panel surya ini juga bisa memberikan keuntungan bagi perekonomian, lho! Memang, apa saja keuntungan yang dimaksud?

    5 Keuntungan Menggunakan Panel Surya bagi Perekonomian

    Dengan mengintegrasikan penggunaan panel surya sebagai pembangkit listrik rumah tangga atau industri, Anda bisa bisa mendapatkan berbagai macam manfaat dalam segi perekonomian. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

    1. Mengurangi biaya listrik

    Pertama, penggunaan energi solar bisa mengurangi biaya listrik bulanan Anda. Hal ini dikarenakan Anda bisa mengandalkan panel surya untuk menjadi sumber energi bagi beragam alat elektronik yang dimiliki. 

    Tidak hanya untuk rumah tangga, bisnis pun bisa mengurangi biaya listrik dengan cara ini. Misalnya saja, seperti yang dilakukan oleh jaringan swalayan Aneka Jaya. Untuk mengirit biaya listrik, salah satu unit swalayannya memutuskan untuk memasang PLTS atap. Hasilnya, tagihan listrik jadi lebih hemat, bahkan hingga 50-60% per bulannya.

    2. Meningkatkan nilai properti

    Memasang PLTS atap pada rumah atau gedung bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk investasi. Selain investasi untuk mengurangi biaya listrik, adanya PLTS atap ini juga bisa meningkatkan harga jual dari properti tersebut. Apalagi, saat ini mulai banyak perorangan maupun perusahaan yang sadar akan pentingnya penggunaan tenaga surya untuk sumber energi sehari-hari.

    Misalnya, jika Anda memiliki rumah dengan PLTS atap, Anda bisa menjual rumah tersebut dengan harga yang sedikit lebih mahal dari harga pasaran. Namun, calon pembeli akan tetap tertarik untuk segera membeli rumah Anda. Ini adalah hal yang cukup penting, mengingat saat ini pasar properti sedang ramai-ramainya.

    3. Membuka lapangan pekerjaan

    Selain bermanfaat untuk perekonomian Anda sendiri, penggunaan PLTS atap ini juga memberi manfaat dalam bentuk terbukanya lapangan kerja baru. Sebab, pemasangan PLTS atap untuk rumah tangga maupun industri memerlukan tenaga kerja. Ada yang bertugas melakukan survei dan menganalisis lokasi pemasangan panel surya, ada yang bertugas untuk memasang PLTS atap itu sendiri. Di belakang itu pun, ada juga buruh yang bekerja untuk memproduksi panel surya dan komponennya.

    Oleh karena itu, makin marak penggunaan PLTS atap untuk rumah tangga dan industri, makin luas pula lapangan pekerjaan yang tersedia.

    4. Bantuan saat keadaan darurat

    Terakhir, PLTS atap akan memberi Anda pasokan listrik dalam keadaan darurat, seperti pada pemadaman listrik. Adanya energi listrik cadangan ini akan sangat berguna, terutama jika Anda memiliki bisnis rumahan yang memanfaatkan listrik untuk kegiatan produksi. Dengan begitu, operasional bisnis tidak akan terkendala karena Anda menggunakan PLTS atap untuk sumber energi listrik.

    Ini juga berlaku bagi Anda yang memasang PLTS atap untuk kantor, atau properti lainnya yang digunakan untuk kegiatan bisnis. Anda pun tidak perlu mengkhawatirkan adanya kerugian akibat pemadaman listrik yang menghambat produksi atau transaksi dengan pelanggan.

     

    Bagaimana, Anda jadi tertarik untuk memiliki PLTS atap sendiri, kan? Apalagi, selain keuntungan ekonomi di atas, penggunaan PLTS atap juga memberikan banyak keuntungan, terutama untuk menjaga lingkungan dan melawan krisis iklim. Jadi, yuk, pasang PLTS atap sekarang juga!

    Pertama, cari tahu kebutuhan rumah tangga Anda terlebih dahulu dan dapatkan kapasitas panel surya yang cocok dengan menggunakan kalkulator SolarHub. Lalu, kunjungi direktori SolarHub untuk mencari penyedia jasa pemasangan panel surya di kota Anda.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/iesr-penggunaan-plts-atap-pada-sektor-bisnis-bawa-tiga-manfaat-sekaligus

    https://solarisrenewables.com/blog/5-economic-benefits-of-solar-energy/

    https://ae-solar.com/solar-modules-benefits/

    https://8msolar.com/the-economic-and-environmental-impacts-of-solar-energy-8msolar/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Bagaimana Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti Rumah dan Gedung?

    Bagaimana Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti Rumah dan Gedung?

    Anda pasti sudah tahu bagaimana pembangkit listrik tenaga surya sangat bermanfaat bagi lingkungan. Dengan teknologi ini, Anda bisa mengurangi emisi karbon yang biasanya dihasilkan dari sumber energi listrik lainnya yang tidak terbarukan. Ternyata selain itu, panel surya memiliki beragam manfaat lainnya bagi orang-orang yang menggunakannya.

    Misalnya saja saat Anda memasang panel surya di atap rumah atau dikenal dengan sebutan PLTS Atap, maka nilai jual dari properti tersebut juga ikut bertambah. Bagaimana bisa, memangnya?

    3 Alasan Panel Surya Dapat Meningkatkan Nilai Properti

    Ada beberapa alasan mengapa nilai jual suatu properti seperti rumah tinggal bisa naik jika dilengkapi dengan panel tenaga surya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya:

    1. Lebih hemat biaya listrik

    Dengan memasang PLTS atap pada rumah, tentu saja tagihan listrik dari rumah tersebut akan jauh lebih murah dibandingkan dengan rumah yang sepenuhnya mengandalkan listrik PLN. Apalagi, pembeli rumah tidak perlu memikirkan biaya instalasi dari panel surya tersebut karena semuanya sudah terpasang. Jadi, mereka hanya perlu merawat PLTS atap agar tetap efisien dalam menghasilkan listrik dan tahan lama. 

    Jika pembeli rumah tersebut bisa merawat PLTS atap dengan baik, sistem ini bisa terus digunakan hingga 25 tahun. Bayangkan saja berapa banyak tagihan yang bisa dihemat selama puluhan tahun tersebut. 

    2. Permintaan panel surya semakin meningkat

    Belakangan ini, semakin banyak artis dan influencer lokal maupun internasional yang  menggemborkan beragam keuntungan menggunakan panel tenaga surya untuk rumah tangga. Hal ini membuat permintaan akan rumah dengan PLTS atap pun semakin meningkat. 

    Bahkan, tren perumahan premium baru yang menerapkan konsep modern living dan mengintegrasikan teknologi tenaga surya sudah diminati banyak orang. Salah satunya adalah rumah dengan panel surya yang bisa menghasilkan listrik untuk keperluan sehari-hari.

    3. Kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan

    Tren PLTS atap untuk rumah modern ini juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudah banyak orang yang menyadari dampak buruk dari krisis iklim yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kualitas hidup mereka. Ini dibuktikan dengan semakin maraknya proyek atau gerakan mencintai lingkungan dalam berbagai bentuk dan media. 

    Tidak hanya mengenai sumber energi yang digunakan untuk sehari-hari, kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan ini membuat mereka juga mulai memperhatikan produk yang dikonsumsi. Beberapa brand yang berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan emisi karbon dalam produksinya mulai dilirik oleh sebagian konsumen. 

    Walaupun harga produk atau jasanya sedikit lebih mahal, mereka akan tetap memilih produk dengan emisi karbon yang lebih rendah.

    Penggunaan Panel Surya di Indonesia Saat Ini

    Dalam Persetujuan Paris, sebagian besar negara di dunia memutuskan untuk mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050. Salah satu negara tersebut adalah Indonesia, yang mulai membuat roadmap-nya sendiri dalam mencapai target tersebut. Salah satu usaha dekarbonisasi yang didorong oleh pemerintah Indonesia adalah penggunaan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Jalan ini dipilih karena menurut IESR, besarnya potensi energi surya di Indonesia berkisar antara 3.396 hingga 19.385 Giga Watt Peak, lebih tinggi daripada estimasi nasional yang sebesar 207 Giga Watt saja.

    Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM mulai membuat target pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap atau PLTS atap. Rencananya, 900 megawatt PLTS atap diharapkan terpasang pada 2023, 1.800 megawatt pada 2024, dan 3.600 megawatt pada tahun 2025 nanti. Untuk mencapainya, pemerintah telah menjalankan berbagai macam program, salah satunya pemasangan PLTS atap gratis untuk UMKM di beberapa daerah.

     

    Jadi, siapkah Anda untuk meningkatkan nilai jual properti Anda dan membantu pemerintah mencapai target Persetujuan Paris? Jika iya, yuk, segera rencanakan pemasangan PLTS atap! Anda harus ingat bahwa penggunaan PLTS atap untuk rumah tangga ini tidak hanya meningkatkan nilai jual properti, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memotong tagihan listrik bulanan! 

    Untuk mulai menggunakan PLTS atap, Anda cukup mencari tahu kebutuhan listrik rumah tangga Anda terlebih dahulu, dan mencari tahu berapa kapasitas panel surya yang cocok. Agar tidak bingung, gunakan saja kalkulator surya SolarHub! Kemudian, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk menemukan layanan pemasangan panel surya yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

    https://www.forbes.com/home-improvement/solar/does-solar-increase-home-value/#how_does_solar_increase_home_value_section

    https://www.architecturaldigest.com/reviews/home-improvement/do-solar-panels-increase-home-value#

    https://www.kompas.com/properti/read/2022/05/31/110000921/pasang-solar-panel-bisa-tingkatkan-nilai-properti-anda?page=all

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • PLTS Atap: Sumber Energi Terbarukan yang Bantu Pengrajin Ukir Pangkas Biaya

    PLTS Atap: Sumber Energi Terbarukan yang Bantu Pengrajin Ukir Pangkas Biaya

    Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sumber energi terbarukan seperti PLTS atap memiliki berbagai macam manfaat. Selain manfaat di bidang lingkungan karena bisa menjadi pembangkit listrik energi terbarukan, pengguna PLTS atap juga mendapatkan manfaat dari segi perekonomian. Contohnya adalah seperti yang dirasakan langsung oleh pengrajin ukir relief di Jepara. Yuk, simak kisah selengkapnya di sini!

    Efek Pandemi terhadap Para Pengrajin Ukir

    Kota Jepara memang dikenal sebagai kota ukir. Jadi, tidak heran kalau di sini, Anda bisa menemukan berbagai macam UMKM yang bergerak di bidang seni tersebut. Salah satunya adalah para warga yang bertempat tinggal di Desa Senenan, Tahunan, Jepara. Di sini, mayoritas dari mereka bekerja sebagai pengrajin ukir relief. Biasanya, dalam sebulan mereka bisa mengerjakan dan menjual 2-3 ukiran relief kayu seharga 5 sampai 20 juta rupiah per karya. 

    Pelanggan mereka sendiri adalah para pencinta seni serta turis dari luar kota, atau bahkan luar negeri. Beberapa pembeli ukiran kayu Jepara ini bahkan berasal dari Jepang, Iran, hingga Amerika Serikat. Sebab, ukiran kayu dari Jepara memiliki nilai estetik yang tinggi serta kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Jadi, ukiran ini cocok untuk dijadikan koleksi atau dekorasi untuk suatu ruangan di dalam rumah.

    Namun, masalah tiba saat pandemi Covid-19 kemarin melanda. Pesanan ukiran dari para pencinta seni maupun turis berkurang drastis. Bahkan, para pengrajin terpaksa menjual murah beberapa ukirannya agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Akhirnya, beberapa UMKM memutuskan untuk menghentikan produksi karena tidak mampu membayar karyawan maupun tagihan listrik. Maklum, beberapa alat ukir membutuhkan listrik agar dapat digunakan.

    Bantuan Berupa PLTS Atap dari Pemerintah

    Melihat hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak tinggal diam. Bekerja sama dengan Koperasi Industri dan Kerajinan Desa Senenan, pemerintah memberi bantuan dalam bentuk pemasangan PLTS atap untuk kebutuhan listrik produksi ukir kayu. Jika ditotal, ada delapan orang yang rumahnya telah memiliki PLTS sebesar 2 kWp dengan sistem on-grid PLN. Dengan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan, diharapkan pemilik UMKM bisa menghemat pengeluaran per bulannya.

    Terbukti, bantuan tersebut bisa mengurangi beban tagihan listrik UMKM di Desa Senenan. Salah satu orang yang mendapatkan manfaat dari PLTS atap tersebut adalah Mulyono. Ia mengatakan, awalnya ia harus membayar Rp800 ribu per bulan untuk tagihan listrik. Setelah menggunakan teknologi tersebut, biaya listriknya terpotong menjadi separuhnya, yaitu Rp400 ribu. 

    Tentu saja, ini sangat membantu Mulyono dalam menghemat biaya produksi. Uang yang biasanya digunakan untuk membayar tagihan listrik tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Terus Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

    Sumbangan PLTS atap untuk UMKM di Desa Senenan ini merupakan salah satu program dari Pemerintah Jawa Tengah untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan, terutama dalam bentuk PLTS. Apalagi, pemerintah Indonesia sendiri memiliki target untuk mencapai kapasitas listrik PLTS atap sebanyak 3,6 gigawatt sebelum tahun 2025 nanti.

    Tidak berhenti di sini, program pengintegrasian sumber energi terbarukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari juga akan dilakukan di berbagai lokasi lainnya di Jawa Tengah. Rencananya, beberapa industri yang akan disasar adalah industri garmen, industri otomotif dan spare part, serta industri rumahan lainnya. Dengan demikian, masyarakat jadi lebih mengenal dan terbiasa dengan teknologi yang memanfaatkan sumber energi terbarukan.

     

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Tengah ini merupakan salah satu perwujudan dari misi nasional untuk memperluas bauran energi terbarukan. Anda sendiri juga bisa membantu pemenuhan target tersebut dengan memasang PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. 

    Nah, untuk Anda yang bingung mencari jasa intalasi pemasangan panel surya, cari saja dengan direktori SolarHub. Lewat direktori tersebut, Anda bisa menemukan layanan pemasangan panel surya yang terpercaya, serta dekat dengan lokasi rumah Anda.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    Home

  • Dusun Bondan, Daerah yang Berkembang Berkat Sumber Energi Terbarukan

    Dusun Bondan, Daerah yang Berkembang Berkat Sumber Energi Terbarukan

    Menurut data rasio elektrifikasi dari Badan Pusat Statistik atau BPS, 99,28% rumah tangga di Indonesia sudah bisa menikmati listrik. Artinya, masih ada sekitar 500 ribu rumah tangga yang belum memiliki akses terhadap kebutuhan tersebut. 

    Salah satu dusun yang baru saja mendapatkan listrik beberapa waktu terakhir adalah Dusun Bondan yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Lalu, bagaimana kisah mereka dengan adanya sumber energi terbarukan? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Gelap Gulita Sebelum Ada Listrik

    Sebelum bisa menikmati listrik dari sumber energi terbarukan, Dusun Bondan sering merasakan gelapnya malam hari tanpa pencahayaan yang memadai. Sebab, lokasi desa ini cukup terpencil, tepatnya sejauh tujuh kilometer dari desa-desa lainnya di daerah Kampung Laut. 

    Sudah lama Dusun Bondan sulit mendapatkan akses listrik dari PLN karena membutuhkan kabel yang bisa membentang sepanjang tujuh kilometer untuk menjangkau desa ini. Belum lagi, di sepanjang jalan, ada banyak rawa dan hutan mangrove yang mempersulit jalur kabel. Akibatnya, para penduduk dusun hanya bisa mengandalkan lampu pelita yang menggunakan minyak tanah. 

    Minimnya penerangan pada malam hari juga mempersulit anak-anak Dusun Bondan untuk belajar atau mengerjakan PR, dan mereka tidak bisa menonton televisi untuk mengisi waktu. Selain itu, karena Dusun Bondan kekurangan sumber air bersih, para warga harus berjalan melewati Laguna Segara Anakan menuju Nusa Kambangan demi mendapatkan air pada malam hari yang gelap gulita.

    Pertamina Kilang Cilacap Inisiasi Desa Energi Berdikari Cilacap

    Akan tetapi, sejak Pertamina Kilang Cilacap menjalankan inisiatif Desa Energi Berdikari Cilacap, kondisi Dusun Bondan berubah drastis. Untuk mewujudkannya, Pertamina Kilang Cilacap mendirikan sumber energi terbarukan dengan teknologi Hybrid Energy One Pole (HEOP). 

    Sesuai namanya, instalasi energi listrik terbarukan ini memadukan performa kincir angin dan panel surya untuk menerangi Dusun Bondan. Awalnya, pembangkit listrik ini mampu menyalurkan listrik kepada tiga sampai lima rumah di Dusun Bondan. 

    Namun, untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, pertamina Kilang Cilacap membangun sebuah pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH). Pada dasarnya, cara kerja PLTH tidak berbeda jauh dengan teknologi HEOP dari sebelumnya karena masih menggunakan tenaga angin dan cahaya matahari. 

    Bedanya, PLTH mampu menerangi lebih banyak rumah karena kapasitasnya juga lebih besar jika dibandingkan dengan HEOP. Pada tahun 2018, kapasitas PLTH tersebut sebesar 6.000 watt peak (Wp), tetapi angkanya sudah meningkat hingga 16.200 Wp per tahun 2020. Hasilnya, PLTH ini mampu menerangi 78 rumah warga, gedung sekolah, masjid raya, dan tambak perikanan di Dusun Bondan.

    Berkembangnya UMKM Setelah Ada Listrik

    Berkat adanya listrik yang memadai dari sumber energi terbarukan, UMKM di Dusun Bondan juga semakin berkembang hingga lebih kompetitif. Warga dusun yang semula hanya bekerja sebagai nelayan ikan, udang, dan kerang, kini juga bisa memulai bisnis wirausaha di tambak perikanan karena mereka dapat menggunakan peralatan listrik.

    Misalnya, para ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Bondan membentuk kelompok usaha Ibu Mandiri, sebuah wadah UMKM yang bertujuan memberdayakan kemampuan berwirausaha perempuan. Dahulu, ketika Dusun Bondan belum dialiri listrik, para nelayan tidak punya pilihan selain menjual hasil laut sebelum masa panen kepada tengkulak demi menjaga perputaran modal. 

    Namun, melalui kelompok Ibu Mandiri, para warga dusun dapat menyimpan dan mengolah hasil panen di tambak perikanan menjadi berbagai produk pangan. Beberapa di antaranya adalah kerupuk dan sistik yang terbuat dari ikan serta udang. Dengan adanya produk yang lebih beragam, mereka juga bisa menghasilkan lebih banyak uang tanpa harus bergantung pada tengkulak seperti sebelumnya. Bahkan, Ibu Mandiri sudah pernah membuka booth di acara Cilacap Expo 2019 dengan dukungan organisasi Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI).

     

    Sumber energi terbarukan yang bersih sangat diperlukan oleh daerah yang belum terelektrifikasi. Sebab, dengan adanya penerangan dan aliran listrik untuk menggunakan peralatan yang praktis, taraf hidup mereka akan meningkat. Pada saat yang bersamaan, penggunaan listrik terbarukan ini juga akan membantu pelestarian lingkungan dengan mengurangi jejak karbon. 

    Sebagaimana para warga Dusun Bondan, Anda juga bisa menggunakan energi bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, misalnya dengan memasang PLTS Atap. Anda dapat memulai dengan mengetahui kapasitas panel surya yang dibutuhkan terlebih dahulu melalui kalkulator surya SolarHub. Setelah itu, temukan vendor pemasangan PLTS Atap yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://jamtani.or.id/public/programkerja/8/keterlibatan-kelompok-ibu-mandiri-dalam-pameran-produk-cilacap-expo-2019

    https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57766814

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Pemasangan Panel Surya Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

    Pemasangan Panel Surya Berdayakan Pelaku Usaha Lokal

    Umumnya, perusahaan-perusahaan besar memiliki tanggung jawab sosial untuk memberi kembali (give back) kepada masyarakatnya, tak terkecuali PT Pertamina (Persero). Oleh karena itu, Pertamina melalui Pertamina Refinery Unit IV Cilacap atau Pertamina Kilang Cilacap menginisiasi Desa Energi Berdikari Cilacap (DEBC) dengan melakukan pemasangan panel surya.

    Program ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk menyalurkan energi hijau yang terjangkau dan berkelanjutan ke desa terpencil, serta mengenalkan bentuk energi hijau itu sendiri. Lalu, bagaimana jalannya program DEBC tersebut?

    Mengenal Dusun Bondan Sebelum DEBC

    Terletak di daerah Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Dusun Bondan merupakan daerah yang sangat terisolasi. Bahkan, jarak dari dusun ini ke dusun terdekat bisa mencapai tujuh kilometer jauhnya. Karena alasan ini, PLN sulit untuk memberikan akses listrik ke dusun. Apalagi, medan yang perlu dilewati berupa rawa-rawa dan hutan bakau.

    Sebelum program Desa Energi Berdikari Cilacap berjalan, Dusun Bondan sudah pasti gelap gulita saat malam. Untuk penerangan, mereka hanya memanfaatkan lampu dengan bahan bakar minyak tanah. Hiburan seperti televisi pun jelas tidak bisa dinikmati oleh penduduk dusun tersebut. Terparah, penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai petambak harus menjual hasilnya dalam harga murah karena tidak memiliki freezer untuk menyimpan hasil panen yang tidak terolah.

    Awali dengan Hybrid Energy One Pole (HEOP)

    Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pertamina Kilang Cilacap mulai mengembangkan program DEBC dengan membangun pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Untuk Dusun Bondan, energi terbarukan yang dipilih adalah energi surya dan energi angin yang selalu tersedia di daerah ini.

    Akhirnya, Pertamina menerapkan teknologi Hybrid Energy One Pole yang menggabungkan pemasangan panel surya dengan kincir angin dalam satu instalasi. Satu buah instalasi tersebut ternyata berhasil mengalirkan listrik untuk 3-5 rumah. Karena merasa kurang, Pertamina pun memberikan bantuan selanjutnya.

    Dilanjutkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH)

    Setelah dua tahun HEOP berhasil menerangi beberapa rumah di Dusun Bondan, Pertamina kembali untuk memberi bantuan pembangunan pembangkit listrik lagi. Kali ini, metodenya tetap dengan melakukan pemasangan panel surya dan kincir angin dalam satu instalasi. Hanya saja, kapasitas daya listrik yang dihasilkan jadi semakin besar. Teknologi ini dinamakan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid atau PLTH. 

    PLTH yang telah dibangun ini terus dikembangkan hingga pada tahun 2020, ia memiliki kekuatan hingga 16200 Watt-peak. Dengan daya sebesar itu, hampir 80 rumah penduduk, sekolah, tambak, dan masjid mendapatkan penerangan yang mumpuni. 

    Biaya tagihan listrik per bulan pun bisa dikatakan murah. Dalam sebulan, iuran yang ditarik pada warga Dusun Bondan hanyalah Rp25 ribu saja. Dengan biaya tersebut, warga bisa menikmati pemakaian daya 500 Watt. Tentu saja, masyarakat juga bisa menambah daya dengan biaya tambahan pula. Salah satu alasan mengapa biayanya bisa murah karena Pertamina tidak mengambil dana tersebut. Iuran yang ditarik dikumpulkan untuk biaya pemeliharaan komponen pembangkit listrik.

    Beri Dampak pada UMKM Tambak Setempat

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebagian besar warga di Dusun Bondan bermata pencaharian sebagai petambak atau nelayan ikan. Hasil panen mereka ini nantinya dijual ke tengkulak atau diolah untuk menjadi makanan. Setelah masuknya listrik lewat HEOP dan PLTH, kegiatan usaha masyarakat tersebut akhirnya terus berkembang.

    Salah satunya buktinya dialami oleh kelompok usaha Ibu Mandiri yang berhasil mengolah hasil panen menjadi produk baru dengan nilai ekonomi tinggi. Wadah ini sendiri beranggotakan para perempuan di Dusun Bondan yang berprofesi mengolah ikan, udang, dan hasil panen lainnya. 

    Hasil olahan dari kelompok usaha Ibu Mandiri ini sangat beragam. Misalnya saja, udang dan ikan diolah untuk menjadi kerupuk dan abon. Kemudian, limbah sisa produksi seperti tulang ikan dan kulit udang akan diolah menjadi terasi atau tepung pakan ikan. Tidak hanya untuk dijual, tentu saja hasil produksi ini juga bisa digunakan kembali untuk kebutuhan warga Dusun Bondan sendiri.

     

    Menurut data dari Pertamina, pemasangan panel surya dan kincir angin di Dusun Bondan ini bisa menurunkan emisi karbon hingga 1,1 ton CO2. Ini karena keseluruhan proses pembangkitan listrik bersumber dari energi bersih tanpa emisi karbon. Total, ada 15 kincir angin dan 24 panel surya yang terpasang di Dusun Bondan. Langkah baik ini dilakukan dengan tujuan yang baik pula, yaitu untuk membantu misi global mengurangi dampak krisis iklim.

    Anda sendiri sebenarnya juga bisa membantu misi ini dengan melakukan pemasangan panel surya berupa PLTS Atap untuk kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Hitung dulu kebutuhan kapasitas panel surya Anda dengan menghitungnya melalui kalkulator surya! Setelah itu, Anda bisa mencari layanan pemasangan panel surya terdekat dengan mencarinya pada direktori SolarHub.