Tag: renewable energy

  • Musim Hujan, Apakah Modul Surya Tetap Perlu Dibersihkan?

    Musim Hujan, Apakah Modul Surya Tetap Perlu Dibersihkan?

    Banyak orang beranggapan bahwa musim hujan bisa menjadi “pembersih alami” bagi modul surya. Logikanya sederhana: jika hujan turun setiap hari, otomatis debu dan kotoran akan tersapu air. Tapi, benarkah hujan cukup efektif menjaga kebersihan modul surya agar kinerjanya tetap optimal?

    Faktanya, meski hujan membantu mengurangi sebagian debu, ia tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Air hujan justru bisa meninggalkan noda atau bercak akibat kandungan mineral yang menempel di permukaan kaca modul. Bercak ini, jika dibiarkan, akan mengurangi kemampuan modul menyerap cahaya matahari.

    Selain itu, hujan tidak selalu mampu membersihkan kotoran yang lebih membandel. Daun kering, sarang serangga, hingga lapisan debu tebal tetap bisa menempel kuat di permukaan modul surya. Bayangkan saja kaca mobil yang kehujanan tanpa pernah dicuci lama-lama akan terlihat kusam dan buram, bukan?

    Penting juga dipahami bahwa efisiensi modul surya sangat bergantung pada kebersihannya. Penurunan efisiensi sekecil 5–10% saja bisa berarti produksi listrik berkurang signifikan dalam jangka panjang. Itu artinya, tagihan listrik dari PLN bisa kembali membengkak hanya karena panel tidak dibersihkan dengan benar.

    Lalu, bagaimana cara membersihkan modul surya di musim hujan? Tidak perlu terlalu sering, tapi tetap perlu dijadwalkan. Misalnya, pemeriksaan visual setiap 1–2 bulan sekali, lalu pembersihan menyeluruh setiap 3–4 bulan atau saat terlihat ada kotoran menumpuk. Dengan begitu, modul tetap bekerja maksimal tanpa perlu berlebihan dalam perawatan.

    Perlu diingat pula, membersihkan modul surya tidak boleh sembarangan. Hindari membersihkan di siang hari saat modul panas karena berisiko menyebabkan retakan akibat thermal shock. Gunakan air bersih dan kain lembut agar permukaan kaca tidak tergores.

    Jadi, meskipun hujan bisa membantu, bukan berarti Anda bisa sepenuhnya mengandalkannya sebagai “jasa cuci gratis”. Modul surya tetap memerlukan perawatan agar investasi yang sudah Anda keluarkan bisa kembali dalam bentuk listrik yang stabil, bersih, dan efisien.

    Singkatnya, jangan tertipu mitos bahwa musim hujan membuat panel surya otomatis selalu bersih. Justru dengan jadwal perawatan yang tepat, Anda bisa memastikan modul surya tetap awet, efisien, dan bekerja optimal sepanjang tahun baik di musim kemarau maupun hujan.

  • 6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    Saat mendengar kata “energi terbarukan”, apa yang terlintas di pikiran Anda? Mungkin salah satu yang muncul adalah energi dari sinar matahari. Jenis energi yang mudah diperoleh dari alam ini memang lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon. Akan tetapi, sebenarnya wujud energi ramah lingkungan sangat beragam. Ini dia beberapa jenis energi terbarukan yang telah digunakan di berbagai wilayah Jawa Tengah!

    1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

    Salah satu jenis energi terbarukan yang sumbernya sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon sedikit pun adalah matahari. Manfaatnya kini bahkan telah dirasakan oleh penduduk Desa Kaliurip, Banjarnegara yang kegiatan sehari-harinya ada di persawahan. Mereka menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk mengairi sawah agar tidak terdampak kemarau panjang.

    Pengaplikasian PLTS di Desa Kaliurip dilakukan dengan cara memasangnya di lahan warga. Perangkat PLTS atap dan pompa air yang berguna untuk aktivitas pertanian difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian setempat, lalu warga di daerah tersebut menyumbangkan lahannya untuk pemasangan PLTS.

    2. Biogas

    Selain matahari, sumber energi berikutnya yang bisa dimanfaatkan untuk menyokong aktivitas rumah tangga adalah biogas. Menurut Kompas.com, biogas bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Sumber energi satu ini diperoleh dari penguraian bahan organik yang berada di lingkungan kedap oksigen.

    Hal ini persis seperti Desa Samirono di Semarang yang telah memanfaatkan biogas dari kotoran sapi untuk aktivitas rumah tangganya. Setiap penduduk di desa ini bahkan sudah bisa mandiri dengan menghasilkan biogas dari hewan ternaknya sendiri. Berbekal enam kubik kotoran sapi, mereka bisa menyalakan kompor selama kurang lebih enam jam per harinya.

    3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

    Berikutnya, ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang telah dilakukan di pelosok Banyumas. PLTMH sendiri merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air, baik bersumber dari waduk, air terjun, dan lainnya. Meski sama-sama menggunakan sumber daya air, tapi PLTMH cenderung menghasilkan daya yang lebih kecil daripada PLTA.

    Namun, PLTMH menjadi salah satu pembangkit listrik yang potensinya bisa dioptimalkan di Indonesia. Sebab, ada banyak sekali aliran air yang bisa dimanfaatkan. Satu PLTMH sendiri mampu menghasilkan energi sebesar 500 kW yang cukup untuk memasok energi bagi aktivitas rumah tangga.

    4. Refuse-derived Fuel

    Sumber energi alternatif selanjutnya adalah refuse-derived fuel yang dihasilkan dengan cara mengolah sampah untuk menghasilkan bahan bakar. Energi terbarukan ini bisa menggantikan bahan bakar fosil yang punya dampak lebih berbahaya bagi lingkungan dengan adanya jejak karbon.

    Implementasi refused-derived fuel juga sudah dilaksanakan di Cilacap, tepatnya di TPA Jeruklegi, yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh PT Solusi Bangun Indonesia. Dengan pemanfaatan energi dari olahan sampah padat ini, mereka bisa menggantikan batubara sebagai bahan bakar pembuatan semen.

    5. Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang telah dirasakan langsung oleh penduduk Cilacap, Jawa Tengah. Setelah memiliki HEOP (Hybrid Energy One Pole), Pertamina kembali memberikan bantuan berupa PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida) yang hasil dayanya lebih besar.

    PLTH bekerja dengan menggabungkan sumber energi matahari dan angin untuk menyuplai listrik ke rumah-rumah dan bangunan pemerintah setempat. Besaran daya yang diproduksinya adalah mencapai 6.000 Watt peak (Wp) per 2018 dan terus meningkat hingga 16.200 Wp. Kini, sebanyak 78 rumah penduduk, sekolah, masjid, dan tambak telah memiliki penerangan yang baik.

    6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

    Energi terbarukan seperti panas bumi juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif dari bahan bakar fosil yang lebih tidak ramah lingkungan. Meski begitu, bukan berarti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tidak menghasilkan emisi sama sekali. Akan tetapi, emisi karbon dioksida yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan batubara, diesel, dan minyak bumi. Masa operasionalnya juga lebih lama dan bisa mencapai 30 tahun penggunaan. Inilah yang membuat Dieng mulai memanfaatkan PLTP untuk keperluan sehari-hari.

    Manfaat energi terbarukan rasanya sudah bisa jelas Anda rasakan. Dengan emisi karbon yang lebih rendah, sumber energi ini bisa jadi langkah konkret untuk memelihara kelestarian bumi. Salah satu langkah kecil yang dapat Anda lakukan dari sekarang adalah dengan pemasangan PLTS atap di rumah.

    Supaya lebih memahami prinsip dasar PLTS atap, Anda bisa menyimak pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang inovasi tersebut di sini. Lalu, Anda bisa langsung menghitung kapasitas dan jumlah panel yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan listrik di rumah dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/23/195605669/apa-itu-biogas

    https://rimbakita.com/mikrohidro/

    https://www.carboncollective.co/sustainable-investing/refuse-derived-fuel-rdf

    https://www.budayajawa.id/beberapa-manfaat-penggunaan-pltp-di-indonesia/

    https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122611-T%2025909-Analisis%20dampak-Literatur.pdf

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    Dalam rangka mendukung peralihan dan implementasi energi yang ramah lingkungan di Indonesia, insentif serta kebijakan terkait hal tersebut harus diterapkan di semua lapisan masyarakat, tak terkecuali di daerah-daerah. Ditambah lagi, Indonesia memiliki target pencapaian bauran energi terbarukan mencapai 23% pada 2025 mendatang. Oleh karena itu, daerah perlu kewenangan yang lebih besar agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pula.

    Selain kewenangan dan anggaran pemanfaatan energi terbarukan yang perlu digelontorkan lebih banyak lagi ke daerah-daerah, penduduk desa dan pelaku UMKM di Indonesia pun harus mengerti akan pentingnya energi terbarukan. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh penduduk dan pelaku UMKM di pedesaan Jawa Tengah, yang perlahan beralih ke energi terbarukan. Berbagai manfaat energi terbarukan pun telah mereka rasakan.

    1. Produsen Kerupuk Upil Desa Bantar

    Satu contoh cerita mengenai pemanfaatan energi terbarukan dilakukan oleh produsen kerupuk upil di Desa Bantar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka menggunakan sumber daya Biogenic Shallow Gas (BSG) yang ditemukan di sekitaran rawa untuk menggantikan gas elpiji. 

    Hasilnya, setiap rumah tangga yang punya akses terhadap aliran BSG ini dapat menghemat pengeluaran untuk tabung gas dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu saja. Bisa dibayangkan, betapa BSG bisa sangat membantu kegiatan UMKM di desa tersebut.

    2. Produsen Kopi Arabika Senggani Desa Pegundungan

    Pemanfaatan BSG juga diterapkan oleh para pelaku usaha Kopi Arabika Senggani di Desa Pegundungan, Pejawaran, Banjarnegara. Menurut perangkat desa terkait, penggunaan gas rawa di daerahnya dipakai untuk menyangrai kopi. 

    Dengan begitu, biaya produksi bisa dihemat mengingat Desa Pegundungan kini telah menjadi sentra Kopi Arabika Senggani dengan hasil panen mencapai 3 ton. Sejak memanfaatkan BSG, setiap rumah tangga bisa menghemat biaya gas hingga 75% setiap bulannya.

    3. Desa Samirono

    Daerah berikutnya yang memanfaatkan sumber energi gas (selain dari tabung gas elpiji) untuk keperluan sehari-hari adalah Desa Samirono. Penduduk desa ini rata-rata telah memiliki dua ekor sapi pada setiap KK. Kotoran sapi yang dihasilkan dari ternak tersebut kemudian dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Umumnya, enam kubik kotoran sapi yang telah difermentasikan dengan komposisi 1:1 (menggunakan air) bisa dipakai untuk menyalakan kompor selama enam jam.

    4. Desa Kaliurip

    Manfaat energi terbarukan pun turut dirasakan oleh warga Desa Kaliurip, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Sebelum mengenal energi terbarukan, para pemilik sawah di daerah ini biasanya perlu menyewa pompa air berbahan diesel untuk mengalirkan air dari Sungai Tajum ke petak-petak sawah mereka yang tingginya 10 meter di atas permukaan sungai. Namun, dengan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), kini para petani bisa panen tiga kali dalam setahun karena tak perlu menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang.

    5. Pengrajin Ukir Kayu Relief Desa Senenan

    Para pengrajin ukiran kayu di Desa Senenan, Jepara sempat mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka tak lagi bisa berproduksi seperti sedia kala karena harus menghemat penggunaan energi listrik untuk alat-alat ukir, misalnya gergaji, bor, mesin profil, gerinda, dan serut. Untungnya, Pemprov Jateng kemudian memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dapat mencukupi setengah dari kebutuhan listrik untuk produksi.

    6. Penjual Tambak Ibu Mandiri

    Kisah terakhir berasal dari para pelaku UMKM Ibu Mandiri di Cilacap. Mereka adalah sekelompok ibu-ibu yang berdikari untuk mengolah hasil tambak supaya memiliki nilai tambah. Dengan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang diberikan Pertamina, para ibu ini bisa membuat petambak tidak perlu merasakan kerugian karena dapat menyimpan hasil panen di freezer.

    Sebelum mendapat bantuan sumber listrik yang menggabungkan energi matahari dan air, petambak di Cilacap harus cepat-cepat menjual hasil panennya pada tengkulak sebelum ikan atau udangnya tak layak konsumsi. Kini, mereka bisa menjualnya kepada UMKM Ibu Mandiri. Bahkan, limbah hasil olahannya bisa digunakan kembali untuk memberi pakan bagi ikan-ikan tambak.

    Dari semua cerita para pelaku UMKM dan penduduk desa Jawa Tengah, kita bisa melihat bagaimana manfaat energi terbarukan memberikan banyak keuntungan, terutama untuk melestarikan lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan.

    Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai memasang PLTS Atap di rumah. Sebelum itu, Anda dapat menyimak daftar FAQ tentang PLTS Atap terlebih dahulu. Setelahnya, Anda bisa memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    References:

    https://iesr.or.id/dukungan-pemerintah-dan-sektor-industri-untuk-transisi-energi-di-jawa-tengah

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 7 Brand Terkenal yang Telah Menggunakan Panel Surya

    7 Brand Terkenal yang Telah Menggunakan Panel Surya

    Semakin maraknya usaha untuk melawan krisis iklim membuat konsumen semakin sadar akan pentingnya hal tersebut. Bahkan menurut The Economist, tingkat penjualan produk-produk yang sustainable terus meningkat sejak tahun 2016 hingga 2020. Hal tersebut menjadi salah satu dasar mengapa Handriyanti, peneliti senior IESR, mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan seperti panel surya bisa meningkatkan reputasi atau branding dari suatu bisnis. 

    Beberapa brand besar pun akhirnya menyadari hal tersebut dan mulai memberlakukan penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya. Brand-brand ini juga mencanangkan goals masing-masing yang ingin mereka capai dalam beberapa tahun ke depan. Memangnya, brand apa saja yang telah memiliki goals mengenai energi terbarukan, termasuk di dalamnya penggunaan panel surya?

    Daftar Brand Kenamaan yang Menggunakan Panel Surya

    Sebenarnya, ada banyak brand yang telah mengutamakan sustainability dalam operasionalnya. Sebagian besar dari mereka bahkan telah menanamkan investasi yang cukup besar dalam bentuk panel surya untuk menghasilkan energi hijau. Berikut adalah beberapa di antaranya:

    1. IKEA

    Pertama, ada IKEA yang dikenal akan produk furniture berkualitas dan mudah dibongkar-pasang. Pada tahun 2017 kemarin, IKEA tercatat telah berkontribusi atas terciptanya energi hijau yang cukup besar, bahkan hingga tiga kali dari total konsumsi energi yang dilakukan oleh IKEA. Kontribusi tersebut diberikan dalam bentuk investasi terhadap beragam proyek yang menghasilkan energi terbarukan, salah satunya berasal dari tenaga surya.

    2. Starbucks

    Tidak mau kalah, Starbucks yang menggeluti bidang coffee shop juga menerapkan penggunaan sumber energi terbarukan. Beberapa tahun terakhir, perusahaan satu ini telah menginvestasikan hingga ratusan juta Dolar untuk membeli energi terbarukan yang berasal dari panel surya maupun kincir angin.

    Tercatat, investasi tersebut cukup untuk menyuplai energi pada 100% cabangnya di Amerika Serikat dan Kanada, atau sekitar 9000 cabang. Hingga saat ini, Starbucks masih gencar menginvestasikan dana untuk proyek energi terbarukan lainnya.

    3. Intel

    Bukan hanya produsen semiconductor chip terbesar, Intel ternyata juga merupakan pembeli energi hijau terbanyak di Amerika Serikat. Bahkan, dikatakan bahwa investasi tersebut bisa menyamai 100% energy footprint yang mereka gunakan dalam proses produksi. Dari total keseluruhan investasi tersebut, sebagian besar merupakan investasi dalam bentuk tenaga surya yang proyeknya tersebar di beberapa titik di Amerika Serikat.

    4. Apple

    Raksasa perusahaan teknologi, Apple, juga berencana untuk menjadi sebuah bisnis yang menjunjung tinggi sustainability. Bahkan, perusahaan ini memiliki rencana untuk menjadi carbon neutral dalam seluruh rantai pasokannya pada tahun 2030 nanti. 

    Demi mewujudkan hal tersebut, Apple mengajak para supplier-nya untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan, misalnya saja yang berasal dari panel surya. Tidak tanggung-tanggung, Apple berencana untuk menghasilkan 8 gigawatts energi hijau dalam proses produksinya. Artinya, per tahun akan ada 15 juta ton metrik CO2 yang berkurang—sama seperti mengurangi sekitar 3,4 juta mobil dari jalanan.

    5. Microsoft

    Bukan hanya Apple, perusahaan teknologi lainnya, Microsoft, juga berencana untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksinya. Bahkan, Microsoft berencana untuk sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan pada tahun 2030 nanti. Terakhir, Microsoft telah mengumumkan power purchase agreement (PPA) di Korea Selatan sejumlah 2,5 gigawatts tenaga surya untuk memenuhi komitmen tersebut.

    6. Google

    Tidak ketinggalan, raksasa mesin pencarian Google juga menerapkan penggunaan energi terbarukan. Goals dari Google adalah mencapai 24/7 carbon-free energy pada tahun 2030 kelak. Untuk itu, Google telah beberapa kali melakukan power purchase agreement atau PPA. Bahkan, PPA pertama Google tercatat jauh pada tahun 2010 lalu.

    Pada tahun 2022 kemarin, Google mengumumkan bahwa tiga proyek energi terbarukan yang mereka danai telah mulai beroperasi untuk menghasilkan energi hijau. Tiga proyek tersebut berada di Chili, Finlandia, dan Denmark, yang digunakan untuk menjadi sumber tenaga bagi data center Google di masing-masing lokasi tersebut. Jenis sumber energi terbarukan yang digunakan oleh proyek tersebut adalah tenaga dari kincir angin serta panel surya.

    7. L’Oreal

    Terakhir, terdapat L’Oreal yang juga menggalakkan penggunaan energi terbarukan dari panel surya, kincir angin, biogas, dan sumber energi hijau lainnya. Bahkan pada 2017 kemarin, seluruh situs produksi L’Oreal tercatat telah disuplai dengan 100% energi terbarukan. Pencapaian tersebut bisa didapat karena adanya beberapa proyek sumber energi terbarukan di situs produksi tersebut, serta pembelian Renewable Energy Certificates.

     

    Selain mendukung brand yang telah beralih ke energi terbarukan seperti panel surya, Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dalam melestarikan lingkungan. Anda dapat memulai dengan langkah yang lebih kecil, yaitu dengan memasang PLTS Atap untuk rumah tangga.

    Jika Anda bingung untuk menghitung kebutuhan kapasitas PLTS rumah, gunakan saja kalkulator surya dari SolarHub! Untuk Anda yang tertarik dengan sumber energi terbarukan satu ini, Anda bisa mencari vendor penyedia jasa pemasangan PLTS Atap melalui direktori SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/iesr-penggunaan-plts-atap-pada-sektor-bisnis-bawa-tiga-manfaat-sekaligus

    https://iesr.or.id/plts-jawab-kebutuhan-industri-dan-komersial-untuk-sediakan-produk-hijau

    https://kalkulator.solarhub.id

    https://solarhub.id

    https://www.solarpowerauthority.com/10-companies-utilizing-solar-power-support/

    https://www.apple.com/newsroom/2021/03/apple-powers-ahead-in-new-renewable-energy-solutions-with-over-110-suppliers/

    https://cloud.google.com/blog/topics/sustainability/clean-energy-projects-begin-to-power-google-data-centers

    https://www.techradar.com/news/microsoft-is-making-a-big-push-into-solar-energy

    https://stories.starbucks.com/stories/2018/solar-and-wind-power-fuel-starbucks-store/

    https://www.loreal.com/en/articles/sharing-beauty-with-all/stepping-up-the-deployment-of-renewable-energy/