Tag: energi surya

  • Intip Rumah Ibadah yang Sudah Memanfaatkan Energi Matahari

    Intip Rumah Ibadah yang Sudah Memanfaatkan Energi Matahari

    Penggunaan panel surya tidak lagi terbatas pada rumah, perkantoran, atau kawasan industri. Sejumlah rumah ibadah di Indonesia juga mulai memanfaatkan energi matahari untuk mendukung kebutuhan listrik sehari-hari. Langkah ini menunjukkan bahwa transisi energi dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk lingkungan keagamaan.

     

    Ada beberapa alasan mengapa PLTS mulai banyak dilirik oleh pengelola rumah ibadah. Selain membantu mengurangi biaya listrik dalam jangka panjang, energi surya juga merupakan sumber energi bersih yang tidak menghasilkan emisi saat digunakan. Kehadirannya sekaligus menjadi contoh nyata penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

     

    Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah Gereja Katedral Jakarta. Sejak tahun 2021, gereja ini menggunakan PLTS berkapasitas 238,02 kWp. Sistem tersebut membantu memenuhi kebutuhan listrik kawasan gereja sekaligus mengurangi biaya listrik hingga sekitar 30 persen.

     

    Masjid Istiqlal Jakarta juga telah memanfaatkan energi matahari melalui pemasangan PLTS berkapasitas 150 kWp sejak tahun 2020. Pemanfaatan PLTS ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan energi yang lebih efisien dan mendukung konsep bangunan yang lebih berkelanjutan. Penghematan tagihan listrik yang diperoleh disebut mencapai sekitar 20 persen setiap bulan.

     

    Di Sulawesi Utara, Gereja GMIM Golgota Melendeng menunjukkan pemanfaatan energi surya dalam bentuk yang berbeda. Akses jalan menuju gereja telah dilengkapi lampu penerangan tenaga surya yang dipasang melalui kerja sama dengan Politeknik Negeri Manado dalam program pengabdian kepada masyarakat.

     

    Sementara itu, Masjid Agung Palembang mulai mengoperasikan PLTS pada Januari 2026. Sistem yang dipasang memiliki kapasitas 18,2 kWp dan didukung baterai dengan kapasitas total 30 kWh. Kehadiran baterai memungkinkan energi yang dihasilkan pada siang hari dapat dimanfaatkan lebih optimal.

     

    Dari sisi ekonomi, penggunaan PLTS di Masjid Agung Palembang diperkirakan mampu menghemat biaya listrik sekitar Rp12 juta hingga Rp24 juta per tahun. Penghematan tersebut menunjukkan bahwa energi surya tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi biaya operasional bangunan.

     

    Selain menghasilkan listrik, keberadaan PLTS di rumah ibadah juga memiliki nilai edukasi. Jamaah dan masyarakat yang berkunjung dapat melihat langsung bagaimana energi matahari diubah menjadi listrik dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai energi terbarukan.

     

    Contoh dari Jakarta, Palembang, hingga Sulawesi Utara menunjukkan bahwa rumah ibadah dapat berperan lebih dari sekadar tempat beribadah. Dengan memanfaatkan energi matahari, rumah ibadah turut mendukung pengurangan emisi karbon, menghemat biaya operasional, dan mendorong semakin luasnya penggunaan energi bersih di Indonesia.

     

  • 5 Negara Penghasil Energi Surya Terbesar di Dunia, Apakah Indonesia Jadi Salah Satunya?

    5 Negara Penghasil Energi Surya Terbesar di Dunia, Apakah Indonesia Jadi Salah Satunya?

    Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan sinar matahari melimpah hampir sepanjang tahun. Namun, apakah kondisi tersebut cukup membuat Indonesia masuk jajaran negara dengan kapasitas energi surya terbesar di dunia? Jawabannya ternyata belum. Saat ini, daftar teratas masih didominasi negara yang agresif berinvestasi pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.

     

    Energi surya menjadi salah satu sumber energi terbarukan dengan pertumbuhan tercepat secara global. Selain membantu mengurangi emisi karbon, pengembangan PLTS juga dipandang penting untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sejumlah negara bahkan telah membangun kapasitas energi surya dalam skala sangat besar.

     

    Posisi pertama ditempati Tiongkok dengan kapasitas energi surya mencapai 1.202.178 megawatt. Angka ini membuat Tiongkok menjadi pemimpin global dengan selisih yang cukup jauh dibanding negara lain. Selain unggul dari sisi kapasitas, negara ini juga mendominasi industri manufaktur panel surya dunia.

     

    Di urutan kedua terdapat Amerika Serikat dengan kapasitas sekitar 211.610 megawatt. Pengembangan energi surya di negara ini terus meningkat melalui insentif pemerintah, investasi sektor swasta, dan perluasan instalasi PLTS untuk kebutuhan rumah tangga maupun utilitas skala besar.

     

    India berada di posisi ketiga dengan kapasitas energi surya mencapai 135.501 megawatt. Negara ini mencatat pertumbuhan cepat dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya kebutuhan listrik dan dorongan pengembangan energi terbarukan.

     

    Sementara itu, Jerman menempati posisi keempat dengan kapasitas sekitar 106.772 megawatt. Meski tidak memiliki intensitas sinar matahari setinggi negara tropis, Jerman mampu mempertahankan perkembangan energi surya melalui kebijakan energi bersih yang konsisten.

     

    Di posisi kelima terdapat Jepang dengan kapasitas energi surya mencapai 92.211 megawatt. Jepang menjadi salah satu negara yang mempercepat pemanfaatan energi surya sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber energi dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil.

     

    Lalu bagaimana dengan Indonesia? Hingga saat ini Indonesia belum masuk dalam lima besar negara dengan kapasitas energi surya terbesar dunia. Padahal secara geografis, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan PLTS karena berada di wilayah tropis dengan paparan matahari relatif stabil sepanjang tahun.

     

    Besarnya potensi belum otomatis menghasilkan kapasitas energi surya yang tinggi. Regulasi, investasi, kesiapan infrastruktur, hingga percepatan implementasi teknologi menjadi faktor penting yang menentukan perkembangan energi surya nasional. Dengan target transisi energi dan net zero emission, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mempercepat pemanfaatan energi matahari di masa depan.