Tag: energi terbarukan adalah

  • Jarang Diketahui: PLTS Atap Tetap Bisa Menghasilkan Listrik Saat Mendung!

    Jarang Diketahui: PLTS Atap Tetap Bisa Menghasilkan Listrik Saat Mendung!

    Siapa sangka, meski langit gelap dan matahari tertutup awan tebal, panel surya tetap bisa bekerja? Banyak orang masih yakin PLTS atap hanya berfungsi maksimal saat matahari bersinar terik, padahal faktanya teknologi ini jauh lebih “tangguh” dari yang dibayangkan.

    Panel surya tidak hanya bergantung pada cahaya matahari langsung, tetapi juga mampu menangkap cahaya tersebar (diffuse light) yang memantul melalui awan. Solar Energy Industries Association menjelaskan bahwa panel tetap menghasilkan listrik bahkan ketika cahaya terhalang sebagian atau hanya berupa pantulan. 

    Meski begitu, kamu perlu tahu bahwa produksi listrik pada kondisi mendung memang turun dibandingkan hari cerah. Output panel dapat turun sekitar 10–25% ketika cuaca mendung. Penurunan ini wajar karena intensitas cahaya berkurang, tetapi sistem tidak pernah benar-benar “mati”. 

    Fenomena ini terjadi karena matahari memancarkan dua bentuk cahaya: cahaya langsung dan cahaya tersebar. Awan memang menghalangi cahaya langsung, tetapi cahaya tersebar tetap menembus atmosfer, dan panel surya masih bisa memanfaatkannya untuk menghasilkan energi. 

    Kabar baiknya, teknologi panel surya modern kini semakin sensitif terhadap cahaya rendah. Sistem fotovoltaik tetap dapat bekerja “tanpa pelukan langsung dari sinar matahari”, alias tetap aktif menggunakan cahaya tersebar. 

    Selain itu, beberapa penelitian dan studi lapangan menunjukkan bahwa PLTS tetap bisa menghasilkan energi walau intensitas cahaya hanya sebagian kecil dari kondisi cerah. Ini sebabnya negara seperti Jerman yang cuacanya lebih banyak mendung dibandingkan cerah tetap menjadi salah satu pemimpin energi surya dunia. Hal ini menegaskan bahwa performa panel surya tidak hanya ditentukan oleh “seberapa panas” sebuah daerah, tetapi oleh total sinar matahari sepanjang tahun.

    Jadi, apakah benar PLTS atap tetap menghasilkan listrik saat mendung? Ya, benar. Produksinya lebih rendah, tetapi sistem tetap berfungsi. Ini membuktikan bahwa cuaca mendung bukan alasan kuat untuk meragukan performa PLTS atap di rumah.

    Pada akhirnya, cuaca bukan penentu utama apakah PLTS atap layak atau tidak. Yang terpenting adalah seberapa besar energi yang dapat dihasilkan secara konsisten sepanjang tahun. Jadi, jangan biarkan awan mendung menghalangimu memahami potensi besar energi surya karena faktanya, panel surya tetap bekerja meski langit sedang tidak bersahabat.

  • 6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    Dalam rangka mendukung peralihan dan implementasi energi yang ramah lingkungan di Indonesia, insentif serta kebijakan terkait hal tersebut harus diterapkan di semua lapisan masyarakat, tak terkecuali di daerah-daerah. Ditambah lagi, Indonesia memiliki target pencapaian bauran energi terbarukan mencapai 23% pada 2025 mendatang. Oleh karena itu, daerah perlu kewenangan yang lebih besar agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pula.

    Selain kewenangan dan anggaran pemanfaatan energi terbarukan yang perlu digelontorkan lebih banyak lagi ke daerah-daerah, penduduk desa dan pelaku UMKM di Indonesia pun harus mengerti akan pentingnya energi terbarukan. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh penduduk dan pelaku UMKM di pedesaan Jawa Tengah, yang perlahan beralih ke energi terbarukan. Berbagai manfaat energi terbarukan pun telah mereka rasakan.

    1. Produsen Kerupuk Upil Desa Bantar

    Satu contoh cerita mengenai pemanfaatan energi terbarukan dilakukan oleh produsen kerupuk upil di Desa Bantar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka menggunakan sumber daya Biogenic Shallow Gas (BSG) yang ditemukan di sekitaran rawa untuk menggantikan gas elpiji. 

    Hasilnya, setiap rumah tangga yang punya akses terhadap aliran BSG ini dapat menghemat pengeluaran untuk tabung gas dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu saja. Bisa dibayangkan, betapa BSG bisa sangat membantu kegiatan UMKM di desa tersebut.

    2. Produsen Kopi Arabika Senggani Desa Pegundungan

    Pemanfaatan BSG juga diterapkan oleh para pelaku usaha Kopi Arabika Senggani di Desa Pegundungan, Pejawaran, Banjarnegara. Menurut perangkat desa terkait, penggunaan gas rawa di daerahnya dipakai untuk menyangrai kopi. 

    Dengan begitu, biaya produksi bisa dihemat mengingat Desa Pegundungan kini telah menjadi sentra Kopi Arabika Senggani dengan hasil panen mencapai 3 ton. Sejak memanfaatkan BSG, setiap rumah tangga bisa menghemat biaya gas hingga 75% setiap bulannya.

    3. Desa Samirono

    Daerah berikutnya yang memanfaatkan sumber energi gas (selain dari tabung gas elpiji) untuk keperluan sehari-hari adalah Desa Samirono. Penduduk desa ini rata-rata telah memiliki dua ekor sapi pada setiap KK. Kotoran sapi yang dihasilkan dari ternak tersebut kemudian dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Umumnya, enam kubik kotoran sapi yang telah difermentasikan dengan komposisi 1:1 (menggunakan air) bisa dipakai untuk menyalakan kompor selama enam jam.

    4. Desa Kaliurip

    Manfaat energi terbarukan pun turut dirasakan oleh warga Desa Kaliurip, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Sebelum mengenal energi terbarukan, para pemilik sawah di daerah ini biasanya perlu menyewa pompa air berbahan diesel untuk mengalirkan air dari Sungai Tajum ke petak-petak sawah mereka yang tingginya 10 meter di atas permukaan sungai. Namun, dengan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), kini para petani bisa panen tiga kali dalam setahun karena tak perlu menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang.

    5. Pengrajin Ukir Kayu Relief Desa Senenan

    Para pengrajin ukiran kayu di Desa Senenan, Jepara sempat mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka tak lagi bisa berproduksi seperti sedia kala karena harus menghemat penggunaan energi listrik untuk alat-alat ukir, misalnya gergaji, bor, mesin profil, gerinda, dan serut. Untungnya, Pemprov Jateng kemudian memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dapat mencukupi setengah dari kebutuhan listrik untuk produksi.

    6. Penjual Tambak Ibu Mandiri

    Kisah terakhir berasal dari para pelaku UMKM Ibu Mandiri di Cilacap. Mereka adalah sekelompok ibu-ibu yang berdikari untuk mengolah hasil tambak supaya memiliki nilai tambah. Dengan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang diberikan Pertamina, para ibu ini bisa membuat petambak tidak perlu merasakan kerugian karena dapat menyimpan hasil panen di freezer.

    Sebelum mendapat bantuan sumber listrik yang menggabungkan energi matahari dan air, petambak di Cilacap harus cepat-cepat menjual hasil panennya pada tengkulak sebelum ikan atau udangnya tak layak konsumsi. Kini, mereka bisa menjualnya kepada UMKM Ibu Mandiri. Bahkan, limbah hasil olahannya bisa digunakan kembali untuk memberi pakan bagi ikan-ikan tambak.

    Dari semua cerita para pelaku UMKM dan penduduk desa Jawa Tengah, kita bisa melihat bagaimana manfaat energi terbarukan memberikan banyak keuntungan, terutama untuk melestarikan lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan.

    Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai memasang PLTS Atap di rumah. Sebelum itu, Anda dapat menyimak daftar FAQ tentang PLTS Atap terlebih dahulu. Setelahnya, Anda bisa memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    References:

    https://iesr.or.id/dukungan-pemerintah-dan-sektor-industri-untuk-transisi-energi-di-jawa-tengah

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • Perbedaan Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan, Apa Contohnya?

    Kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada pangan, sandang, dan papan. Untuk menunjang kemudahan beraktivitas, energi memiliki peranan yang sangat penting sebab tanpa adanya energi, Anda tidak dapat menggunakan hampir semua peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Energi sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu energi terbarukan dan tak terbarukan. Apa saja perbedaan dan contohnya? Mari kita simak bersama-sama.

    Apa itu energi terbarukan?

    Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia secara alami, sehingga Anda dapat menggunakannya secara terus-menerus tanpa perlu mengkhawatirkan dampaknya bagi lingkungan. 

    Perbedaan lainnya dari energi terbarukan dan tak terbarukan terletak pada proses perolehannya. Dengan energi terbarukan, Anda bisa mendapatkan pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari langsung dari alam, dan sumber energi ini tidak akan pernah habis jika dikelola dengan baik. 

    Beberapa contoh energi terbarukan yang paling populer adalah energi dari angin, air, ombak laut, dan panas bumi (geothermal). Pemanfaatan energi angin memerlukan turbin khusus yang dipasang di daratan atau permukaan air. 

    Sementara itu, energi dari air diperoleh dengan menampung air dalam reservoir atau memanfaatkan pergerakan arus sungai yang mengalir. Terakhir, energi dari bioenergi dan laut membutuhkan alat khusus untuk mengekstrak panas dari interior bumi atau laut, serta menghasilkan listrik dari pergerakan ombak.

    Panel surya, salah satu contoh energi terbarukan

    Selain energi air, angin, laut, dan geothermal, salah satu contoh energi terbarukan yang populer di berbagai kalangan adalah energi surya. Energi surya termasuk dalam kategori energi terbarukan karena mampu menghasilkan listrik dari sinar matahari, sebuah sumber energi yang tidak terbatas. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Pada dasarnya, panel surya mengandung dua unsur silikon yang telah dipadukan dengan sedikit boron dan fosfor untuk menciptakan karakteristik semikonduktor. Nah, dengan sifat semikonduktor inilah panel surya mampu menangkap partikel terkecil dari sinar matahari, yaitu foton. 

    Silikon yang mengandung boron atau semikondutor tipe-n akan menarik elektron bebas. Lalu, kelebihan elektron tersebut akan melewati lembaran kosong antara kedua lapisan panel surya untuk menuju bagian silikon dengan fosfor. Akhirnya, aliran listrik yang dihasilkan dari pergerakan elektron ini akan disimpan dalam baterai khusus untuk digunakan kapan saja.

    Apa itu energi tak terbarukan?

    Secara garis besar, energi tak terbarukan memiliki sebuah kesamaan dengan energi terbarukan, yaitu dapat diperoleh dari alam. Namun, satu hal yang paling membedakan energi terbarukan dan tak terbarukan adalah durasi pembentukannya dan metode perolehannya. Berkebalikan dari energi terbarukan, energi tak terbarukan adalah sumber energi yang membutuhkan proses selama jutaan tahun di bumi, sehingga pasokannya pun terbatas.

    Pasokan yang terbatas berarti jika energi tersebut terus digunakan, jumlahnya akan terus menyusut. Padahal, pengisian ulangnya memerlukan waktu yang sangat lama, terlebih dengan pengaruh eksternal dari kondisi geologi dan lingkungan yang fluktuatif.

    Contoh energi terbarukan yang paling sering digunakan dalam keseharian adalah batu bara, minyak bumi dari fosil, serta gas bumi. Karena ketiga sumber energi ini terkandung di dalam bumi, alat khusus pun diperlukan untuk mengekstraknya.

    Dampak energi tak terbarukan terhadap lingkungan

    Perlu diingat bahwa proses ekstraksi energi tak terbarukan menghasilkan jejak karbon dioksida yang berpotensi mencemari lingkungan. Mengapa? Sebab, gas karbon dioksida dari produksi dan penggunaan minyak bumi atau bahan bakar fosil mencakup ⅔ dari total emisi secara global, terutama jika digabungkan dengan gas rumah kaca. 

    Nah, karbon dioksida dan gas rumah kaca mampu memerangkap suhu panas di atmosfer, sehingga suhu bumi akan terasa lebih panas. Peningkatan suhu inilah yang menyebabkan krisis iklim yang dikenal dengan istilah “global warming.” 

    Krisis iklim tersebut membawa sejumlah dampak buruk bagi lingkungan maupun kesejahteraan hidup, di antaranya gagal panen, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat suhu udara yang terlalu panas. 

    Namun, dampak negatif dari energi tak terbarukan tidak hanya terbatas pada emisi karbon berlebih, sebab risiko minyak tumpah dapat mengurangi pasokan air bersih dengan meningkatnya keasaman air. Lalu, polusi udara yang dihasilkan dari proses produksinya juga berpotensi menimbulkan hujan asam.

    Demikian informasi penting seputar perbedaan energi terbarukan dan tak terbarukan. Nah, untuk mengurangi dampak buruk energi tak terbarukan terhadap lingkungan, mari bersama-sama mulai beralih ke energi terbarukan, salah satunya bisa dengan cara memasang PLTS Atap. Anda dapat menemukan penyedia PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda melalui SolarHub. 

    Direktori SolarHub mencakup banyak perusahaan penyedia listrik tenaga surya di berbagai provinsi dan bahkan pulau. Selain itu, Anda akan menemukan detail kontak serta ulasan pengguna untuk setiap perusahaan. Tertarik beralih ke energi terbarukan? Kunjungi website SolarHub untuk mengetahui informasi penyedia PLTS Atap terdekat dengan Anda!

     

    Referensi:

    https://solarhub.id

    https://internasional.kompas.com/read/2021/11/22/132333870/perbedaan-energi-terbarukan-dan-energi-tak-terbarukan?page=all

    https://www.suara.com/tekno/2021/03/09/133452/energi-terbarukan-dan-tidak-terbarukan-beserta-contohnya

    https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/222545969/energi-terbarukan-prinsip-kerja-panel-surya?page=all