Tag: krisis iklim

  • Bagaimana Leonardo DiCaprio Menjadi Aktivis Energi Terbarukan?

    Bagaimana Leonardo DiCaprio Menjadi Aktivis Energi Terbarukan?

    Siapa yang tidak kenal dengan Leonardo DiCaprio? Aktor kawakan pemenang piala Oscar ini telah memainkan berbagai macam film fenomenal yang kerap menghiasi layar lebar serta festival film internasional. Namun, di balik semuanya, ternyata aktor kelahiran Los Angeles ini juga seorang environmentalist! Ia aktif mendukung gerakan melawan krisis iklim dan terus menyuarakan hal tersebut melalui berbagai platform miliknya. Apa saja yang telah dilakukan Leonardo DiCaprio sebagai aktivis lingkungan?

    5 Tindakan DiCaprio untuk Melawan Krisis Iklim

    Sebelum beranjak ke tindakan konkret apa saja yang sudah dilakukan Leonardo DiCaprio untuk lingkungan, pahami dulu bahwa ia telah memulai semuanya sejak usia 24 tahun. Kini dirinya hampir menginjak 49 tahun dan itu artinya ia telah menyuarakan tentang krisis iklim ini 25 tahun. Mari lihat apa saja yang ia lakukan untuk bumi!

    1. Membangun Leonardo DiCaprio Foundation

    Persis setelah film legendaris berjudul Titanic mengangkat namanya di industri perfilman dunia, di saat itulah ia mendirikan Leonardo DiCaprio Foundation yang bertujuan untuk melindungi bumi. Ketika itu ia masih berusia 24 tahun, tetapi telah memiliki misi untuk mengharmonisasikan antara humanisme dan alam.

    Kini yayasan yang dibangunnya itu telah mendukung lebih dari 35 proyek konservasi di seluruh dunia dengan tujuan menjaga ekosistem dan melindungi spesies-spesies langka. Semuanya berawal dari Leonardo DiCaprio kecil yang tersentuh ketika menonton film dokumenter tentang perusakan hutan hujan.

    1. Berinvestasi pada perusahaan yang sustainable

    Bukan hanya terang-terangan mendirikan yayasan yang bergerak di ranah lingkungan hidup, Leonardo DiCaprio juga memperhatikan kepada siapa dirinya menanamkan modal investasi. Selama puluhan tahun terakhir, dirinya terbukti hanya mempercayakan dananya pada perusahaan-perusahaan yang memedulikan tentang sustainability.

    Sebagai contoh, lawan main Kate Winslet di film Titanic ini berinvestasi pada Beyond Meat, Califia Farms, Hippeas, dan lainnya. Lalu, belum lama ini, tepatnya sekitar tahun 2021, ia memutuskan untuk bergabung bersama keluarga Perfect Day sebagai Sustainability & Health Advisory Council. Perfect Day adalah tech startup penghasil es krim non-hewani pertama di dunia.

    1. Menggunakan berbagai platform untuk meningkatkan awareness

    Wujud nyata tindakan Leonardo DiCaprio peduli terhadap krisis iklim pun selalu ia suarakan di berbagai kesempatan. Tak hanya memenuhi platform media sosialnya dengan banyak unggahan seputar lingkungan, ia juga menggunakan momen langsung ketika dirinya menerima piala Oscar untuk pidato soal hal ini.

    Tahun 2016 Leonardo DiCaprio menerima piala Oscar atas filmnya yang bertajuk The Revenant. Ketika harus menyampaikan pidato di podium, dirinya pun membuka isu akan lingkungan dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Momen tersebut tentunya bertepatan, mengingat film buatan Alejandro González Iñárritu itu memang mengungkapkan keindahan alam yang luar biasa.

    Pungkasan pidatonya yang menarik pada perhelatan malam tersebut mengatakan, “I thank you all for this amazing award tonight. Let us not take this planet for granted, I do not take this night for granted.”

    1. Mendukung pembuatan film dokumenter lingkungan

    Sebagai sineas, Leonardo DiCaprio tentu saja mengangkat krisis iklim ini lewat medium film, baik itu film pendek maupun panjang. Beberapa judul yang menyertakan namanya dalam proses produksi, antara lain Cowspiracy: The 11th Hour (2007), Virunga (2014), The Sustainability Secret (2014), Before the Flood (2016), And We Go Green (2019), Ice on Fire (2019), serta The Loneliest Whale: The Search for 52 (2021).

    1. Menjadi pendukung penggunaan energi surya

    Peran Leonardo DiCaprio dalam memerangi krisis iklim juga tampak pada komitmennya mendukung penggunaan energi surya sebagai sumber listrik berkelanjutan. Aksi konkretnya adalah dengan menjadi investor di Kingo, perusahaan panel surya off-grid yang mempunyai visi untuk mengalirkan listrik ke daerah-daerah kurang terjamah, misalnya Pegunungan Guatemala.

    Tak hanya menanamkan modalnya di sana, aktor berprestasi ini juga bergabung ke dalam dewan penasihat yang kemudian turut menaikkan angka pengguna. Terbukti, setelah tiga tahun berjalan, Kingo berhasil menembus angka 600.000 pengguna (dari hanya 500) di berbagai pedesaan. Sekali lagi, perusahaan ini tidak menuntut biaya sepeser pun.

     

    Bagaimana, peran Leonardo DiCaprio sebagai environmentalist tak perlu diragukan lagi, bukan? Jika Anda ingin mengikuti jejak sang aktor untuk memerangi krisis iklim, mulailah dengan memasang PLTS Atap seperti yang dilakukan DiCaprio saat mendukung Kingo.

    Mari hitung kebutuhan panel surya di hunian Anda dengan memanfaatkan fitur kalkulator surya SolarHub. Kemudian, temukan vendor pemasangan PLTS Atap terdekat dari daerah Anda dengan mengunjungi laman ini!

     

    Referensi:

    https://togetherband.org/blogs/news/leonardo-dicaprio-environment

    https://vegnews.com/vegan-news/celebrities/leonardo-dicaprio-save-the-planet

    https://www.livekindly.com/how-leonardo-dicaprio-saving-planet/

    https://www.livekindly.com/how-leonardo-dicaprio-saving-planet/

    https://www.people4ocean.com/blogs/blog/how-leonardo-dicaprio-became-a-leading-climate-activist

    https://mashable.com/article/leonardo-dicaprio-kingo-solar-energy

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Pakai Listrik Tenaga Surya, Mari Sama-sama Kurangi Dampak Krisis Iklim!

    Belakangan ini, banyak media yang menggaungkan bahwa dunia sedang mengalami krisis iklim atau biasa dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Namun, apa itu krisis iklim? Pada dasarnya, fenomena tersebut membuat suhu bumi meningkat sehingga udara terasa lebih panas. 

    Krisis iklim dapat merugikan lingkungan maupun kualitas hidup karena dengan iklim yang lebih panas, volume air laut akan meningkat dan pertumbuhan tanaman sebagai sumber makanan juga akan terganggu. Akan tetapi, pemakaian listrik tenaga surya dapat menekan dampak dari kondisi krisis iklim. Bagaimana caranya? Mari kita simak bersama-sama di artikel ini.

    Bagaimana kondisi krisis iklim terkini? 

    Para ahli iklim memperkirakan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat setidaknya sebesar 1,2 derajat Celcius pada tahun 2023 ini. Hal ini berbeda dari informasi pada tahun 2016 hingga 2022. Bagaimana bisa? Menurut NASA, suhu bumi sempat mencapai rata-rata yang wajar karena fenomena La Nina, atau pendinginan permukaan air laut di Samudra Pasifik, bertahan lebih lama. 

    Akan tetapi, Gavin Schmidt selaku kepala Goddard Institute of Space Studies dari NASA menyatakan bahwa ada kemungkinan justru fenomena La Nina akan digantikan dengan El Nino yang meningkatkan suhu permukaan samudra. Jika itu terjadi, suhu bumi bisa bertambah panas pada akhir tahun 2023 hingga tahun 2024. 

    Sementara itu, Persetujuan Paris (Paris Agreement) mencoba membatasi peningkatan suhu bumi agar tidak melewati 1,5 derajat Celcius karena jika lebih dari itu, akan terjadi fenomena cuaca ekstrem dan meningkatnya frekuensi bencana alam yang membahayakan kehidupan.

    Tekan dampak krisis iklim dengan listrik tenaga surya

    Tidak hanya fenomena El Nino, salah satu penyebab krisis iklim yang paling signifikan adalah tingginya tingkat penggunaan energi fosil. Para ahli prediksi iklim dari NASA dan Met Office pun juga menyetujui bahwa peningkatan suhu permukaan bumi akan semakin tinggi seiring dengan banyaknya emisi gas rumah kaca (greenhouse gas) global yang terperangkap hingga membuat iklim lebih panas. 

    Sayangnya, energi fosil digunakan untuk banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya pasokan listrik. Padahal, berdasarkan informasi dari EPA, energi fosil memiliki jejak karbon yang cukup besar, yaitu 820 ton, karena 65% dari karbon dioksida di bumi berasal dari sana. Maka dari itu, dengan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik tenaga surya, Anda dapat menekan efek negatif krisis iklim.

    Sumber energi terbarukan, lebih ramah lingkungan 

    Listrik tenaga surya lebih ramah lingkungan karena sumbernya berasal dari energi terbarukan, yakni sinar matahari. Hal ini pun didukung oleh penelitian dari Our World in Data yang menunjukkan bahwa emisi karbon tenaga surya hanya sebesar 5 ton. Oleh sebab itulah semakin banyak negara yang beralih ke sumber energi terbarukan.

    Secara teori pun, peralihan ke listrik tenaga surya di Indonesia juga tidak sulit karena menurut publikasi IESR, potensi energi terbarukan Indonesia berkisar antara 3.396 GWp hingga 19.385 GWp. Sayangnya, pemanfaatan energi surya di Indonesia baru mencapai 0,2 GWp atau di bawah 1% dari total kapasitas yang ada. 

    Untuk mendukung transisi ke energi terbarukan, pemerintah pun telah memprakarsai banyak program insentif, salah satunya melalui peningkatan ekspor listrik tenaga surya ke PLN sebesar 100% setelah Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang PLTS Atap direvisi.

    Langkah awal yang sebaiknya diambil

    Nah, bagaimanakah Anda bisa memulai peralihan ke energi surya untuk kehidupan sehari-hari dan mencegah dampak krisis iklim? Caranya sangat mudah, yaitu cukup dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga. Namun, sebelum itu, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.

    Pertama, karena bentuk pemanfaatan energi surya cukup banyak, alangkah baiknya jika Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang listrik tenaga surya. Setelah mendapatkan semua informasi yang diperlukan, Anda bisa mulai memperhitungkan kebutuhan listrik dan dana pemasangan panel tenaga surya untuk rumah tangga berdasarkan penggunaan selama ini.

    Peningkatan suhu bumi dari krisis iklim berpotensi merugikan kenyamanan dan kesehatan Anda. Untuk menangkal efek negatif tersebut, tenaga listrik surya dapat membantu dengan emisi karbon yang jauh lebih kecil daripada bahan bakar fosil, serta sumbernya yang terbarukan. 

    Tidak perlu cemas, Anda juga bisa berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan dari krisis iklim dengan pemasangan panel tenaga surya. Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa. Sebelum memasang panel tenaga surya, dapatkan informasi seputar PLTS Atap melalui publikasi IESR. Terakhir, jangan lupa simulasikan penghitungan kebutuhan PLTS Atap untuk rumah Anda dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Reference:

    https://solarhub.id/publikasi

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://pertaminapower.com/pembangkit-listrik-tenaga-surya

    https://www.axios.com/2023/01/14/global-warming-accelerates-2023

    https://dunia.rmol.id/read/2022/12/20/557676/peneliti-iklim-sebut-2023-akan-jadi-tahun-terpanas-bumi

    https://ebtke.esdm.go.id/post/2021/09/02/2952/indonesia.kaya.energi.surya.pemanfaatan.listrik.tenaga.surya.oleh.masyarakat.tidak.boleh.ditunda

    https://ourworldindata.org/safest-sources-of-energy