Tag: berita

  • Canggih, 5 Instalasi Seni Ini Memanfaatkan Panel Tenaga Surya!

    Canggih, 5 Instalasi Seni Ini Memanfaatkan Panel Tenaga Surya!

    Keberhasilan transisi ke sumber energi listrik terbarukan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, bisnis besar, hingga masyarakat awam. Maka dari itu, tidak hanya perusahaan ternama yang menerapkan teknologi panel tenaga surya untuk mendukung operasional mereka; muda-mudi di seluruh dunia turut mengajak semua orang untuk merangkul implementasi listrik ramah lingkungan dalam berbagai cara, salah satunya dengan karya seni. Apa saja contoh instalasi seni yang menggunakan panel surya?

    Daftar Instalasi Seni yang Menggunakan Panel Tenaga Surya

    Sudah sewajarnya sebuah karya seni dapat memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar. Namun, siapa sangka, sejumlah instalasi seni berikut tidak hanya mendapatkan sumber energi dari panel tenaga surya, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

    1. Solar Tree

    Solar Tree di Bristol, Inggris, dibuat sebagai sarana untuk memperkenalkan panel tenaga surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Di dalamnya terdapat sejumlah fungsi, di antaranya sebagai pengisi daya ulang ponsel serta sumber sinyal Wi-Fi.

    Bentuk karya seni ini menyerupai sebatang pohon dengan panel surya di setiap cabangnya yang menghadap ke segala arah. Penyusunan ini dibuat agar panel surya dapat menangkap cahaya matahari sekaligus membentuk bayang-bayang yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berteduh pada siang hari.

    Penempatan panel surya ini punya makna tersembunyi, di mana panel berperan seperti lembar-lembar daun yang menangkap sinar matahari sebagai sumber tenaga saat berfotosintesis.

    2. Solar Sunflower

    Di salah satu area jalur pedestrian dan pesepeda di Austin, Texas, Amerika Serikat, terdapat sebuah lapangan berisi 15 instalasi panel tenaga surya yang berbentuk menyerupai bunga matahari. Instalasi yang dikenal dengan nama Solar Sunflower ini dibuat sebagai ikon kota Austin yang sadar akan energi terbarukan.

    Selain sebagai area berteduh untuk para pejalan kaki dan pesepeda, energi yang dikumpulkan oleh bunga-bunga ini digunakan untuk menyalakan instalasi LED di malam hari. Sisa energinya diekspor ke layanan sumber energi sekitar dan dikonversi sebagai biaya perawatan instalasi.

    3. Solar Serpent

    Jalur cepat Santa Monica, Los Angeles, terlihat berbeda dengan instalasi panel tenaga surya yang berbentuk menyerupai sisik ular bila dilihat dari ketinggian. Instalasi seni yang dinamakan Solar Serpent ini menyelubungi jalur cepat dengan cakupan luasan panel surya seluas lebih dari 95 hektare.

    Tak heran bila instalasi ini mampu memproduksi listrik hingga 150 MW, yang bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan energi bersih masyarakat sekitar. Sumber energi ini mampu mengurangi 15% penggunaan listrik konvensional di area tersebut. Hebatnya lagi, di bawah instalasi ini juga dibuat stasiun pengisian daya untuk mobil listrik.

    4. Solar Reserve

    Di Tonopah, Nevada, terdapat Solar Reserve yang dibuat oleh John Gerrard pada tahun 2014 lalu. Perangkat ini berupa menara solar thermal power yang dikelilingi oleh 10.000 cermin. Cermin-cermin ini merefleksikan cahaya matahari untuk memanaskan menara sehingga memicu munculnya baterai thermal yang mampu menghasilkan energi listrik.

    Uniknya, setiap cermin akan bergerak mengikuti arah matahari, bulan, dan bintang secara real-time sepanjang 365 hari. Gerakan cermin ini dapat dipantau melalui pantauan satelit dalam rentang waktu tiap 60 menit sehingga menciptakan semacam koreografi yang indah dari pergerakan cahaya dan bayangan cermin.

    5. Prismatica

    Instalasi seni terakhir terletak di New York, tepatnya di Midtown Manhattan. Pada instalasi seni satu ini, terdapat 50 prisma yang terbuat dari panel berlapis film dikroik. Lapisan ini membuat panel mampu memunculkan cahaya dengan spektrum yang berbeda-beda.

    Pada siang hari, cahaya matahari membuat prisma-prisma ini berkilauan. Sedangkan pada malam harinya, prisma-prisma ini akan memunculkan warna yang menyesuaikan lingkungan sekitar. 

     

    Setelah melihat karya-karya di atas, mungkin tebersit di pikiran Anda untuk mulai memperhitungkan peralihan energi ke listrik tenaga surya. Tak perlu seindah karya seni di atas, Anda dapat memulainya dengan langkah kecil namun efektif, yakni memasang panel tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik rumah tangga setiap harinya.

    Anda dapat memulainya dengan menghitung kebutuhan PLTS Atap di rumah Anda menggunakan kalkulator surya SolarHub. Di situ, Anda bisa memperkirakan berapa panel yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah Anda. Dengan begitu, Anda dapat mulai mencari vendor jasa pemasangan PLTS Atap untuk selangkah lebih maju menuju energi hijau.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/suara-pemuda-untuk-transisi-energi  

    https://iesr.or.id/pustaka/indonesia-energy-transition-outlook-ieto-2023   

    https://bristolgreencapital.org/the-technology-behind-bristols-solar-tree/  

    https://www.neongreen.co.uk/products  

    https://inhabitat.com/austin-texas-gets-an-electric-sunflower-garden/  

    https://inhabitat.com/massive-solar-serpent-winds-along-the-santa-monica-freeway/  

    https://www.archdaily.com/88827/solar-serpents-in-paradise-mans-tham  

    http://www.johngerrard.net/solar-reserve.html  

    https://www.lacma.org/art/exhibition/john-gerrard-solar-reserve  

    https://publicdelivery.org/ai-weiwei-sunflower-seeds-video-jingdezhen-mary-boone-gallery/  

    https://www.tate.org.uk/art/artworks/ai-sunflower-seeds-t13408  

    https://theinspirationgrid.com/prismatica-public-art-installation-by-raw/  

    https://rawdesign.ca/projects/prismatica/  

    https://untappedcities.com/2021/01/12/prismatica-garment-district/  

    https://kalkulator.solarhub.id  

    https://solarhub.id  

  • Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Sistem Ekspor Listrik Tenaga Surya ke PLN Dihapus, Bagaimana Kelanjutannya?

    Untuk mendukung jumlah instalasi PLTS di area residensial demi mempercepat pencapaian target nol emisi, pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan sejumlah peraturan mengenai sistem ekspor impor listrik tenaga surya. Akan tetapi, belum lama ini, kebijakan tersebut telah dihapus karena berbagai alasan. Apa alasannya? Lantas, bagaimana penghapusan kebijakan tersebut memengaruhi penerapan energi terbarukan di Indonesia?

    Sistem Ekspor Impor Listrik ke PLN Sebelumnya

    Kebijakan ekspor impor listrik ke PLN diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Kebijakan ini pada dasarnya mengatur tentang bagaimana sistem ekspor impor listrik dari PLTS Atap ke PLN.

    Dalam perilisan awalnya, sistem ekspor impor listrik disebutkan pada pasal 6 ayat 1. Di peraturan ini, dijelaskan bahwa energi listrik yang diekspor dari PLTS Atap akan dihitung sesuai nilai kWh pada meter kWh Ekspor-Impor, lalu dikali 100% (seratus persen). Aturan inilah yang akan dihapus dalam revisi Permen 26/2021 menjadi tidak ada ekspor setelah sebelumnya sempat mengalami pembatasan.

    Mengapa Kebijakan Ekspor Listrik Tenaga Surya Dihapus?

    Penghapusan kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pada awal tahun 2022 lalu, PLN mengalami krisis kelebihan pasokan listrik. Sejumlah faktor yang menyebabkan di antaranya adalah pandemi dan resesi global. Hal ini belum termasuk megaproyek PLTU batubara pada tahun 2015 yang baru beroperasi 47% pada tahun yang sama.

    PLN sendiri sudah menolak pelaksanaan Permen ESDM No. 26/2021 sejak diundangkan pada Agustus 2021 lalu. Penolakan ini berimbas pada realisasi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atap yang hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas utama.

    Perkiraan Ahli tentang Dampak dari Perubahan Kebijakan

    Pembatasan pemanfaatan PLTS Atap ini membawa dampak yang cukup signifikan. Hal ini bisa membuat minat masyarakat akan pemasangan PLTS Atap, khususnya dari pasar residensial, cenderung turun. Menanggapi hal ini, AESI dan IESR merekomendasikan agar sistem net-metering tetap berlaku, khususnya untuk pelanggan residensial.

    Menurut kedua organisasi tersebut, penurunan minat pemasangan PLTS Atap di tingkat residensial akan berdampak besar pada lapangan kerja hijau, khususnya para pelaku usaha instalasi PLTS skala kecil. Peluang teknisi dan pemasang dengan segmen pasar rumah tangga untuk bersaing di ranah PLTS Atap akan semakin kecil. Dikhawatirkan pertumbuhan dan peluang usaha hijau ini menjadi terhambat.

    Pentingnya Peranan Regulasi Pemerintah untuk Mendukung Energi Terbarukan

    Tidak bisa dimungkiri, diperlukan adanya campur tangan pemerintah, khususnya dalam hal regulasi kebijakan, agar cita-cita bangsa dengan Net Zero Emission dapat tercapai sesegera mungkin. Revisi kebijakan di atas tentu akan sangat memukul pertumbuhan pengguna PLTS Atap karena dianggap kurang menguntungkan.

    Jadi, Apakah Pemasangan PLTS Atap Masih Menguntungkan?

    Bagi PLN, peraturan ekspor listrik tenaga surya dari PLTS Atap dianggap sebagai penambah beban. Meski kebijakan ekspor impor listrik ke PLN telah dihapus, Anda tetap dapat diuntungkan dengan adanya pemasangan PLTS Atap karena harga perangkatnya perlahan akan semakin terjangkau dari tahun ke tahun. Harga instalasi PLTS Atap masih tetap bisa tertutup dengan penghematan biaya listrik dalam beberapa tahun ke depan.

     

    Bagi Anda yang sedang atau ingin memasang PLTS Atap, tidak perlu khawatir dengan revisi kebijakan ekspor impor listrik tenaga surya ke PLN ini. Sebab, PLTS Atap masih tetap bisa menghasilkan imbal balik yang bagus dari segi penghematan biaya sekaligus pelestarian lingkungan.

    Peraturan mengenai PLTS Atap akan selalu berkembang dinamis meski saat ini terbentur pada fasilitas dan sejumlah kepentingan lainnya. Meski begitu, Anda masih berhak mendapatkan update perkembangan dan penerapan kebijakan energi terbarukan dengan membaca berbagai publikasi IESR tentang PLTS Atap. Dengan mengenali sistem dan keberadaannya, Anda dapat mulai mencari vendor jasa instalasi PLTS Atap terdekat di direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/kelebihan-pasokan-listrik-pln-perlu-evaluasi-megaproyek-35-gw

    https://iesr.or.id/tag/aturan-penghambat-plts-atap 

    https://iesr.or.id/pustaka/indonesia-energy-transition-outlook-ieto-2023 

    https://iesr.or.id/teknologi-plts-semakin-maju-dan-murah-menjadi-pendorong-pemanfaatan-energi-surya-indonesia 

    https://iesr.or.id/indonesia-butuh-tingkatkan-instalasi-energi-terbarukan-hingga-10-kali-lipat-untuk-capai-net-zero-emissions 

    https://iesr.or.id/dukungan-regulasi-kunci-akselerasi-energi-surya 

    https://solarhub.id/publikasi 

    https://solarhub.id/ 

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20230310083708-4-420504/fix-aturan-ekspor-listrik-plts-atap-ke-pln-dihapus 

    https://www.suara.com/bisnis/2022/06/06/213844/kebijakan-pln-membatasi-plts-atap-dinilai-tidak-menarik-dari-sisi-keekonomian