Tag: manfaat PLTS atap

  • Mengungkap Rahasia Lapisan Modul Surya: Apa Saja yang Ada Didalamnya?

    Mengungkap Rahasia Lapisan Modul Surya: Apa Saja yang Ada Didalamnya?

    Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat dan kebutuhan akan listrik sebagai sumber energinya pun semakin besar. Tingginya permintaan listrik ini dibarengi juga dengan perkembangan komponen penghasil energi listrik salah satunya modul surya. Masyarakat Indonesia sudah semakin mengenal pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) khususnya modul surya, tapi banyak yang hanya melihatnya sebagai “kotak kaca hitam di atap”. Padahal, di dalamnya ada banyak lapisan penting yang membuat modul surya bisa mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Penting sekali untuk mengenal komponen dan lapisan-lapisan penyusun modul surya, terlebih untuk konsumen yang akan memasang PLTS, agar paham terkait kualitas dan bagaimana memilih modul surya.  

    Untuk memudahkan membayangkannya, struktur modul surya bisa diibaratkan seperti sandwich. Setiap lapisan roti, selai, dan isian dalam sandwich punya fungsi masing-masing seperti ada yang berfungsi melindungi, merekatkan, dan yang menjadi inti rasa. Sama halnya dengan modul surya: ada lapisan pelindung, perekat, hingga sel fotovoltaik yang menjadi “isi utama” dalam menghasilkan listrik. Dengan memahami susunan lapisan ini, kita jadi tahu bahwa modul surya bukan sekadar kaca di atap, melainkan hasil rekayasa teknologi yang detail dan diperhitungkan dengan baik. 

    Modul surya atau modul fotovoltaik terdiri dari sejumlah sel fotovoltaik yang terhubung secara seri. Sel-sel dan kawat busbar penghubungnya dilindungi oleh bahan pelapis atau enkapsulasi yang melindungi sel-sel dari kontak langsung dengan lingkungan dan kekuatan-kekuatan mekanik yang mampu merusak sel-sel yang tipis. Struktur-struktur itu terdiri dari:  

    • Bingkai atau frame  

    Fungsi dari bingkai ini yaitu untuk memastikan kekokohan panel. Bingkai modul surya biasanya terbuat dari alumunium anodized untuk menghindari korosi. Oleh karena pemasangan bingkai dilakukan di akhir proses pembuatan.  

    • Kaca pelindung  

    Kaca pelindung terletak di bagian paling atas dari modul surya yang berfungsi sebagai pelindung modul dari cuaca dan dan benturan. Kaca transparan ini juga memastikan kekokohan modul surya sehingga mengambil proporsi tertinggi dari total berat modul surya.  

    • Enkapsulasi 

    Enkapsulasi atau laminasi adalah lapisan antara sel fotovoltaik dan kaca pelindung. Laminasi digunakan untuk mencegah kerusakan mekanis pada sel fotovoltaik dan mengisolasi tegangan dari sel fotovoltaik dengan bagian modul lainnya. Biasanya lembaran laminasi menggunakan bahan ethylene-vinyl acetate (EVA). 

    • Sel fotovoltaik 

    Sel fotovoltaik merupakan komponen utama dari modul surya. Sel ini terbuat dari bahan semikonduktor yang menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Sel-sel saling terhubung secara seri untuk mendapatkan tegangan total yang lebih tinggi melalui kawat busbar. Bahan yang digunakan untuk sel fotovoltaik umumnya adalah silikon, seperti polycrystalline dan monocrystalline. 

    • Lembar insulasi atau backsheet 

    Lembar ini berada di bagian belakang dari modul surya dan biasanya berwarna putih atau hitam. Terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk melindungi dan secara elektrik mengisolasi sel-sel dari kelembapan dan cuaca.  

    • Kotak junction  

    Junction box digunakan sebagai terminal penghubung antara serangkaian sel fotovoltaik ke beban atau ke modul surya lainnya. Perangkat ini berisi kawat busbar dari rangkaian sel fotovoltaik, kabel, dan bypass diode.  

     

    Sumber: Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dos & Don’ts 

    Pentingnya memahami lapisan modul surya bukan hanya menguntungkan dari segi produsen atau teknisi tapi dari segi konsumen juga. Pertama, pengetahuan tentang struktur modul bisa membuat konsumen lebih percaya diri dalam memilih produk. Misalnya, modul yang menggunakan kaca anti-reflektif mampu menangkap cahaya matahari lebih baik, sehingga menghasilkan listrik lebih banyak. Begitu juga dengan EVA yang berkualitas tinggi dapat menjaga sel fotovoltaik tetap terlindungi dari kerusakan halus akibat panas atau getaran. Sementara itu, backsheet tahan UV berperan penting melindungi modul dari kelembapan dan paparan sinar matahari jangka panjang. 

    Kedua, pemahaman ini juga menyadarkan konsumen bahwa modul surya bukan sekadar “kotak kaca hitam di atap”, tetapi perangkat teknologi canggih hasil rekayasa bertahun-tahun. Setiap lapisan dirancang agar saling mendukung, mulai dari melindungi sel fotovoltaik, mengoptimalkan penyerapan cahaya, hingga memastikan listrik dapat disalurkan dengan aman. Dengan begitu, konsumen bisa lebih menghargai nilai investasi pada modul surya, sekaligus memahami mengapa kualitas berbeda-beda antar merek. 

    Memahami lapisan-lapisan dalam modul surya membuat kita sadar bahwa setiap detail memiliki peran penting dalam menjaga performa dan umur pakai modul. Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat bagi produsen atau teknisi, tetapi juga bagi konsumen yang ingin berinvestasi pada energi bersih.  Pada akhirnya, modul surya bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan salah satu kunci menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia. 

  • Menilik Kebijakan: Apakah PLTS Jadi Prioritas?

    Menilik Kebijakan: Apakah PLTS Jadi Prioritas?

    Transisi energi yang inklusif dan berkeadilan menjadi cita-cita Indonesia saat ini. Sudah menjadi agenda penting bagi Indonesia untuk menuju sumber yang lebih bersih dan terbarukan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menargetkan porsi energi baru dan terbarukan mencapai 23% dalam bauran energi nasional pada tahun 2025 meskipun saat ini diturunkan menjadi 20%. Energi surya memiliki peranan penting dalam membantu mencapai target ini karena salah satu solusi yang menjanjikan dengan potensi lebih dari 200 GWp. Namun, di Tengah peluang tersebut, pertanyaannya adalah: apakah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) benar-benar menjadi prioritas dalam kebijakan energi Indonesia? Tentunya salah satu hal yang berpengaruh dalam berhasilnya transisi energi di Indonesia ini adalah kebijakan serta regulasi yang mengatur mulai dari mekanisme investasi, pengadaan teknologi, instalasi, dan lain sebagainya.

    Dalam dokumen kebijakan resmi RUPTL PLN 2021–2030, porsi pengembangan PLTS masih cukup kecil yaitu sekitar 4,7 GW dari total seluruh pembangkit EBT yang direncanakan dalam periode RUPTL tersebut yaitu 20,9 GW. Angka tersebut dinilai cukup kecil karena potensi energi surya di Indonesia yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Adapun Peraturan Presiden (Perpres) No. 112 Tahun 2022 yang menjelaskan mengenai harga pembelian listrik EBT salah satunya PLTS tapi dalam pengaplikasiannya masih terkendala hal teknis dan birokratis. Misalnya, meskipun harga sudah ditetapkan, proses pengadaan masih harus melewati mekanisme penunjukan langsung atau lelang yang tentunya memakan waktu yang cukup lama. Sementara itu, Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 yang mengatur tentang PLTS atap justru menimbulkan permasalahan karena skema net-metering yang dihilangkan dinilai merugikan konsumen yang sudah memasang PLTS karena kelebihan listrik yang dihasilkan tidak dapat dijual ke PLN.

    Nyatanya, data dari Kementerian ESDM per akhir 2024 menunjukkan bahwa kapasitas PLTS terpasang secara nasional masih di bawah 1 GWp, atau hanya sekitar 10% dari target jangka menengah. Padahal, untuk mendukung target net-zero emission (NZE) dan target bauran EBT 20% di tahun 2025, peran PLTS sangat krusial sebagai teknologi yang dapat dibangun dengan cepat dan modular. Perubahan Permen ESDM No. 26 tahun 2021 ke Permen ESDM No. 2 tahun 2024 juga menyebabkan turunnya minat masyarakat untuk mulai memakai PLTS di rumahnya.

    Beberapa permasalahan dan tantangan utama pengembangan PLTS di Indonesia berasal dari sisi regulasi dan teknis pengaplikasian di lapangan. Dari segi regulasi, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah masih merugikan masyarakat karena tidak bisa menjual kelebihan listrik yang dihasilkan ke PLN sehingga tidak ada nilai pengurangan tagihan listrik disamping nilai investasi awal PLTS yang masih cukup mahal di Indonesia. Dari segi teknis, PLTS masih belum stabil dalam menghasilkan listrik beroperasi secara intermiten dan membutuhkan sistem penyimpanan berupa baterai yang harganya cukup mahal menjadi penyebab masyarakat masih bergantung pada pembangkit yang berbasis energi fosil.

    Dari penjelasan-penjelasan sebelumnya, agar PLTS bisa menjadi pilar utama dalam transisi energi nasional, dibutuhkan langkah-langkah strategis yang lebih nyata. Pemerintah perlu menyusun roadmap khusus pengembangan PLTS dengan target tahunan yang realistis dan diperlukannya mekanisme evaluasi. Selain itu, perlu adanya insentif fiskal dan keuangan yang dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk berinvestasi terutama untuk sektor rumah tangga dan industri kecil.

    PLTS merupakan salah satu pilar penting dalam mencapai bauran energi yang bersih, berkelanjutan, dan terjangkau. Namun dalam praktiknya, berbagai kebijakan yang ada belum mendukung sepenuhnya PLTS sebagai prioritas. Tanpa dorongan kebijakan yang kuat, insentif yang menarik, serta infrastruktur yang mendukung, maka potensi besar tenaga surya di Indonesia akan sulit terwujud sepenuhnya.

  • Peranan Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Peranan Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Berdasarkan hasil penemuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 95% dari total 3.207 bencana alam yang tercatat di Indonesia pada tahun 2022 disebabkan oleh cuaca ekstrem, di antaranya banjir dan tanah longsor. Saat peristiwa itu terjadi, tentunya para korban yang terdampak bencana alam sangat membutuhkan berbagai macam bantuan, mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan, tempat tinggal sementara, sampai tenaga listrik.

    Terkadang bencana alam memang bisa memutus aliran listrik. Itulah yang membuat listrik tenaga surya memiliki peranan penting dalam proses recovery pasca bencana. Lantas, seperti apakah contoh penggunaannya? Berikut penjelasannya beserta kelebihan menggunakan panel tenaga surya saat bencana alam terjadi!

    3 Teknologi Listrik Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Hilangnya akses ke aliran listrik memang menyulitkan manusia dalam beraktivitas. Itulah mengapa teknologi listrik tenaga surya diperlukan karena adanya tiga manfaat berikut.

    1. Penjernih air tenaga surya

    Kebutuhan dasar manusia itu salah satunya adalah air. Namun, mengingat para korban bencana sedang berada di tempat evakuasi, mendapatkan air bersih mungkin tak semudah ketika mereka di rumah. Itulah mengapa pemasok energi listrik tenaga surya untuk menghasilkan air bersih sangat diperlukan.

    1. Generator listrik cadangan

    Bencana alam yang terjadi di daerah tertentu kadang berdampak hingga ke daerah tetangga. Beberapa rumah hingga bangunan publik pastinya perlu pasokan listrik cadangan supaya bisa tetap menjalankan aktivitasnya. Hal ini bisa tersedia apabila ada panel surya yang mampu menyimpan tenaga dari sinar matahari untuk dipakai pada saat-saat genting.

    1. Pompa air dengan panel tenaga surya

    Kebutuhan air bersih tak hanya untuk aktivitas makan dan minum, melainkan juga mandi. Dengan memanfaatkan teknologi listrik tenaga surya, urusan air jadi mudah karena ini bisa dialirkan ke bagian pompa air. Sehingga, para korban bencana bisa melakukan kegiatan Mandi Cuci Kakus (MCK) meski tengah dievakuasi.

    Kelebihan Panel Tenaga Surya untuk Bantuan Bencana Alam

    Teknologi listrik tenaga surya memang banyak berguna saat bencana alam melanda. Di samping itu, masih ada banyak kelebihan yang membuat panel surya ini benar-benar worth it.

    1. Mudah diangkut ke mana pun

    Bencana alam bisa terjadi di mana saja dan tempat-tempat tersebut belum tentu mudah dijangkau. Akan tetapi, panel surya yang modern sudah bisa digulung seperti karpet sehingga mempermudah proses perpindahannya ke berbagai lokasi.

    1. Kokoh dan tahan lama

    Kelebihan lainnya dari teknologi listrik tenaga surya adalah daya tahannya yang teruji. Dibandingkan dengan pemasok listrik sumber energi lainnya, panel surya memiliki ketahan mencapai 25 tahun lebih dengan masa pakai baterai hingga 5 tahun. Perawatannya pun simpel karena tak perlu mengganti oli dan perangkat lainnya secara rutin.

    1. Dapat disesuaikan dengan kondisi

    Selain mudah dibawa ke berbagai tempat, panel surya juga mudah disesuaikan di berbagai kondisi. Ingin melakukan pemasangan di atap atau di tanah? Semuanya bisa! Baterainya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tegangannya pun bisa diatur karena ada pengontrol di dalamnya.

    1. Lebih ramah lingkungan dan senyap

    Satu lagi kelebihan teknologi listrik tenaga surya yang dirasakan adalah lebih ramah lingkungan dan senyap. Karena memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi listrik, pastinya alat ini tidak menghasilkan karbon dioksida ke udara. Selain itu, panel surya juga tidak mengeluarkan suara berdengung yang dapat mengganggu kenyamanan para korban bencana di tempat evakuasi.

     

    Sudah paham bagaimana pentingnya teknologi listrik tenaga surya untuk bencana alam? Meski kesannya bencana alam terjadi begitu saja, tapi nyatanya bencana alam banyak yang dipicu oleh krisis iklim. Maka dari itu, untuk meminimalkan krisis iklim atau yang lebih dikenal dengan global warming, Anda dapat mulai beralih ke sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, misalnya PLTS Atap.

    Jika Anda tertarik dengan pemasangan PLTS Atap, jangan lupa untuk lakukan kalkulasi kebutuhan kapasitas panel surya dengan memanfaatkan kalkulator di sini. Lalu, temukan vendor instalasi sistem PLTS Atap terdekat melalui SolarHub. Mari kita bersama menjaga bumi dari kerusakan lingkungan!

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/aktivitasmu-menyumbang-pemanasan-global-bagaimana-bisa

    https://www.weforum.org/agenda/2018/05/how-solar-power-is-impacting-natural-disaster-relief

    https://www.watsonschargingstations.com/blog/2023/february/the-role-of-solar-power-in-disaster-relief-and-e/

    https://thesolarlabs.com/ros/the-role-of-solar-energy-in-disaster-relief-and-emergency-power/

    https://www.greenmatters.com/renewables/2018/05/08/1ciiuh/solar-power-relief

    https://supergreensolutions.com/how-solar-power-helps-with-disaster-resilience/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/