Tag: pembangkit listrik tenaga surya

  • 5 Negara Penghasil Energi Surya Terbesar di Dunia, Apakah Indonesia Jadi Salah Satunya?

    5 Negara Penghasil Energi Surya Terbesar di Dunia, Apakah Indonesia Jadi Salah Satunya?

    Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan sinar matahari melimpah hampir sepanjang tahun. Namun, apakah kondisi tersebut cukup membuat Indonesia masuk jajaran negara dengan kapasitas energi surya terbesar di dunia? Jawabannya ternyata belum. Saat ini, daftar teratas masih didominasi negara yang agresif berinvestasi pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.

     

    Energi surya menjadi salah satu sumber energi terbarukan dengan pertumbuhan tercepat secara global. Selain membantu mengurangi emisi karbon, pengembangan PLTS juga dipandang penting untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sejumlah negara bahkan telah membangun kapasitas energi surya dalam skala sangat besar.

     

    Posisi pertama ditempati Tiongkok dengan kapasitas energi surya mencapai 1.202.178 megawatt. Angka ini membuat Tiongkok menjadi pemimpin global dengan selisih yang cukup jauh dibanding negara lain. Selain unggul dari sisi kapasitas, negara ini juga mendominasi industri manufaktur panel surya dunia.

     

    Di urutan kedua terdapat Amerika Serikat dengan kapasitas sekitar 211.610 megawatt. Pengembangan energi surya di negara ini terus meningkat melalui insentif pemerintah, investasi sektor swasta, dan perluasan instalasi PLTS untuk kebutuhan rumah tangga maupun utilitas skala besar.

     

    India berada di posisi ketiga dengan kapasitas energi surya mencapai 135.501 megawatt. Negara ini mencatat pertumbuhan cepat dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya kebutuhan listrik dan dorongan pengembangan energi terbarukan.

     

    Sementara itu, Jerman menempati posisi keempat dengan kapasitas sekitar 106.772 megawatt. Meski tidak memiliki intensitas sinar matahari setinggi negara tropis, Jerman mampu mempertahankan perkembangan energi surya melalui kebijakan energi bersih yang konsisten.

     

    Di posisi kelima terdapat Jepang dengan kapasitas energi surya mencapai 92.211 megawatt. Jepang menjadi salah satu negara yang mempercepat pemanfaatan energi surya sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

     

    Lalu bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini Indonesia belum masuk dalam lima besar negara dengan kapasitas energi surya terbesar dunia. Padahal secara geografis, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan PLTS karena berada di wilayah tropis dengan paparan matahari relatif stabil sepanjang tahun.

     

    Besarnya potensi belum otomatis menghasilkan kapasitas energi surya yang tinggi. Regulasi, investasi, kesiapan infrastruktur, hingga percepatan implementasi teknologi menjadi faktor penting yang menentukan perkembangan energi surya nasional. Dengan target transisi energi dan net zero emission, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mempercepat pemanfaatan energi matahari di masa depan.

     

  • 6 Lokasi Wisata yang Menggunakan Panel Surya untuk Sumber Energinya

    6 Lokasi Wisata yang Menggunakan Panel Surya untuk Sumber Energinya

    Pemerintah Indonesia memiliki target untuk mencapai bauran energi terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025. Namun, target tersebut baru tercapai 12,3% per tahun 2022 lalu. Demi meningkatkan bauran EBT, pemerintah pun melakukan berbagai upaya; salah satunya adalah memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berupa panel surya di berbagai tempat wisata di Indonesia.

    6 Tempat Wisata yang Menggunakan Panel Surya

    Tidak hanya untuk mempercepat pencapaian target bauran EBT, pemasangan panel surya di juga mendukung infrastruktur di tempat-tempat wisata. Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Indonesia, berikut beberapa di antaranya yang telah dilengkapi sistem solar panel.

    • Wisata Bukit Tinatar Piyungan

    Bukit Tinatar merupakan tempat wisata alam yang berada di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul. Dikelola oleh Desa Srimulyo, wisata satu ini menyajikan suasana alam khas bukit dengan pemandangan Jalan Wonosari. Sebagai salah satu upaya untuk mendukung green tourism di Wisata Bukit Tinatar, maka dipasanglah PLTS.

    Pemasangan PLTS di Wisata Bukit Tinatar dilakukan oleh Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kemendikbudristek. Memiliki kapasitas 100 WP, PLTS di Wisata Bukit Tinatar mampu menghidupkan tiga lampu yang terdapat di area wisata. 

    • Pantai Sendiki

    Berada di Desa Tambakrejo, Sumbermanjing, Malang, Pantai Sendiki berada cukup jauh dari area pemukiman warga sehingga belum mendapat akses listrik PLN. Namun, kini masalah tersebut telah teratasi berkat pemasangan panel surya sebagai PLTS di sejumlah titik area pantai, seperti jalan setapak dan atap warung. Berkapasitas 100 WP, solar panel di Pantai Sendiki mampu memberikan penerangan hingga 10 jam di setiap rumah pohon, kamar mandi, musala, hingga pos penjagaan. 

    • Kepri Coral Resort

    Jika mengunjungi Kepri Coral Resort di Batam, Kepulauan Riau, Anda akan menemukan banyak panel surya yang terpasang di area dermaga dan jalanan sepanjang pulau. Pemasangan solar panel ini mampu memenuhi hampir seluruh keperluan listrik di Kepri Coral Resort, termasuk listrik untuk 112 dome village. Ketika tamu penuh saat peak season, kebutuhan listrik akan dibantu dengan menggunakan genset.

    Dari seluruh solar panel yang terpasang, arus listrik dipusatkan di satu area untuk memenuhi kebutuhan Kepri Coral Resort. Pemasangan ini juga tidak terlepas dari komitmen Kepri Coral Resort untuk menyediakan resor berkonsep alamiah. Nah, penggunaan energi terbarukan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen tersebut.

    • Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan

    Pemanfaatan panel surya sebagai PLTS juga bisa Anda temukan di Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Setiap tempat memiliki PLTS dengan kapasitas berbeda, yaitu 600 kWp di Gili Trawangan, 160 kWp di Gili Air, dan 60 kWp di Gili meno; 

    Dengan kata lain, total kapasitas PLTS untuk ketiga tempat wisata di Lombok tersebut mencapai 820 kWp. Setiap harinya, ketiga PLTS tersebut beroperasi sejak pukul tujuh pagi hingga lima sore, sedangkan kebutuhan listrik untuk malam hari dipenuhi oleh jaringan PLN.

    Seluruh solar panel tersebut ditata dengan rapi sehingga menciptakan pemandangan yang menarik. Alhasil, kehadiran PLTS pun bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata tambahan di Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Para pengunjung dapat mengamati jajaran PLTS tersebut dari luar pagar.

    • Pantai Sembilan

    Lokasi wisata satu ini memiliki nasib yang mirip dengan Pantai Sendiki, yakni berada di area terpencil sehingga tidak terjangkau akses listrik dari jaringan PLN. Bedanya, apabila Pantai Sendiri berada di Malang, maka Pantai Sembilan berlokasi di Gili Genting, Sumenep, Madura. 

    Kabar baiknya, kondisi tersebut berubah berkat hibah panel surya dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada 2017. Sejak saat itu, Pantai Sembilan memiliki aliran listrik sehingga semakin ramai pengunjung. Pihak pengelola memasang solar panel tersebut di berbagai area strategis pantai, seperti di bagian atap gazebo dan atap bangunan penginapan. 

    • Pulau Derawan

    Pulau Derawan sudah lama dikenal sebagai salah satu wisata dalam negeri yang memiliki keindahan alam bawah laut memukau. Demi menarik lebih banyak wisatawan, pihak pengelola pun mengembangkan Pulau Derawan sebagai green island. Mendukung hal tersebut, PLN membangun PLTS di area Pulau Derawan sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mencapai Net Zero Emission 2060 melalui penggunaan EBT.

    Proyek PLTS Derawan pun dimulai pada 2012. Saat itu, kapasitas daya listrik maksimumnya masih mencapai 80 kWp untuk memenuhi kebutuhan listrik penduduk di Kepulauan Derawan. Namun, perbaikan dan pengembangan PLTS Derawan terus dilakukan demi menyuplai listrik yang lebih stabil bagi penduduk sekitar. Rencananya, revitalisasi PLTS Derawan akan dilakukan agar bisa menambah kapasitas listrik hingga 190 kWp.

     

    Ikut bangga rasanya melihat semakin banyak tempat wisata di Indonesia yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi. Dengan mengunjungi tempat-tempat di atas, secara tidak langsung Anda pun sudah ikut berupaya melawan krisis iklim melalui dukungan terhadap green tourism. Namun, jika belum mendatangi berbagai tempat wisata di atas, Anda tetap bisa melawan krisis iklim dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. 

    Agar pemasangannya tepat sasaran, gunakan kalkulator SolarHub untuk menghitung kebutuhan panel surya Anda. Selanjutnya, segera cari perusahaan dan jasa pemasangan solar panel di direktori SolarHub. Kalau masih ingin cari tahu lebih banyak tentang PLTS Atap, Anda bisa klik di sini. Yuk, bersama-sama melawan krisis iklim dengan bantuan SolarHub!

     

    Referensi:

    https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/ujb-aplikasikan-listrik-tenaga-surya-di-lokasi-wisata-bukit-tinatar-piyungan

    https://lautsehat.id/gaya-hidup/annisa/panel-surya-untuk-listrik-berkelanjutan-di-pantai-daerah-terpencil/

    https://www.mongabay.co.id/2020/12/17/matahari-penuhi-keperluan-energi-obyek-wisata-di-pulau-pengalap/

    https://web.pln.co.id/cms/media/2022/10/pln-operasikan-plts-pulau-derawan-di-kalimantan-kawasan-wisata-unggulan-makin-menawan/

    https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/02/14/kawasan-wisata-lombok-kini-gunakan-plts

    https://iesr.or.id/pemerintah-perlu-rombak-strategi-untuk-kejar-bauran-energi-terbarukan-23-di-2025

  • PLTS Atap: Sumber Energi Terbarukan yang Bantu Pengrajin Ukir Pangkas Biaya

    PLTS Atap: Sumber Energi Terbarukan yang Bantu Pengrajin Ukir Pangkas Biaya

    Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sumber energi terbarukan seperti PLTS atap memiliki berbagai macam manfaat. Selain manfaat di bidang lingkungan karena bisa menjadi pembangkit listrik energi terbarukan, pengguna PLTS atap juga mendapatkan manfaat dari segi perekonomian. Contohnya adalah seperti yang dirasakan langsung oleh pengrajin ukir relief di Jepara. Yuk, simak kisah selengkapnya di sini!

    Efek Pandemi terhadap Para Pengrajin Ukir

    Kota Jepara memang dikenal sebagai kota ukir. Jadi, tidak heran kalau di sini, Anda bisa menemukan berbagai macam UMKM yang bergerak di bidang seni tersebut. Salah satunya adalah para warga yang bertempat tinggal di Desa Senenan, Tahunan, Jepara. Di sini, mayoritas dari mereka bekerja sebagai pengrajin ukir relief. Biasanya, dalam sebulan mereka bisa mengerjakan dan menjual 2-3 ukiran relief kayu seharga 5 sampai 20 juta rupiah per karya. 

    Pelanggan mereka sendiri adalah para pencinta seni serta turis dari luar kota, atau bahkan luar negeri. Beberapa pembeli ukiran kayu Jepara ini bahkan berasal dari Jepang, Iran, hingga Amerika Serikat. Sebab, ukiran kayu dari Jepara memiliki nilai estetik yang tinggi serta kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Jadi, ukiran ini cocok untuk dijadikan koleksi atau dekorasi untuk suatu ruangan di dalam rumah.

    Namun, masalah tiba saat pandemi Covid-19 kemarin melanda. Pesanan ukiran dari para pencinta seni maupun turis berkurang drastis. Bahkan, para pengrajin terpaksa menjual murah beberapa ukirannya agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Akhirnya, beberapa UMKM memutuskan untuk menghentikan produksi karena tidak mampu membayar karyawan maupun tagihan listrik. Maklum, beberapa alat ukir membutuhkan listrik agar dapat digunakan.

    Bantuan Berupa PLTS Atap dari Pemerintah

    Melihat hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak tinggal diam. Bekerja sama dengan Koperasi Industri dan Kerajinan Desa Senenan, pemerintah memberi bantuan dalam bentuk pemasangan PLTS atap untuk kebutuhan listrik produksi ukir kayu. Jika ditotal, ada delapan orang yang rumahnya telah memiliki PLTS sebesar 2 kWp dengan sistem on-grid PLN. Dengan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan, diharapkan pemilik UMKM bisa menghemat pengeluaran per bulannya.

    Terbukti, bantuan tersebut bisa mengurangi beban tagihan listrik UMKM di Desa Senenan. Salah satu orang yang mendapatkan manfaat dari PLTS atap tersebut adalah Mulyono. Ia mengatakan, awalnya ia harus membayar Rp800 ribu per bulan untuk tagihan listrik. Setelah menggunakan teknologi tersebut, biaya listriknya terpotong menjadi separuhnya, yaitu Rp400 ribu. 

    Tentu saja, ini sangat membantu Mulyono dalam menghemat biaya produksi. Uang yang biasanya digunakan untuk membayar tagihan listrik tersebut bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Terus Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

    Sumbangan PLTS atap untuk UMKM di Desa Senenan ini merupakan salah satu program dari Pemerintah Jawa Tengah untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan, terutama dalam bentuk PLTS. Apalagi, pemerintah Indonesia sendiri memiliki target untuk mencapai kapasitas listrik PLTS atap sebanyak 3,6 gigawatt sebelum tahun 2025 nanti.

    Tidak berhenti di sini, program pengintegrasian sumber energi terbarukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari juga akan dilakukan di berbagai lokasi lainnya di Jawa Tengah. Rencananya, beberapa industri yang akan disasar adalah industri garmen, industri otomotif dan spare part, serta industri rumahan lainnya. Dengan demikian, masyarakat jadi lebih mengenal dan terbiasa dengan teknologi yang memanfaatkan sumber energi terbarukan.

     

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, apa yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Tengah ini merupakan salah satu perwujudan dari misi nasional untuk memperluas bauran energi terbarukan. Anda sendiri juga bisa membantu pemenuhan target tersebut dengan memasang PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. 

    Nah, untuk Anda yang bingung mencari jasa intalasi pemasangan panel surya, cari saja dengan direktori SolarHub. Lewat direktori tersebut, Anda bisa menemukan layanan pemasangan panel surya yang terpercaya, serta dekat dengan lokasi rumah Anda.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    Home

  • Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Apa Efek Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Flora dan Fauna?

    Semakin hari, dampak dari krisis iklim semakin terlihat; mulai dari suhu iklim global yang terus naik hingga keanekaragaman hayati yang mulai berkurang. Jika manusia tidak melakukan perubahan kebiasaan secara masif, maka dampak krisis iklim juga akan semakin parah. Tentu saja tidak ada yang berharap hal itu terjadi, bukan?

    Maka dari itu, pemerintah dan organisasi terkait terus menggaungkan pentingnya peralihan dari energi tidak terbarukan ke energi terbarukan—seperti tenaga surya—untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Akan tetapi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya memiliki polemik tersendiri jika dikaitkan dengan keanekaragaman hayati di tempat pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, sebenarnya apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati?

    Apa Itu Keanekaragaman Hayati

    Keanekaragaman hayati, atau dikenal juga dengan istilah biodiversity, merujuk pada keanekaragaman makhluk hidup di suatu tempat. Berdasarkan tingkatannya, biodiversity sendiri bisa dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ekosistem, tingkat spesies flora dan fauna, hingga yang paling kecil adalah tingkat gen. 

    Agar kehidupan di bumi tetap bisa berjalan dengan seimbang, biodiversity ini wajib untuk dijaga kelestariannya. Jika pada suatu ekosistem terdapat satu spesies makhluk hidup yang berkurang atau bahkan hilang, maka akan menciptakan ketidakseimbangan yang berakibat pada overpopulation spesies tertentu dan musnahnya spesies makhluk hidup lain. Hingga akhirnya, hal tersebut akan memberikan dampak pada kehidupan manusia.

    Lalu, apakah pembangkit listrik tenaga surya berpotensi menghancurkan biodiversity pada suatu daerah?

    Adakah Dampak Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi Biodiversitas?

    Sekilas, pembangunan solar farm atau pusat pembangkit listrik tenaga surya terlihat tidak membahayakan ekosistem. Ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lho!

    Sama seperti pembangunan infrastruktur pada umumnya, pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari bisa mengganggu ekosistem. Apalagi, beberapa pembangkit listrik tersebut dibangun di daerah terpencil yang sebelumnya tidak tersentuh oleh tangan manusia. 

    Akibatnya, beberapa hewan maupun tumbuhan yang tinggal di tempat pembangunan tersebut akan mati atau berpindah ke tempat lain. Tidak hanya pada saat pembangunan, pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya juga bisa berbahaya bagi hewan sekitar. 

    Contohnya adalah pembangkit listrik tenaga surya bertipe CSP (Concentrated Solar Power)  yang salah satunya terletak di Ivanpah, California. Singkatnya, CSP bekerja dengan memusatkan energi panas matahari pada satu titik, entah itu pipa air atau menara solar. Panas ini digunakan untuk mendidihkan air, yang kemudian berubah menjadi uap untuk menggerakkan generator. 

    Nah, cahaya yang muncul akibat panas terkonsentrasi itu akan menarik serangga yang memang menyukai cahaya terang, serta burung yang ingin memangsa serangga tersebut. Inilah yang menjadi alasan banyak burung terbunuh di solar farm CSP Ivanpah, California. Total, lebih dari 6000 burung mati setiap tahunnya karena hal tersebut.

    Manfaat Teknologi Tenaga Surya untuk Hewan dan Tumbuhan

    Meskipun memiliki dampak kurang menyenangkan, penggunaan teknologi tenaga surya tetap memberikan dampak positif bagi keanekaragaman hayati.  Contohnya, tentu saja  berkurangnya emisi karbon dalam produksi listrik karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dalam pembuatannya. Dengan begitu, suhu iklim global bisa kembali normal, dan hewan-hewan tidak perlu berpindah ke habitat lain yang suhunya sesuai dengan tempat tinggal mereka sebelumnya.

    Selain itu, penggunaan PLTS juga bisa menghasilkan kualitas udara yang lebih baik. Itu artinya, baik hewan maupun manusia bisa memiliki life expectancy yang jauh lebih panjang karena dapat menghirup udara yang segar.

    Cara Mengatasi Risiko PLTS pada Keanekaragaman Hayati

    Dampak negatif dari pembangunan dan pengoperasian PLTS terhadap biodiversity ini sebenarnya sangat mungkin untuk diminimalisir. Misalnya saja saat membangun solar farm, pastikan bahwa tim konstruksi telah berkonsultasi dengan organisasi terkait atau pihak berwajib lainnya. Dengan begitu, tim konstruksi bisa menyesuaikan pembangunan panel surya dengan anjuran dari organisasi untuk meminimalisir dampak negatif pada keanekaragaman hayati.

    Lagipula, pembangunan PLTS sebenarnya tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh manusia. Untuk PLTS di kota misalnya, pembangunan panel surya bisa dilakukan di atap atau sisi gedung yang sebelumnya sudah dibangun.

     

    Proses konstruksi pembangkit listrik tenaga surya memang memiliki sejumlah risiko terhadap keanekaragaman hayati. Namun, ada berbagai cara untuk meminimalisir risiko tersebut Selain itu, tenaga surya juga justru membawa lebih banyak manfaat bagi semua makhluk hidup, mulai dari manusia hingga hewan dan tumbuhan. 

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu lagi untuk ikut mendukung misi global dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan bagi kebutuhan sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan memasang PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Tertarik? Hitung terlebih dahulu kebutuhan listrik Anda dengan kalkulator surya. Setelah itu, Anda bisa mengunjungi direktori SolarHub untuk mencari tahu jasa pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/mengintip-dampak-pemanasan-global-di-kebun-raya-cibodas 

    https://iesr.or.id/perubahan-iklim-umat-manusia-menghadapi-ancaman-serius 

    https://www.gramedia.com/literasi/keanekaragaman-hayati/ 

    https://www.vox.com/2021/8/18/22556193/solar-energy-biodiversity-birds-pollinator-land 

    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1364032116304622 

    https://oyarenewables.com/resources/environmental-impact-of-solar-energy-on-biodiversity/ 

    https://climatechange.ucdavis.edu/climate/news/can-solar-energy-and-wildlife-coexist 

    https://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/agrivoltaics-solar-panels-agriculture.htm#pt3 

    https://www.audubon.org/news/why-solar-power-good-birds

  • 7 Band dan Musisi yang Mendukung Energi Terbarukan

    7 Band dan Musisi yang Mendukung Energi Terbarukan

    Tuntutan untuk mengatasi kedaruratan iklim semakin mendesak. Persetujuan Paris pun menjadi dasar utama negara-negara di dunia dalam menjalankan usaha melawan krisis iklim. Dalam perjanjian tersebut, negara-negara berjanji untuk membatasi kenaikan suhu global agar tidak lebih dari 2 derajat Celcius pada tahun 2050 nanti. 

    Untuk mendukung penerapan Perjanjian Paris, kini ada banyak tokoh ternama yang sudah mendukung peralihan ke energi terbarukan. Tidak hanya pencinta lingkungan, beberapa musisi juga menyuarakan hal tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya sudah menggunakan sumber energi listrik yang lebih ramah lingkungan dalam kesehariannya. Apakah musisi favorit Anda termasuk salah satunya?

    Daftar Band dan Musisi yang Mendukung Penerapan Energi Terbarukan

    Selain bertindak dari diri sendiri, cara lain untuk mengatasi krisis iklim adalah dengan mengajak orang lain agar lebih aware terhadap terjadinya krisis tersebut. Hal itulah yang dilakukan beberapa musisi ini. Tidak hanya mendukung kampanye untuk mengatasi kedaruratan iklim, beberapa dari mereka bahkan menerapkannya dalam kehidupan. Siapa saja musisi yang dimaksud?

    1. Green Day

    Pertama, ada grup musik punk rock Amerika Serikat, Green Day. Grup musik ini ternyata selalu mendorong para fans-nya untuk menggunakan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga mendukung penggunaan sumber energi berupa biofuel, tenaga angin, serta tenaga surya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

    2. Jack Johnson

    Musisi soft rock asal Amerika Serikat, Jack Johnson, juga mendukung penggunaan energi terbarukan untuk mengatasi krisis iklim yang terjadi. Pada turnya tahun 2022 kemarin, misalnya. Johnson melakukan beberapa kegiatan untuk melawan krisis iklim, seperti menggunakan kendaraan biofuel selama tur, mendorong venue untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengadakan donasi untuk organisasi lingkungan lokal.

    3. Cake

    Cake, grup musik rock asal Amerika Serikat, memiliki caranya sendiri untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Misalnya, mereka memilih menggunakan solar panel untuk menjadi sumber energi studio musik miliknya. Tidak hanya itu, mereka juga beberapa kali mengadakan penggalangan dana yang disumbangkan untuk usaha reforestation.

    4. Coldplay

    Berikutnya, ada grup musik asal Inggris, Coldplay. Band yang bertabur penghargaan ini memiliki komitmen untuk mengurangi emisi CO2 dalam turnya pada tahun 2022 lalu. Caranya, mereka menggunakan inovasi teknologi penghasil energi terbarukan saat tampil di panggung. Misalnya, mereka menggunakan tenaga surya untuk berbagai kebutuhan di panggung, serta menggunakan transportasi dengan biofuel saat berpindah dari panggung ke panggung. 

    Tidak berhenti di situ, beberapa konser Coldplay juga dilengkapi dengan teknologi “Kinetic Floor” yang inovatif. Dengan teknologi ini, energi bisa diciptakan dari loncatan atau pergerakan para penonton konser. 

    5. KT Tunstall

    KT Tunstall tidak hanya menerapkan prinsip eco-friendly dalam pelaksanaan konsernya, tapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Contohnya bisa dilihat saat ia berencana untuk merenovasi rumahnya. Saat itu, KT Tunstall menyewa jasa konsultan green building untuk menjadi penasihat dalam proses renovasi rumah tersebut. Mulai dari cat, floorboard, hingga insulasi, semuanya dibuat seramah lingkungan mungkin.

    6. Maroon 5

    Siapa yang tidak kenal dengan grup musik pop Amerika Serikat satu ini? Maroon 5 ternyata juga merupakan salah satu grup musik yang tergabung dalam Green Music Group, sebuah organisasi yang mendorong anggotanya untuk melaksanakan kegiatan bisnis di industri musik secara ramah lingkungan. Bahkan sang vokalis, Adam Levine, juga dikenal sebagai salah satu pendukung penerapan solusi energi surya.

    7. Justin Timberlake

    Terakhir, ada musisi ternama Justin Timberlake yang pernah mendapatkan “Future Award” Environmental Media Awards. Penghargaan itu diberikan setelah ia membangun sebuah lapangan golf dengan konsep eco-friendly. Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut, ia memang dikenal sebagai salah satu musisi yang kerap meningkatkan awareness terhadap krisis lingkungan yang terjadi.

     

    Selain ketujuh musisi dan grup musik yang sudah disebutkan, sebenarnya masih banyak lagi mereka yang menjadi advokat bagi sumber energi terbarukan. Tidak hanya mendorong para fans untuk mengutamakan sustainability, beberapa musisi tersebut bahkan menerapkannya pada kehidupan mereka sendiri. 

    Jika Anda termotivasi dengan tindakan para musisi tersebut, Anda juga bisa memulai penggunaan energi terbarukan untuk diri sendiri. Misalnya saja, Anda bisa mempertimbangkan pemasangan PLTS Atap untuk rumah. Jika bingung, Anda bisa mengetahui seluk-beluk PLTS Atap pada FAQ SolarHub. Nah, kalau Anda tertarik, langsung saja temukan informasi mengenai penyedia jasa instalasi panel surya di lokasi Anda melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/faktor-kedaruratan-iklim-harus-menjadi-pertimbangan-utama-kebijakan-energi

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://solarhub.id

    https://battlebornbatteries.com/solar-power-concert-studio/

    https://www.renewableenergyworld.com/baseload/singers-songwriters-and-solar-energy/

    https://edition.cnn.com/2020/02/03/world/green-touring-intl-c2e/index.html

    https://www.theguardian.com/environment/2008/mar/09/ethicalliving.energyefficiency

    https://sites.psu.edu/lreenglish015/2014/03/15/maroon-5-goes-green/

    https://www.nme.com/news/music/justin-timberlake-takes-stand-against-proposed-memphis-oil-pipeline-2926927