Tag: jateng solar province

  • Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Gotong Royong Adalah Kunci Sukses Transisi ke Energi Terbarukan

    Sejak beberapa tahun terakhir, Provinsi Jawa Tengah terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Energi terbarukan yang dimaksud berupa PLTS Atap, Biogas, Pompa Air Tenaga Surya, PLTMH, dan masih banyak lagi. 

    Total, 13,38% bauran energi di Jawa Tengah berasal dari sumber energi terbarukan tersebut pada tahun 2021 kemarin. Hingga saat ini, proyek-proyek energi terbarukan masih terus dikembangkan dan diinisiasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Lalu, bagaimana progresnya?

    Adakan Kegiatan Berjudul “Jelajah Energi”

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah—melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah—bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform  (IESR) melaksanakan kegiatan Jelajah Energi Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, tim Jelajah Energi blusukan menuju ke beberapa daerah di Jawa Tengah untuk mempublikasikan praktik pemanfaatan energi terbarukan. 

    Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa ada banyak lapisan masyarakat yang telah terbantu dengan dibangunnya pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan. Uniknya, tiap proyek yang dikunjungi oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah tersebut memiliki model partisipasi warga yang berbeda.

    Model partisipasi pertama adalah kolaborasi multi-pihak. Di sini, setiap pihak memiliki kebutuhan serta kemampuannya masing-masing dalam mewujudkan adanya pembangkit listrik energi terbarukan. 

    Kemudian, ada juga kolaborasi pengoperasian fasilitas. Pada model ini, pemerintah atau pihak lainnya membantu pembangunan fasilitas, yang kemudian dioperasikan oleh warga sekitar dengan biaya iuran dari tiap warga. Terakhir, ada kolaborasi gethuk tular, atau pembangunan oleh warga yang terinspirasi dari pembangunan fasilitas sebelumnya.

    Peran Pemerintah dan Masyarakat

    Dari ketiga model partisipasi pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemukan oleh tim Jelajah Energi Jawa Tengah di Lapangan, ketiganya memiliki satu kesamaan: berasaskan pada gotong-royong. 

    Ya, tiap pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah Jawa Tengah ini merupakan usaha kolektif dari pemerintah, warga sekitar, serta pihak-pihak lainnya yang turut membantu. Umumnya, tujuan utama kerja sama ini ada dua, yaitu untuk mengenalkan sumber energi terbarukan, serta memenuhi kebutuhan warga sekitar akan sumber energi yang lebih efektif dan terjangkau. Inilah alasan mengapa seluruh pihak sama-sama diuntungkan dengan pembangunan fasilitas energi terbarukan tersebut.

    Bukan Hanya Dana, Inisiatif dan Kepemimpinan Juga Penting 

    Dalam setiap proyek pembangunan fasilitas energi terbarukan yang ditemui tim Jelajah Energi Jawa Tengah, semua berawal dari sebuah inisiasi. Ini bisa datang dari mana saja, baik pemerintah, masyarakat, atau pihak-pihak lainnya. 

    Misalnya saja saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari bagaimana tingginya potensi teknis energi solar di Jawa Tengah. Kemudian, muncullah inisiatif untuk menjalankan program Jateng Solar Province yang dipraktikkan dengan memberi bantuan pemasangan PLTS untuk UMKM di beberapa daerah.

    Oleh karena itu, bisa dibilang kunci utama dari keberhasilan terciptanya beberapa proyek energi terbarukan ini bukan hanya dana semata; melainkan juga inisiatif dari berbagai pihak serta kepemimpinan daerah dan komunitas yang peduli. Kombinasi antara ketiga faktor tersebut terbukti bisa mendorong proses transisi energi yang memang membutuhkan investasi tidak murah serta perawatan secara berkala. 

    Lalu, bagaimana contoh implementasi energi terbarukan yang sudah berhasil terlaksana dengan baik?

    Contoh Implementasi Energi Terbarukan: PATS di Purworejo 

    Dulu di Desa Krandegan, masyarakat memanfaatkan pompa berbahan bakar diesel untuk melakukan irigasi sawah. Karena pompa tersebut merupakan pompa tua, masyarakat sekitar kesulitan untuk menggunakannya secara efektif. 

    Mendengar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung terjun ke lapangan untuk melihat kondisi pompa. Setelah melakukan diskusi, pemerintah memutuskan bahwa mereka akan memasang Pompa Air Tenaga Surya untuk menggantikan pompa diesel tua tersebut.

    Inisiatif tersebut disambut baik oleh warga sekitar Desa Krandegan. Apalagi, mayoritas penduduk yang berjumlah ratusan itu berprofesi sebagai petani. Pompa yang menyalurkan air dari Sungai Dolang ke area sawah ini membuat masyarakat bisa tanam dan panen hingga tiga kali per tahun. Ini karena sebelumnya, masa tanam di musim kemarau sering gagal akibat kurangnya pasokan air.

     

    Bagaimanapun juga, usaha untuk melakukan transisi energi ke energi terbarukan memang merupakan upaya kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya yang membantu. Itulah mengapa gotong royong sangat diperlukan untuk mewujudkan misi global mengurangi dampak krisis iklim. 

    Anda sendiri juga bisa membantu misi global tersebut dengan melakukan pemasangan PLTS Atap untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. Tertarik? Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan pemasangan PLTS Atap rumah tangga terdekat. Anda tidak perlu bingung mencari penyedia layanan tersebut karena ada direktori dari SolarHub yang bisa Anda jadikan acuan.

     

    Referensi:

    https://jatengprov.go.id/publik/jelajah-energi-jateng-kampanyekan-energi-baru-terbarukan/

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/

  • Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Efek Domino Pemasangan Panel Surya di Sektor Industri Jawa Tengah

    Demi mendukung misi global mencapai net zero emission sebelum tahun 2050, seluruh negara menggalakkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari dan industri. Salah satu caranya dengan mendorong masyarakat dan bisnis untuk memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Semua ini dilakukan untuk mengurangi dampak krisis iklim yang masih terus mengancam secara global, termasuk Indonesia.

    Pemerintah Indonesia sendiri juga terus menggaungkan penggunaan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk memproduksi listrik. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Demi membantu UMKM di beberapa daerah di Jawa Tengah, Pemprov Jateng membagikan panel surya untuk memproduksi listrik yang membuat tagihan listrik UMKM tersebut berkurang hingga separuhnya. 

    Memangnya, seberapa besar potensi tenaga surya dari Jawa Tengah?

    Potensi Tenaga Surya di Jawa Tengah

    Menurut laporan dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga provinsi di Indonesia dengan potensi teknis energi surya atap tertinggi. Provinsi satu ini hanya kalah dari Jawa Timur dan Jawa Barat yang berada di posisi pertama dan kedua.

    Tepatnya, potensi teknis tenaga surya atap di Jawa Tengah berada di angka 32,5-109,6 gigaWatt-peak (gWp). Dengan catatan, potensi teknis ini hanya menghitung potensi tenaga surya berdasarkan data pelanggan PLN untuk bangunan rumah. Artinya, studi ini tidak menghitung potensi teknis tenaga surya pada bangunan komersial seperti gedung perkantoran.

    Melihat besarnya potensi tersebut, tidak heran kalau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha untuk mewujudkan inisiatif Jateng Solar Province. Inisiatif bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan IESR. Hal ini merujuk pada program dari Pemprov Jateng untuk menggalakkan penggunaan panel surya dalam pembangkitan listrik. Lalu, bagaimana strategi dari pemerintah Jawa Tengah?

    Strategi Pemerintah Jawa Tengah Mengenai Tenaga Surya

    Komitmen Pemprov Jateng terhadap pengembangan PLTS skala besar bisa terlihat dari strategi yang sudah dijalankan selama ini. Salah satunya, pemerintah daerah telah mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk beberapa program pengembangan dan instalasi PLTS. Beberapa program yang dimaksud adalah PLTS Solar Home System, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya, PLTS atap pada bangunan publik, dan masih banyak lagi. 

    Menurut Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Jawa Tengah, sudah ada banyak PLTS yang terbangun di Jawa Tengah. Total, ada 995 kWp PLTS yang sudah terpasang dan akan terus bertambah. Sampai saat ini, beberapa UMKM, pondok pesantren, maupun bangunan lainnya juga sedang dalam proses pelaksanaan transisi energi ke energi terbarukan berupa panel surya.

    Selain memasang PLTS Atap di beberapa bangunan publik atau fasilitas umum lainnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sedang merencanakan dibangunnya PLTS terapung. Sesuai namanya, PLTS terapung adalah PLTS yang diletakkan di atas air seperti laut, danau, atau dalam kasus ini, waduk. Setelah bekerja sama dengan IESR, Pemprov Jateng berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi pembangunan PLTS terapung yang memiliki potensi teknis total hingga 723 megaWatt-peak (MWp).

    Pentingnya Peran Sektor Komersial dan Industri

    Untuk mewujudkan Jateng Solar Province, Pemerintah Provinsi Jateng membutuhkan bantuan dari sektor komersial dan industri. Mengapa demikian?

    Saat ini, sektor komersial dan industri sedang menghadapi tantangan untuk segera menerapkan praktik green industry. Maksudnya, sebuah bisnis harus menyeimbangkan antara emisi karbon yang dihasilkan, dengan emisi karbon yang dihilangkan dalam seluruh rantai pasok. Dalam masa transisi menuju zero carbon emission tersebut, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis tersebut adalah dengan berinvestasi pada solar farm atau PLTS Atap. 

    Terbukti hingga 2021, 48% dari total kapasitas PLTS yang terpasang ternyata berasal dari sektor komersial dan industri. Tepatnya, ada 4,3 MWp dari keseluruhan 8,8 MWp kapasitas energi dari panel surya yang ada di Jawa Tengah.

    Hasil Efek Domino dari Permintaan Pasar Terhadap Industri Hijau

    Tingginya peran sektor komersial dan industri dalam penggalakan untuk menerapkan energi terbarukan ini merupakan efek domino dari tingginya minat masyarakat terhadap industri hijau. Ya, saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya misi mencapai net zero carbon emission sebelum tahun 2050 untuk melawan krisis iklim. Oleh karena itu, mereka menuntut sektor industri untuk melakukan transisi dan menggunakan energi terbarukan. 

    Untuk memenuhi tuntutan tersebut, akhirnya beberapa perusahaan dan bisnis mulai melakukan transisi penggunaan energi terbarukan, tak terkecuali industri di Jawa Tengah. Tidak hanya industri besar, beberapa industri UMKM juga mulai menyadari pentingnya penggunaan panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya untuk melakukan produksi.

     

    Jika Anda juga ingin turut berkontribusi dalam mencapai misi net zero carbon emission sebelum tahun 2050, maka mulailah untuk mendukung industri yang juga peduli akan hal tersebut. Sebagai cara lain, Anda sendiri juga bisa menerapkan penggunaan energi terbarukan dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Kalau Anda tertarik untuk memasang PLTS Atap, mulailah dengan menghitung kapasitas panel surya yang sesuai kebutuhan menggunakan kalkulator surya. Kemudian, Anda bisa memanfaatkan pelayanan dari penyedia panel surya tepercaya yang bisa ditemukan pada direktori SolarHub di sini.

     

    Referensi:

    https://kalkulator.solarhub.id/

    https://solarhub.id/