Tag: listrik tenaga surya

  • Peranan Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Peranan Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Berdasarkan hasil penemuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 95% dari total 3.207 bencana alam yang tercatat di Indonesia pada tahun 2022 disebabkan oleh cuaca ekstrem, di antaranya banjir dan tanah longsor. Saat peristiwa itu terjadi, tentunya para korban yang terdampak bencana alam sangat membutuhkan berbagai macam bantuan, mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, tempat tinggal sementara, sampai tenaga listrik.

    Terkadang bencana alam memang bisa memutus aliran listrik. Itulah yang membuat listrik tenaga surya memiliki peranan penting dalam proses recovery pasca bencana. Lantas, seperti apakah contoh penggunaannya? Berikut penjelasannya beserta kelebihan menggunakan panel tenaga surya saat bencana alam terjadi!

    3 Teknologi Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Hilangnya akses ke aliran listrik memang menyulitkan manusia dalam beraktivitas. Itulah mengapa teknologi listrik tenaga surya diperlukan karena adanya tiga manfaat berikut.

    1. Penjernih air tenaga surya

    Kebutuhan dasar manusia itu salah satunya adalah air. Namun, mengingat para korban bencana sedang berada di tempat evakuasi, mendapatkan air bersih mungkin tak semudah ketika mereka di rumah. Itulah mengapa pemasok energi listrik tenaga surya untuk menghasilkan air bersih sangat diperlukan.

    1. Generator listrik cadangan

    Bencana alam yang terjadi di daerah tertentu kadang berdampak hingga ke daerah tetangga. Beberapa rumah hingga bangunan publik pastinya perlu pasokan listrik cadangan supaya bisa tetap menjalankan aktivitasnya. Hal ini bisa tersedia apabila ada panel surya yang mampu menyimpan tenaga dari sinar matahari untuk dipakai pada saat-saat genting.

    1. Pompa air dengan panel tenaga surya

    Kebutuhan air bersih tak hanya untuk aktivitas makan dan minum, melainkan juga mandi. Dengan memanfaatkan teknologi listrik tenaga surya, urusan air jadi mudah karena ini bisa dialirkan ke bagian pompa air. Sehingga, para korban bencana bisa melakukan kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK) meski tengah dievakuasi.

    Kelebihan Panel Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Teknologi listrik tenaga surya memang banyak berguna saat bencana alam melanda. Di samping itu, masih ada banyak kelebihan yang membuat panel surya ini benar-benar worth it.

    1. Mudah diangkut ke mana pun

    Bencana alam bisa terjadi di mana saja dan tempat-tempat tersebut belum tentu mudah dijangkau. Akan tetapi, panel surya yang modern sudah bisa digulung seperti karpet sehingga mempermudah proses perpindahannya ke berbagai lokasi.

    1. Kokoh dan tahan lama

    Kelebihan lainnya dari teknologi listrik tenaga surya adalah daya tahannya yang teruji. Dibandingkan dengan pemasok listrik sumber energi lainnya, panel surya memiliki ketahan mencapai 25 tahun lebih dengan masa pakai baterai hingga 5 tahun. Perawatannya pun simpel karena tak perlu mengganti oli dan perangkat lainnya secara rutin.

    1. Dapat disesuaikan dengan kondisi

    Selain mudah dibawa ke berbagai tempat, panel surya juga mudah disesuaikan di berbagai kondisi. Ingin melakukan pemasangan di atap atau di tanah? Semuanya bisa! Baterainya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tegangannya pun bisa diatur karena ada pengontrol di dalamnya.

    1. Lebih ramah lingkungan dan senyap

    Satu lagi kelebihan teknologi listrik tenaga surya yang dirasakan adalah lebih ramah lingkungan dan senyap. Karena memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi listrik, pastinya alat ini tidak menghasilkan karbon dioksida ke udara. Selain itu, panel surya juga tidak mengeluarkan suara berdengung yang dapat mengganggu kenyamanan para korban bencana di tempat evakuasi.

     

    Sudah paham bagaimana pentingnya teknologi listrik tenaga surya untuk bencana alam? Meski kesannya bencana alam terjadi begitu saja, tapi nyatanya bencana alam banyak yang dipicu oleh krisis iklim. Maka dari itu, untuk meminimalkan krisis iklim atau yang lebih dikenal dengan global warming, Anda dapat mulai beralih ke sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, misalnya PLTS Atap.

    Jika Anda tertarik dengan pemasangan PLTS Atap, jangan lupa untuk lakukan kalkulasi kebutuhan kapasitas panel surya dengan memanfaatkan kalkulator di sini. Lalu, temukan vendor instalasi sistem PLTS Atap terdekat melalui SolarHub. Mari kita bersama menjaga bumi dari kerusakan lingkungan!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/aktivitasmu-menyumbang-pemanasan-global-bagaimana-bisa

    https://www.weforum.org/agenda/2018/05/how-solar-power-is-impacting-natural-disaster-relief

    https://www.watsonschargingstations.com/blog/2023/february/the-role-of-solar-power-in-disaster-relief-and-e/

    https://thesolarlabs.com/ros/the-role-of-solar-energy-in-disaster-relief-and-emergency-power/

    https://www.greenmatters.com/renewables/2018/05/08/1ciiuh/solar-power-relief

    https://supergreensolutions.com/how-solar-power-helps-with-disaster-resilience/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Untuk mendukung jumlah instalasi PLTS di area residensial demi mempercepat pencapaian target nol emisi, pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan sejumlah peraturan mengenai sistem ekspor impor listrik tenaga surya. Akan tetapi, belum lama ini, kebijakan tersebut telah dihapus karena berbagai alasan. Apa alasannya? Lantas, bagaimana penghapusan kebijakan tersebut memengaruhi penerapan energi terbarukan di Indonesia?

    Sistem Ekspor Impor Listrik ke PLN Sebelumnya

    Kebijakan ekspor impor listrik ke PLN diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Kebijakan ini pada dasarnya mengatur tentang bagaimana sistem ekspor impor listrik dari PLTS Atap ke PLN.

    Dalam perilisan awalnya, sistem ekspor impor listrik disebutkan pada pasal 6 ayat 1. Di peraturan ini, dijelaskan bahwa energi listrik yang diekspor dari PLTS Atap akan dihitung sesuai nilai kWh pada meter kWh Ekspor-Impor, lalu dikali 100% (seratus persen). Aturan inilah yang akan dihapus dalam revisi Permen 26/2021 menjadi tidak ada ekspor setelah sebelumnya sempat mengalami pembatasan.

    Mengapa Kebijakan Ekspor Listrik Tenaga Surya Dihapus?

    Penghapusan kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pada awal tahun 2022 lalu, PLN mengalami krisis kelebihan pasokan listrik. Sejumlah faktor yang menyebabkan di antaranya adalah pandemi dan resesi global. Hal ini belum termasuk megaproyek PLTU batubara pada tahun 2015 yang baru beroperasi 47% pada tahun yang sama.

    PLN sendiri sudah menolak pelaksanaan Permen ESDM No. 26/2021 sejak diundangkan pada Agustus 2021 lalu. Penolakan ini berimbas pada realisasi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atap yang hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas utama.

    Perkiraan Ahli tentang Dampak dari Perubahan Kebijakan

    Pembatasan pemanfaatan PLTS Atap ini membawa dampak yang cukup signifikan. Hal ini bisa membuat minat masyarakat akan pemasangan PLTS Atap, khususnya dari pasar residensial, cenderung turun. Menanggapi hal ini, AESI dan IESR merekomendasikan agar sistem net-metering tetap berlaku, khususnya untuk pelanggan residensial.

    Menurut kedua organisasi tersebut, penurunan minat pemasangan PLTS Atap di tingkat residensial akan berdampak besar pada lapangan kerja hijau, khususnya para pelaku usaha instalasi PLTS skala kecil. Peluang teknisi dan pemasang dengan segmen pasar rumah tangga untuk bersaing di ranah PLTS Atap akan semakin kecil. Dikhawatirkan pertumbuhan dan peluang usaha hijau ini menjadi terhambat.

    Pentingnya Peranan Regulasi Pemerintah untuk Mendukung Energi Terbarukan

    Tidak bisa dimungkiri, diperlukan adanya campur tangan pemerintah, khususnya dalam hal regulasi kebijakan, agar cita-cita bangsa dengan Net Zero Emission dapat tercapai sesegera mungkin. Revisi kebijakan di atas tentu akan sangat memukul pertumbuhan pengguna PLTS Atap karena dianggap kurang menguntungkan.

    Jadi, Apakah Pemasangan PLTS Atap Masih Menguntungkan?

    Bagi PLN, peraturan ekspor listrik tenaga surya dari PLTS Atap dianggap sebagai penambah beban. Meski kebijakan ekspor impor listrik ke PLN telah dihapus, Anda tetap dapat diuntungkan dengan adanya pemasangan PLTS Atap karena harga perangkatnya perlahan akan semakin terjangkau dari tahun ke tahun. Harga instalasi PLTS Atap masih tetap bisa tertutup dengan penghematan biaya listrik dalam beberapa tahun ke depan.

     

    Bagi Anda yang sedang atau ingin memasang PLTS Atap, tidak perlu khawatir dengan revisi kebijakan ekspor impor listrik tenaga surya ke PLN ini. Sebab, PLTS Atap masih tetap bisa menghasilkan imbal balik yang bagus dari segi penghematan biaya sekaligus pelestarian lingkungan.

    Peraturan mengenai PLTS Atap akan selalu berkembang dinamis meski saat ini terbentur pada fasilitas dan sejumlah kepentingan lainnya. Meski begitu, Anda masih berhak mendapatkan update perkembangan dan penerapan kebijakan energi terbarukan dengan membaca berbagai publikasi IESR tentang PLTS Atap. Dengan mengenali sistem dan keberadaannya, Anda dapat mulai mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap terdekat di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/kelebihan-pasokan-listrik-pln-perlu-evaluasi-megaproyek-35-gw

    https://iesr.or.id/tag/aturan-penghambat-plts-atap 

    https://iesr.or.id/pustaka/indonesia-energy-transition-outlook-ieto-2023 

    https://iesr.or.id/teknologi-plts-semakin-maju-dan-murah-menjadi-pendorong-pemanfaatan-energi-surya-indonesia 

    https://iesr.or.id/indonesia-butuh-tingkatkan-instalasi-energi-terbarukan-hingga-10-kali-lipat-untuk-capai-net-zero-emissions 

    https://iesr.or.id/dukungan-regulasi-kunci-akselerasi-energi-surya 

    https://solarhub.id/publikasi 

    https://solarhub.id/ 

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20230310083708-4-420504/fix-aturan-ekspor-listrik-plts-atap-ke-pln-dihapus 

    https://www.suara.com/bisnis/2022/06/06/213844/kebijakan-pln-membatasi-plts-atap-dinilai-tidak-menarik-dari-sisi-keekonomian 

  • Begini Cara Ekspor Impor Energi Listrik ke PLN dengan Pasang Panel Surya!

    Pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia karena tingginya sumber energi matahari di sini. Sebagai negara tropis yang berlokasi di garis khatulistiwa, potensi pemanfaatan energi cahaya matahari sebagai sumber listrik di Indonesia sangatlah besar. 

    Menurut data dari IESR, potensi teknis dari panel surya untuk rumah tangga Indonesia berkisar antara 194 hingga 655 GigaWatt Peak (GWp) untuk 34 provinsi. Apalagi, sekarang pemerintah sudah memiliki sejumlah inisiatif untuk mendorong penerapan teknologi tersebut, salah satunya ekspor impor energi listrik. Apa saja keuntungannya?

    Mengenal 3 jenis sistem PLTS

    Saat ingin memasang panel surya, Anda harus memilih salah satu dari tiga jenis sistem PLTS yang tersedia, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. Ketiga tipe PLTS tersebut memiliki cara kerja serta kelebihan yang berbeda-beda untuk kebutuhan Anda. Pertama, sistem on grid memerlukan panel surya yang terhubung dengan jaringan listrik sentral, atau PLN dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, penggunaannya lebih disarankan untuk perkotaan besar. 

    Kemudian, ada PLTS off grid yang cocok untuk wilayah terpencil atau belum memiliki akses listrik yang cukup stabil. Pasalnya, jenis PLTS ini memiliki baterai yang terhubung dengan panel surya. Jadi, Anda akan memiliki pasokan listrik cadangan pada malam hari atau hari mendung. 

    Terakhir, ada sistem PLTS hybrid yang menggabungkan pasokan listrik sentral dari PLTS on grid dan baterai cadangan dari PLTS off grid untuk operasionalnya. Karena lebih fleksibel, Anda dapat memasang PLTS tersebut di mana saja.

    Ekspor energi listrik berlebih ke PLN

    Saat Anda memiliki sumber energi listrik berlebih dari panel surya, Anda bisa melakukan ekspor impor dengan PLN. Bagaimana bisa? Sistem ekspor impor ini berdasar pada Peraturan Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 yang mengatur Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen Perusahaan Listrik Negara.

    Namun, undang-undang tersebut sudah diperbarui, sehingga terbitlah Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Menurut isi peraturan terbaru yang telah disebutkan, energi listrik yang diekspor ke PLN dikalkulasi berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dan dikali 100% Persentase tersebut berbeda dengan angka dalam Permen 49/2018, yaitu 65%.

    Cara ekspor impor energi listrik dengan PLN

    Mekanisme ekspor impor energi listrik dengan PLN relatif sederhana, sebab Anda hanya membutuhkan sistem PLTS Atap dan memenuhi persyaratan EXIM.

    Namun sebelum itu, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur untuk memasang PLTS Atap serta pengukur daya yang diperlukan. Prosedur tersebut mencakup permohonan kepada kantor PLN setempat, proses evaluasi dan verifikasi permohonan dalam 15 hari kerja oleh PLN, dan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah selesai memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Setelah memiliki semua perangkat yang diperlukan, meteran EXIM akan mengukur konsumsi daya di rumah Anda. Pada siang hari, total kelebihan listrik dari tenaga surya akan diekspor ke PLN. Jadi, pelanggan hanya perlu membayar tagihan listrik hasil pengurangan dari pemakaian konsumsi energi saat ini dengan akumulasi energi surya yang dikirimkan ke PLN.

    Yuk, pasang PLTS sekarang!

    Sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, PLTS jelas memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan. Beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah emisi karbon yang lebih kecil dan bebas polusi, sehingga Anda tidak perlu takut mencemari alam saat menjalani kegiatan sehari-hari.

    Jika Anda ingin melanjutkan niat baik ini, Anda bisa menghitung kapasitas dan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan konsumsi energi sehari-hari. Agar pemasangan PLTS Atap Anda lebih praktis dan efisien, Anda dapat mengunjungi halaman kalkulator surya SolarHub untuk memperoleh rincian yang disarankan.

     

    Dengan memasang panel surya, Anda dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan menghemat tagihan listrik secara bersamaan. Teknologi sumber listrik terbarukan yang sedemikian rupa sangat pas untuk diterapkan di Indonesia, sebab pasokan cahaya mataharinya sangat terbantu oleh letaknya di garis khatulistiwa. 

    Apabila Anda sudah siap untuk beralih ke listrik tenaga surya, tidak perlu ragu-ragu lagi. Yuk, temukan informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS di lokasi Anda dengan mengunjungi website resmi SolarHub!

     

    Referensi:

    https://p3tkebt.esdm.go.id/esmart/artikel

    https://pasangpanelsurya.com/pengertian-plts/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20181129104526-4-44210/mau-pasang-panel-surya-begini-cara-jual-beli-listrik-ke-pln

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220209124657-4-314046/warga-bisa-jual-listrik-100-ke-pln-kapasitas-plts-naik-2x

    https://solarhub.id

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

  • Mana yang Lebih Cocok untuk Anda: PLTS On Grid atau Off Grid?

    Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah PLTS. Namun, tahukah Anda bahwa PLTS dibagi lagi menjadi tiga jenis, yakni PLTS on grid, off grid, dan hybrid? Lalu, bagaimana cara kerja ketiganya? Nah, supaya Anda tidak salah memilih tipe PLTS yang paling sesuai dengan kebutuhan saat ingin beralih ke energi terbarukan, mari kita pelajari konsep dasar ketiga jenis PLTS yang tersedia dan kelebihannya di bawah ini.

    PLTS on grid adalah…

    Sesuai dengan namanya, PLTS on grid merupakan panel surya yang memiliki sambungan ke grid atau jaringan listrik sentral, sehingga tidak memerlukan baterai cadangan. Dengan kata lain, agar panel fotovoltaik dapat beroperasi dan menghasilkan energi listrik, semua panel tersebut harus terhubung dengan jaringan PLN terlebih dahulu.

    Mengenal PLTS off grid

    Di sisi lain, PLTS off grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang tidak terkoneksi dengan jaringan listrik sentral atau PLN. Berbeda dari PLTS on grid, jenis PLTS ini memerlukan baterai khusus untuk menampung energi cadangan. Jadi, PLTS off grid akan menyerap lebih banyak sinar matahari pada siang hari supaya penghuni gedung dapat langsung menggunakan listrik, dan sisanya akan disimpan untuk penggunaan di malam hari.

    Mana yang paling tepat untuk Anda?

    PLTS on grid, off grid, dan hybrid memiliki berbagai kelebihan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Apabila Anda tinggal di perkotaan besar yang sudah memiliki akses listrik dari PLN dan ingin menghemat penggunaan setiap bulannya, Anda dapat mempertimbangkan PLTS on grid atau hybrid. 

    Mengapa PLTS jenis tersebut sangat disarankan? Anda dapat menggunakannya kapan pun saat mendapatkan cahaya matahari yang memadai. Lalu, pada malam hari atau ketika cuaca sedang berawan, Anda bisa beralih ke listrik PLN sebagai pasokan energi untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    Lalu, bagaimana jika Anda berdomisili di daerah yang belum memiliki pasokan listrik stabil dan mencukupi dari PLN? PLTS off grid akan memenuhi kebutuhan Anda. Pasalnya, PLTS off grid dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari untuk disimpan dalam baterai berkapasitas besar. Dengan demikian, Anda tetap bisa memenuhi sebagian besar dari kebutuhan energi sehari-hari jika terjadi pemadaman listrik.

    Bagaimana jika jaringan sedang padam?

    Mungkin salah satu kekhawatiran terbesar Anda tentang PLTS adalah ketersediaan pasokan listrik ketika jaringan sentral sedang padam. Namun, Anda tidak perlu cemas karena PLTS off grid dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan pasokan listrik dari PLN. Jadi, Anda tetap bisa menggunakan peralatan elektronik di rumah karena ada tenaga cadangan dari baterai.

    Apakah hal yang sama juga berlaku untuk PLTS on grid? Tentu saja, asalkan pembangkit listrik yang Anda pilih merupakan jenis hybrid, atau yang dilengkapi dengan baterai. Sebab, jika Anda menggunakan PLTS on grid murni tanpa baterai dan jaringan listrik PLN sedang padam, Anda tidak dapat mengakses pasokan listrik tenaga surya, bahkan jika matahari masih bersinar.

    Benarkah bisa ekspor listrik berlebih ke PLN?

    Rahasia di balik penghematan konsumsi listrik dengan pemasangan PLTS on grid adalah sistem ekspor impor listrik dengan PLN. Bagaimana bisa? Sederhananya, Anda akan berhak menerima kompensasi sebesar 65% dari total energi yang dihasilkan oleh PLTS berdasarkan isi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 49/2018 mengenai Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN.

    Sederhananya, meteran EXIM yang terpasang pada rumah atau tempat kerja Anda akan menghitung kelebihan total daya listrik tenaga surya. Nah, kelebihan energi inilah yang akan disalurkan ke PLN, sehingga PLN bisa memotong tagihan listrik yang harus dibayarkan pengguna. 

    Skema perhitungan ini adalah untuk setiap 1 kWh yang dikirim ke PLN, Anda hanya perlu membayar penggunaan sebesar 0,65 kWh. Akan tetapi, revisi Permen terbaru telah meningkatkan persentase kompensasi ekspor listrik dari 65% menjadi 100%, sehingga konsumsi listrik Anda akan lebih hemat.

     

    Tentunya, kini Anda sudah mengetahui perbedaan PLTS on grid dan off grid. Saat memilih PLTS untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pastikan Anda mempertimbangkan konsumsi listrik dan lokasi saat ini. 

    Jika Anda sudah menentukan pilihan PLTS yang paling sesuai, sekaranglah saatnya untuk menemukan penyedia PLTS terdekat dengan Anda. Bagaimana caranya? Supaya lebih mudah, Anda dapat mengakses direktori vendor penyedia PLTS yang lengkap di berbagai wilayah, mulai dari kawasan metropolitan Jabodetabek hingga provinsi di luar Pulau Jawa, dengan mengunjungi website SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

    https://kumparan.com/marcel-bonifacio-tirta-wijata/perbedaan-antara-plts-on-grid-off-grid-dan-hybrid-1xcp0NdBjHw

    https://www.xurya.com/news/7

    https://www.ruangenergi.com/memasang-plts-atap-dengan-sistem-on-grid-apa-keuntungannya-buat-pelanggan-pln/

    https://solarhub.id

  • Tak Hanya Kaya Vitamin D, Sinar Matahari Juga Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif!

    Selain berfungsi sebagai salah satu sumber energi alternatif yang aman untuk lingkungan, matahari juga punya banyak manfaat untuk kesehatan fisik serta mental. Memangnya, apa saja kegunaan matahari dalam kehidupan sehari-hari di samping menerangi lingkungan sekitar dengan alami? Mari kita pelajari bagaimana sinar matahari dapat menguntungkan kehidupan kita dan ekosistem alam di bawah ini.

    Sumber energi listrik

    Karena energi tak terbarukan berpotensi mencemari lingkungan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan energi jangka panjang, sinar matahari memiliki peranan penting sebagai sumber energi alternatif. 

    Dengan adanya PLTS Atap yang memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti sinar matahari, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari tanpa mencemari lingkungan. Pasalnya, berbeda dengan listrik dari energi tak terbarukan, produksi listrik tenaga surya tidak menghasilkan emisi karbon yang besar. 

    Apakah Anda tertarik memanfaatkan pasokan listrik dari tenaga surya? Anda bisa mencari lebih banyak informasi tentang PLTS Atap di daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan atau FAQ pada website resmi SolarHub.

    Kaya akan vitamin D

    Peran sinar matahari tidak terbatas pada sumber energi alternatif saja. Mengapa? Karena cahaya matahari mengandung banyak vitamin D yang bertahan lebih lama pada tubuh jika dibandingkan dengan kandungan dalam suplemen makanan atau bahan baku masakan.

    Perlu diingat bahwa untuk menjaga kekokohan tulang dalam jangka waktu panjang, asupan sinar matahari harian yang disarankan adalah 600 International Unit (IU) untuk orang dewasa. Nah, Anda dapat mencukupi kebutuhan vitamin D dengan berjemur di luar ruangan pada pagi hari selama 10 hingga 20 menit setiap hari. 

    Dengan demikian, Anda akan mampu menjaga kelancaran proses kognitif pada kegiatan sehari-hari, serta terhindarkan dari risiko tulang dan gigi keropos.

    Meningkatkan kualitas tidur

    Kualitas tidur Anda sangat ditentukan oleh kinerja circadian rhythm pada tubuh. Apa itu? Sederhananya, circadian rhythm atau ritme sirkadian merupakan proses biologis yang mengatur kapan tubuh Anda bisa beraktivitas dan harus beristirahat. Salah satu faktor yang memengaruhi performa circadian rhythm adalah paparan terhadap cahaya eksternal, terutama cahaya matahari.

    Selama matahari masih bersinar, sel tubuh kita akan mengirimkan pesan kepada otak untuk memproduksi hormon yang meningkatkan kewaspadaan. Sebaliknya, saat matahari sudah terbenam, tubuh akan memproduksi hormon melatonin yang akan membuat Anda mengantuk dan tidur lebih nyenyak. Jadi, cahaya matahari merupakan sumber energi alternatif yang juga dapat membuat kualitas tidur lebih baik.

    Membantu meningkatkan mood

    Tidak hanya meningkatkan kualitas tidur dan menjadi sumber energi alternatif, sinar matahari juga membawa pengaruh baik bagi suasana hati Anda. Mengapa? Cahaya matahari yang ditangkap oleh sel iPRGC atau reseptor cahaya pada retina mata dapat menjangkau area tertentu pada otak, yaitu sistem limbik. 

    Area tersebut berperan dalam mengatur kondisi emosional Anda, sehingga jika terpapar oleh sinar matahari, produksi hormon yang membuat suasana hati lebih baik juga akan meningkat. Oleh sebab itu, dengan asupan sinar matahari yang mencukupi setiap harinya, Anda dapat menurunkan risiko mengalami gangguan pada kesehatan mental.

    Sumber cahaya alami

    Salah satu fungsi terpenting dari matahari adalah sumber penerangan alami. Matahari memang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, tetapi pada saat yang bersamaan, cahaya matahari juga dapat menghemat penggunaan listrik. 

    Pada siang hari, Anda tidak perlu menyalakan lampu karena cahaya dari luar sudah cukup untuk menerangi rumah Anda. Hal ini dapat membantu Anda menekan konsumsi energi listrik, dan pada akhirnya, tagihan listrik bulanan Anda akan lebih murah.

    Berguna bagi makhluk hidup lain

    Manfaat cahaya matahari tidak hanya terasa bagi manusia. Di samping berperan sebagai sumber energi alternatif dan penunjang kesehatan untuk Anda, hewan dan tumbuhan juga akan diuntungkan dengan sinar matahari. Bagaimana bisa? 

    Dengan adanya cahaya matahari, berbagai spesies hewan bisa menghangatkan tubuh mereka. Fungsi ini sangatlah penting untuk hewan berdarah dingin yang tidak dapat mengatur suhu tubuh mereka sendiri, seperti reptil. Jadi, mereka harus mengandalkan matahari. 

    Selain itu, tumbuhan juga membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan oksigen dan sumber makanan bagi mereka sendiri serta spesies makhluk hidup lainnya.

     

    Bagaimana, Anda sudah memahami betapa bergunanya cahaya matahari untuk diri sendiri sekaligus ekosistem alam? Kabar baiknya, Anda juga bisa memperoleh pasokan listrik yang tidak kunjung habis, sekaligus menikmati manfaat sinar matahari sebagai sumber energi alternatif terbarukan dengan memasang PLTS Atap. 

    Jika Anda sudah mengetahui serba-serbi PLTS Atap dan memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan dengan kalkulator surya, Anda bisa langsung mencari vendor penyedia PLTS melalui direktori SolarHub.

  • Kenalan dengan Prinsip Kerja Panel Surya, Ternyata Simpel!

    Pernah melihat benda semacam papan berwarna biru dengan garis kotak-kotak putih di atap bangunan? Atau mungkin Anda justru melihatnya di atas lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) saat sedang berhenti di lampu merah? Papan tersebut adalah panel surya, yang dapat menyerap sinar matahari melalui sel surya dan mengonversinya menjadi energi listrik. Memangnya, bagaimana prinsip kerja panel surya hingga mampu melakukan hal tersebut?

    Panel surya terdiri dari kumpulan sel surya

    Pada dasarnya, komponen utama dari panel surya adalah kumpulan sel surya yang disatukan. Nah, banyaknya sel surya yang disusun pada atap gedung untuk membentuk panel surya akan berbanding lurus dengan energi yang dihasilkan. Dengan kata lain, secara umum semakin banyak panel yang terdapat di atap, semakin besar pula total energi yang dapat digunakan oleh penghuni gedung.

    Lalu, material apakah yang digunakan untuk membuat sel surya? Umumnya, Anda akan menemukan lapisan silikon yang bersifat semikonduktor atau mampu menghantarkan arus listrik antara materi konduktor dan isolator. Bahan konduktor yang terdapat pada sel surya adalah strip logam, sedangkan isolatornya berupa lapisan kaca yang bertujuan melindungi panel surya dari kerusakan eksternal dan menyerap cahaya matahari.

    Fotovoltaik, prinsip kerja panel surya

    Bagaimanakah prinsip kerja panel surya mampu menghasilkan energi listrik untuk berbagai kebutuhan rumah tangga? Proses tersebut tidaklah mustahil berkat adanya teknologi fotovoltaik (photovoltaic) yang bisa mengubah partikel cahaya menjadi sumber energi. 

    Perlu diingat bahwa sinar matahari mengandung foton, partikel terkecil yang mampu menghantam atom pada permukaan sel surya untuk memisahkan elektronnya melalui proses pembentukan energi besar. Kemudian, elektron tersebut akan terpisah dan memiliki muatan negatif, sehingga bisa berpindah ke pita konduksi dari bahan semikonduktor. 

    Atom yang sudah kehilangan muatan negatif tersebut akan menjadi hole atau atom bermuatan positif. Elektron dan hole akan saling menjauhi kutub yang sesuai dengan elemen mereka, sehingga terciptalah pergerakan pada daerah persimpangan kutub positif dan negatif. Pergerakan inilah yang kemudian menghasilkan listrik tenaga surya untuk disimpan dalam baterai.

    Dapat beroperasi saat mendung dan hujan

    Apakah prinsip kerja panel surya hanya berlaku pada hari yang cerah? Jawabannya tentu saja tidak. Perlu diingat bahwa PLTS Atap tetap memproduksi energi listrik saat hujan meski produksinya akan menurun. Jadi, Anda masih bisa menggunakan listrik tenaga surya saat cuaca sedang tidak cerah. Bahkan jika Anda memiliki baterai khusus, energi listrik yang dihasilkan melalui teknologi fotovoltaik pun dapat tersimpan dalam baterai tersebut.

    Dengan energi listrik yang tersimpan di dalam baterai khusus, Anda tidak perlu takut kehabisan energi. Sel surya juga mampu menangkap cahaya tidak langsung atau sinar matahari yang terhalang awan, bahkan gelombang merah dan biru dari sinar UV untuk menambah pasokan energi. Akan tetapi, produksi listrik yang biasa dihasilkan pada keadaan tersebut biasanya hanya berkisar antara 10 sampai 25 persen dari kapasitas produksi optimumnya.

    Anda juga tidak perlu takut kehabisan daya baterai, sebab sel surya juga mampu menangkap cahaya tidak langsung atau sinar matahari yang terhalang awan. Bahkan, beberapa sel surya bisa menyerap lebih banyak jenis spektrum pada sinar UV, misalnya gelombang merah dan biru, untuk menambah pasokan energi pada saat mendung dan hujan. 

    Bisa lanjut “ekspor impor” listrik ke PLN

    Prinsip kerja panel surya akan membantu Anda menghemat tagihan listrik setiap bulannya karena PLN memberlakukan sistem “ekspor impor” kelebihan daya dari tenaga surya. Seperti apakah prosesnya? Pertama, Anda harus mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan oleh PLN untuk memasang PLTS Atap dengan net meter atau meteran EXIM. 

    Meteran EXIM berfungsi untuk mengukur surplus atau kelebihan daya listrik yang masuk ke jaringan milik PLN. Tidak hanya itu, alat pengukur ini juga dapat menghitung penggunaan listrik dari PLN ketika sel surya tidak menyerap sinar matahari, misalnya pada malam hari. 

    Terakhir, tagihan pemakaian listrik Anda akan dikurangi berdasarkan besaran energi listrik yang diekspor ke PLN dan kapasitas maksimum yang diizinkan oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018, yaitu 65%. Pengurangan tagihan penggunaan listrik tersebut akan membantu Anda mengirit biaya pemakaian listrik sebesar 30% sampai 40% per bulannya.

    Prinsip kerja panel surya ternyata tidak serumit yang diperkirakan karena hanya melibatkan pergerakan antara atom positif dan elektron negatif. Sistem fotovoltaik itulah yang memungkinkan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. 

    Pemahaman tersebut sangatlah penting jika Anda berencana memasang panel surya untuk penggunaan rumah tangga, sehingga Anda dapat memaksimalkan penggunaannya untuk gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Dapatkan lebih banyak informasi dengan menyimak FAQ dan membaca publikasi IESR seputar PLTS Atap di website resmi SolarHub.

     

    Referensi:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/

    https://www.kompas.com/sains/read/2021/09/10/130200523/prinsip-kerja-sel-surya-alternatif-energi-yang-ramah-lingkungan

    https://www.sanspower.com/panel-surya-prinsip-kerja-dan-kegunaan-yang-bisa-didapatkan.html

    https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia

    https://elektro.umy.ac.id/apa-dan-bagaimana-sistem-kerja-panel-surya/

    https://kumparan.com/solar-kita/mengapa-menggunakan-sistem-plts-atap-bisa-menghemat-pengeluaran

    http://m.icasolar.com/support/blog/eximmm

  • Pakai Listrik Tenaga Surya, Mari Sama-sama Kurangi Dampak Krisis Iklim!

    Belakangan ini, banyak media yang menggaungkan bahwa dunia sedang mengalami krisis iklim atau biasa dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Namun, apa itu krisis iklim? Pada dasarnya, fenomena tersebut membuat suhu bumi meningkat sehingga udara terasa lebih panas. 

    Krisis iklim dapat merugikan lingkungan maupun kualitas hidup karena dengan iklim yang lebih panas, volume air laut akan meningkat dan pertumbuhan tanaman sebagai sumber makanan juga akan terganggu. Akan tetapi, pemakaian listrik tenaga surya dapat menekan dampak dari kondisi krisis iklim. Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama-sama di artikel ini.

    Bagaimana kondisi krisis iklim terkini? 

    Para ahli iklim memperkirakan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat setidaknya sebesar 1,2 derajat Celcius pada tahun 2023 ini. Hal ini berbeda dari informasi pada tahun 2016 hingga 2022. Bagaimana bisa? Menurut NASA, suhu bumi sempat mencapai rata-rata yang wajar karena fenomena La Nina, atau pendinginan permukaan air laut di Samudra Pasifik, bertahan lebih lama. 

    Akan tetapi, Gavin Schmidt selaku kepala Goddard Institute of Space Studies dari NASA menyatakan bahwa ada kemungkinan justru fenomena La Nina akan digantikan dengan El Nino yang meningkatkan suhu permukaan samudra. Jika itu terjadi, suhu bumi bisa bertambah panas pada akhir tahun 2023 hingga tahun 2024. 

    Sementara itu, Persetujuan Paris (Paris Agreement) mencoba membatasi peningkatan suhu bumi agar tidak melewati 1,5 derajat Celcius karena jika lebih dari itu, akan terjadi fenomena cuaca ekstrem dan meningkatnya frekuensi bencana alam yang membahayakan kehidupan.

    Tekan dampak krisis iklim dengan listrik tenaga surya

    Tidak hanya fenomena El Nino, salah satu penyebab krisis iklim yang paling signifikan adalah tingginya tingkat penggunaan energi fosil. Para ahli prediksi iklim dari NASA dan Met Office pun juga menyetujui bahwa peningkatan suhu permukaan bumi akan semakin tinggi seiring dengan banyaknya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) global yang terperangkap hingga membuat iklim lebih panas. 

    Sayangnya, energi fosil digunakan untuk banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya pasokan listrik. Padahal, berdasarkan informasi dari EPA, energi fosil memiliki jejak karbon yang cukup besar, yaitu 820 ton, karena 65% dari karbon dioksida di bumi berasal dari sana. Maka dari itu, dengan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik tenaga surya, Anda dapat menekan efek negatif krisis iklim.

    Sumber energi terbarukan, lebih ramah lingkungan 

    Listrik tenaga surya lebih ramah lingkungan karena sumbernya berasal dari energi terbarukan, yakni sinar matahari. Hal ini pun didukung oleh penelitian dari Our World in Data yang menunjukkan bahwa emisi karbon tenaga surya hanya sebesar 5 ton. Oleh sebab itulah semakin banyak negara yang beralih ke sumber energi terbarukan.

    Secara teori pun, peralihan ke listrik tenaga surya di Indonesia juga tidak sulit karena menurut publikasi IESR, potensi energi terbarukan Indonesia berkisar antara 3.396 GWp hingga 19.385 GWp. Sayangnya, pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,2 GWp atau di bawah 1% dari total kapasitas yang ada. 

    Untuk mendukung transisi ke energi terbarukan, pemerintah pun telah memprakarsai banyak program insentif, salah satunya melalui peningkatan ekspor listrik tenaga surya ke PLN sebesar 100% setelah Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang PLTS Atap direvisi.

    Langkah awal yang sebaiknya diambil

    Nah, bagaimanakah Anda bisa memulai peralihan ke energi surya untuk kehidupan sehari-hari dan mencegah dampak krisis iklim? Caranya sangat mudah, yaitu cukup dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

    Pertama, karena bentuk pemanfaatan energi surya cukup banyak, alangkah baiknya jika Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang listrik tenaga surya. Setelah mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Anda bisa mulai memperhitungkan kebutuhan listrik dan dana pemasangan panel tenaga surya untuk rumah tangga berdasarkan penggunaan selama ini.

    Peningkatan suhu bumi dari krisis iklim berpotensi merugikan kenyamanan dan kesehatan Anda. Untuk menangkal efek negatif tersebut, tenaga listrik surya dapat membantu dengan emisi karbon yang jauh lebih kecil daripada bahan bakar fosil, serta sumbernya yang terbarukan. 

    Tidak perlu cemas, Anda juga bisa berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan dari krisis iklim dengan pemasangan panel tenaga surya. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa. Sebelum memasang panel tenaga surya, dapatkan informasi seputar PLTS Atap melalui publikasi IESR. Terakhir, jangan lupa simulasikan penghitungan kebutuhan PLTS Atap untuk rumah Anda dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://pertaminapower.com/pembangkit-listrik-tenaga-surya

    https://www.axios.com/2023/01/14/global-warming-accelerates-2023

    https://dunia.rmol.id/read/2022/12/20/557676/peneliti-iklim-sebut-2023-akan-jadi-tahun-terpanas-bumi

    https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/09/02/2952/indonesia.kaya.energi.surya.pemanfaatan.listrik.tenaga.surya.oleh.masyarakat.tidak.boleh.ditunda

    https://ourworldindata.org/safest-sources-of-energy

  • 5 Pemanfaatan Tenaga Surya untuk Kehidupan Sehari-hari

    Menurut data dari Institute for Essential Services Reform (IESR), pengguna PLTS Atap di Indonesia mencapai angka 5.848 pada 2022 lalu. Jumlah tersebut meningkat daripada tahun 2021, yaitu sebanyak 4.794 pengguna. 

    Sayangnya, bagi banyak orang, tenaga surya masih menjadi suatu hal yang asing. Padahal, sebetulnya pemanfaatan tenaga surya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yang tentunya bisa kita rasakan sendiri penggunaannya. Berikut lima contoh penggunaan tenaga surya dalam aktivitas keseharian.

    Sumber energi untuk penggunaan alat elektronik

    Pemanfaatan tenaga surya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah pasokan listrik untuk menyalakan alat elektronik. Tidak dapat dimungkiri bahwa rutinitas rumah tangga memerlukan peralatan elektronik seperti lemari es, blender, pendingin ruangan, komputer, dan sebagainya. 

    Apabila ditotal, besaran daya yang diperlukan untuk bisa menggunakan semua alat elektronik tersebut cukup signifikan. Kemudian, apabila Anda mengandalkan alat pemanas air yang memerlukan listrik, tidak menutup kemungkinan tagihan bulanan Anda akan meningkat. 

    Itulah kenapa keberadaan tenaga surya sangatlah berguna untuk menjaga kemudahan dan kenyamanan di rumah dengan hemat energi. Dengan demikian, Anda dapat menggunakan alat elektronik yang dimiliki tanpa perlu mengkhawatirkan tagihan yang membengkak.

    Mengaktifkan penerangan

    Tidak hanya untuk mendukung penggunaan alat elektronik dalam konteks rumah tangga, pemanfaatan tenaga surya juga sangat berguna untuk penerangan di dalam maupun luar rumah. 

    Misalnya, ketika cuaca sedang mendung dan tidak ada pencahayaan alami yang masuk ke rumah, Anda dapat menyalakan lampu dengan tenaga surya cadangan dari baterai. Lalu, dengan adanya lampu jalanan umum yang menggunakan listrik tenaga surya, keamanan warga kota pada malam hari jadi lebih terjamin dan biaya tagihan listrik pun dapat ditekan. 

    Selain untuk perkotaan besar, tenaga surya sangatlah diperlukan untuk wilayah terpencil yang belum mendapatkan akses listrik stabil dan memadai. Sebagai alternatif, mereka dapat mengandalkan pasokan listrik dari pembangkit tenaga surya.

    Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya

    Contoh pemanfaatan tenaga surya berikutnya yang sedang populer belakangan ini adalah stasiun pengisian baterai listrik dari energi terbarukan. Mengapa demikian? Dalam rangka mengurangi emisi karbon secara global dari kendaraan bermotor, para pemimpin dunia telah mendorong penggunaan kendaraan listrik di negara masing-masing. Nah, inisiatif ini juga berlaku di Indonesia.

    Untuk mendukung transisi ke kendaraan listrik yang dinilai lebih ramah lingkungan, pemerintah telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif. Beberapa di antaranya adalah subsidi pembelian mobil atau motor listrik, serta pembangunan fasilitas umum untuk mengisi ulang baterai kendaraan listrik di berbagai lokasi strategis. 

    Nah, stasiun pengisian baterai ini menggunakan tenaga surya sebagai pasokan energi untuk mendukung penggunaan energi terbarukan yang bersih demi pelestarian lingkungan.

    PV Cold Storage

    Indonesia memiliki potensi perikanan yang tidak dapat dianggap remeh. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2021, jumlah hasil produksi perikanan laut yang dijual secara nasional hampir mencapai 870 ribu ton. 

    Walaupun emisi karbon untuk produksi serta penyimpanan hasil perikanan berkisar antara 6 hingga 18 kilogram per 100 gram protein, suhu dingin sangatlah penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk perikanan. Namun, ada solusi penyimpanan yang lebih ramah lingkungan, yakni pemanfaatan tenaga surya untuk sistem pendinginan atau photovoltaic cold storage. 

    Dengan baterai yang dapat menyimpan listrik dari hasil konversi sinar matahari melalui sel surya, teknologi ini mampu mengatur suhu dari 0 sampai -150 derajat Celcius dengan lebih efisien.

    Agrivoltaic

    Produksi makanan dari laut bukanlah satu-satunya penyumbang jejak karbon yang signifikan. Proses agrikultur juga turut meningkatkan emisi gas rumah kaca karena banyaknya air yang diperlukan untuk menyiram tumbuhan, penggunaan pestisida, serta karbon dioksida dari proses penanaman. Oleh sebab itu, agrivoltaic atau sistem agrikultur dengan pemanfaatan tenaga surya hadir untuk mengurangi emisi karbon dalam skala besar.

    Bagaimanakah cara kerjanya? Rangkaian sel surya photovoltaic akan menaungi sekelompok tumbuhan untuk menjaga kelembapan tanahnya, terutama di tengah cuaca yang tidak stabil. Di sisi lain, tumbuhan juga mendukung efektivitas panel surya melalui proses evapotranspirasi, atau penguapan air dari lahan ke atmosfer.

    Dari berbagai contoh yang sudah disebutkan, pemanfaatan tenaga surya bukanlah sesuatu yang jauh dan asing. Justru sebaliknya, penggunaan energi terbarukan adalah hal yang berkaitan sangat erat dengan kehidupan sehari-hari dan bahkan bisa mendukung kelancarannya. 

    Anda dapat merasakan sendiri manfaat dari tenaga surya dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Supaya pemasangan atap panel surya lebih efisien, perkaya pengetahuan Anda dengan membaca FAQ dan publikasi IESR yang membahas serba-serbi PLTS Atap di website resmi SolarHub sebelum beralih ke listrik tenaga surya.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kumparan.com/gigih-wijaya/5-aplikasi-penggunaan-panel-surya-di-kehidupan-sehari-hari-1xcu5cQZSlE/full

    https://sunenergy.id/blog/contoh-pemanfaatan-energi-alternatif-tenaga-surya/

    https://sedayu.com/2021/11/30/5-kegunaan-energi-surya-sehari-hari/

    https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/mayoritas-pengguna-panel-surya-atap-di-indonesia-dari-perumahan

    https://ourworldindata.org/carbon-footprint-food-methane

  • 7 Seleb Internasional yang Sudah Lakukan Pemasangan Panel Surya

    Biasanya, gaya hidup selebritas identik dengan hal-hal mewah. Namun, ada juga beberapa tokoh terkenal yang mencurahkan kekayaan mereka untuk melestarikan lingkungan, salah satunya dengan melakukan pemasangan panel surya. Lantas, siapa saja seleb yang sudah beralih ke energi terbarukan? Simak daftar di bawah ini sampai akhir, sebab mungkin saja bintang favorit Anda juga termasuk salah satunya.

    Mark Ruffalo 

    Mark Ruffalo sudah lama menentang pengeboran minyak dari fosil bumi sebagai sumber listrik sejak wilayah tempat tinggal keluarganya, yaitu Kota Callicoon, sering diterjang banjir akibat adanya ekspansi pengeboran minyak fosil bumi untuk pasokan listrik di New York. 

    Maka dari itu, aktor yang terkenal dengan perannya sebagai The Hulk di seri Avengers ini mendukung implementasi energi terbarukan yang bersih melalui pemasangan panel surya. Selain untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel tenaga suryanya juga disalurkan menjadi pasokan listrik untuk para tetangganya.

    Julia Roberts 

    Sejak lama, Julia Roberts sudah terlibat aktif dalam berbagai kampanye pelestarian lingkungan, termasuk untuk penerapan energi terbarukan. Karena itulah dia terpilih sebagai pemeran utama untuk film Erin Brockovich, sebuah biografi kisah nyata tentang perjuangan seorang ibu melawan perusahaan listrik yang mengotori air bersih di kota tempat tinggalnya.

    Namun, ia semakin bertekad untuk menyelamatkan lingkungan sejak melahirkan anaknya. Selain menggunakan material dan desain ramah lingkungan untuk rumahnya di Malibu, Julia Roberts juga melakukan pemasangan panel surya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

    Orlando Bloom 

    Bintang utama dari film Pirates of the Caribbean ini menyadari urgensi dari pencegahan krisis iklim melalui perjalanannya ke Benua Antartika. Sejak melihat banyaknya gletser yang meleleh, Orlando Bloom berniat untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan dan telah menjadi duta penyelamatan lingkungan.

    Tekad tersebut sangat tampak dari rumahnya di London setelah menjalani proses renovasi. Tidak hanya bepergian dengan mobil listrik hybrid, ia juga melakukan pemasangan panel surya pada atap dan menggunakan lampu hemat energi. 

    Brad Pitt

    Brad Pitt memiliki rasa peduli yang sangat tinggi terhadap masyarakat serta lingkungan. Oleh sebab itulah pada tahun 2006, ia mendirikan Make It Right, sebuah yayasan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan solusi ramah lingkungan. 

    Salah satu inisiatif terbesarnya adalah memberikan tempat tinggal bagi masyarakat tunawisma di Kansas dengan merenovasi gedung sekolah yang sudah lama terbengkalai. Sesuai dengan misinya untuk mendukung energi terbarukan, setiap proyek yayasan tersebut sudah dilengkapi dengan pemasangan panel surya untuk membantu penghuni menghemat tagihan listrik.

    Rachel McAdams

    Sama seperti Julia Roberts, Rachel McAdams juga sudah lama terlibat dalam upaya penggalakan gaya hidup ramah lingkungan. Tidak hanya menjadi duta dari berbagai kampanye pelestarian lingkungan, aktris yang pernah membintangi film Mean Girls ini juga menerapkan gaya hidup yang hijau. 

    Ia selalu menghemat listrik dengan mencabut peralatan yang tidak digunakan, bepergian dengan sepeda sebisa mungkin, dan melakukan pemasangan panel surya pada atap rumahnya sebagai sumber energi terbarukan.

    Leonardo DiCaprio

    Leonardo DiCaprio juga termasuk dalam daftar seleb yang sudah melakukan pemasangan panel surya. Namun, pemasangan tersebut tidak hanya terbatas pada tempat tinggal pribadinya. 

    Aktor utama film Titanic ini kerap berinvestasi untuk inisiatif energi terbarukan, dan ia juga menjabat sebagai anggota dewan penasihat Kingo, sebuah perusahaan energi yang mendukung pemerataan listrik tenaga surya di daerah terpencil. Melalui inisiatif program listrik terbarukan dengan sistem prabayar dari Kingo, kini taraf hidup 500 hingga 600 ribu rumah tangga di Guatemala sudah meningkat pesat.

    Alicia Silverstone

    Sebagai aktivis penyelamatan lingkungan, Alicia Silverstone menjalani gaya hidup ramah lingkungan yang sangat menonjol dari rumahnya. Tempat tinggal dengan keluarganya dilengkapi dengan pemasangan panel surya, kebun sayur dan buah dengan pupuk kompos hasil daur ulang untuk mendukung diet vegan, serta mobil listrik. 

    Melalui ketiga inisiatif tersebut, Alicia mampu memenuhi semua kebutuhan keluarganya dengan mandiri, baik dari segi nutrisi maupun kenyamanan. Jadi, mereka dapat berkegiatan sambil menghemat konsumsi listrik dengan lebih mudah.

    Bagaimana, Anda tertarik dengan gaya hidup hijau dari seleb yang Anda kagumi? Anda juga bisa mengikuti jejak mereka untuk menyelamatkan lingkungan. Supaya lebih mudah, mulailah dengan langkah-langkah kecil terlebih dahulu, salah satunya dengan pemasangan panel surya pada atap rumah Anda. 

    Sebelum memasang PLTS Atap, ada baiknya Anda menyimak FAQ atau pertanyaan yang paling sering ditanyakan mengenai atap panel surya di website resmi SolarHub terlebih dahulu. Dengan demikian, persiapan Anda pun akan lebih matang.

     

    Referensi:

    https://solarhub.id/

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://www.goadtsolar.com/blog/12-trendsetting-celebrities-with-solar-panels/

    https://www.solarsam.com/solar-news/celebrities-that-have-solar/

    https://www.mysolar.com/celebrities-that-have-made-the-switch-to-home-solar-power/index.html

    https://www.motherjones.com/environment/2014/01/inquiring-minds-mark-ruffalo-fracking-solar/

    https://www.integratesun.com/post/celebrities-with-solar-energy

    https://www.recordonline.com/story/entertainment/local/2007/02/22/lord-rings-actor-orlando/52803863007/

    https://www.ecowatch.com/brad-pitts-foundation-embraces-green-building-and-solar-energy-1881817166.html

    https://mashable.com/article/leonardo-dicaprio-kingo-solar-energy

    https://www.hahasmart.com/blog/3109/solar-energyscelebrity-status

  • Lebih Hemat Tagihan Listrik Rumah Tangga dengan Atap Panel Tenaga Surya

    Penyesuaian tarif listrik kerap membuat tagihan listrik bulanan rumah tangga jadi ikut naik. Padahal, masih ada kebutuhan lain yang perlu Anda penuhi. Investasi pada pemasangan atap panel tenaga surya, atau disebut juga PLTS Atap, bisa menjadi salah satu solusi efektifnya. Bagaimana bisa? Mari kita temukan jawabannya bersama-sama di bawah ini.

    Tak perlu pakai listrik PLN saat siang hari 

    Memasang atap panel tenaga surya akan membantu Anda menghemat tagihan listrik PLN berkat cara kerja PLTS Atap. Pada dasarnya, atap panel tenaga surya mampu menangkap cahaya matahari dan mengubah energi tersebut menjadi pasokan listrik. Kemudian, listrik yang telah dikonversi akan disimpan dalam baterai khusus yang dapat digunakan kapan saja, terutama pada siang hari saat sinar matahari sedang cerah. 

    Perlu diingat juga bahwa kapasitas panel PLTS Atap cukup beragam, mulai dari skala kecil hingga yang besar. Misalnya, panel pada atap gedung kantor Kementerian ESDM di Jakarta Timur memiliki kapasitas yang cukup besar, yaitu 20 kWp (kiloWatt peak). Dalam satu hari, daya listrik maksimum yang dihasilkan bisa mencapai 20.160 Watt. 

    Besaran energi tersebut sangat cukup untuk menerangi semua lampu di kedelapan lantai kantor di bawah atap. Dengan demikian, pemenuhan energi listrik Anda pada siang hari dapat diperoleh secara gratis dari pemanfaatan surya atap.

    “Ekspor impor” listrik dengan PLN 

    Energi terbarukan dari sinar matahari akan membantu inisiatif penghematan konsumsi listrik Anda, terlebih melalui penerapan sistem “ekspor impor” listrik dengan PLN. Bagaimanakah cara kerja sistem ini? 

    Setelah Anda memasang atap panel tenaga surya, daya yang dihasilkan dari panel tersebut akan mengurangi tagihan listrik Anda sebesar 65% dari total output maksimumnya. Dengan kata lain, setiap 1 Watt listrik yang dihasilkan oleh PLTS Atap akan dihargai 65% dari tarif dasar listrik. Jadi, Anda cukup membayar sisa dari potongan harga tersebut yang dijumlahkan dengan biaya penggunaan listrik PLN.

    Namun, persentase dalam skema tersebut kini sudah diperbarui. Berdasarkan isi dari Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, listrik yang bisa diekspor ke PLN telah dinaikkan menjadi 100%. Tentunya, perubahan ini akan semakin menguntungkan Anda.

    Bisa hemat tagihan listrik hingga 30-40 persen 

    Anda sudah mengetahui bahwa pemasangan atap panel tenaga surya mampu menghemat tagihan listrik bulanan, tetapi seberapa banyak potongan harga yang akan Anda nikmati? Jawaban pastinya bergantung pada kapasitas panel surya yang dipasang dan besaran listrik yang digunakan. Namun, secara rata-rata, Anda diperkirakan dapat menghemat tagihan listrik sebesar 30 hingga 40 persen setiap bulannya.

    Untuk mendapatkan gambaran perhitungan yang lebih jelas, berikut ilustrasi yang dapat Anda pertimbangkan. Pertama, mari kita asumsikan bahwa kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi dengan atap panel tenaga surya berkapasitas 3 kWp atau 3.000 Watt per bulan. Jika demikian, Anda bisa menghemat biaya tagihan listrik mulai dari Rp300 ribu per bulan dengan skema ekspor listrik sebesar 65% dari total daya ke PLN.

    Budget investasi awal yang perlu disiapkan

    Sebelum Anda dapat menikmati manfaat dari listrik tenaga surya, mulai dari penghematan biaya listrik hingga energi terbarukan yang lebih bersih bagi lingkungan, Anda harus menyiapkan sejumlah biaya terlebih dahulu. 

    Pemasangan atap panel tenaga surya memerlukan biaya sekitar Rp14 juta hingga Rp18 juta per kWp. Apabila Anda ingin memasangnya untuk keperluan rumah tangga, Anda membutuhkan kapasitas 3 kWp dengan total harga mulai dari Rp42 juta sampai Rp54 juta. 

    Namun, harga tersebut sudah relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu Rp24 juta per kWp. Selain itu, Anda juga dapat menutup biaya awal memasang atap panel tenaga surya melalui penghematan tagihan listrik dalam waktu 7 sampai 10 tahun.

    Memiliki atap panel tenaga surya akan sangat menguntungkan Anda, terutama jika Anda ingin menghemat tagihan listrik bulanan. Bagaimana tidak? Berkat adanya sistem ekspor impor listrik dengan PLN sebesar 65% hingga 100% dari total daya panel surya, Anda dapat menekan pengeluaran konsumsi listrik sebesar 30 sampai 40 persen per bulannya!

    Namun, sebelum memasang panel tenaga surya, pastikan penghitungan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mempermudah proses kalkulasi kebutuhan pemasangan PLTS Atap di rumah Anda, gunakan saja kalkulator surya di website SolarHub. Setelah menemukan penghitungan yang tepat, Anda bisa mulai mencari informasi vendor penyedia jasa listrik tenaga surya di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/badan-pengembangan-sumber-daya-manusia/narasi-tunggal-pasang-plts-atap-tagihan-listrik-lebih-hemat-1

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220211151612-4-314777/mau-pasang-plts-atap-cek-dulu-penghematan-tagihan-listriknya

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20230117/44/1619160/ekspor-listrik-plts-atap-tagihan-bisa-hemat-40-persen

    https://solarhub.id/

    https://kalkulator.solarhub.id