Tag: plts off grid

  • Apakah Instalasi Listrik Harus Diubah Jika Memasang PLTS?

    Apakah Instalasi Listrik Harus Diubah Jika Memasang PLTS?

    Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di rumah sering memunculkan pertanyaan penting, yaitu apakah instalasi listrik yang sudah ada harus diubah. Pertanyaan ini wajar karena sistem kelistrikan berkaitan langsung dengan keamanan, kenyamanan, dan kinerja peralatan listrik sehari hari. Pemahaman yang tepat akan membantu pemilik rumah mengambil keputusan tanpa rasa khawatir berlebihan.

    Pada prinsipnya, pemasangan PLTS tidak selalu mengharuskan perubahan total pada instalasi listrik rumah. Sebagian besar rumah dengan instalasi yang masih layak dan sesuai standar dapat langsung terhubung dengan sistem PLTS. Sistem ini dirancang untuk bekerja berdampingan dengan jaringan listrik yang sudah ada, bukan menggantikannya secara menyeluruh.

    Jenis sistem PLTS yang dipasang sangat memengaruhi kebutuhan penyesuaian instalasi. Pada sistem on grid, listrik dari panel surya akan masuk ke inverter lalu disalurkan ke instalasi rumah yang sama dengan listrik dari jaringan PLN. Dalam kondisi ini, instalasi hanya perlu dipastikan aman dan kompatibel, tanpa perubahan besar pada jalur kabel di dalam rumah.

    Penyesuaian biasanya lebih difokuskan pada penambahan komponen tertentu. Beberapa contoh komponen tersebut adalah inverter, panel pengaman tambahan, dan alat pengaman arus seperti MCB khusus PLTS. Komponen ini berfungsi melindungi instalasi rumah dari risiko arus berlebih dan memastikan aliran listrik berjalan stabil.

    Kondisi instalasi listrik yang lama atau tidak sesuai standar dapat menjadi alasan perlunya perbaikan. Kabel yang sudah aus, sambungan tidak rapi, atau kapasitas MCB yang tidak memadai sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu. Langkah ini bukan semata karena pemasangan PLTS, tetapi demi keselamatan listrik rumah secara keseluruhan.

    Daya listrik terpasang juga menjadi faktor penting. PLTS akan menyesuaikan dengan kapasitas daya yang dimiliki rumah. Apabila instalasi sebelumnya sudah dirancang untuk beban listrik yang ada, maka integrasi PLTS dapat dilakukan tanpa perubahan besar, hanya dengan pengaturan teknis di panel listrik utama.

    Untuk sistem PLTS dengan baterai atau off grid, penyesuaian instalasi bisa sedikit lebih kompleks. Sistem ini memerlukan jalur khusus untuk baterai dan pengaturan beban prioritas. Meski demikian, perubahan tetap dilakukan secara terkontrol dan tidak harus membongkar seluruh instalasi listrik rumah.

    Pemeriksaan oleh teknisi profesional sangat disarankan sebelum pemasangan. Audit instalasi listrik membantu memastikan bahwa semua komponen aman, sesuai standar, dan siap terhubung dengan PLTS. Dari pemeriksaan ini, pemilik rumah akan mengetahui apakah cukup dengan penambahan komponen atau perlu perbaikan ringan.

    Secara umum, pemasangan PLTS justru sering menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas instalasi listrik rumah. Sistem menjadi lebih rapi, terlindungi, dan terpantau dengan baik. Kondisi ini memberi nilai tambah dari sisi keamanan dan keandalan pasokan listrik.

    Kesimpulannya, instalasi listrik tidak selalu harus diubah saat memasang PLTS. Dalam banyak kasus, instalasi yang baik cukup ditambahkan dengan perangkat pendukung. Dengan perencanaan yang tepat dan pemasangan oleh tenaga ahli, PLTS dapat terintegrasi dengan aman, efisien, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi rumah tangga.

     

  • Mana yang Lebih Cocok untuk Anda: PLTS On Grid atau Off Grid?

    Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah PLTS. Namun, tahukah Anda bahwa PLTS dibagi lagi menjadi tiga jenis, yakni PLTS on grid, off grid, dan hybrid? Lalu, bagaimana cara kerja ketiganya? Nah, supaya Anda tidak salah memilih tipe PLTS yang paling sesuai dengan kebutuhan saat ingin beralih ke energi terbarukan, mari kita pelajari konsep dasar ketiga jenis PLTS yang tersedia dan kelebihannya di bawah ini.

    PLTS on grid adalah…

    Sesuai dengan namanya, PLTS on grid merupakan panel surya yang memiliki sambungan ke grid atau jaringan listrik sentral, sehingga tidak memerlukan baterai cadangan. Dengan kata lain, agar panel fotovoltaik dapat beroperasi dan menghasilkan energi listrik, semua panel tersebut harus terhubung dengan jaringan PLN terlebih dahulu.

    Mengenal PLTS off grid

    Di sisi lain, PLTS off grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang tidak terkoneksi dengan jaringan listrik sentral atau PLN. Berbeda dari PLTS on grid, jenis PLTS ini memerlukan baterai khusus untuk menampung energi cadangan. Jadi, PLTS off grid akan menyerap lebih banyak sinar matahari pada siang hari supaya penghuni gedung dapat langsung menggunakan listrik, dan sisanya akan disimpan untuk penggunaan di malam hari.

    Mana yang paling tepat untuk Anda?

    PLTS on grid, off grid, dan hybrid memiliki berbagai kelebihan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Apabila Anda tinggal di perkotaan besar yang sudah memiliki akses listrik dari PLN dan ingin menghemat penggunaan setiap bulannya, Anda dapat mempertimbangkan PLTS on grid atau hybrid. 

    Mengapa PLTS jenis tersebut sangat disarankan? Anda dapat menggunakannya kapan pun saat mendapatkan cahaya matahari yang memadai. Lalu, pada malam hari atau ketika cuaca sedang berawan, Anda bisa beralih ke listrik PLN sebagai pasokan energi untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    Lalu, bagaimana jika Anda berdomisili di daerah yang belum memiliki pasokan listrik stabil dan mencukupi dari PLN? PLTS off grid akan memenuhi kebutuhan Anda. Pasalnya, PLTS off grid dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari untuk disimpan dalam baterai berkapasitas besar. Dengan demikian, Anda tetap bisa memenuhi sebagian besar dari kebutuhan energi sehari-hari jika terjadi pemadaman listrik.

    Bagaimana jika jaringan sedang padam?

    Mungkin salah satu kekhawatiran terbesar Anda tentang PLTS adalah ketersediaan pasokan listrik ketika jaringan sentral sedang padam. Namun, Anda tidak perlu cemas karena PLTS off grid dapat beroperasi secara mandiri tanpa memerlukan pasokan listrik dari PLN. Jadi, Anda tetap bisa menggunakan peralatan elektronik di rumah karena ada tenaga cadangan dari baterai.

    Apakah hal yang sama juga berlaku untuk PLTS on grid? Tentu saja, asalkan pembangkit listrik yang Anda pilih merupakan jenis hybrid, atau yang dilengkapi dengan baterai. Sebab, jika Anda menggunakan PLTS on grid murni tanpa baterai dan jaringan listrik PLN sedang padam, Anda tidak dapat mengakses pasokan listrik tenaga surya, bahkan jika matahari masih bersinar.

    Benarkah bisa ekspor listrik berlebih ke PLN?

    Rahasia di balik penghematan konsumsi listrik dengan pemasangan PLTS on grid adalah sistem ekspor impor listrik dengan PLN. Bagaimana bisa? Sederhananya, Anda akan berhak menerima kompensasi sebesar 65% dari total energi yang dihasilkan oleh PLTS berdasarkan isi dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 49/2018 mengenai Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN.

    Sederhananya, meteran EXIM yang terpasang pada rumah atau tempat kerja Anda akan menghitung kelebihan total daya listrik tenaga surya. Nah, kelebihan energi inilah yang akan disalurkan ke PLN, sehingga PLN bisa memotong tagihan listrik yang harus dibayarkan pengguna. 

    Skema perhitungan ini adalah untuk setiap 1 kWh yang dikirim ke PLN, Anda hanya perlu membayar penggunaan sebesar 0,65 kWh. Akan tetapi, revisi Permen terbaru telah meningkatkan persentase kompensasi ekspor listrik dari 65% menjadi 100%, sehingga konsumsi listrik Anda akan lebih hemat.

     

    Tentunya, kini Anda sudah mengetahui perbedaan PLTS on grid dan off grid. Saat memilih PLTS untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pastikan Anda mempertimbangkan konsumsi listrik dan lokasi saat ini. 

    Jika Anda sudah menentukan pilihan PLTS yang paling sesuai, sekaranglah saatnya untuk menemukan penyedia PLTS terdekat dengan Anda. Bagaimana caranya? Supaya lebih mudah, Anda dapat mengakses direktori vendor penyedia PLTS yang lengkap di berbagai wilayah, mulai dari kawasan metropolitan Jabodetabek hingga provinsi di luar Pulau Jawa, dengan mengunjungi website SolarHub.

     

    Referensi:

    https://iesr.or.id/pustaka/seri10p-memanen-energi-surya-dengan-pembangkit-listrik-surya-atap

    https://kumparan.com/marcel-bonifacio-tirta-wijata/perbedaan-antara-plts-on-grid-off-grid-dan-hybrid-1xcp0NdBjHw

    https://www.xurya.com/news/7

    https://www.ruangenergi.com/memasang-plts-atap-dengan-sistem-on-grid-apa-keuntungannya-buat-pelanggan-pln/

    https://solarhub.id