Tag: contoh energi terbarukan

  • Panel Surya Biru vs Hitam: Mana yang Kini Lebih Dipilih dan Alasannya?

    Mungkin kamu juga pernah memperhatikan satu hal menarik: panel surya hitam makin sering muncul, sementara panel biru seperti mulai menghilang perlahan. Perubahan kecil ini cukup membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah ada alasan khusus di balik pergeseran warna tersebut. Rasa penasaran itu masuk akal dan justru menjadi titik awal untuk memahami arah baru teknologi surya.

    Panel biru merupakan panel polikristalin, yang dulu populer karena biaya produksinya lebih rendah dan proses pembuatannya lebih sederhana. Warna birunya muncul dari kristal yang tidak seragam sehingga memantulkan cahaya dengan corak khas. Kombinasi harga dan ketersediaan membuat panel surya jenis ini banyak dipakai di berbagai proyek.

    Panel hitam memakai sel monokristalin, dengan struktur kristal tunggal yang lebih rapi dan mampu menyerap cahaya lebih efisien. Data teknis menunjukkan jenis ini bekerja lebih optimal pada intensitas cahaya tinggi atau lahan terbatas. Alasan inilah yang membuat panel hitam semakin diminati pengguna yang mengejar performa lebih tinggi.

    Anggapan bahwa panel biru benar-benar ditinggalkan tidak sepenuhnya tepat. Polikristalin masih banyak dipilih dalam proyek berskala besar yang membutuhkan biaya yang lebih efisien. Pergeseran pasar lebih menunjukkan perubahan preferensi, bukan penurunan kualitas teknologi panel biru.

    Estetika turut memperkuat arah perubahan. Panel hitam dianggap lebih modern, rapi, dan menyatu dengan desain atap masa kini. Akibatnya, produsen meningkatkan variasi panel hitam karena permintaan sektor residensial semakin besar dan cenderung lebih memilih tampilan seragam.

    Kualitas sistem tenaga surya tidak ditentukan oleh warna panel. Instalasi yang benar, kualitas komponen pendukung, kondisi lingkungan, dan perawatan justru memiliki peran paling besar terhadap performa jangka panjang. Baik panel hitam maupun biru dapat bekerja optimal jika memenuhi standar teknis.

    Namun demikian, dalam satu sistem PLTS disarankan menggunakan panel surya dengan jenis yang sama. Hal ini disebabkan karena ketika panel surya dengan karakteristik berbeda digabungkan dalam satu rangkaian, kinerja sistem akan mengikuti panel dengan arus kerja terendah. Dalam kondisi tersebut, panel monokristalin yang secara teoritis memiliki efisiensi lebih tinggi tidak dapat bekerja secara optimal karena dibatasi oleh arus yang dihasilkan panel polikristalin. Akibatnya, terjadi kehilangan daya (mismatch loss) yang berdampak pada penurunan produksi energi secara keseluruhan.

    Kesimpulannya, tren ini lahir dari kombinasi antara peningkatan efisiensi dan preferensi visual. Panel biru tetap menjadi opsi ekonomis yang layak, sedangkan panel hitam menawarkan performa serta estetika yang lebih kuat. Kamu bisa menentukan pilihan sesuai kebutuhan energi, anggaran, dan gaya desain yang diinginkan.

  • Mengungkap Rahasia Lapisan Modul Surya: Apa Saja yang Ada Didalamnya?

    Mengungkap Rahasia Lapisan Modul Surya: Apa Saja yang Ada Didalamnya?

    Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat dan kebutuhan akan listrik sebagai sumber energinya pun semakin besar. Tingginya permintaan listrik ini dibarengi juga dengan perkembangan komponen penghasil energi listrik salah satunya modul surya. Masyarakat Indonesia sudah semakin mengenal pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) khususnya modul surya, tapi banyak yang hanya melihatnya sebagai “kotak kaca hitam di atap”. Padahal, di dalamnya ada banyak lapisan penting yang membuat modul surya bisa mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Penting sekali untuk mengenal komponen dan lapisan-lapisan penyusun modul surya, terlebih untuk konsumen yang akan memasang PLTS, agar paham terkait kualitas dan bagaimana memilih modul surya.  

    Untuk memudahkan membayangkannya, struktur modul surya bisa diibaratkan seperti sandwich. Setiap lapisan roti, selai, dan isian dalam sandwich punya fungsi masing-masing seperti ada yang berfungsi melindungi, merekatkan, dan yang menjadi inti rasa. Sama halnya dengan modul surya: ada lapisan pelindung, perekat, hingga sel fotovoltaik yang menjadi “isi utama” dalam menghasilkan listrik. Dengan memahami susunan lapisan ini, kita jadi tahu bahwa modul surya bukan sekadar kaca di atap, melainkan hasil rekayasa teknologi yang detail dan diperhitungkan dengan baik. 

    Modul surya atau modul fotovoltaik terdiri dari sejumlah sel fotovoltaik yang terhubung secara seri. Sel-sel dan kawat busbar penghubungnya dilindungi oleh bahan pelapis atau enkapsulasi yang melindungi sel-sel dari kontak langsung dengan lingkungan dan kekuatan-kekuatan mekanik yang mampu merusak sel-sel yang tipis. Struktur-struktur itu terdiri dari:  

    • Bingkai atau frame  

    Fungsi dari bingkai ini yaitu untuk memastikan kekokohan panel. Bingkai modul surya biasanya terbuat dari alumunium anodized untuk menghindari korosi. Oleh karena pemasangan bingkai dilakukan di akhir proses pembuatan.  

    • Kaca pelindung  

    Kaca pelindung terletak di bagian paling atas dari modul surya yang berfungsi sebagai pelindung modul dari cuaca dan dan benturan. Kaca transparan ini juga memastikan kekokohan modul surya sehingga mengambil proporsi tertinggi dari total berat modul surya.  

    • Enkapsulasi 

    Enkapsulasi atau laminasi adalah lapisan antara sel fotovoltaik dan kaca pelindung. Laminasi digunakan untuk mencegah kerusakan mekanis pada sel fotovoltaik dan mengisolasi tegangan dari sel fotovoltaik dengan bagian modul lainnya. Biasanya lembaran laminasi menggunakan bahan ethylene-vinyl acetate (EVA). 

    • Sel fotovoltaik 

    Sel fotovoltaik merupakan komponen utama dari modul surya. Sel ini terbuat dari bahan semikonduktor yang menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Sel-sel saling terhubung secara seri untuk mendapatkan tegangan total yang lebih tinggi melalui kawat busbar. Bahan yang digunakan untuk sel fotovoltaik umumnya adalah silikon, seperti polycrystalline dan monocrystalline. 

    • Lembar insulasi atau backsheet 

    Lembar ini berada di bagian belakang dari modul surya dan biasanya berwarna putih atau hitam. Terbuat dari bahan plastik yang berfungsi untuk melindungi dan secara elektrik mengisolasi sel-sel dari kelembapan dan cuaca.  

    • Kotak junction  

    Junction box digunakan sebagai terminal penghubung antara serangkaian sel fotovoltaik ke beban atau ke modul surya lainnya. Perangkat ini berisi kawat busbar dari rangkaian sel fotovoltaik, kabel, dan bypass diode.  

     

    Sumber: Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dos & Don’ts 

    Pentingnya memahami lapisan modul surya bukan hanya menguntungkan dari segi produsen atau teknisi tapi dari segi konsumen juga. Pertama, pengetahuan tentang struktur modul bisa membuat konsumen lebih percaya diri dalam memilih produk. Misalnya, modul yang menggunakan kaca anti-reflektif mampu menangkap cahaya matahari lebih baik, sehingga menghasilkan listrik lebih banyak. Begitu juga dengan EVA yang berkualitas tinggi dapat menjaga sel fotovoltaik tetap terlindungi dari kerusakan halus akibat panas atau getaran. Sementara itu, backsheet tahan UV berperan penting melindungi modul dari kelembapan dan paparan sinar matahari jangka panjang. 

    Kedua, pemahaman ini juga menyadarkan konsumen bahwa modul surya bukan sekadar “kotak kaca hitam di atap”, tetapi perangkat teknologi canggih hasil rekayasa bertahun-tahun. Setiap lapisan dirancang agar saling mendukung, mulai dari melindungi sel fotovoltaik, mengoptimalkan penyerapan cahaya, hingga memastikan listrik dapat disalurkan dengan aman. Dengan begitu, konsumen bisa lebih menghargai nilai investasi pada modul surya, sekaligus memahami mengapa kualitas berbeda-beda antar merek. 

    Memahami lapisan-lapisan dalam modul surya membuat kita sadar bahwa setiap detail memiliki peran penting dalam menjaga performa dan umur pakai modul. Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat bagi produsen atau teknisi, tetapi juga bagi konsumen yang ingin berinvestasi pada energi bersih.  Pada akhirnya, modul surya bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan salah satu kunci menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia. 

  • 6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    6 Wujud Energi Terbarukan yang Mengubah Kehidupan Warga Jawa Tengah

    Saat mendengar kata “energi terbarukan”, apa yang terlintas di pikiran Anda? Mungkin salah satu yang muncul adalah energi dari sinar matahari. Jenis energi yang mudah diperoleh dari alam ini memang lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon. Akan tetapi, sebenarnya wujud energi ramah lingkungan sangat beragam. Ini dia beberapa jenis energi terbarukan yang telah digunakan di berbagai wilayah Jawa Tengah!

    1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya

    Salah satu jenis energi terbarukan yang sumbernya sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan jejak karbon sedikit pun adalah matahari. Manfaatnya kini bahkan telah dirasakan oleh penduduk Desa Kaliurip, Banjarnegara yang kegiatan sehari-harinya ada di persawahan. Mereka menggunakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk mengairi sawah agar tidak terdampak kemarau panjang.

    Pengaplikasian PLTS di Desa Kaliurip dilakukan dengan cara memasangnya di lahan warga. Perangkat PLTS atap dan pompa air yang berguna untuk aktivitas pertanian difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian setempat, lalu warga di daerah tersebut menyumbangkan lahannya untuk pemasangan PLTS.

    2. Biogas

    Selain matahari, sumber energi berikutnya yang bisa dimanfaatkan untuk menyokong aktivitas rumah tangga adalah biogas. Menurut Kompas.com, biogas bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil. Sumber energi satu ini diperoleh dari penguraian bahan organik yang berada di lingkungan kedap oksigen.

    Hal ini persis seperti Desa Samirono di Semarang yang telah memanfaatkan biogas dari kotoran sapi untuk aktivitas rumah tangganya. Setiap penduduk di desa ini bahkan sudah bisa mandiri dengan menghasilkan biogas dari hewan ternaknya sendiri. Berbekal enam kubik kotoran sapi, mereka bisa menyalakan kompor selama kurang lebih enam jam per harinya.

    3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

    Berikutnya, ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang telah dilakukan di pelosok Banyumas. PLTMH sendiri merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air, baik bersumber dari waduk, air terjun, dan lainnya. Meski sama-sama menggunakan sumber daya air, tapi PLTMH cenderung menghasilkan daya yang lebih kecil daripada PLTA.

    Namun, PLTMH menjadi salah satu pembangkit listrik yang potensinya bisa dioptimalkan di Indonesia. Sebab, ada banyak sekali aliran air yang bisa dimanfaatkan. Satu PLTMH sendiri mampu menghasilkan energi sebesar 500 kW yang cukup untuk memasok energi bagi aktivitas rumah tangga.

    4. Refuse-derived Fuel

    Sumber energi alternatif selanjutnya adalah refuse-derived fuel yang dihasilkan dengan cara mengolah sampah untuk menghasilkan bahan bakar. Energi terbarukan ini bisa menggantikan bahan bakar fosil yang punya dampak lebih berbahaya bagi lingkungan dengan adanya jejak karbon.

    Implementasi refused-derived fuel juga sudah dilaksanakan di Cilacap, tepatnya di TPA Jeruklegi, yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh PT Solusi Bangun Indonesia. Dengan pemanfaatan energi dari olahan sampah padat ini, mereka bisa menggantikan batubara sebagai bahan bakar pembuatan semen.

    5. Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida

    Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang telah dirasakan langsung oleh penduduk Cilacap, Jawa Tengah. Setelah memiliki HEOP (Hybrid Energy One Pole), Pertamina kembali memberikan bantuan berupa PLTH (Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida) yang hasil dayanya lebih besar.

    PLTH bekerja dengan menggabungkan sumber energi matahari dan angin untuk menyuplai listrik ke rumah-rumah dan bangunan pemerintah setempat. Besaran daya yang diproduksinya adalah mencapai 6.000 Watt peak (Wp) per 2018 dan terus meningkat hingga 16.200 Wp. Kini, sebanyak 78 rumah penduduk, sekolah, masjid, dan tambak telah memiliki penerangan yang baik.

    6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

    Energi terbarukan seperti panas bumi juga bisa dimanfaatkan sebagai alternatif dari bahan bakar fosil yang lebih tidak ramah lingkungan. Meski begitu, bukan berarti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tidak menghasilkan emisi sama sekali. Akan tetapi, emisi karbon dioksida yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan batubara, diesel, dan minyak bumi. Masa operasionalnya juga lebih lama dan bisa mencapai 30 tahun penggunaan. Inilah yang membuat Dieng mulai memanfaatkan PLTP untuk keperluan sehari-hari.

    Manfaat energi terbarukan rasanya sudah bisa jelas Anda rasakan. Dengan emisi karbon yang lebih rendah, sumber energi ini bisa jadi langkah konkret untuk memelihara kelestarian bumi. Salah satu langkah kecil yang dapat Anda lakukan dari sekarang adalah dengan pemasangan PLTS atap di rumah.

    Supaya lebih memahami prinsip dasar PLTS atap, Anda bisa menyimak pertanyaan yang paling sering ditanyakan tentang inovasi tersebut di sini. Lalu, Anda bisa langsung menghitung kapasitas dan jumlah panel yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan listrik di rumah dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    Referensi:

    https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/23/195605669/apa-itu-biogas

    https://rimbakita.com/mikrohidro/

    https://www.carboncollective.co/sustainable-investing/refuse-derived-fuel-rdf

    https://www.budayajawa.id/beberapa-manfaat-penggunaan-pltp-di-indonesia/

    https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122611-T%2025909-Analisis%20dampak-Literatur.pdf

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • 6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    6 UMKM dan Desa Jateng yang Rasakan Manfaat Energi Terbarukan

    Dalam rangka mendukung peralihan dan implementasi energi yang ramah lingkungan di Indonesia, insentif serta kebijakan terkait hal tersebut harus diterapkan di semua lapisan masyarakat, tak terkecuali di daerah-daerah. Ditambah lagi, Indonesia memiliki target pencapaian bauran energi terbarukan mencapai 23% pada 2025 mendatang. Oleh karena itu, daerah perlu kewenangan yang lebih besar agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pula.

    Selain kewenangan dan anggaran pemanfaatan energi terbarukan yang perlu digelontorkan lebih banyak lagi ke daerah-daerah, penduduk desa dan pelaku UMKM di Indonesia pun harus mengerti akan pentingnya energi terbarukan. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh penduduk dan pelaku UMKM di pedesaan Jawa Tengah, yang perlahan beralih ke energi terbarukan. Berbagai manfaat energi terbarukan pun telah mereka rasakan.

    1. Produsen Kerupuk Upil Desa Bantar

    Satu contoh cerita mengenai pemanfaatan energi terbarukan dilakukan oleh produsen kerupuk upil di Desa Bantar, Banjarnegara, Jawa Tengah. Mereka menggunakan sumber daya Biogenic Shallow Gas (BSG) yang ditemukan di sekitaran rawa untuk menggantikan gas elpiji. 

    Hasilnya, setiap rumah tangga yang punya akses terhadap aliran BSG ini dapat menghemat pengeluaran untuk tabung gas dari Rp100 ribu menjadi Rp20 ribu saja. Bisa dibayangkan, betapa BSG bisa sangat membantu kegiatan UMKM di desa tersebut.

    2. Produsen Kopi Arabika Senggani Desa Pegundungan

    Pemanfaatan BSG juga diterapkan oleh para pelaku usaha Kopi Arabika Senggani di Desa Pegundungan, Pejawaran, Banjarnegara. Menurut perangkat desa terkait, penggunaan gas rawa di daerahnya dipakai untuk menyangrai kopi. 

    Dengan begitu, biaya produksi bisa dihemat mengingat Desa Pegundungan kini telah menjadi sentra Kopi Arabika Senggani dengan hasil panen mencapai 3 ton. Sejak memanfaatkan BSG, setiap rumah tangga bisa menghemat biaya gas hingga 75% setiap bulannya.

    3. Desa Samirono

    Daerah berikutnya yang memanfaatkan sumber energi gas (selain dari tabung gas elpiji) untuk keperluan sehari-hari adalah Desa Samirono. Penduduk desa ini rata-rata telah memiliki dua ekor sapi pada setiap KK. Kotoran sapi yang dihasilkan dari ternak tersebut kemudian dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Umumnya, enam kubik kotoran sapi yang telah difermentasikan dengan komposisi 1:1 (menggunakan air) bisa dipakai untuk menyalakan kompor selama enam jam.

    4. Desa Kaliurip

    Manfaat energi terbarukan pun turut dirasakan oleh warga Desa Kaliurip, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Sebelum mengenal energi terbarukan, para pemilik sawah di daerah ini biasanya perlu menyewa pompa air berbahan diesel untuk mengalirkan air dari Sungai Tajum ke petak-petak sawah mereka yang tingginya 10 meter di atas permukaan sungai. Namun, dengan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), kini para petani bisa panen tiga kali dalam setahun karena tak perlu menghadapi kekeringan akibat kemarau panjang.

    5. Pengrajin Ukir Kayu Relief Desa Senenan

    Para pengrajin ukiran kayu di Desa Senenan, Jepara sempat mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, mereka tak lagi bisa berproduksi seperti sedia kala karena harus menghemat penggunaan energi listrik untuk alat-alat ukir, misalnya gergaji, bor, mesin profil, gerinda, dan serut. Untungnya, Pemprov Jateng kemudian memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang dapat mencukupi setengah dari kebutuhan listrik untuk produksi.

    6. Penjual Tambak Ibu Mandiri

    Kisah terakhir berasal dari para pelaku UMKM Ibu Mandiri di Cilacap. Mereka adalah sekelompok ibu-ibu yang berdikari untuk mengolah hasil tambak supaya memiliki nilai tambah. Dengan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang diberikan Pertamina, para ibu ini bisa membuat petambak tidak perlu merasakan kerugian karena dapat menyimpan hasil panen di freezer.

    Sebelum mendapat bantuan sumber listrik yang menggabungkan energi matahari dan air, petambak di Cilacap harus cepat-cepat menjual hasil panennya pada tengkulak sebelum ikan atau udangnya tak layak konsumsi. Kini, mereka bisa menjualnya kepada UMKM Ibu Mandiri. Bahkan, limbah hasil olahannya bisa digunakan kembali untuk memberi pakan bagi ikan-ikan tambak.

    Dari semua cerita para pelaku UMKM dan penduduk desa Jawa Tengah, kita bisa melihat bagaimana manfaat energi terbarukan memberikan banyak keuntungan, terutama untuk melestarikan lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan.

    Anda juga bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai memasang PLTS Atap di rumah. Sebelum itu, Anda dapat menyimak daftar FAQ tentang PLTS Atap terlebih dahulu. Setelahnya, Anda bisa memperhitungkan kapasitas yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga dengan kalkulator surya SolarHub.

     

    References:

    https://iesr.or.id/dukungan-pemerintah-dan-sektor-industri-untuk-transisi-energi-di-jawa-tengah

    https://solarhub.id/pertanyaan-umum/#tentang-plts-atap

    https://kalkulator.solarhub.id

  • Perbedaan Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan, Apa Contohnya?

    Kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada pangan, sandang, dan papan. Untuk menunjang kemudahan beraktivitas, energi memiliki peranan yang sangat penting sebab tanpa adanya energi, Anda tidak dapat menggunakan hampir semua peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Energi sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu energi terbarukan dan tak terbarukan. Apa saja perbedaan dan contohnya? Mari kita simak bersama-sama.

    Apa itu energi terbarukan?

    Energi terbarukan adalah sumber energi yang tersedia secara alami, sehingga Anda dapat menggunakannya secara terus-menerus tanpa perlu mengkhawatirkan dampaknya bagi lingkungan. 

    Perbedaan lainnya dari energi terbarukan dan tak terbarukan terletak pada proses perolehannya. Dengan energi terbarukan, Anda bisa mendapatkan pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari langsung dari alam, dan sumber energi ini tidak akan pernah habis jika dikelola dengan baik. 

    Beberapa contoh energi terbarukan yang paling populer adalah energi dari angin, air, ombak laut, dan panas bumi (geothermal). Pemanfaatan energi angin memerlukan turbin khusus yang dipasang di daratan atau permukaan air. 

    Sementara itu, energi dari air diperoleh dengan menampung air dalam reservoir atau memanfaatkan pergerakan arus sungai yang mengalir. Terakhir, energi dari bioenergi dan laut membutuhkan alat khusus untuk mengekstrak panas dari interior bumi atau laut, serta menghasilkan listrik dari pergerakan ombak.

    Panel surya, salah satu contoh energi terbarukan

    Selain energi air, angin, laut, dan geothermal, salah satu contoh energi terbarukan yang populer di berbagai kalangan adalah energi surya. Energi surya termasuk dalam kategori energi terbarukan karena mampu menghasilkan listrik dari sinar matahari, sebuah sumber energi yang tidak terbatas. Bagaimanakah cara kerjanya?

    Pada dasarnya, panel surya mengandung dua unsur silikon yang telah dipadukan dengan sedikit boron dan fosfor untuk menciptakan karakteristik semikonduktor. Nah, dengan sifat semikonduktor inilah panel surya mampu menangkap partikel terkecil dari sinar matahari, yaitu foton. 

    Silikon yang mengandung boron atau semikondutor tipe-n akan menarik elektron bebas. Lalu, kelebihan elektron tersebut akan melewati lembaran kosong antara kedua lapisan panel surya untuk menuju bagian silikon dengan fosfor. Akhirnya, aliran listrik yang dihasilkan dari pergerakan elektron ini akan disimpan dalam baterai khusus untuk digunakan kapan saja.

    Apa itu energi tak terbarukan?

    Secara garis besar, energi tak terbarukan memiliki sebuah kesamaan dengan energi terbarukan, yaitu dapat diperoleh dari alam. Namun, satu hal yang paling membedakan energi terbarukan dan tak terbarukan adalah durasi pembentukannya dan metode perolehannya. Berkebalikan dari energi terbarukan, energi tak terbarukan adalah sumber energi yang membutuhkan proses selama jutaan tahun di bumi, sehingga pasokannya pun terbatas.

    Pasokan yang terbatas berarti jika energi tersebut terus digunakan, jumlahnya akan terus menyusut. Padahal, pengisian ulangnya memerlukan waktu yang sangat lama, terlebih dengan pengaruh eksternal dari kondisi geologi dan lingkungan yang fluktuatif.

    Contoh energi terbarukan yang paling sering digunakan dalam keseharian adalah batu bara, minyak bumi dari fosil, serta gas bumi. Karena ketiga sumber energi ini terkandung di dalam bumi, alat khusus pun diperlukan untuk mengekstraknya.

    Dampak energi tak terbarukan terhadap lingkungan

    Perlu diingat bahwa proses ekstraksi energi tak terbarukan menghasilkan jejak karbon dioksida yang berpotensi mencemari lingkungan. Mengapa? Sebab, gas karbon dioksida dari produksi dan penggunaan minyak bumi atau bahan bakar fosil mencakup ⅔ dari total emisi secara global, terutama jika digabungkan dengan gas rumah kaca. 

    Nah, karbon dioksida dan gas rumah kaca mampu memerangkap suhu panas di atmosfer, sehingga suhu bumi akan terasa lebih panas. Peningkatan suhu inilah yang menyebabkan krisis iklim yang dikenal dengan istilah “global warming.” 

    Krisis iklim tersebut membawa sejumlah dampak buruk bagi lingkungan maupun kesejahteraan hidup, di antaranya gagal panen, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat suhu udara yang terlalu panas. 

    Namun, dampak negatif dari energi tak terbarukan tidak hanya terbatas pada emisi karbon berlebih, sebab risiko minyak tumpah dapat mengurangi pasokan air bersih dengan meningkatnya keasaman air. Lalu, polusi udara yang dihasilkan dari proses produksinya juga berpotensi menimbulkan hujan asam.

    Demikian informasi penting seputar perbedaan energi terbarukan dan tak terbarukan. Nah, untuk mengurangi dampak buruk energi tak terbarukan terhadap lingkungan, mari bersama-sama mulai beralih ke energi terbarukan, salah satunya bisa dengan cara memasang PLTS Atap. Anda dapat menemukan penyedia PLTS Atap terdekat dari lokasi Anda melalui SolarHub. 

    Direktori SolarHub mencakup banyak perusahaan penyedia listrik tenaga surya di berbagai provinsi dan bahkan pulau. Selain itu, Anda akan menemukan detail kontak serta ulasan pengguna untuk setiap perusahaan. Tertarik beralih ke energi terbarukan? Kunjungi website SolarHub untuk mengetahui informasi penyedia PLTS Atap terdekat dengan Anda!

     

    Referensi:

    https://solarhub.id

    https://internasional.kompas.com/read/2021/11/22/132333870/perbedaan-energi-terbarukan-dan-energi-tak-terbarukan?page=all

    https://www.suara.com/tekno/2021/03/09/133452/energi-terbarukan-dan-tidak-terbarukan-beserta-contohnya

    https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/30/222545969/energi-terbarukan-prinsip-kerja-panel-surya?page=all