Tag: plts

  • Begini Cara Ekspor Impor Energi Listrik ke PLN dengan Pasang Panel Surya!

    Pemasangan panel surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia karena tingginya sumber energi matahari di sini. Sebagai negara tropis yang berlokasi di garis khatulistiwa, potensi pemanfaatan energi cahaya matahari sebagai sumber listrik di Indonesia sangatlah besar. 

    Menurut data dari IESR, potensi teknis dari panel surya untuk rumah tangga Indonesia berkisar antara 194 hingga 655 GigaWatt Peak (GWp) untuk 34 provinsi. Apalagi, sekarang pemerintah sudah memiliki sejumlah inisiatif untuk mendorong penerapan teknologi tersebut, salah satunya ekspor impor energi listrik. Apa saja keuntungannya?

    Mengenal 3 jenis sistem PLTS

    Saat ingin memasang panel surya, Anda harus memilih salah satu dari tiga jenis sistem PLTS yang tersedia, yaitu PLTS on grid, off grid, dan hybrid. Ketiga tipe PLTS tersebut memiliki cara kerja serta kelebihan yang berbeda-beda untuk kebutuhan Anda. Pertama, sistem on grid memerlukan panel surya yang terhubung dengan jaringan listrik sentral, atau PLN dalam konteks Indonesia. Maka dari itu, penggunaannya lebih disarankan untuk perkotaan besar. 

    Kemudian, ada PLTS off grid yang cocok untuk wilayah terpencil atau belum memiliki akses listrik yang cukup stabil. Pasalnya, jenis PLTS ini memiliki baterai yang terhubung dengan panel surya. Jadi, Anda akan memiliki pasokan listrik cadangan pada malam hari atau hari mendung. 

    Terakhir, ada sistem PLTS hybrid yang menggabungkan pasokan listrik sentral dari PLTS on grid dan baterai cadangan dari PLTS off grid untuk operasionalnya. Karena lebih fleksibel, Anda dapat memasang PLTS tersebut di mana saja.

    Ekspor energi listrik berlebih ke PLN

    Saat Anda memiliki sumber energi listrik berlebih dari panel surya, Anda bisa melakukan ekspor impor dengan PLN. Bagaimana bisa? Sistem ekspor impor ini berdasar pada Peraturan Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 49 Tahun 2018 yang mengatur Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen Perusahaan Listrik Negara.

    Namun, undang-undang tersebut sudah diperbarui, sehingga terbitlah Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 mengenai Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. Menurut isi peraturan terbaru yang telah disebutkan, energi listrik yang diekspor ke PLN dikalkulasi berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh EXIM dan dikali 100% Persentase tersebut berbeda dengan angka dalam Permen 49/2018, yaitu 65%.

    Cara ekspor impor energi listrik dengan PLN

    Mekanisme ekspor impor energi listrik dengan PLN relatif sederhana, sebab Anda hanya membutuhkan sistem PLTS Atap dan memenuhi persyaratan EXIM.

    Namun sebelum itu, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur untuk memasang PLTS Atap serta pengukur daya yang diperlukan. Prosedur tersebut mencakup permohonan kepada kantor PLN setempat, proses evaluasi dan verifikasi permohonan dalam 15 hari kerja oleh PLN, dan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) setelah selesai memasang PLTS Atap di rumah Anda.

    Setelah memiliki semua perangkat yang diperlukan, meteran EXIM akan mengukur konsumsi daya di rumah Anda. Pada siang hari, total kelebihan listrik dari tenaga surya akan diekspor ke PLN. Jadi, pelanggan hanya perlu membayar tagihan listrik hasil pengurangan dari pemakaian konsumsi energi saat ini dengan akumulasi energi surya yang dikirimkan ke PLN.

    Yuk, pasang PLTS sekarang!

    Sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, PLTS jelas memiliki manfaat yang baik bagi lingkungan. Beberapa di antaranya yang paling mencolok adalah emisi karbon yang lebih kecil dan bebas polusi, sehingga Anda tidak perlu takut mencemari alam saat menjalani kegiatan sehari-hari.

    Jika Anda ingin melanjutkan niat baik ini, Anda bisa menghitung kapasitas dan jumlah panel surya yang diperlukan berdasarkan konsumsi energi sehari-hari. Agar pemasangan PLTS Atap Anda lebih praktis dan efisien, Anda dapat mengunjungi halaman kalkulator surya SolarHub untuk memperoleh rincian yang disarankan.

     

    Dengan memasang panel surya, Anda dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan menghemat tagihan listrik secara bersamaan. Teknologi sumber listrik terbarukan yang sedemikian rupa sangat pas untuk diterapkan di Indonesia, sebab pasokan cahaya mataharinya sangat terbantu oleh letaknya di garis khatulistiwa. 

    Apabila Anda sudah siap untuk beralih ke listrik tenaga surya, tidak perlu ragu-ragu lagi. Yuk, temukan informasi lebih lanjut tentang penyedia jasa pemasangan PLTS di lokasi Anda dengan mengunjungi website resmi SolarHub!

     

    Referensi:

    https://p3tkebt.esdm.go.id/esmart/artikel

    https://pasangpanelsurya.com/pengertian-plts/

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20181129104526-4-44210/mau-pasang-panel-surya-begini-cara-jual-beli-listrik-ke-pln

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20220209124657-4-314046/warga-bisa-jual-listrik-100-ke-pln-kapasitas-plts-naik-2x

    https://solarhub.id

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

  • Mana yang Lebih Cocok untuk Anda: PLTS On Grid atau Off Grid?

    Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah PLTS. Namun, tahukah Anda bahwa PLTS dibagi lagi menjadi tiga jenis, yakni PLTS on grid, off grid, dan hybrid? Lalu, bagaimana cara kerja ketiganya? Nah, supaya Anda tidak salah memilih tipe PLTS yang paling sesuai dengan kebutuhan saat ingin beralih ke energi terbarukan, mari kita pelajari konsep dasar ketiga jenis PLTS yang tersedia dan kelebihannya di bawah ini.

    PLTS on grid adalah…

    Sesuai dengan namanya, PLTS on grid merupakan panel surya yang memiliki sambungan ke grid atau jaringan listrik sentral, sehingga tidak memerlukan baterai cadangan. Dengan kata lain, agar panel fotovoltaik dapat beroperasi dan menghasilkan energi listrik, semua panel tersebut harus terhubung dengan jaringan PLN terlebih dahulu.

    Mengenal PLTS off grid

    Di sisi lain, PLTS off grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang tidak terkoneksi dengan jaringan listrik sentral atau PLN. Berbeda dari PLTS on grid, jenis PLTS ini memerlukan baterai khusus untuk menampung energi cadangan. Jadi, PLTS off grid akan menyerap lebih banyak sinar matahari pada siang hari supaya penghuni gedung dapat langsung menggunakan listrik, dan sisanya akan disimpan untuk penggunaan di malam hari.

    Mana yang paling tepat untuk Anda?

    PLTS on grid, off grid, dan hybrid memiliki berbagai kelebihan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Apabila Anda tinggal di perkotaan besar yang sudah memiliki akses listrik dari PLN dan ingin menghemat penggunaan setiap bulannya, Anda dapat mempertimbangkan PLTS on grid atau hybrid. 

    Mengapa PLTS jenis tersebut sangat disarankan? Anda dapat menggunakannya kapan pun saat mendapatkan cahaya matahari yang memadai. Lalu, pada malam hari atau ketika cuaca sedang berawan, Anda bisa beralih ke listrik PLN sebagai pasokan energi untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    Lalu, bagaimana jika Anda berdomisili di daerah yang belum memiliki pasokan listrik stabil dan mencukupi dari PLN? PLTS off grid akan memenuhi kebutuhan Anda. Pasalnya, PLTS off grid dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari untuk disimpan dalam baterai berkapasitas besar. Dengan demikian, Anda tetap bisa memenuhi sebagian besar dari kebutuhan energi sehari-hari jika terjadi pemadaman listrik.

    Bagaimana jika jaringan sedang padam?

    Mungkin salah satu kekhawatiran terbesar Anda tentang PLTS adalah ketersediaan pasokan listrik ketika jaringan sentral sedang padam. Namun, Anda tidak perlu cemas karena PLTS off grid dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan pasokan listrik dari PLN. Jadi, Anda tetap bisa menggunakan peralatan elektronik di rumah karena ada tenaga cadangan dari baterai.

    Apakah hal yang sama juga berlaku untuk PLTS on grid? Tentu saja, asalkan pembangkit listrik yang Anda pilih merupakan jenis hybrid, atau yang dilengkapi dengan baterai. Sebab, jika Anda menggunakan PLTS on grid murni tanpa baterai dan jaringan listrik PLN sedang padam, Anda tidak dapat mengakses pasokan listrik tenaga surya, bahkan jika matahari masih bersinar.

    Benarkah bisa ekspor listrik berlebih ke PLN?

    Rahasia di balik penghematan konsumsi listrik dengan pemasangan PLTS on grid adalah sistem ekspor impor listrik dengan PLN. Bagaimana bisa? Sederhananya, Anda akan berhak menerima kompensasi sebesar 65% dari total energi yang dihasilkan oleh PLTS berdasarkan isi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 49/2018 mengenai Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN.

    Sederhananya, meteran EXIM yang terpasang pada rumah atau tempat kerja Anda akan menghitung kelebihan total daya listrik tenaga surya. Nah, kelebihan energi inilah yang akan disalurkan ke PLN, sehingga PLN bisa memotong tagihan listrik yang harus dibayarkan pengguna. 

    Skema perhitungan ini adalah untuk setiap 1 kWh yang dikirim ke PLN, Anda hanya perlu membayar penggunaan sebesar 0,65 kWh. Akan tetapi, revisi Permen terbaru telah meningkatkan persentase kompensasi ekspor listrik dari 65% menjadi 100%, sehingga konsumsi listrik Anda akan lebih hemat.

     

    Tentunya, kini Anda sudah mengetahui perbedaan PLTS on grid dan off grid. Saat memilih PLTS untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pastikan Anda mempertimbangkan konsumsi listrik dan lokasi saat ini. 

    Jika Anda sudah menentukan pilihan PLTS yang paling sesuai, sekaranglah saatnya untuk menemukan penyedia PLTS terdekat dengan Anda. Bagaimana caranya? Supaya lebih mudah, Anda dapat mengakses direktori vendor penyedia PLTS yang lengkap di berbagai wilayah, mulai dari kawasan metropolitan Jabodetabek hingga provinsi di luar Pulau Jawa, dengan mengunjungi website SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

    https://kumparan.com/marcel-bonifacio-tirta-wijata/perbedaan-antara-plts-on-grid-off-grid-dan-hybrid-1xcp0NdBjHw

    https://www.xurya.com/news/7

    https://www.ruangenergi.com/memasang-plts-atap-dengan-sistem-on-grid-apa-keuntungannya-buat-pelanggan-pln/

    https://solarhub.id

  • Yuk, Mulai Terapkan Green Lifestyle dengan Pasang Panel Listrik Tenaga Surya!

    Belakangan ini, kondisi bumi makin memburuk. Visualisasi data pelacak suhu permukaan bumi dari NASA terus menunjukkan peningkatan setiap tahun. Krisis iklim yang diakibatkan oleh perubahan suhu ini telah mengakibatkan banyak kerugian, di antaranya berkurangnya hasil panen padi di Indonesia, musim kemarau berkepanjangan di berbagai negara, serta lebih banyak badai di Amerika Serikat.

    Hal ini lantas membuat sebagian orang mulai beralih ke gaya hidup green lifestyle, salah satunya dengan memasang panel listrik tenaga surya untuk mendapatkan pasokan energi bersih. Apakah Anda salah satunya? Ketahui apa yang harus Anda persiapkan di bawah ini supaya perencanaan Anda lebih matang.

    Mengenal green lifestyle yang ramah lingkungan

    Mungkin Anda bertanya-tanya apa itu green lifestyle dan bagaimana cara menerapkannya. Nah, green lifestyle, atau dikenal juga dengan sebutan green living, adalah gaya hidup yang mengutamakan pelestarian alam. Untuk memenuhi tujuan tersebut, orang yang menerapkan green lifestyle hanya akan menggunakan produk ramah lingkungan. Seperti apakah produk yang dimaksud?

    Selain menghemat konsumsi listrik, mereka hanya akan memilih produk yang dapat didaur ulang dan terbuat dari bahan-bahan alami. Selain itu, mereka juga bepergian dengan kendaraan listrik, transportasi umum, mengayuh sepeda, atau bahkan berjalan kaki untuk menekan jejak karbon dari kendaraan bermotor.

    Mulai terapkan green lifestyle dengan pasang panel listrik tenaga surya

    Cara lain yang bisa Anda coba untuk mengikuti green lifestyle adalah dengan memasang panel listrik tenaga surya. Bahkan, kondisi alam Indonesia sangat cocok untuk teknologi pasokan listrik ini. Mengapa demikian?

    Berdasarkan informasi dari publikasi IESR terkini, potensi pemanfaatan listrik tenaga surya di Indonesia melebihi perkiraan resmi nasional sebesar 207 GigaWatt (GW). Justru, potensi sesungguhnya dari energi terbarukan ini sangatlah besar hingga lebih dari dua kali lipatnya, yakni 3.396 GWp sampai 19.385 GWp. Apalagi, Indonesia merupakan negara tropis yang terletak di garis khatulistiwa, sehingga pasokan cahaya mataharinya sangat mencukupi.

    Maka dari itu, Anda tidak perlu ragu-ragu untuk beralih ke PLTS sebagai sumber energi listrik sehari-hari demi menjalani green lifestyle. 

    Kisaran biaya pemasangan panel listrik tenaga surya

    Saat Anda tertarik memasang panel listrik tenaga surya, mungkin salah satu pertanyaan yang ada di benak Anda adalah biaya yang diperlukan. Harga dari satu panel surya dengan kapasitas 1 kWp adalah Rp14 juta. Akan tetapi, besaran daya ini tidak akan mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga maupun komersial. Maka dari itu, Anda harus membeli lebih dari satu panel. 

    Jadi, berapakah panel listrik tenaga surya yang harus dipasang? Semuanya kembali lagi ke besaran konsumsi listrik Anda selama ini. Kemudian, kalikan harga yang sudah disebutkan dan jumlah panel yang sesuai dengan kebutuhan daya Anda. Agar Anda dapat menghitung estimasi biaya pemasangan panel surya untuk atap rumah dengan lebih mudah, gunakan saja kalkulator surya dari SolarHub.

    Apakah butuh izin khusus?

    Proses pemasangan panel listrik tenaga surya sangat bergantung dari besaran tenaga yang diinginkan. Pada angka tertentu, Anda harus memiliki izin khusus sebelum bisa memasang panel surya di atap bangunan Anda. Hal ini diatur oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 11/2021 tentang Pelaksanaan Usaha Ketenagalistrikan.

    Menurut pasal 39 ayat 2 dari peraturan tersebut, Anda tidak perlu meminta izin jika kapasitas satu sistem listrik tenaga surya yang ingin dipasang kurang dari 500 kW. Namun, jika keperluan Anda lebih besar dari angka yang disebutkan, Anda harus menyiapkan sejumlah dokumen administratif dan bukti hasil uji pabrikan produk panel surya. 

    Setelah lolos, Anda akan memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari PLN dan diwajibkan melapor kepada Kementerian ESDM sebanyak satu kali untuk keperluan pencatatan data pengguna.

    Sudah mantap untuk beralih ke green lifestyle? Pastikan Anda sudah mempersiapkan semua hal yang diperlukan untuk menunjang gaya hidup ramah lingkungan, salah satunya panel surya sebagai sumber pasokan energi di rumah. 

    Jika Anda sudah mengetahui kebutuhan kapasitas dan jumlah panel listrik tenaga surya yang harus dipasang beserta izinnya, yuk, cari tahu penyedia jasa pemasangan PLTS yang terdekat dengan Anda. Di manakah Anda bisa menemukan daftar vendor yang terpercaya? Website SolarHub akan mempermudah pencarian Anda dengan informasi lokasi serta ulasan pengguna pada direktori perusahaan PLTS-nya.